The Rock

Hari ini, saya mengajak keluarga kecil saya makan siang di sebuah restoran yang letaknya “kurang jauh” dari Melbourne, The Rock.

Dari namanya saja sudah serem kan, kaya aktor smack down yang banting setir jadi aktor layar lebar hehehe…

Restorannya ga semewah itu kok… bangunan yang terlihat tua tapi tetap terawat yang sebagian besar bahannya berasal dari kayu, mereka menyajikan makanan yang bahannya sebagian besar adalah hasil laut.

Ga heran sih, karena resto ini terletak di ujung dan dekat dermaga di daerah Mornington Peninsula sana. Bersebelahan dengan tempat parkir perahu layar milik pribadi yang suka dipakai buat mancing.

Makanannya termasuk enak, walaupun gayanya bule abis karena ga ada satu pun yang ada tulisan “nasi”, maklum orang besar di Indonesia kalau belum sentuh nasi katanya belum makan.

Walaupun jauh dan harganya juga ga termasuk murah, tapi momen yang kami dapatkan itu yang tidak ternilai. Bisa menghabiskan waktu yang berkualitas bersama orang yang kita sayang adalah salah satu harta saya yang tidak ternilai karena saya tahu waktu itu tidak terbeli dan terbayar.

Setelah makan, kami sempatkan jalan-jalan disekeliling resto dan merasakan angin kuencang luar biasa, ini bener-bener angin ngajak ribut loh… kenceng bener sampai saya bisa merasakan badan saya bergeser waktu berusaha nahan tiupannya, gilingan bener dah hahaha…

Karena angin nya terlalu kencang, dan anak-anak sudah mulai minta main ke taman, kami mulai pindah ke taman didekat sana. Taman itu mengingatkan kami saat baru berada disini tahun lalu, saat itu sedang libur Queen’s Birthday, dan salah satu kawan kami Joe Yohan mengajak kami ke Mornington dan mampir ke taman itu setelah makan siang didekat sana.

Permisi kami mau selfie dulu hehehe…

Saya, selalu merasa kurang membuat cewek yang saya peluk diatas itu merasa bahagia walaupun dia selalu mengatakan cukup dan cukup. Bisa memiliki dia yang selalu mendukung langkah yang saya ambil, walaupun sering kali beresiko membuat saya sangat bersyukur kepada Dia karena memberikan seorang istri yang kuat disamping saya.

Terlebih jika saya mengingat saat-saat dulu ketika kami pacaran dan kemudian menikah, saat dimana saya masih luntang lantung ga jelas dan ga punya apapun tapi dia tidak menyerah terhadap saya, ahh… semoga ga ada yang mengira saya memelet dia dengan minyak si-nyong-nyong karena dia tetap sabar menunggu dan menerima pinangan saya walaupun saya lamar dengan sebuah SMS saja karena tidak punya apapun yang bisa dijadikan sebuah cincin ataupun seikat bunga agar romantis dikit, duh… bener deh, sakit rasanya jika kegantengan saya dicoreng dengan pitnah tersebut, halah….

Setelah puas kami pun pulang, dan tidak lupa saya mampir untuk membeli beberapa Asahi untuk dinikmati saat sudah selonjor di rumah sambil menikmati sisa hari ini, sisa hari yang sangat saya syukuri ini.

Apapun itu, bagi saya, seorang pria sejati tidak akan lari meninggalkan istri nya untuk alasan apapun. Begitupun seorang wanita yang benar tidak akan lari meninggalkan suami nya untuk alasan apapun.

Selamat berakhir pekan kawan. Semoga kita tetap waras dan tidak menjadi cebong atau kampret ya…

MERDEKA!!! Jangan Golput !!!

Advertisements