Imlek

Ouchh…. sabtu ini sudah Imlek lagiii… seperti hari raya lainnya imlek kali ini akan menjadi yang ketiga bagi kami sekeluarga di Melbourne.

Semenjak pindah kesini, setiap imlek saya selalu merasa sepiiii…. gimana ga sepi coba, dulu di Jakarta setiap imlek ga kurang dari 10 keluarga pasti ngumpul, bahkan pernah 1 imlek saya hitung lebih dari 50 keluarga datang berkumpul dalam 1 rumah, sampai pusing-pusing saya hafalin panggilan setiap orang yang berkunjung, maklum semua dari pihak istri jadi saya ga terbiasa dengan panggilannya hahaha….

Walaupun sepi, biasanya kami video call ke Jakarta di hari imlek itu sendiri. Lumayan lah masih bisa tatap muka dan ngobrol dikit walaupun tidak bertemu secara fisik. Dan, saat video call itu berlangsung kami pun tidak berhenti mengucapkan….

Gong Xi Gong Xi…..

Enak ya….

3 tahun belakangan ini, semenjak migrasi ke Australia saya sering banget dengar kalimat “enak ya bisa tinggal di Melbourne, pengen deh kaya lu”, ya sebetulnya ga salah juga sih sama kalimat ini, hanya saja jika latar belakang pengucapannya untuk membandingkan kehidupan kalian dengan saya, ya itu kutang halah…. kok malah kutang, maksudnya mau ngetik kurang hahaha… iya itu kurang bijak ya. Kenapa begitu? gini loh…

Alasan yang paling dasar adalah kalian kan ga tau seperti apa proses yang saya lalui untuk sampai ke titik ini. Kalau kalian tahu, bisa jadi kalian akan lebih bersyukur untuk kehidupan yang kalian miliki ketimbang bermimpi memiliki kehidupan yang saya jalani saat ini hahaha… ini serius loh, proses yang saya lalui itu tidak melalui karpet merah dan hujan dollar. Disamping itu alasan lainnya adalah saya percaya kehidupan setiap manusia itu tidak ada yang lebih baik dibandingkan lainnya dan sebaliknya juga begitu. Karena saya percaya setiap manusia itu hidup menurut kecepatan dan waktunya masing-masing yang unik dan sesuai bagi ya mereka sendiri.

Sering kali kita itu hanya menggunakan segala sesuatu yang terlihat dan silau saja sebagai ukuran, dan melupakan hal lainnya dalam kehidupan yang sebetulnya jauh jauhh jauhhh lebih berharga dari setumpuk uang maupun sekarung berlian, bahkan ada yang tidak terbeli oleh apapun loh… Itu lah kenapa kita kurang bijak ya kalau membandingkan kehidupan yang kita jalani dengan orang lain, karena kehidupan yang mereka jalanin belum tentu pas jika diterapkan di kehidupan kita kan. Selain itu, kita juga tidak tahu apa sebenarnya keadaan di dalam kan, walaupun dari luar terlihat silau dan cetar, tapi siapa yang tahu dalam hati dan pikirannya seperti apa, iya ga… mana ada orang yang mau pamer aib nya ke umum… yang ada juga pamer harta dan pencapaian yang bagus-bagus, ya kan… ya kan… itulah kenapa kita bisa saja melihat jika kehidupan seseorang itu cetar tapi belum tentu didalamnya mereka lebih cetar dan bahagia dari kita.

Saya sering berkata kepada mereka yang suka membandingkan kehidupan mereka dengan saya tanpa mengetahui sejarah dan latar belakang yang sudah atau sedang terjadi di belakang layar kehidupan yang mereka anggap “sudah enak” tadi, dengan satu kalimat tanpa bermaksud menggurui mereka karena saya sendiri pun tidak tahu apa latar belakang mereka melakukan hal itu. Kalimat itu adalah “percayalah jika kehidupan saya tidak lebih enak dari miliki kamu dan sebaliknya, dan percayalah diluar sana banyak yang ingin menukar kehidupan mereka dengan yang kamu miliki”

Disamping itu, hidup di Australia itu ga semua enak tahu… di setiap tempat pasti ada enak dan ga enak nya. Selain jauh dari keluarga, hidup disini juga harus siap dengan cuaca ekstrem. Mau tahu bisa se ekstrem apa? disini itu kalau summer bisa sampai 45 derajat panasnya, walaupun saat winter paling banter -2 derajat sih…. tapi yang jadi masalah bukan summer atau winter nya bro…. tapi naik turun ekstrem nya yang kaya yoyo, pernah terjadi pagi 20 derajat, menjelang siang naik ke 35 derajat, pas siang 43 derajat lalu sore drop lagi ke 32 derajat, pas jam 6 sore turun ke 20an lagi dan malam 9 derajat doenkkk… hahaha… Selain suhu yang naik turun seperti itu (yang sejauh yang saya tahu paling parah di Melbourne) ada juga ancaman bencana bush fire (kebakaran hutan) yang setiap tahun mengintai. Tahun ini malahan ga mengintai lagi tapi sudah terjadi dan menyebabkan banyak sekali kerugian dan korban jiwa baik dari manusia maupun hewan. Yang ga disangka itu adalah saat sedang kebakaran hutan tiba-tiba ada badai hujan es batu, mantap ga tuh…. benar-benar diluar nalar ya, dan semua ini salah satu akibat dari pemanasan global yang mengubah iklim jadi ga karuan. Walaupun ga semua daerah di Australia kena kebakaran hutan, tapi asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan itu nyebar kemana-mana loh, kemaren saja sampai ada warning dari pemerintah jika kualitas udara di kota Melbourne memburuk karena asap dan memang kota ini benar-benar tertutup asap yang bikin sesak napas, sampai di anjurkan menggunakan masker saat harus keluar rumah.

Hidup di Australia memang saya akui lebih enak dari di Indonesia jika berdasarkan sisi keamanan, pelayanan umum, kesehatan, pendidikan, polusi yang rendah, tertib dan sebagainya (untuk saat ini). Tapi kedepannya kan kita tidak tahu akan seperti apa, apalagi dengan banyaknya imigran dari negara lain ikut menyumbang ketidak tertiban yang semakin sering terjadi belakangan ini, dan tingkat keamanan pun semakin turun walaupun belum separah di Indonesia yang bisa sampai orang sedang ibadah dibubarin paksa, atau tawuran antar ormas dll.

Jadi…. ayo belajar menggunakan kehidupan orang lain sebagai motivasi agar kita bisa lebih baik lagi bukan sebagai acuan ukuran perbandingan siapa yang lebih baik, karena ingat setiap manusia itu unik dan memiliki kehidupan nya masing-masing dengan kecepatan dan waktu yang paling sesuai dengan diri mereka masing-masing.

Drakor oh Drakor

Drakor (bukan drakula ya…) benar-benar menakutkan. Serial-serialnya yang begitu banyak variasi dikemas dengan baik (setidaknya lebih baik dari apa yang kita miliki, walaupun saya juga ga pasti apakah kita memiliki serial seperti itu) membuat penasaran dan mata susah merem walaupun sudah ngantuk-ngantuk ga jelas.

Saya baru saja menyelesaikan 1 serial drakor tentang sejarah berdiri nya kerajaan Korea di era Joseon. Serial yang memiliki total 50 episode membuat saya hampir menghabiskan waktu dalam 2 minggu terakhir benar-benar duduk di depan TV karena tersihir dengan jalan cerita nya yang didasarkan pada cerita sebenarnya (memang benar terjadi di waktu lampau).

Saya memang lebih tertarik dengan serial tentang sejarah ketimbang cinte-cinte-an ga jelas terlepas itu drakor, sinetron atau hanya film lepas di bioskop. Dan, serial drakor yang baru saya tonton sampai selesai ini benar-benar bagus, membuat penasaran dan memberikan banyak sekali pelajaran tentang kehidupan yang bisa kita ambil dan pelajari.

Six Flying Dragons, itu judulnya, serial ini benar-benar bagus dan sukses membuat saya kurang tidur selama 2 minggu. Karakter-karakter yang ada, belum pemilihan aktor dan aktris yang menurut saya juga jempol akting nya, sangat menjiwai dan membuat saya hanyut dalam cerita demi ceritanya sampai terakhir, membuat saya tidak sungkan memberikan nilai 8 dari 10.

Ada satu lagi drakor yang sudah saya tonton juga, dan ini juga tentang sejarah yaitu Mr. Sunshine, untuk yang satu ini saya berani kasih nilai 9 dari 10 hahaha… benar-benar cetar dengan ending yang tidak terduga.

Sekarang saya sedang nimbang-nimbang untuk nonton serial Deep Rooted Tree yang menceritakan keadaan Joseon setelah apa yang terjadi di serial Six Flying Dragons (kesan nya nyambung ya… padahal 2 serial berbeda dengan pemain dll berbeda), atau nonton serial Empress Ki yang menceritakan keadaan Dinasti Goeryo dimana adalah Dinasti sebelum era Joseon yang berarti sejarah yang terjadi sebelum apa yang diceritakan di serial Six Flying Dragons. Hemm… istirahat dulu deh… ga sanggup marathon 50 episode lagi dalam waktu dekat… cape hahaha….

Banjir, Kebakaran dan Asap

Tahun ini di awali dengan beberapa kejadian yang tidak terlalu baik. Dimulai dari kebakaran hutan di Australia khususnya negara bagian NSW dengan Sydney sebagai ibukotanya dan Victoria dengan Melbourne sebagai ibukotanya yang semakin tidak terkendali, dan syukur puji Tuhan hari ini hujan mulai turun sehingga petugas bisa mulai mengendalikan api sedikit, mudah-mudahan bisa cepat terkendali karena kebakaran kali ini bisa dibilang parah. Banyak sekali binatang liar yang mati, belum rumah yang terbakar dan jumlah pengungsi yang semakin banyak. USA, NZ dan Singapura sampai mengirimkan pasukan untuk membantu karena massive nya kebakaran kali ini, peta kebakarannya bisa dilihat dibawah ini.

Selain kebakaran hutan di Australia, masalah lainnya adalah sisa dari kebakaran itu sendiri, asap. Iya, asap, asap yang membuat kota Sydney, Caberra dan Melbourne jadi kelabu dan gelap. Sampai-sampai jarak pandang sangat terbatas, dan situasi darurat untuk polusi udara ditetapkan karena memang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian terutama buat penderita asma.

Lain lagi di Jakarta, awal tahun ini mengalami bencana alam kebanjiran yang parah juga. Banyak korban berjatuhan termasuk korban jiwa, belum lagi properti yang rusak yang tidak terhitung banyak nya. Saya tidak akan bahas lebih detail mengenai banjir di Jakarta, tapi lebih kepada kenapa sih semua ini bisa terjadi? maksudnya yang ekstrem-ekstrem ini.

Salah satu penyebab cuaca ekstrem saya percaya adalah karena pemanasan global. Sebuah fenomena yang tercipta karena kita semua juga. Lalu bagaimana kita bisa membantu agar bisa menjadi lebih baik? mulai lah dari hal sederhana dulu saja, seperti mengurangi sampah plastik, buang sampah tidak sembarangan, mengurangi emisi bahan bakar dengan menggunakan transportasi umum (ya saya ngerti sih di Jakarta ga gampang untuk yang satu ini) atau mulai lah dengan memilah sampah untuk yang daur ulang dan yang bukan.

Untuk sekarang ini kami di Australia hanya bisa berdoa agar hujan turun dan api bisa di kendalikan. Setidaknya kami tinggal berjuang menghadapi asapnya.