Rapuh

Siang ini, setelah menghabiskan makan siang, saya berjalan sendirian di tengah taman di Lygon Street.

Sejenak pikiran saya melayang ke berita yang saya terima pagi ini tentang kepergian seorang kawan saya pagi ini waktu Jakarta.

Sudah 2 orang di angkatan yang saya tahu, pergi menghadap sang khalik dimana yang satunya terjadi beberapa bulan yang lalu.

Tangan saya sampai gemetar saat mendapat berita itu. Dalam ketidakberdayaan kita baru bisa menyadari begitu rapuh nya hidup kita ini.

Kehidupan yang penuh dengan kawatir, hasrat mengejar kekayaan, keinginan untuk saling menjatuhkan, posisi tinggi yang membanggakan, dan banyak hal lainnya, semua itu sia belaka saat Dia sang maha segalanya menunjukan telunjuknya kepada kita yang fana ini.

Kejadian-kejadian ini, langsung maupun tidak langsung, mengingatkan diri saya sendiri akan sebuah kepasrahan kepada Dia.

Tidak ada yang Abadi.

Advertisements