Father’s Day

Entah sudah berapa banyak hari Bapak saya lewati tanpa bisa mengucapkan 1 kali pun selamat hari Bapak ke Papa ku. Ya… Papa ku sudah tidak di dunia lagi, dia sudah tenang dan damai disana. Sebentar lagi 19 tahun sudah dia pergi selamanya.

Dulu, saat dia masih hidup, mana ada kepikiran hari Bapak, yang saya ingat saat itu adalah hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember (menurut tanggalan Indonesia ya…), maklum dulu kan jaman internet belum semaju sekarang. Kemajuan dunia IT turut memberi andil adanya penyebaran informasi seperti itu terjadi lebih cepat. Tidak lupa juga andil sifat manusia yang suka gaya dan ikut-ikutan yang sedang nge-trend diluar sana agar dibilang exist (contohnya ya seperti saya ini hahaha….)

Walaupun Papa sudah tidak hidup di dunia, tapi saya tetap akan mengucapkan Selamat hari Bapak ya Pap… terimakasih untuk semua yang sudah Papa berikan semasa hidup dulu, ajaran-ajaran yang berguna dan terbukti berhasil membantu saya sampai sejauh ini, dan memberikan kenangan yang sangat baik sebagai seorang panutan bagi saya terutama bagaimana melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang suami dan bapak, yang akan saya jaga dan turunkan kepada kedua putra saya kelak tentang apa itu arti menjadi seorang Pria, semoga saya bisa hahaha… Damai lah disana Pap, salam buat kakak ya…

Advertisements

Cakrawala

Salah satu tempat yang paling ku sukai adalah pantai. Entah karena dulu terlalu sering bermain disana bersama mendiang Kakak saya, atau karena mendiang Papa dulu mencari nafkah ga jauh-jauh dari daerah pelabuhan.

Satu hal yang saya suka saat berada di pantai adalah memandang garis Cakrawala, garis jauh nan angkuh yang seolah mengingatkan kita akan kuasa Tuhan, dan mengajarkan sebuah arti kehidupan agar kita belajar memasang impian yang akan kita kejar sejauh cakrawala dimana ombak yang susul menyusul tidak akan membuat langkah kita menjadi lebih mudah untuk mencapai nya, karena itulah hidup dan kehidupan.

Cakrawala, garis yang tidak pernah habis saya kagumi karena begitu banyak filosofi yang bisa saya pelajari dalam hening dari nya.

Winter

Yeah… June already and winter kicking again. Bulan-bulan penuh perjuangan dimulai lagi secara saya masih tergolong manusia tropis yang ga begitu tahan dengan suhu dingin.

Bulan ini, diawali dengan tag lahan kami yang tertukar dengan lahan lain dan bener-bener bikin sebel karena mendapatkan drama tambahan. Lahan kami yang seharusnya 1301 entah kenapa malah dipasang nomor 1302, masalahnya kami sudah koordinasi pagar sementara untuk dipasang di tanah kami agar tidak ada yang buang sampah di tanah kami sembari menunggu builder kami mendapatkan building permit mereka sehingga bisa mulai membangun rumah mungil kami (yang sukses menghabiskan tabungan kami) disana. Koordinasi nya kami tentu menggunakan nomor lahan donk… dan cakep banget begitu tahu nomornya beda, haiyahhh… jadi musti koordinasi ulang secara team yang memasang nomor lahan dari pihak developer tidak bekerja di sabtu dan minggu, sedangkan besok senin team yang akan memasang pagar sementara akan mulai masuk, pening pala barbie…

Kejadian rutin selama musim dingin lainnya adalah smoke detector di unit yang kami sewa suka bunyi ditengah malam. Semalam saja bunyi 3 kali diwaktu yang berbeda, bikin saya jungkir balik beberapa kali karena mengira ada yang terbakar. Entah kenapa setiap musim dingin selalu terjadi hal unik seperti ini, sementara sih saya duga karena kabut ya, jadi smoke detector nya yang memang sensitif abis jadi suka sensi dan teriak-teriak seenak jidat bikin orang ga bisa tidur.

Setelah itu, TV kami bermasalah, entah karena dingin, lembab atau apapun itu tiba-tiba channel nya goyang dangdut pindah-pindah sesuka dia seperti ada yang sedang mencet remote dan nahan tombol ganti channel. Remote nya sudah sampai saya matikan dan cabut baterainya, TV nya pun saya reset beberapa kali, tetep saja seperti itu, hemm… kode minta diganti tampak nya, karena yang tersisa hanya HDMI buat main Nintendo Switch, ga bisa buat nonton lagi. Ya sudahlah, TV nya tetap saya simpan karena ada rencana mau dijadikan layar buat CCTV di rumah kami nanti.

Kejadian ini akhirnya membuat saya jadi mendadak bikin jadwal survey TV ke beberapa toko elektronik disini. Karena dari dulu sudah mupeng mau beli smart TV, kejadian ini sukses saya pakai sebagai alasan hahaha… dan sudah tentu saya menjanjikan sebuah kenyamanan ke Istri agar dia setuju untuk beli smart TV, apalagi kalau bukan bisa nonton Netflix dengan lebih nyaman hahaha… Akhirnya sebuah produk lokal yang punya review mumpuni kami pilih, karena selain murah ternyata featurenya juga ga kalah sama produk import.

Setelah selesai memasang dan setup TV baru ke internet dll, saya pun melanjutkan install ulang hampir semua aplikasi di HP saya yang semalam minta di factory default karena aplikasi google play nya crash, annoying to the max kan… banyak bener kejadian ga terduga yang nyebelin di awal bulan, semoga menjadi pertanda baik untuk selanjutnya dan bulan-bulan berikutnya.

Entahlah… ada beberapa kejadian lagi sebetulnya yang kemudian membuat saya merasa Tuhan sedang bekerja dalam sunyi, ada beberapa pertanda yang sulit saya gambarkan disini tapi bisa saya rasakan, jika Dia sedang menuntun kami terutama saya kearah yang lebih baik kedepannya, terutama dalam hal pekerjaan.

Apapun itu, berserah adalah pilihan terbaik, sembari tidak berhenti berusaha.

NS

Berawal dari sebuah kunjungan ke rumah kawan kami disini, anak-anak akhirnya berkenalan dengan sebuah karakter yang sejak dulu terkenal dan menjadi salah satu ikon perusahaan game besutan Jepang, Nintendo, yang sekarang ini sudah ber-evolusi menjadi semakin “cenggih”, Mario Bros beserta handai taulan nya.

Sejak mengetahui karakter itu, si mbarep AL semakin suka dan sering memutar youtube tentang Mario Bros, tidak hanya sampai disana, dia juga semakin fasih menggambar karakter itu beserta kawan-kawan nya dan sering kali juga membuat power point yang berujung minta di print lalu oleh dia digunting dan dijadikan sebuah permaninan racing menggunakan karakter kertas bersama adiknya dengan membuat jalur balapan sendiri entah dari selimut lah, bantal, kardus dan sebagainya berdasarkan imajinasi liar dia yang membuat saya takjub, bisa ya dia begitu??

Setelah sekian lama, mereka akhirnya merasakan sendiri bagaimana bermain Mario Kart Racing di CBD, semua berawal dari kami ingin bertemu kawan saya dari Singapura dan Indonesia yang kebetulan datang di tulisan sebelumnya, dan sembari menunggu kami melewati depan JB-Hifi yang ternyata terdapat stand Nintendo Switch yang dengan sukses menarik perhatian orang-orang yang lewat termasuk anak-anak kami. Mereka pun merasakan bermain Mario Kart Racing disana selama beberapa menit.

Pengalaman beberapa menit itu kemudian membuat mereka semakin kreatif terutama si mbarep AL. Dan setiap akhir pekan membujuk saya untuk ke City lagi karena dia ingin bermain (apa lagi kalau bukan) Mario racing tersebut. Haiyahh… hahaha…

Beberapa kali saya menolak karena memang kami ada urusan lain karena tanah yang kami beli disini akan pindah lama dalam waktu dekat dan banyak sekali hal yang harus kami urus. Lama kelamaan, saya entah kenapa jadi merasa kasian (pembenaran hahaha…) karena dulu saya tidak pernah kesampaian memiliki nintendo, halah… alasan ini sebetulnya ga membuat saya menjadi benar karena membelikan mereka.

Akhirnya saya diskusi dengan istri dan minta ijin dia agar bisa membelikan anak-anak Nintendo Switch. Loh… kok kenapa harus ijin sama istri? Iya donk, kami sudah sepakat apapun yang menyangkut anak-anak harus dibicarakan dulu, sehingga kedua pihak memiliki kesepakatan, terlebih alat permainan ini pada akhirnya akan melibatkan peran istri saya saat sudah menyangkut waktu belajar, rehat dan sekolah kan. Jadi sudah selayaknya kami diskusi terlebih dulu.

Tadinya kami ingin belinya pas rumah sudah jadi, tapi ya dasar bapak nya ga tahan ngelihat ekspresi mereka yang berbinar-binar setiap melewati iklan nintendo switch yang kamfretnya dibarengin poster mario segede atun membuat saya sukses membujuk istri untuk membelikan mereka lebih awal.

Istri awalnya ga setuju, tapi setelah saya hitungkan cash flow yang kami miliki (tentu donk, kami kan bukan horang kayah yang tinggal tepuk tangan duit datang dengan sendirinya) akhirnya dia pun memberikan ijin, yeyy… langsung kami hunting mana tempat yang bisa memberikan harga termurah. Setelah sepakat untuk dimana kami akan membeli NS ini, istri terlebih dahulu mengumpulkan anak-anak, dan diskusi dengan mereka tentang aturan yang harus mereka taati saat sudah memiliki NS termasuk kapan boleh bermain kapan tidak. Setelah sepakat mufakat, saya pun menuju konter untuk membayar dan game pertama yang mereka ambil adalah (apalagi coba?) Mario Kart Racing seharga 79 AUD, OMG!!! Mahal mak….

Ekspresi mereka itu benar-benar tidak ternilai hahaha… senengnya itu benar-benar plain dan tidak dibuat-buat termasuk si emak saat ikutan main dan berhasil juara 1 hahaha… ga percaya? Coba lihat video dibawah.

Video yang sama juga saya upload ke media sosial saya yang lalu di komen salah satu kawan kerja saya di Jakarta dulu, Mas Erry. Dia sukses mendokumentasikan momen saya sedang mengerjakan proyek Bvlgari Bali yang kebetulan saat itu bersama dia di https://erryseptiawan.blogspot.com/2007/06/hardjo.html?m=1 yang merupakan salah satu momen karir terbaik yang pernah saya miliki, dan ikan bakar itu pun menjadi salah satu ikan bakar ter-nikmat yang pernah saya santap, entah karena memang saya sedang lapar dan kecapean, atau memang karena enak, atau memang karena itu salah satu momen dimana saya bisa makan ikan bakar sebesar itu dengan hasil keringat sendiri setelah sekian lama jungkir balik setelah ditinggal mendiang Papa 6 tahun sebelumnya, ah… rasanya itu tidak ternilai dan terlukiskan, ternyata se-sederhana itu untuk menjadi bahagia.

Apapun itu, suwun Mas Erry, momen itu sukses membangkitkan salah satu ingatan paling berkesan dalam hidup saya.