Selamat 37

Tiga Tujuh, angka yang tidak bisa dibilang kecil untuk sebuah umur manusia walaupun masih bisa dibilang muda.

Selamat ulang tahun ya ndud, semoga hari-hari mu dan hati mu semakin baik dan dipenuhi rasa syukur.

Semoga semakin dewasa juga dalam menyikapi hal-hal yang terjadi dalam kehidupan, dan semakin matang saat harus mengambil sebuah keputusan. Jadilah selalu pusat cinta dalam rumah dan keluarga kecil kita.

Dan terakhir, semoga selalu sehat, bahagia dan dalam lindungan Dia yang Maha Esa.

Our new home

Horee… setelah penantian seakan tak berujung, akhirnya ijin membangun keluar dan rumah kami sudah mulai dibangun (joget-joget kaya orang kesurupan…. halahh…), dan setiap minggu kami jadi punya kesibukan tambahan deh… yaitu datang ke lokasi buat mengecek perkembangan pembangunannya (rajin amat kaya ga ada kerjaan ya hahahaha….), terlebih saat pembangunan sudah masuk ke interior. Sebetulnya kita memang harus ngecek loh, karena saat serah terima nanti jika semua kita iyain ya ga bisa protes kalau ternyata ada salah kan… dan kalau kita kasih tau salahnya pas serah terima, jiahhh… tertundanya bisa panjang nanti dan kami ga pindah-pindah. Kalau ditanya kenapa kok ngotot banget mau pindah, ya sebetulnya diantara ngotot dan ga juga sih, ngotot karena tentu mempercepat selesainya bayar dobel, dan jadi lebih tenang karena ga perlu deg-deg-an rumah sewa mau dipake atau di jual dan harus pindah. Disini pindah rumah itu cape tau… karena semua data-data kita harus di update dengan alamat baru dan itu beneran harus dilakukan termasuk SIM kita. Ga ngotot nya ya karena apalagi kalau bukan karena jarak, tinggal dirumah sewa sekarang kemana-mana deket, sekolah anak-anak juga bagus, lingkungan juga enak, walaupun bayar sewanya kaga enak karena termasuk mahal hahaha…Karena kami hampir tiap hari eh…. hampir tiap minggu liatin tuh rumah dibangunnya sudah sampai mana, tidak lupa juga saya coba mendokumentasikan proses pembangunan rumah kami. Semacam saya poto-poto gitu lah… Ga terjadi setiap minggu sih sebenernya karena ada masa libur lumayan panjang seperti Natal, kadang berhenti juga karena cuaca tidak mendukung, dan masih banyak lah tetek bengek nya yang bikin ke tunda hahaha…, jadi sebisanya saya urutin ya foto nya hehehe….

==

November 2019 – Minggu ke-2

Pertama, akhirnya pagar kami dibongkar dan diganti pagar builder karena alasan asuransi. Bagus lah jadi kami tidak perlu keluar duit buat sewa pager lagi hehehe…. Tanah ini tadinya memang kami pagarin setelah serah terima (kurang lebih dari Mei sampai Oktober) untuk menjaga agar tidak ada orang yang buang sampah di tanah kami, apalagi sampah pembangunan. Disini kalau tanahnya tidak bersih builder ga mau mulai bangun, bahkan rumput rada tinggi aja musti kita potong dulu.

==

November 2019 – Minggu ke-4

Setelah itu, beberapa minggu kemudian tanah kami mulai dibuat rata sebagai persiapan untuk membuat pondasi rumah atau disini disebut slab, macam cor-coran gitulah kalau di Indonesia sana, alhasil tanah rumah kami jadi naik lumayan tinggi (kurang lebih 60 CM).

==

Desember 2019 – Minggu ke-2

Setelah semua siap pondasinya pun mulai dibuat dan tinggal menunggu kering (tuh yang warna abu-abu). Proses pembuatan pondasi ini cuma butuh waktu sebentar sebetulnya, tapi karena direntang waktu yang direncanakan malah terjadi hujan di beberapa hari, jadi molor deh… karena toh percuma ngecor kalau akhirnya basah dan anyut kan… (jiahhh anyut wakakaka…. bahasa mana lagi itu…)

Akhirnya pondasinya kering horee… (kenapa saya bisa seneng gini ya hahaha…) selanjutnya adalah tahap pembangunan rangka rumah/ frame. Disini kebanyakan rumah dibangun dari kayu atau besi, jadi ga seperti disana yang pakai cor-cor-an. Mungkin karena disini ga se-lembab disana ya… dan menurut orang-orang sini menggunakan kayu katanya lebih awet dan justru lebih kuat karena lebih flexible, walaupun kalau kena api ya runyam karena lebih mudah terbakar, entahlah… karena menurut saya pakai kayu justru lebih mahal perawatannya dan tidak ramah lingkungan karena harus nebang banyak puun kann… apalagi kemaren abis bush fire atawa kebakaran hutan, abis banyak tuh hutan di Australia jadi botak item tandus.

==

Desember 2019 – Minggu ke-4

Kerangka rumah kami pun mulai dibangun dan dipasang. Lumayanlah sudah keliatan seperti rumah sekarang hahaha…. dan… tidak lupa saya abadikan juga, sekalian jadi tanda pengecekan terakhir tahun 2019 karena builder pun akan liburan Natal dan Tahun Baru dulu 4 sampai 5 minggu.

==

Januari 2020 – Minggu ke-3

Liburan pun usai, pembangunan pun mulai lagi. Nah… sekarang atapnya rumah mungil kami sudah tertutup, dan tembok pun sudah mulai dipasang. Di tahap yang satu ini saya rada bingung sebetulnya, karena mereka masang pipa nya ternyata melintang di dinding, dan bukan cuma 1 pipa loh, ada ungu, kuning, tembaga, dll. Lah… kalau saya mau ngebor ngebor gimana? duhh… bikin pusing aja, saya males soalnya kalau mau pasang apa-apa musti panggil tukang, males bayar nya hahaha… disini panggil tukang mahal. Tapi tenang… disini ada alat yang pakai sensor dan bisa mendeteksi apapun yang ada di dalam dinding baik itu pipa, kabel ataupun kayu. Jadi harus beli aja alat nya sekalian beli alat lainnya buat jadi tukang-tukangan.

Nahh… di Australia rumah dinding luarnya ternyata ada yang pakai bata tempelan gitu, jadi sudah berupa lembaran dinding bata trus ditempel gitu di kusen kayu, entahlah saya juga bingung gimana pasangnya sampai itu dinding awet bener ga rubuh. Nah rumah kami ternyata ga pakai bata lembaran begitu, tapi pakai bata beneran yang di semen dan disusun satu per satu, foto dibawah ini ga banyak berubah sebenernya, karena cuma nambah beberapa tumpuk batu bata saja hahaha… tapi ga papa deh, karena kami hampir setiap minggu kesana buat cek-ri-cek, jadi taro sini saja deh foto nya buat kenang-kenangan.

==

Februari 2020 – Minggu ke-2

Nah…. yang satu di bawah ini setelah bata mulai dipasang, beberapa minggu kemudian dari gambar diatas ternyata dinding bata sudah berdiri walaupun baru dikit hahaha…, dan rumah kami pun sudah mulai terlihat dinding batanya terutama di bagian garasi hehehe…. kenapa beberapa minggu kemudian, karena disini bangun rumah lihat cuaca, kalau cuaca sedang ekstrim ya ga bisa lanjut dulu alias libur.

==

Februari 2020 – Minggu ke-3

Seminggu kemudian setelah itu akhirnya dinding nya sudah berdiri beneran. Walaupun rada bingung-bingung juga sama cara orang sini membangun dinding tapi ya sudahlah yang penting asal ga roboh.

==

Maret 2020 – Minggu ke-1

Setidaknya sekarang dah berbentuk dan pembangunan lanjut ke bagian dalam. Rumah kami memang kecil, lokasi di barat dari Melbourne yang bagi beberapa orang sini langsung “gatel-gatel alergi” begitu mendengar lokasi daerah barat, dan biasa deh langsung bandingin ini lah itu lah dah macam investor kelas kakap aja, norak juga berbatas kalee… jangan sampai kelewatan, kalau kelewatan puter balik di pengkolan… Dan jangan lupa juga kalau saya beli rumah tujuannya buat ditinggalin bukan buat investasi apalagi buat diadu sama orang lain. Rumah yang kami beli, walaupun kecil dan sederhana yang penting rumah sendiri, dan biarpun sederhana tetap level rasa puasnya beda karena kami benar-benar beli sendiri loh…. (nyombong dikit boleh donk… ) ga pakai minjem duit ortu apalagi dikasih modal. Jadi ya beli yang kami mampu saja deh… abis gimana, kan yang penting punya rumah sendiri tujuannya.

==

Maret 2020 – Minggu ke-2

Tadaaa… sebagian sudah di plester sodara-sodara hahaha… dan bagian dalam juga sudah mulai di tutup temboknya. Tadi sempet lirik-lirik ke dalem ternyata cukup okelah baik ukuran maupun tampaknya, tapi mending tunggu sampe selese ya baru bener-bener keliatan seperti apa hahaha… Tadinya mau ambil video jalur pipa dan lain-lain, tapi dah keburu ditutup dindingnya. Ya sudahlah, ntar coba beli alat deteksi kehamilan eh… maksudnya alat deteksi pipa di dalam dinding yang ada dijual di Bunning Warehouse kalau mau maku-maku macam tukang ahli hehehe….Nah… beberapa minggu ini builder mulai beresin bagian dalam, mereka mulai pasang alat-alat di dalam rumah seperti lampu, stop kontak, wastafel dan lain sebagainya sesuai list dalam kontrak yang sudah disepakati bersama diawal.

Masih kotor dan berantakan… dan ternyata mereka rada ngebut juga karena sabtu yang biasanya sepi eh… sekarang ada yang kerja loh… kami jadi ga bisa masuk buat cek dan ri-cek deh karena kan belum serah terima kunci secara resmi yang artinya kami harus ijin kalau mau masuk ke area proyek. Maklum disini ketat sekali masalah gitu-gituan karena berhubungan dengan keselamatan kerja.Selain itu, wabah virus corona juga membuat deg-deg-an, karena kalau sampai diminta lockdown ya artinya bakalan mundur lagi kan beresnya, mungkin hal itu juga yang membuat mereka sekarang sabtu minggu ngebut agar beres dan bisa terima bayaran dan serah terima kunci.

biarpun sederhana tetap level rasa puasnya beda karena kami benar-benar beli sendiri

==

April 2020 – Minggu ke-4

Dannn… Wabah Covid-19 pun melanda Australia hix… dan Negara Bagian Victoria mulai menetapkan status gawat darurat yang kemudian naik menjadi level 3 shutdown dalam 4 minggu. Keadaan ini membuat kami jadi ga bisa keluyuran deh… termasuk melihat perkembangan rumah mungil kami. Untungnya Mas Marco, si Supervisor yang membangun rumah kami bisa kami hubungi handphone nya, dan mau foto-foto in kemajuan dari pembangunan rumah kami, lumayan dapet 3 foto untuk bagian dalam yang sudah selesai dikerjakan.

Kami sejauh ini suka sama hasilnya walaupun baru berupa foto, termasuk rapi dan sesuai keinginan kami. Dan menurut Mas Marco, dalam 3 sampai 4 minggu semua harusnya sudah selesai dan bisa lanjut ke serah terima. Horee… berarti kami bisa mulai mempersiapkan pindahan dan mulai sibuk menata rumah baru kami yang mungil.

==

Mei 2020 – Minggu ke-2

Dua minggu kemudian kami mendapatkan email yang mengatakan rumah kami sudah 90% selesai, bahkan pagar nya saja sudah berdiri dan akan di inspeksi terlebih dahulu secara resmi untuk mendapatkan sertifikat layak huni. Artinya, saat di serah terima rumah itu memang sudah dalam keadaan layak huni sesuai standard yang dimiliki oleh Negara Australia, dan nanti pihak Bank pun akan inspeksi juga sebelum melunasi pembayaran terakhir ke Builder. Kalau dihitung-hitung dalam sebulan kurang lebih seharusnya semua sudah siap di pindah tangan dan kami pun bisa mulai bersiap untuk pindahan.Nah… minggu kedua Mei kami coba mengunjungi rumah mungil kami buat kami intip-intip dari jendela dan tentunya tidak lupa kami foto juga hasilnya. Rada deg-deg-an sih nyetir kesana nya karena kan masih level 3 shutdown disini, tapi ternyata aman pergi dan pulang, matur nuwun Gusti. Kami pun sempatkan mengunjungi IKEA untuk mulai lihat-lihat apa yang ingin dan mampu kami beli agar bisa dikirim sekaligus ke rumah kami saat sudah terima kunci, maklum lagi coba ngirit karena ongkos kirimnya mahal disini. Seru loh… debat dan diskusi sama istri hahaha… ya ga papa kan prosesnya sehat dan untuk tujuan yang lebih baik.

Selain itu, saya juga mulai lihat-lihat asuransi rumah, alat-alat buat main tukang-tukang-an yang ingin saya beli nanti, sampai sistem keamanan rumah seperti kamera dan alarm. Selain itu juga mulai menentukan di titik mana ingin dipasang kamera nya karena rencana nya ingin dipasang sendiri semuanya kalau bisa. Dan ini belum selesai karena saya masih harus susun list semua akun kami yang harus diubah alamat nya dll…

==

Mei 2020 – Minggu ke-3

Certificate of Occupancy atau sertifikat layak huni pun keluar, itu artinya kami akan segera melakukan tur mengelilingi rumah mungil kami bersama supervisor yang membangun rumah kami sekalian melakukan pengecekan terhadap semua hal yang seharusnya kami dapatkan sesuai kontrak. Dan kami pun sudah mendapatkan jadwal melakukan hal itu di hari kamis minggu ke-3 Mei ini. Dan dari tour itu pun kami tidak melihat banyak hal yang harus dibetulkan karena sejauh ini kami cukup puas dengan pekerjaan builder yang kami pilih ini. Dan tentunya tidak lupa foto kami sertakan untuk kenang-kenangan keadaan sebelum di handover.


==

Juni 2020 – Minggu ke-1

Akhirnya, dapat kabar jika rumah kami akan di inspeksi oleh pihak Bank yang memberikan kami KPR dan pembayaran terakhir sudah dilakukan setelah inspeksi. Itu artinya dalam waktu 1 minggu kedepan serah terima kunci sudah bisa dilakukan, dan dalam 4 minggu paling cepat kami sudah bisa pindah ke rumah mungil kami. Proses panjang ini akhirnya menuju ke titik akhir, walaupun kami jujur saja deg-deg-an juga ya… karena covid-19 yang memukul dengan keras ekonomi Australia setelah sebelumnya dihantam dengan keras oleh kebakaran hutan, membuat Australia di ambang resesi. Duh… semoga semua dalam keadaan aman terkendali dan ekonomi bisa selamat ya.

Karena sudah mendapatkan update jika dalam 1 minggu sudah bisa serah terima, saya pun menelpon mama angkat saya (karena Beliau mengerti bagaimana mencari hari baik) untuk mencarikan sebuah hari baik, setidaknya jika di hari baik itu kami belum bisa pindah, kami pakai syarat dulu biar semua baik dan lancar menurut kepercayaan kami. Hari baik pun sudah didapat, dan hari itu adalah… ssttt…. itu rahasia hahaha…

==

Juni 2020 – Minggu ke-2

Yeyyy…. akhirnya dapat kabar dari mas Marco kalau Jumat minggu kedua Juni sudah bisa di serah terimakan rumah nya, saya pun langsung menghubungi atasan saya karena harus ijin meninggalkan pekerjaan lebih cepat yang langsung di-iya-kan plus di-selamatin, ya walaupun kerja dari rumah ya… kalau saya ngilang apalagi di Jumat sore sih biasa ga dicariin, tapi kan kita harus bisa punya etika juga donk ya, masa sudah di percaya kerja di rumah masih berusaha madol tanpa alasan.

Saya pun mulai memasukan semua peralatan yang dibutuhkan buat pasang gorden (yang sudah kami siapkan hahaha….), jadi rencananya di hari Jumat itu setelah serah terima saya mau pasang gorden dulu buat jendela depan, biar ga keliatan gitu, kan mayuu… dan hari sabtu nya kami rencana balik lagi dengan sebagian barang yang sudah kami kemas dan packing sambil melanjutkan pasang gorden buat jendela yang lainnya.

==

12 juni 2020

Inilah hari dimana kami serah terima rumah mungil kami, bersyukur banget karena kami berjuang sangat keras untuk bisa membeli rumah mungil ini dan itupun masih pakai minjem Bank. Apapun ukuran dan jauhnya dari pusat kota, setidaknya kami memiliki rumah sendiri sekarang. Sudah selayaknya kami bersyukur karena dulu untuk punya impian beli rumah di Melbourne pun kami tidak berani, maklum kami bukan dari latar belakang keluarga berada dan berlimpah yang bisa dapat kucuran dari atas, dan sekarang bisa punya beneran di lokasi yang kami suka karena agak jauh dari kebisingan dan lokasi nya di antara 2 lampu jalan yang terang banget, jadi merasa aman hahaha…. Dari hal ini, sekali lagi Tuhan menunjukan jalan-Nya dengan cara yang tidak terduga dan elegan dalam hidup kami.

Kesibukan pun dimulai, semua gorden akhirnya berhasil kami pasang kemaren sore setelah serah terima selesai dan seperti nya tulisan ini sudah kepanjangan deh… hahaha…. Sudah dulu ya, nanti saya lanjut nulis lagi saat ada waktu karena kemungkinan besar saya akan sibuk dengan semua perpindahan ini, belum lagi harus ngurusin taman depan dan belakang yang masih belum ada bayangan mau diapakan dan juga merancang kamar tidur anak-anak dan yang lainnya.

Musim dingin ke 4 kami

Hari ini Benua Selatan bernama Australia masuk ke musim dingin, musim dingin yang akan berlangsung selama 3 bulan sampai akhir Agustus dan memiliki puncak dingin biasanya di minggu ke 3 atau 4 bulan Juli ini diawali dengan hujan seharian dan kabut, yang tentu saja suhu ikut turun membuat rasa dingin yang sudah cukup menyiksa semakin menjadi-jadi.

Awal musim dingin ini ditandai dengan mengirimkan kembali anak-anak untuk masuk sekolah. Kami akhirnya legowo sambil doa untuk memasukan anak-anak ke sekolah lagi, setelah kami tahan selama seminggu sejak pemerintah mengumumkan jika sekolah bisa mulai dibuka lagi. Keputusan ini juga lantaran adanya telepon dari Kepala Sekolah anak-anak ke Istri yang berusaha menjelaskan jika prosedur keamanan dan kesehatan yang khusus dibuat dan diterapkan karena Covid-19 sudah diterapkan secara khusus di sekolah untuk melindungi anak-anak, selain menanyakan jika kami ingin menahan anak-anak sampai kapan hahaha… walaupun pada akhirnya Kepsek mengembalikan semuanya kepada keputusan kami sih… Unbelievable ya what Covid-19 has been done in our life.

Selain itu, rumah kami akhirnya di inspeksi lagi oleh pihak Bank sebagai prosedur yang harus dilakukan sebelum pembayaran terakhir dilakukan. Jika dalam satu atau dua hari Bank sudah melakukan pembayaran, mungkin minggu kedua Juni kami sudah bisa handover dan mulai menyusun kepindahan kami ke daerah barat sana. Pindah ke daerah barat nan jauh disana berarti kami harus menyesuaikan diri lagi karena semua berubah. Terutama saya harus bangun 1.5 jam lebih pagi karena harus mengejar kereta yang lewatnya di jam tertentu saja untuk pergi bekerja jika anjuran bekerja dari rumah sudah dicabut oleh pemerintah. Kami sangat excited sebetulnya, apalagi anak-anak karena mereka akan memiliki kamar sendiri yang sudah kami rencanakan akan dibuat seperti apa untuk mengakali ruangan yang lumayan kecil jika harus ditinggali berdua. Seru deh…. jadi banyak mikir harus bagaimana sambil berusaha se-kreatif mungkin untuk ngakali semua yang serba terbatas itu.

Saya sendiri juga cukup bersemangat, karena ada banyak hal yang harus saya lakukan setelah pindah kesana. Dimulai dari beresin landscaping (taman) yang belum terurus, mikirin gimana bikin pagar lebih tinggi jika memungkinkan, dan masih banyak lagi. Nanti ya saya tulis disini (semoga ingat hahaha….) before after nya setiap saya coba mengerjakan sesuatu. Jadi bisa buat dokumentasi kedepannya pas baca-baca lagi sambil nostalgia mengingat saat-saat ini.

Rumah mungil ini, walaupun jauh dan kecil, tapi sejauh ini kami cukup puas dengan apa yang kami dapat, terlebih kami menabung dengan keras agar bisa membeli rumah mungil ini. Semoga pas tinggal disana semua lancar dan aman ya…. lingkungan nya juga semoga baik dan tenang.

Delapan

Waktu cepat sekali ya berlalu, tanda sadar sekarang kamu sudah berumur delapan tahun. Ulang tahun yang begitu kita syukuri karena ulang tahun itu bisa berarti banyak hal, bisa berarti rasa syukur karena berhasil melewati 1 tahun kehidupan, bisa juga berarti semakin mendekatnya kita kepada Dia karena umur bertambah tua. Apapun itu artinya, doa yang terbaik selalu dipanjatkan untuk mu AL.

Selamat ulang tahun ke delapan ya, daddy mungkin bukan papa yang sempurna, tapi janji akan berusaha sekuat tenaga dan yang terbaik buat mendukung masa depan mu. Jadilah anak yang teguh, kuat dan takut akan Tuhan, jangan pernah tinggalkan Dia dalam keadaan apapun. Dan, jadilah anak yang selalu berpegang pada kejujuran, menghargai waktu, dan berbaktilah kepada kemanusiaan kelak saat kamu sudah besar bukan yang lainnya.

Sehatlah selalu, dan berbahagialah akan proses kehidupan dan hidup mu AL. Ingatlah selalu jika hidup itu tidak akan selalu mulus dan enak, tapi ingatlah juga jika hidup juga tidak akan selalu berliku dan perih. Segala sesuatu di dunia ini akan selalu ada saatnya dan juga ada akhirnya. Percayalah satu hal, jika kita bisa menikmati setiap prosesnya dan selalu berpegang pada Nya, kebahagiaan itu sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita apapun hasilnya.

Sekali lagi selamat hari lahir AL… sehat dan bahagia lah selalu…