Carlton Draught

Beberapa hari ini entah kenapa saya merasa cape sekali, dan anehnya merasa cape tapi tidur pun susah. Hampir setiap hari saya terbangun jam 4 pagi dan sekarang malah jam 1 pagi…

Persiapan migrasi seluruh sistem IP telepon di regional untuk digabung ke sistem Melbourne cukup membuat kepala saya puyeng, karena bagian networking nya ternyata masih amburadul, banyak IP yang overlap, masih pakai 2 IGP yang berbeda dan membuat redistribution group jadi harus di teliti ulang untuk memastikan semua subnetwork sudah ada didalamnya, belum lagi perpindahan digit, route table untuk telepon dan lain sebagainya. Itu baru bicara proyek, belum rutinitas sehari-hari yang cukup membuat badan pegel.

Selain proyek yang memusingkan, hal lainnya adalah drama tak kunjung selesai di team kami. Saya pribadi sih cuek sama keadaan yang ada, karena dari awal saya sudah niatin untuk kerja ya kerja saja, urusan teman diluar kerjaan. Jadi singkatnya adalah bos kami sedang berhalangan karena satu dan lain hal, jadi selama dia absent, ada 1 orang yang dulu menjadi tangan kanan dia menggantikan sementara. Masih muda orang nya, dan entah kenapa dia merasa tidak didengar oleh leader lainnya dibawah dia saat ini. Nahh… kemarin tiba-tiba diadakan meeting, dan direktur kami datang. Yang membuat kaget, isi meeting itu adalah meminta kami semua respect ke acting manager ini, ya elah… Bos yang namanya respect itu bukan pemberian tapi harus lu dapatkan sendiri.

Setelah meeting beberapa kawan di team geleng-geleng kepala, dan bertanya kepada saya mengenai meeting tadi. Ya… saya jawab datar dan singkat saja “respect and trust is granted, it is not given. You need to earn and gain it from other” mereka manggut-manggut entah karena ngerti atau bahasa inggris saya berantakan. 1 hal yang pasti dari meeting tadi adalah menunjukan jika si acting manager ini ga punya leadership dan bertingkah seperti anak kecil. Dan, si direktur nya juga tidak bijak. Sebuah cacat dalam leadership.

Selain itu, masih ada hal lain yang mengganggu pikiran saya. Bacain kontrak yang sebenernya saya ga ngerti tapi harus tanda tangan, nah lu… bingung kan? Sama… saya juga… ntar saja saya tulis di artikel lain saat sudah confirm ya… hehehe…

Untungnya saya ada temen melewati malam, Carlton Draught buatan lokal seperti Victoria Bitter. Enak juga rasanya, ga terlalu kuat dan ga terlalu lembut.

Diluar semua drama yang mengelilingi kehidupan ini. Saya bersyukur untuk kehidupan yang kami dapatkan. Bisa hidup di negara maju seperti Australia adalah impian liar yang ternyata bisa terwujud dan diluar dugaan. Hidup disini itu kita tidak perlu mengalami Ban bocor karena paku yang sengaja ditebar, atau menyebrang jalan dengan takut-takut karena saat kita sedang menyebrang pada waktu dan tempatnya semua akan berhenti sampai kita selesai menyebrang, ya tetep harus waspada dan hati-hati sih… karena orang moron tetep aja ada dimana-mana kan, tapi setidaknya secara legalitas kita tetap berada disisi yang benar.

Walaupun, saya beberapa kali pernah dipertanyakan juga oleh beberapa kawan, tepatnya di “bego-begoin” hahaha… karena menurut mereka saya bodoh mau downgrade lagi ke engineer. Saya secara pribadi ga menyalahkan mereka karena saya ngerti jika mereka ga ngerti. Paradigma seperti itu memang wajar terbentuk di Indonesia jika kita melihat dunia kerja disana. Disini? Beda sekali. Jadi saya tidak menyesal menjadi engineer lagi karena seperti yang dikatakan salah satu kawan yang saya temui disini jika nilai dalam diri saya selamanya akan berasa didalam diri saya, jika nilai itu bisa membawa saya naik ke posisi yang lebih tinggi suatu saat akan terjadi atau sebaliknya.

Saya secara pribadi tidak terlalu pusing dengan title-title an begitu. Karena disini beda ya, lebih fair dalam hal salary. Dan yang namanya kerja ya pasti ada pusing dan tidak enak nya hehehe… nikmatin saja proses nya selama tiap 2 minggu gaji tetap ditransfer :p

Setiap pulang kerja, duo krucil selalu berlomba teriak-teriak memanggil saya. Rasanya nyaman sekali hahaha… karena terasa ada hubungan yang dekat dengan anak-anak dan setelah memanggil-manggil mereka mulai berlomba menunjukan apa yang sudah atau sedang mereka kerjakan. Seperti hari ini anak pertama saya menunjukan seri wild animal yang dia gambar kepada saya, takjub juga sih dia bisa gambar semua itu.

Iseng saya rekam deh buat kenang-kenangan.

Ga terasa kok sudah jam 4 ya…. dan saya malah makin seger bukannya makin ngantuk. Duh… bakalan ngantuk besok siangnya kalau begini.

Saya coba tidur lagi deh…

Advertisements