Healesville Sanctuary

Minggu lalu menjadi salah satu minggu terpenat sepanjang saya bekerja ditempat baru ini. Proyek baru yang sekarang berubah lagi menjadi aktif ACI nya membuat saya terpanting pontang mempelajari desain, teknologi yang digunakan sampai strategi migrasi yang paling memungkinkan termasuk analisa resiko-resiko yang akan timbul.

Belum lagi hasil pekerjaan kawan satu team yang jauh dari harapan membuat atasan saya akhirnya menarik saya ikut dalam persiapan yang seharusnya sudah selesai 2 minggu lalu. Minggu yang cukup membuat saya mengatakan “mungkin saya lelah…”, halahh…

Hari ini, kami tidak ada rencana sebetulnya. Pagi setelah bangun dari tidur lelap kami, sembari menghirup kopi dan menikmati Pao isi ubi ungu yang baru keluar dari kukusan, kami sepakat tanpa sebab untuk menuju timur lagi, ke salah satu bonbin dari 3 bonbin di Melbourne, yaitu Healesville Sanctuary bonbin yang berjarak 50 Km dari rumah kami dan bisa dijangkau dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Kami sering kesini sebelumnya karena anak-anak suka sekali ke bonbin, ga bosen-bosen padahal bapake dah mpe bosen liatin tuh platypus hahaha…

Setelah selesai mengisi perut yang semakin memberontak karena kosong, istri ternyata janjian dengan salah satu kawan yang dia kenal disini yang kebetulan juga salah satu pembaca blog saya. Dan kopi darat lah kami kemudian, pertemuan yang seru karena bisa mendapatkan kawan baru di tanah rantau itu sebuah anugrah.

Kami ngobrol dengan seru, apalagi suami kawan istri ku ini ternyata satu profesi juga dengan saya tapi ditempat yang berbeda. Ga benar-benar 1 profesi tapi masih nyambung walaupun ranah nya berbeda. Bingung kan? Hahaha… hanya kami yang bisa mengerti hahahaha….

Setelah puas berkeliling dan menonton pertunjukan burung yang bagus, kami beranjak ke toko souvenir sebelum pulang agar anak-anak bisa bermain disana dan kami bisa melanjutkan obrolan ringan sebelum pulang.

Sampai dirumah, sang senja pun sudah masuk kedalam peraduannya, langit mulai kelam dan malam pun datang. Dalam perjalanan, kami ngobrol ringan mengenai kehidupan kami disini. Banyak hal dalam pembicaraan kami yang akhirnya membuat kami berdua mengucapkan “Tuhan maha besar ya”.

Apapun itu, bagi saya hidup itu adalah sebuah perjalanan bukan sebuah tujuan. Pasangan kita adalah penyemangat dalam perjalanan itu, sedangkan anak-anak kita adalah penunjuk arah bagi perjalanan kita, karena dari sana lah sebuah impian kita rajut dan kejar.

Hidup ini terlalu singkat, terlampau singkat untuk kita tangisi atau isi dengan kepedihan. Karena waktu dan momentum yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Isilah waktu kita dengan banyak tersenyum bersama orang-orang yang kita sayang dan meletakan hal-hal yang membuat kita gundah dan marah, karena hidup ini terlalu berharga untuk diisi (hanya) dengan air mata dan rasa khawatir.

Selamat berakhir pekan kawan.

Advertisements

Winter yang hangat

Judul yang aneh kan? Winter kok hangat… tapi itu memang terjadi hari ini karena matahari tampil memukau di langit nan biru berusaha menghangatkan kota yang dingin nan cantik yang semakin dingin di musim dingin ini setelah banyak hari berlalu dengan mendung kelabu.

Karena hari ini cerah meriah dan cukup menghangat karena seharian langit bersih dari awan kelabu, saya mengajak istri dan anak-anak pergi agak jauh ke arah timur sana mengunjungi sebuah taman yang bernama Alowyn di daerah Yarra Glen sana.

Sebelum kesana, kebetulan anak pertama saya ada janji dengan GP (Dokter Umum) sebagai kelanjutan pemeriksaan tangan dia yang sempat tertusuk duri dan cukup membengkak walaupun sudah dicabut durinya, dan saat kami membawanya ke GP untuk diperiksa beberapa waktu lalu ternyata oleh GP diminta melakukan USG untuk melihat apakah masih ada yang tertinggal dibawah kulit dia. Nah… hari ini kami harus kembali lagi setelah hasilnya dikirimkan ke GP tersebut dan hasilnya melegakan, tidak ada yang tertinggal. Proses dari ke GP lalu USG lalu ke GP lagi semuanya terstruktur dan Gratis tis tis… Walaupun gratis, pelayanan nya itu loh… luar biasa, benar-benar profesional.

Setelah anak saya selesai dengan GP, saya menuju salah satu tempat pembuatan kacamata yang ada optometrist nya, itu loh… dokter mata. Setelah ngobrol sejenak disimpulkan kacamata saya yang patah tidak bisa dibetulin dan saya harus bikin kacamata baru. Nah… untuk bikin kacamata baru maka mata saya harus di cek dulu. Proses cek nya benar-benar detail, mata saya di cek minus atau silinder nya sedalam apa, lalu di foto bola matanya, lalu di tes tekanan di bola mata dan semua itu berakhir di meja dokter mata dan dijelasin panjang lebar mengenai hasilnya. Saya sampai melongo, untuk buat kacamata saja sampai sedetail itu cek nya? (Walaupun ga semua toko kacamata sama proses cek nya, karena ada beberapa yang tanpa foto bola mata) Perasaan dulu di Jakarta cuma butuh ngobrol sama mas-mas atau mba-mba penjaga konter trus di suruh baca sesuatu sambil di ganti-ganti kaca di kacamata pengetesan, disini saya sampai menggunakan 4 sampai 5 alat yang canggih dan akurat, dan masih di jelaskan secara kedokteran mata. Selesai dengan dokter mata lalu saya beranjak ke pemilihan frame dan seterusnya.

Setelah semua proses dengan dokter mata selesai, iseng saya menanyakan kenapa di cek sampai sedetail itu. Ternyata itu untuk mencari tahu apakah di mata saya ada masalah kesehatan atau tidak, dan jika sampai ada maka akan di reference langsung ke rumah sakit agar ditangani lebih lanjut agar tidak semakin parah. Wadalah… sampai terkagum-kagum saya… apalagi biayanya semua gratis kecuali pembuatan kacamata itu sendiri. Gratis lagii….??? Iya gratis hehehe… dan tetap profesional loh… tapi bikin kacamata nya ya bayar kecuali ada asuransi kesehatan pribadi bisa di reimburse.

Ini beneran gratis Jo? Sebetulnya mau dibilang gratis juga ga sepenuhnya gratis karena semua dibiayai pajak yang kita bayar saat memiliki penghasilan di limit tertentu. Walaupun pajak yang dipotong lebih besar dari saat saya di Jakarta, setidaknya ada hasilnya kan. Dan saya masih bisa klaim balik pajak saya loh di akhir tahun finansial, jadi kurang lebih pajak yang saya bayar ya sama aja besarnya seperti saat di Jakarta tapi income nya jauh beda nya. Nikmat apalagi yang harus saya dustakan coba?

Setelah selesai masalah kacamata dan makan siang, saya ajak mereka ke arah timur kurang lebih 1 jam dari Melbourne. Kami mengunjungi salah satu taman yang pernah menjadi taman terbaik di Melbourne, namanya Alowyn seperti yang sudah saya sebut diatas tadi. Tamannya bagus dan tertata rapi, para pengunjung juga turut menjaga dengan tidak buang sampah sembarangan, atau metik sembarangan apalagi sampai selfie-selfie diatas mawar berduri seperti disana itu dulu yang kemudian memporak-porandakan seantero taman hahaha… semua balik ke mental sih ya…

Selama berada di taman, saya coba upload dan posting beberapa hal di Facebook saya, pengen exist juga donk kaya sampeyan biar kekinian hahaha… norak ya saya… dan karena entah kenapa setelah upload selesai lalu saya ingin menghapus beberapa posting foto yang berakhir dengan menghapus beberapa posting lini masa yang sudah terjadi beberapa waktu lalu. Hadeuhh… faktor U dan gaptek kayanya, hilang deh beberapa status saya karena salah pijit waktu mau edit facebook. Jadi malu ngaku orang IT hahaha…

Puas bermain ditaman, kami melipir ke sebelah taman yang memang sudah cukup sering kami kunjungi, Yarra valley chocolatier, sebuah cafe yang menjual aneka coklat, product coklat, ada resto nya, dan juga ada sedikit perternakan disamping nya. Disana kami bersantai sambil menikmati cemilan sore sebelum pulang. Jika istri saya memilih pancake yang disajikan dengan coklat cair dan es-krim, sedangkan anak-anak memilih milk shake coklat maka cemilan yang kali ini saya pilih adalah quinoa salad, semacam salad yang isinya semacam beras yang diolah seperti risoto, keju, sayuran, dan tomat. Rasanya? Sehat dan Maknyuss..

Selesai mengisi perut, kami meranjak ke sekeliling resto yang ada peternakan nya. Anak-anak girang bukan kepalang karena bisa memberi makan kambing, sapi, babi dsb nya. Dan… sssttt… gratis lagi loh… Setelah puas jalan-jalan santai kami pun beranjak pulang.

Di perjalanan pulang, pikiran saya sempat melayang ke tahun 2015 dimana kami pertama kali berusaha pindah ke kota ini, ada rasa syukur yang berkecamuk dalam dada saya terlebih karena keadaan kami saat ini semakin membaik dan stabil. Pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak kami disini yang berhasil kami capai, kualitas kehidupan dan pekerjaan yang semakin meningkat seiring waktu, udara dan air yang bersih, lingkungan yang tenang dan aman, dan masih banyak hal positif lainnya yang tidak bisa saya jabarkan disini. Rasa syukur yang setiap pagi tidak pernah lupa saya panjatkan dalam doa saya.

Selamat menikmati sisa malam di Sabtu yang luar biasa ini kawan. Hidup kita terlalu singkat untuk diisi dengan hal-hal negatif, nikmatin saja prosesnya.

Tuhan memberkati…

Hai… kamu yang tambah tua…

Nah… hari yang ditunggu sampai juga, tepat hari ini (atau beberapa jam lagi karena badan sudah cape jadi saya posting langsung hehehe…) umur kamu bertambah 1 tahun lebih tua.

Umur yang bertambah tua ini semoga bisa memberikan 1 tahun tambahan pelajaran hidup sebagai bekal untuk jalan kedepan agar bisa menjadi lebih baik dan bijaksana.

Selamat ulang tahun ya setengah ku, tetaplah merasakan bahagia karena sejati nya bahagia itu adalah cara berpikir, jadilah seorang Ibu yang semakin sabar dan lembut bagi anak-anak karena kepada Ibu lah mereka lebih mendapatkan pembelajaran tentang kelembutan dan kehangatan dalam kehidupan yang keras ini, dan janganlah berubah dari menjadi seorang istri yang semakin dewasa dan bijaksana yang tetap teguh mendampingi saya mengejar impian bagi kedua anak kita, walaupun tidak mudah proses nya.

Bukan kebetulan hadiah kali ini adalah sebuah retreat keluarga dengan tema “Back to Nazaret” yang kita percaya akan memberikan makna yang lebih bagi kualitas kehidupan keluarga kita terutama kepada anak-anak, dan ini adalah retreat pertama sejak kita meneguhkan janji di depan Romo Suherman di Altar Gereja Kathedral Jakarta hampir 9 tahun lalu, yang ternyata juga jatuh bertepatan dengan hari ulang tahun kamu.

Saya percaya semua ini bukan sebuah kebetulan dan pasti ada makna-Nya yang sangat berharga bagi kita. Selamat Ulang Tahun ya… tidur yang nyenyak walau suhu sedang berasa minus satu disini yang masih bertahan sampai saat ini.

2 minggu pertama

Hari ini tepat 2 minggu saya kerja ditempat baru. Jadi mau iseng nulis ahh… hahaha… sebetulnya hari ini juga kami sekeluarga sedang retret di gunung yang namanya baw baw, 2.5 jam ke arah timur dari Melbourne. Dinginnya?? Ga usah ditanya, pokok e mas pleng markotop dahh… brrr… nya. Dan karena tempat kerjanya sekarang sudah lebih deket jadi begitu pulang kerja langsung cuzz menuju te-ka-pe.

Kerja ditempat sekarang pelan-pelan membuat saya semakin kerasan. Manager yang suka becanda dan native speaker membuat saya jadi belajar banyak hal dalam berkomunikasi dan berbahasa terutama belajar cepet-cepet jadi natural agar ga bengong terlalu lama saat ga nangkep, ahh… susah bener ya biar ga terasa malu hahaha…

Posisi kantor yang dekat dengan jalan Lygon yang hanya sejengkal dari Melbourne CBD membuat lingkungan kerja di sekeliling kantor menjadi beda. Saya sering ambil waktu 10 sampai 15 menit buat jalan kaki sekedar mengelilingi blok bangunan yang sudah tua tapi tetap menawan yang sebagian besar berubah menjadi tempat makan yang kerap ramai saat sudah masuk ke akhir pekan (seperti malam ini).

Taman diatas adalah taman yang terletak di Lygon street, dulu kami sering sekedar duduk-duduk disini setelah selesai berjalan menyusuri jalanan lygon ini melihat suasana malam nan ramai sekaligus menikmati aroma-aroma semerbak yang menggoda dari restoran satu ke yang lainnya, yang tidak disangka sekarang justru saya malah kerja didekat sini, sangat dekat malah karena hanya 3 menit jalan kaki dari kantor.

Jalan lygon ini memberi warna tersendiri bagi saya terutama dalam beberapa lembar dari perjalanan saya di negeri ini. Dulu saat pertama kali kami migrasi kesini, salah satu kawan saya membawa kami menikmati es krim disini dibawah suhu 12 derajat, sesuatu yang membuat kami tertawa saat ini karena kami sempat bercanda saat itu “siapa coba yang mau makan es krim saat sedingin ini” dan ternyata kami sendiri melakukannya hahaha… what a nice memory.

Kerja ditempat sekarang juga memberikan hal baru mengenai jarak tempuh. Kalau dulu setiap pagi dan sore harus menghabiskan waktu 60 sampai 90 menit kadang bisa sampai 120 atau 150 menit kalau sedang ada kecelakaan dijalan tol, sekarang cukup 20 sampai 25 menit saja dalam keadaan macet, trus kalau ga macet secepat apa? Errr… mungkin 15 menit kali hehehe… hal ini jadi berdampak ke pemakaian bensin juga, kalau dulu setiap minggu harus isi bensin sekarang udah 1 minggu bensin masih 3/4 tangki.

Satu minggu pertama sebetulnya sempat menggunakan public transport dan sudah sempet beli MykiPass langganan buat 30 hari seharga 155,40 dollar karena tidak tahu jika karyawan bisa mengajukan langganan parkir dengan harga diskon. Mykipass akhirnya saya berikan ke istri saya karena kebetulan mulai minggu depan selama 2 minggu sekolah sedang winter holiday hehehe… ya daripada ga kepakai sama sekali mending dipakai buat keluyuran selama liburan sekolah. Apalagi publik transport disini nyaman dan aman jadi rada tenang kalau dia jalan-jalan sama anak-anak bertigaan.

Satu minggu terakhir ini akhirnya bisa bawa mobil lagi setelah mendapatkan persetujuan untuk parkir bulanan yang di diskon untuk para pegawai dari manager saya, lumayan loh… dari yang 1 jam 13 dollar, maksimal 65 dollar sehari jadi 25 dollar seminggu hehehe… setidaknya pagi ga usah lari-larian mengejar tram dan kereta dan bisa berangkat lebih siang karena kerjanya dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, walau kadang harus lembur sampai agak malam.

Yang enaknya lagi kalau harus ke remote site yang rasa jauh ternyata bisa klaim voucher taxi, jadi ga perlu bawa mobil sendiri hehehe…

Sekarang kami sekeluarga sedang di mount baw baw, setelah sempat mengikuti sesi retret yang sudah sangat telat karena kami sampai jam 9 malam, kami sekeluarga melepaskan lelah dikamar sambil meluruskan kaki.

Tempat retret nya termasuk unik dan mengasikan karena seperti konsep kemping tapi ga pake tenda ya, bisa kriting kalau pake tenda disuhu tujuh delapan derajat begini. Tetap dikamar dan ada heater nya tapi konsepnya tetap seperti kamp latihan outdoor gitu.

Hemm… mau molor dulu ahh… besol harus bangun pagi karena sesinya mulai dari jam 7 pagi hahaha…