Unknown the Unknown

Subuh ini, saya terjaga lagi dari tidur saya. Entah kenapa saya merasa sedikit nervous menghadapi profesi baru yang akan saya jalani ini. Sebuah profesi yang menuntut saya untuk bisa lebih banyak berkomunikasi dengan orang lain.

Berkomunikasi saat bekerja sebagai konsultan tidak sebatas berbicara mengenai masalah teknologi. Kalau membahas masalah teknologi saya sih cukup pede ya, karena saya pernah diposisi ini dan saat bicara teknologi tidak banyak menggunakan bahasa gaul walaupun pembendaharaan bahasa baku saya juga belum bisa dikatakan banyak.

Nah, yang bikin nervous itu kalau sudah masuk ke bahasa tidak formal, apalagi sudah masuk ke pertanyaan spesifik atau candaan-candaan. Disini, sudah aksen nya beda, cara ngucapnya juga suka beda.

Hidup dan berkarir di Australia itu ternyata tidak semudah yang selama ini saya bayangkan. Batasan-batasan tertentu seakan-akan menjadi garis-garis penentu tidak terlihat yang kemudian berubah menjadi hakim yang menentukan tahapan kita selanjutnya, terutama di dunia kerja. Walaupun hal tersebut justru secara tidak langsung menjadi target tidak terlihat saya untuk melewatinya.

Saya bukan seorang pengguna bahasa inggris aktif sebelumnya. Dan lebih jauh dari itu saya juga bukan seseorang yang memiliki dasar bahasa inggris yang bagus juga. Kombinasi yang cantik ya, untuk seorang yang punya impian membesarkan anak nya di Australia dan ingin menjadi seorang konsultan di dunia IT di negara yang sama.

Hal seperti ini membuat saya secara tidak langsung membuat hidup saya jadi susah sendiri. Impian-impian yang saya pasang sering kali membuat saya terpontang panting harus menambal banyak hal dalam diri saya agar bisa mencapainya. Ada bagusnya juga sih, karena setidaknya hal itu membuat saya selalu berusaha meraih lebih dan lebih, selalu memasang target yang sering kali tidak mudah bagi saya dan membuat susah diri sendiri. Tapi, saat kita sudah berada dititik tersebut, ada rasa luar biasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena secara tidak langsung kita berhasil mengalahkan diri sendiri.

Hidup disini jika dikombinasi dengan ambisi yang ingin kita kejar, kita harus bisa mengantisipasi dan menemukan jalan keluar dari “unknown the unknown” dan hal itu benar-benar melelahkan…

Ingin rasanya saya berkata “mungkin saya sudah lelah…”

Advertisements