Demi SATU Indonesia SATU

Hari ini pesta demokrasi (PEMILU) diadakan di Melbourne dan seluruh Australia untuk pemilihan Presiden RI. Saya yang insaf jadi preman ehh… golput… pun bersiap dari jauh hari dengan pendaftaran dan mempersiapkan hari ini termasuk memberitahu mertua yang akan berkunjung di hari pemilihan untuk mengurus form A5 karena terdaftar di Jakarta, tapi bisa pindah memilih di Melbourne.

Pagi hari kami pun bersiap untuk menuju KJRI Melbourne setelah mendapatkan update dan pengingat berupa SMS yang aktif dikirim pihak PPLN Melbourne beberapa kali dalam waktu beberapa hari sebelum hari H ke Handphone saya agar tidak lupa menggunakan hak pilih kami di hari ini karena saya memang sudah mendaftarkan saya dan istri jauh-jauh hari saat pendaftaran sudah dibuka secara online.

Tadinya saya mengira jika antrian ga akan panjang karena waktu pemilihan dimulai dari jam 9 pagi sampai 7 malam, jadi ya akan terdistribusi lah hahaha… eh… ternyata begitu kami sampai jam 9.30 pagi, alamakjang… antriannya sudah sampai 1 KM panjang nya dan terus bertambah sampai muter 1 blok.

Saya bener-bener kaget dan kagum dengan antusias yang sebegitu besarnya yang sepertinya lebih padat dan antusias dari Pemilu yang lalu (menurut cerita beberapa pihak). Setelah kami antri kurang lebih 30 menit pihak PPLN Melbourne langsung tanggap dan memecah antrian menjadi 2 jalur dan itu sangat efektif memotong waktu antrian yang tidak berkurang sedikit pun karena gelombang pemilih tidak henti-henti nya datang dan menambah panjang antrian bahkan saat mertua saya sudah selesai memilih pun masih terlihat panjang dan itu sudah jam 3 sore.

Setelah puas menusukan paku ke gambar yang saya inginkan, jari saya pun dicelup ke tinta sebagai bukti saya sudah menuaikan kewajiban saya sebagai warga negara.

Saya jujur saja merasa cape karena harus antri 1.5 jam berdiri ditengah terpaan angin yang lumayan dingin hari ini, tapi rasa antusias dan keinginan untuk membuat Indonesia bisa lebih baik lagi membuat niat saya tetap tidak berkurang, ganbatteeee… abis coblos langsung menuju resto Indonesia di sebelah KJRI dan menghabiskan 1 piring Batagor lengkap dengan Teh Kotak, dan ini beli sendiri (jangan salah sangka kalau disediakan konsumsi hahaha… kita sedang Pemilu bukan datang ke resepsi nikah bro…)

Walaupun beberapa pihak sempat mencibir “ngapain lu cape-cape begitu, toh sudah tinggal disini kan, toh suara lu juga ga berpengaruh”

“Hey… ini bukan buat saya doank, tapi buat keluarga saya juga yang masih banyak di Indonesia, lebih jauh lagi untuk Negara yang sudah membesarkan saya selama 36 Tahun sebelum saya migrasi dan suara saya bisa saja mengubah arus yang sedang ga tertebak ini, kita semua harus melakukan sesuatu walaupun hanya hal kecil dengan menyempatkan beberapa jam setiap 5 tahun sekali, bro 5 tahun sekali doank..!! ”

Dan yang menanyakan “01 kan?” pun ga kalah banyak. Pemilu bukannya rahasia ya? Hahaha… kalian ga akan tahu saya milih siapa, karena buat saya rahasia itu nomor SATU, masalah nanti kalah itu nomor dua hehehe…

Pemilu kali ini saya tidak sedang memilih yang terbaik karena saya percaya kedua paslon adalah dua pasangan terbaik Indonesia dengan lolos sebagai paslon. Tapi, saya sedang memilih yang paling jelas dan nyata hasil kerjanya untuk SATU Indonesia dan demi Indonesia SATU.

Doa saya akan selalu bersama mu yang saya pilih hari ini agar bisa terpilih dan melanjutkan apa yang sudah berjalan, walaupun saya hanya bisa memandang dari jauh tapi saya percaya jika semua keluarga saya disana akan langsung terkena dampaknya juga, demi kemajuan Indonesia.