Sukses?

Oii… wah… sudah sukses ya lu sekarang!

Well, kalimat itu sering saya jumpai jika sedang terlibat chat “seru” dengan beberapa handai taulan.

Ga aneh sebenarnya, karena typical manusia yang sering kali melihat sebuah kesuksesan itu hanya dari kacamata yang ingin mereka lihat (termasuk saya hahaha…)

Apa sih sebenarnya ukuran sebuah kesuksesan?

Nah, ini adalah pertanyaan yang sulit sekali dijawab atau dicari jawabannya. Kenapa? karena ukuran sukses setiap orang itu beda-beda bro… ada yang menganggap kalau punya bisnis besar itu bisa disebut sukses, ada yang menganggap kalau anaknya bisa lulus dari Harvard adalah sukses, ada juga yang sekadar bisa beramal itu sudah sukses.

Jadi, apa itu sukses sebenarnya?

Oke, jika menurut saya, sukses adalah saat kamu berani keluar dari zona nyaman dan mengejar impian kamu dan kamu berhasil meraih nya. Nah, itu sukses menurut saya.

Hasilnya? bisa macam-macam, tergantung apa yang jadi ukuran impian kamu? materi kah, kualitas hidup kah (ini saja masih banyak cabang nya hahaha…), atau yang lain kah.

Jadi lu sudah mencapai impian?

Mencapai impian? hemm… ini sudah dijawab, jika dibilang sudah atau belum, jawabannya ya pasti sudah, toh impian saya banyak walaupun saya kere ya hahaha… tapi kalau dibilang sudah tercapai semua, ya belum sih… karena ga nyeni banget kalau sudah tercapai semua, trus sisa hidup nya buat apa donk? jalanin saja gitu? waduh… saya cepat bosan kalau harus begitu, jadi saya sering bikin impian baru (halah…. sombong nya keluar… hahaha….), eh tapi bener… impian kan ga perlu wah… seperti misalnya pengen bangun menara eipel…. halah…. cukup bisa menjaga kehidupan cinta kamu se-romantis menara eipel itu sudah lebih dari cukup hahaha… walaupun itu ga mudah…

Atau, belajarlah bersyukur, bersyukur masih sehat, nah…. itu penting loh… karena kesehatan ga bisa dibeli pakai apapun! tapi bisa kita jaga. Dan…. lebih jauh lagi jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini, karena pada dasar nya bukan kuantitas yang kita miliki yang membuat kita bahagia tapi kuantitas bersyukur kita yang bikin kita bahagia kan.

Eh… bener ga sih nulis kuantitas nya???

Ah… sudahlah, syukuri saja masih bisa nge-blog walaupun dilakukan mendekati jam 1 malam hahaha….

Yuk kita tidur….

Advertisements

No Caption

Autum yang panas, iya… entah kenapa tahun ini walaupun sudah masuk ke bulan Maret bahkan bentar lagi April, suhu tidak kunjung menjadi dingin seperti tahun sebelumnya. Sempet sih awal Maret kemaren seminggu bermain diantara belasan sampai maksimal 23, tapi tidak bertahan lama karena sudah dua minggu ini suhu bermain diatas 25 terus dan matahari seakan tidak lelah memanggang bumi kangguru ini. Terik nya itu loh… secara benua ini ada di selatan dan condong ke arah matahari.

Tidak lama lagi daylight saving akan berakhir dan benua ini akan masuk ke waktu normal lagi. Daylight saving itu apaan ya? googling saja ya hahaha… yang pasti setelah daylight saving berakhir kami-kami disini akan ketambahan waktu tidur 1 jam karena yang tadinya jam 7 pagi mundur ke jam 6 pagi, dan otomatis merubah perbedaan waktu antara negara bagian Victoria di Australia ini dari 4 jam menjadi 3 jam dengan Jakarta.

Beberapa waktu lalu, istri sempat bercerita mengenai pengalaman dia konsultasi dengan speech therapy anak pertama kami. Loh… si AL dapat speech therapy? iya, tapi tenang ini bukan hal berbahaya, dia mendapatkan terapi ini karena lafal pengucapan beberapa huruf yang kurang tepat sehingga disarankan untuk menemui speech therapy yang mahal nya ampun di-je-mak… untung dibantu hampir 50% sama centrelink (pemerintah). Lumayan jadi berkurang hampir separo biaya nya hahaha… ok balik ke topik, jadi ceritanya istri habis sesi terapy berakhir ngobrol-ngobrol dengan profesional yang menerapi si AL, singkat cerita obrolan mengarah kepada sekolah dan belajar. Yang membuat kaget adalah saat istri ditanya setiap hari si AL yang sebentar lagi umur 7 tahun belajar nya gimana, dan dengan bangga pede empat lima karena mikirnya dah jadi Ibu yang baik hati dan tidak sombong, istri menjawab dengan mantap setiap malam belajar 2 mata pelajaran dan setiap mata pelajaran 15 menit saja! cieee…. keren ga tuh… cuman 15 menit ! kurang baek apa coba??? bandingkan dengan jaman kite dulu yang ditemenin sabetan dan minimal bisa-bisa 1 jam !

Si profesional itu dengan tenang berkata, itu kelamaan. Tanpa dosa tanpa rasa bersalah karena sudah membanting istri kebawah dengan pandangan datar sedatar-datarnya. Akhhhh…. yang bener ajaaaa??? jadi berapa menit harusnya? setiap hari 2 mata pelajaran sudah benar, tapi cukup 10 menit saja setiap mata pelajarannya. Haaa… saya sampai bengong pas di ceritain. 10 Menit belajar apaannnn???

Ya, mungkin karena saya yang udik kali ya, terbiasa di gembleng dengan cara yang beda hahaha… tapi singkat cerita, kami ikut apa yang disarankan, ya itung-itung biar si AL ga stress dan cape kan (kurang baek apa coba ortunya hahaha…) dan juga yang membuat kami tidak kawatir adalah, kurikulum belajar negara ini juga mendukung sehingga pihak sekolah pun tidak mempersulit dengan “kalau mau masuk kelas 1 harus sudah bisa ca-lis-tung” buset dah… disini mah yang dicek bukan ca-lis-tung nya, tapi anak ente pake celana ga karena kan ga mungkin kan anak ente jadi tarzan saat di kelas kan ya…

Saya sendiri minggu ini bulanan di tempat kerja baru, ya… secara garis besar pekerjaan yang ini cukup santai sih, saya diminta mendokumentasikan jaringan IT mereka yang amburadul, dan diminta membuat blue print untuk meningkatkan kemampuan jaringan IT mereka untuk 5 tahun kedepan. Selain itu juga pekerjaan harian yang jarang ada seperti ada yang rusak dibenerin, ada yang minta diubah ya diubah… kerjaan-kerjaan maintenance seperti biasa. Yang bagusnya dari apa yang saya kerjakan saat ini adalah memiliki ruang untuk bisa memberikan ide-ide untuk merancang jaringan ini untuk beberapa tahun ke depan, ya… hitung-hitung sekalian latihan jadi perancang lagi seperti waktu kerja di Jakarta dulu sekalian latihan bahasa inggris hehehe…

Hal lainnya mengenai sertifikasi yang saya pegang, tahun ini saya putuskan untuk menonaktifkan sertifikat expert saya setelah dijaga aktif selama 10 tahun. Kebetulan Cisco sendiri menyediakan jalan untuk menonaktifkan sertifikat level expert setelah 10 tahun agar tidak suspend dan bisa diaktifkan kapan saja dengan mengambil dan lulus ujian written yang disebut program emeritus. Sebetulnya saya agak sedih sih waktu login ke sertifikasi tracking saya, semua level associate dan professional masuk masa expired karena program emeritus tidak mencakup sampai level dibawah expert. Hikss… semua nya expired sekarang dan saya harus mengambil dan lulus semua module nya kalau mau certified lagi, dan itu mahal sekali. Saya mengambil program emeritus yang lebih murah jauh walaupun tidak gratis ini lantaran untuk menjaga agar semua sertifikat tetap aktif, saat ini semakin mahal biayanya, disamping itu karena saya bekerja lebih banyak di end user jadi ga bisa klaim biaya ujian ke kantor, ya berat buat saya kalau harus bayar 10 jutaan setiap tahun untuk ujian saja. Sebetulnya point nya bukan di berat keluar uang nya, tapi lebih ke relevan tidaknya hal itu bagi saya, karena teknologi saat ini menurut saya sudah tidak relevan lagi dengan sertifikat yang saya pegang itu. Entahlah, saya tidak begitu tertarik lagi belajar hal-hal itu karena lebih menarik belajar teknologi yang sedang hit saat ini seperti cloud misalnya. Dan belajar hal seperti itu juga ga murah loh… maklum saya bukan dari keluarga berada, jadi uang segitu berarti banget buat saya hehehe… itulah kenapa setelah saya timbang-timbang akhirnya saya putuskan untuk menggunakan uang tersebut ke teknologi lain, jadi sekalian update keahlian baru juga belajar hal baru, ya mudah-mudahan langkah ini tidak salah.

Sesuai judul, tulisan ini sebetulnya tidak ada topik khusus, entahlah… tiba-tiba saya ingin saja menulis lepas tanpa harus di kerangka dan menentukan topik. Lebih seperti orang lagi curhat ga jelas yang cerita ini dan itu tanpa arah hehehe… ya mungkin lantaran saya sedang kangen kali dengan kampung halaman atau masih agak culture shock walaupun sudah ga seheboh dulu ya…

Migrasi itu ternyata ga semudah yang saya bayangkan, ya mungkin bagi beberapa orang gampang ya, tinggal pindah tempat, tapi bagi saya perjuangan banget. Banyak sekali yang harus saya kompromikan dan saya relakan untuk bisa mencapai titik ini. Kalau bukan karena ingin memberikan yang terbaik yang mampu saya raih ke keluarga saya terutama anak-anak, saya sih males ambil jalan seperti ini, cape lahir batin nya itu yang ga tahan… bahkan sampai sekarang saja saya sering ngelamun ngebayangin jika seandainya saya tidak segila ini sekarang seperti apa ya… tapi terlepas dari semua itu, saya bersyukur bangett.. bisa migrasi dengan semua keterbatasan yang kami miliki. Karena ga semua orang bisa seperti ini, bahkan yang bisa dan mampu pun belum tentu bisa mendapatkan jalan ini.

Tuhan benar-benar baik banget sama kami, masuk tahun ketiga kami disini banyak banget kejadian-kejadian yang tidak kami sangka sebelumnya akan terjadi. Contohnya saya bisa menuaikan janji saya ke diri saya sendiri yang dulu saya bikin saat melamar istri saya dengan lamaran seadanya. Akhirnya tahun lalu janji itu terpenuhi, saya bisa membelikan sebuah cincin tunangan yang lebih layak buat dia dengan uang saya sendiri. Terus, ada lagi yang lain seperti tanah plus rumah yang sudah kami beli mulai masuk ke proses title sebentar lagi, jadi rumah kami pun sudah bisa mulai dibangun dan kalau lancar awal tahun depan kami sudah bisa pindah ke rumah sendiri, duh… ini benar-benar ga terbayangkan sebelumnya, boro-boro beli rumah di Melbourne ya… bisa beli rumah di Jakarta saja sudah senang bukan kepalang walaupun kecil rumahnya. Hal lainnya lagi, saya dapat kerjaan yang lebih mapan dalam segi status karyawan juga hal lain yang patut di syukuri, karena saya butuh status ini untuk memproses pinjaman ke Bank untuk rumah kami. Maksudnya KPR? iyalah, belum sanggup kami beli kontan hahaha… Harapan kami, tentu saja bisa membangun rumah kami dengan lancar dan juga unit yang kami sewa ini tidak mempersulit saat kami harus mengubah metode sewa kami dari tahunan ke bulanan, semogaa…

Eh… balik lagi ke sertifikasi yang saya bahas diatas, hari senin tanggal 20 Maret 2019 kemaren saya baru dapet email dari Cisco, isi nya mengatakan kalau saya akan mendapatkan plakat atas 10 tahun memegang CCIE, yeyy… dan saya juga berhak menggunakan 2 logo baru, yaitu 10 Years CCIE dan CCIE Emeritus, kira-kira seperti ini logo nya,

Wuihh… keren juga loh hahaha…. bangga juga bisa megang sertifikat langka ini 10 tahun, ga gampang dan melelahkan yang pasti hahaha…

Artikel ini sebenernya diketik di sela-sela kebosanan saya saat di kantor, karena lama-lama begah juga bikin dokumentasi yang tidak sedikit itu, apalagi cara mereka konfigurasi barang-barang mereka berada di titik dimana ketidak-umuman terjadi sangat dominan, duh… pusing… Masalahnya, kalau saya tidak membuat dokumentasi itu, nanti nya saya juga yang akan repot saat sedang merencanakan upgrade jaringan mereka agar mumpuni untuk menyongsong tantangan IT 5 sampai 10 tahun kedepan, ya elahh… bahasanya ketinggian yaa…

Hal lainnya yang terjadi adalah….. saya memasang modem dengan kapasitas 500 Giga wahahaha… sebenernya tadinya saya mau ambil yang 300 Giga saja, tapi masalahnya harga yang harus dibayar beda AUD 15, ya elah… tanggung amat ya… ya udah saya ambil saja yang paling gede kapasitasnya. Sebulan ini saya tes udah anak-anak hampir setiap hari streaming reading eggs, mathlatic dan youtube, belum lagi bini netflix-an ditambah saya main game onlen ehh… ternyata baru kepake ga sampe 100 Giga huuu…uuuu…uuu…. sisa banyak bangettt…

Betewe ngomong-ngomong soal Netflix, tadinya sih iseng karena istri perjuangan banget nyari-nyari drakor di youtube, belum lagi kalau kepotong-potong kan ya, mana seru coba, baru air mata mau berlinang ehhh…. ga ada lanjutan nya, jiahhh… ga jadi mewek deh… abis itu bilang kesaya “nyebelin nih, lagi seru-seru nya ga ada lanjutan video nya!” Nah,…. KODE KERAS INI!!! 🙂

Ya sudah, saya langganin Netflix biar puas nonton drakor nya, walaupun awalnya bilang “ga” terus setiap ditanyain “mau langganan netflix ga?”, eh ternyata oh ternyata… begitu Netflix dapet langsung serius belajar cara nonton nya, jiahhh…. dasar wanita…. suka bener ditebak-tebak isi kepala dan hati nya, emang nya ane dukun neng!!

Dann…. Netflix sukses membuat bulu kuduk beberapa kali berdiri, bukan karena nonton film horor, tapi keadaan suka tiba-tiba horor, gimana ga horor coba, malem-malem lagi enak-enak molor tiba-tiba ada yang nangis sesengukan atawa ngakak sendirian haduh… haduhh… bisa copot ini jantung abang neng….. Ga apa lah, happy wife happy live, iya ga? istri yang bahagia membuat hidup menjadi lebih mudah hahaha… norak ya…

Hari ini saya pulang cepat, eitss… ntar dulu, ini pulang cepet gegara ada yang lupa bawa kunci pas anter anak-anak ke sekolah. Bikin repot saja, faktor “U” kayanya, masa bisa lupa bawa kunci orang tiap hari anter anak sekolah ck…ck…ck… saya jadi harus ijin pulang lebih awal deh karena ga tega anak-anak ntar ga bisa masuk rumah setelah pulang sekolah karena bisa sejam lebih nunggu diluar nungguin saya sampai rumah. Kalau si mamak e mah saya ga worry, ga bisa masuk rumah dia malah ke Mall jalan-jalan seharian sama temen nya wakakakak…. emang dasar garis hidup harus rilex yeee…

Apapun yang terjadi selama ini, saya tetap bisa merasakan kehadiran Tuhan ditengah-tengah kami, apapun itu… baik itu sesuatu yang baik, sesuatu yang mengajar, maupun sesuatu yang menyedihkan, Dia selalu ada buat kami. Kami bisa sampai sejauh ini hari ini, tidak semata-mata karena kehebatan kami, sama sekali tidak… tapi lebih kepada Dia yang membimbing kami. Jatuh bangun kami disini, dan selama mengejar impian kami ini tidak akan pernah terlupakan dalam hidup kami dimasa mendatang, semua ini adalah berkat.

(Another) Autum

Negara yang berada di benua sendirian di belahan selatan bumi ini sudah mulai masuk ke musim gugur lagi. Musim gugur kali ini akan menjadi yang ketiga bagi kami !!!

Tidak terasa sudah sejauh ini langkah kami disini. Badan yang dulu sreng-sreng-jess saat memasuki musim gugur dimana suhu mulai turun apalagi mendekati dan berada di musim dingin sudah mulai bisa mengikuti perubahan ekstrem suhu kota 4 musim dalam sehari ini. Pagi belasan, siang tiga puluhan yang kadang nyaris empat puluhan bahkan lebih yang kemudian kembali ke belasan saat memasuki kegelapan malam sudah bukan hal asing lagi bagi badan kami. Ga setiap hari sih begitu hahaha… seringnya terjadi di masa transisi musim semi ke musim panas dan musim panas ke musim gugur.

Kami sekeluarga sudah mulai masuk ke tahun ketiga, sudah lama juga ya… walaupun sampai saat ini masih setengah percaya bisa sampai di titik ini. Kami tidak meraihnya dengan mudah, dan hal ini membuat saya secara pribadi salut pada orang-orang yang berani meninggalkan zona nyaman demi meraih impian mereka dan beberapa diantara mereka melakukannya benar-benar dengan kedua tangan dan kaki mereka, itulah kenapa saya salut dan respek sekali dengan mereka-mereka yang bisa berhasil tanpa harus menunggu suntikan dari orang tua.

Tidak hanya disini, di Indonesia pun saya tahu ada beberapa kawan yang mampu merangkak naik dari nol. Walaupun hanya pas-pas-an, rumah tidak terlalu besar, mobil juga standard saja, tapi semua itu jika diletakan di bahu mereka yang mengandalkan suntikan modal dari orang tua belum tentu mampu terjadi loh… karena untuk mencapai titik tersebut tidak semata-mata modal berbicara tapi mental pejuang dan tahan banting juga mengambil peran.

Apapun itu, setiap manusia memiliki jalannya masing-masing, kadang saya memang suka nyinyir sama mereka-mereka yang berlagak susah tapi pamer di facebook tas Hermes yang harganya bikin geleng-geleng kepala manusia pas-pas-an seperti saya. Apalagi mereka yang suka memamerkan materi yang dicapai karena suntikan dana, haduh haduh… haus sensasi amat sih kamu itu, butuh perhatian atau mau jadi pusat perhatian? apa adanya saja bro… no drama, apa sih yang musti kita banggakan sebagai manusia yang pada akhirnya akan pergi tanpa apapun.

Down to earth and being humble itu mudah diucapkan tapi susah dilakukan karena jari suka gatel update ini itu di sosial media kan…

Baiklah… saya jadi ngelantur ini nulis nya, mau makan malam dulu ya… laper…. tulisan diatas jangan diambil hati apalagi bikin baperan. Pertemanan itu tidak sebatas say hi di facebook, ping di WA atau ucapan selamat ulang tahun setiap tahunnya kok… tapi lebih jauh dari itu misalnya membawa nama mu dalam doa ku setiap hari karena kamu kawan ku, lebih bermakna kan…

Dah ah… mau makan dulu saya…

Pasrah itu….

Hari ini, tiba-tiba istri meminta untuk pergi makan di salah satu restoran Indonesia di dekat kantor saya karena beberapa hari lalu saya godain dia dengan foto bebek goreng yang sedang saya santap untuk makan siang. Sambel ijo dan sambel merahnya haduh-haduh… uenak poll dah… nama resto nya Jokamz, entahlah artinya apa dibalik nama itu tapi saya dengar-dengar latar belakang nya dari Jawa Timur rek… Lele Goreng, Iga Bakar, dan Bebek Goreng pun menjadi sajian siang itu.

Setelah makan, kami lanjut ke Werribe Mansion di barat Melbourne sana, setelah puas berputar-putar didalam kompleks sekalian mengambil beberapa foto, kami pun beranjak pulang. Di tengah perjalanan keluar dari area parkir, istri lagi-lagi nyentil “kemana lagi ya… kan matahari sampai jam 9 malam, kita ke pantai yuk” begitu pintanya. “Ok” sahut saya, dengan permulaan dia minta ke St. Kilda, sebuah daerah per-pantai-an, halah… ngarang-ngarang aja yak bikin kosa kata sendiri hahaha… maksudnya daerah pantai, saya pun iseng membelok kan mobil ke arah selatan, menuju Geelong – kota kecil di selatan Melbourne yang memang sering kami kunjungi sebelumnya.

Setelah puas bermain di daerah waterfront yang memang menjadi favorit kami ditambah naik kincir ria yang membuat saya bergetar karena takut ketinggian hahaha…

Kami pun beranjak ke salah satu restoran lainnya di Geelong yang tentunya Indonesia lagi donk… Kami pun memesan beberapa makanan khas Indonesia, Sebotol Bir Bintang, Nasi Bakar dengan Paru bakar pedas, Ayam Goreng Kremes, dan Sate kambing pun menjadi sajian malam itu ditambah istri bungkus es teler dan es campur buat dibawa pulang, Indonesia banget dah….

Restoran yang kali ini namanya Podok Nasi Bakar, rasanya… begh… juara mak!!! sambel ijo nya nendang banget, belum lagi nasi bakarnya haduh… haduh… serasa makan di Jakarta hahaha… ngilani boo… kapan ya mereka mau nge-cabang di Melbourne… Setelah puas mengisi perut sampai ga mempan dijejelin lagi, kami pun beranjak menuju Melbourne. Begitu sampai di rumah, sebotol Corona dingin pun menyambut dahaga yang memang sengaja dibuat-buat ini hahaha…

Sambil menikmati Corona yang memang enak ini, pikiran saya melayang ke beberapa kejadian yang sudah lalu. Saya mulai merasa jika sebuah kepasrahan itu ternyata memang bisa menenangkan, dan hanya bisa terwujud saat kita bisa bersyukur dan mengurangi rasa kawatir kita. Eitss…. sebentar, apa yang saya tulis barusan tidak berarti kita harus berhenti berjuang dan bermimpi loh… tapi lebih kepada kita bisa menyeimbangkan kedua sisinya.

Saya termasuk orang yang susah sekali santai, selalu membuat target, ingin mencapai sesuatu dan tidak pernah berhenti kawatir setelahnya. Entahlah, pengalaman hidup yang sudah lalu secara tidak langsung membentuk saya seperti ini, untuk selalu waspada. Ada bagusnya sih, tapi kadang menyiksa juga. Disitulah saya mulai menemukan jawaban bagaimana menyeimbangkan kedua sisi saat ini, terlebih beberapa berita duka dari kawan-kawan seumuran saya yang sudah dipanggil Sang Khalik terlebih dahulu membuat saya semakin menyadari, jika kekuatan di atas sana tidak akan bisa kita lawan.

Saya mulai bisa belajar woles (kalau istilah orang jawa), lakukan sebisa yang saya bisa lakukan, tidak lupa berdoa, tetap tidak mudah menyerah, tapi juga harus bisa menikmati saat-saat yang berkualitas bersama keluarga dan mengurangi kawatir dengan menikmati hari ini. Kan seperti apa yang dikatakan orang-orang jika masa depan itu adalah misteri, masa lalu adalah sejarah dan masa kini adalah berkat.

Lebih jauh dari itu, saya percaya jalan akan selalu ada dan akan diberikan saat kita memang sudah di waktu yang tepat untuk menerimanya. Jadi nikmati saja proses nya dan belajar sabar karena hal itu membuat hati menjadi lebih tentram dan damai.

Semoga kedepannya saya bisa semakin baik menguasai ilmu yang satu ini, ilmu pasrah.