Imlek

Ouchh…. sabtu ini sudah Imlek lagiii… seperti hari raya lainnya imlek kali ini akan menjadi yang ketiga bagi kami sekeluarga di Melbourne.

Semenjak pindah kesini, setiap imlek saya selalu merasa sepiiii…. gimana ga sepi coba, dulu di Jakarta setiap imlek ga kurang dari 10 keluarga pasti ngumpul, bahkan pernah 1 imlek saya hitung lebih dari 50 keluarga datang berkumpul dalam 1 rumah, sampai pusing-pusing saya hafalin panggilan setiap orang yang berkunjung, maklum semua dari pihak istri jadi saya ga terbiasa dengan panggilannya hahaha….

Walaupun sepi, biasanya kami video call ke Jakarta di hari imlek itu sendiri. Lumayan lah masih bisa tatap muka dan ngobrol dikit walaupun tidak bertemu secara fisik. Dan, saat video call itu berlangsung kami pun tidak berhenti mengucapkan….

Gong Xi Gong Xi…..

Selamat Tahun Baru 2020

Selamat Tahun Baru 2020… yeyy… akhirnya kita masuk tahun baru (lagi)

Waktu benar-benar lewat seperti angin… tidak terasa dan tidak pakai kulo nuwun tahu tahu lewat begitu saja… Itulah kenapa saya langsung posting artikel pertamax 2020 hehehe…

Setahun sudah lewat lagi, dan seperti biasa saya melakukan intropeksi diri, merenung dan mencoba belajar dari kesalahan yang sudah terjadi, sembari berusaha memperbaiki diri agar bisa semakin baik dikemudian hari.

Tahun baru 2020 akan menjadi tahun yang penuh syukur bagi kami karena ada beberapa hal yang sedang kami tunggu dan kemungkinan besar akan terjadi di tahun ini, semoga ya…

 

Image result for new year 2020

 

Tahun baru kali ini seperti biasa tidak secara istimewa kami rayakan karena selain panas diluar, kami juga sedang (berusaha) hemat. Jadi kami hanya merayakan tahun baru secara sederhana dirumah dan menunggu tayangan kembang api di malam menjelang tahun baru seperti tahun sebelumnya.

Selamat Tahun Baru 2020 ya… semoga kita selalu dilindungi oleh-Nya sepanjang tahun ini.

 

Pict source : eventbrite.com

Hari terakhir 2019

Akhirnya kita sampai juga di penghujung tahun 2019, ga afdol rasanya kalau ga nulis ya (padahal mah biasanya juga ga nulis donk hahaha…). Malam ini akan menjadi malam tahun baru kami yang ketiga disini, di kota yang dingin dan terkenal dengan julukan kota 4 musim dalam sehari, dan itu benar adanya. Tahun ini (seperti biasa) banyak sekali yang harus saya syukuri seperti tahun sebelumnya selain tidak kalah banyak juga hal-hal yang menjadi pembelajaran bagi kami, terutama buat saya secara pribadi. Apapun yang terjadi di tahun ini, harus saya akui jika tahun ini menjadi adalah salah satu tahun terbaik dalam kehidupan kami terutama saya.

Dimulai dari awal tahun, dimana saya setengah mati mencari cara agar aplikasi pinjaman kami bisa lebih aman mengingat tanah yang kami beli dengan nekat 2 tahun lalu sudah akan title yang artinya sebentar lagi pindah nama ke kami dan harus memulai proses KPR ke bank. Hal yang kemudian secara tidak langsung membuat saya jadi gelisah karena perubahan arus di tempat kerja yang sebetulnya sudah saya prediksi, yang akhirnya membuat saya tidak memiliki pilihan selain mencari pekerjaan baru, padahal saya merasa sudah klik banget dan enjoy disana. Tidak lama sesudah itu akhirnya saya benar-benar mendapatkan pekerjaan lain dengan posisi yang lebih baik yaitu fixed term untuk mendukung aplikasi KPR kami dan setelah itu tanah kami beneran title dan aplikasi KPR kami pun lolos, ahh… leganya saya saat itu… saya sampai sekarang jujur masih sering kagum dengan waktu yang disusun oleh Dia terhadap hidup kami, semua terasa pas dan terjadi dengan cara yang tidak tertebak oleh kami dan tentu saja dengan cara Dia yang selalu elegan.

Tidak lama berada di pekerjaan baru ini (dan ini terjadi sebelum tanah kami title), saya ditawari lagi pekerjaan lain dengan posisi baru dan kondisi yang tentu lebih baik dari pekerjaan saat itu. Sempat bimbang sebetulnya apakah akan saya ambil atau tidak karena saya membutuhkan sebuah surat keterangan kerja untuk aplikasi mortgage saya yang akan final sebentar lagi. Sempat saya telepon salah satu kawan saya untuk diskusi, hasil diskusi itu akhirnya membuat saya mengurungkan niat saya untuk mengambil kesempatan baru itu karena waktunya benar-benar tidak sesuai dengan keadaan saya saat itu. Saat itu, ada perasaan kecewa sih… jujur saja…. karena itu adalah tawaran yang bagus dan menurut saya bisa membantu saya membangun jalan karir disini, tapi apa boleh dikata jika pada akhirnya harus saya relakan…

Ingat tadi saya bilang Tuhan sering berkarya tanpa bisa tertebak oleh saya? dan hal itu terjadi lagi untuk ke sekian kalinya, luar biasa yaa…. tidak lama setelah saya ditolak tawaran itu karena saya minta waktu lebih untuk resign (saat itu saya mencoba mengulur waktu sampai aplikasi Bank selesai), eh…. ternyata datang tawaran pekerjaan lain yang lebih baik lagi, ini benar-benar lebih baik loh… dan kali ini tidak ada keadaan yang bisa membuat saya harus menolak lagi. Tawaran yang satu ini benar-benar diluar prediksi saya, selain keadaan pekerjaan, posisi, dan lokasi kantor yang jauh lebih baik, ternyata saya juga mendapatkan tawaran salary yang jauh lebih baik juga, mau tahu kenapa saya bilang tawaran salary yang lebih baik? karena apa yang saya minta tidak diberikan tapi malah ditambah (pernah saya tulis disini), ga banyak sih tapi ini pertama kali nya saya minta gaji dikasih lebih selama karir saya, coba bayangkan… kalau bukan karena kuasa Tuhan lalu apalagi coba?

“Pekerjaan yang satu ini dari semua sisi benar-benar jauh jauh jauh lebih baik dari pekerjaan yang harus saya drop sebelumnya yang sempat membuat saya kecewa yang ternyata oh ternyata…. Dia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik buat saya, percaya tidak percaya ya… tapi hal itu benar-benar terjadi loh….”

Selain itu, kondisi pekerjaan yang juga mulai bisa saya tangani saat ini, terlepas dari apapun, di pekerjaan yang baru ini saya belajar banyak sekali hal terutama tentang bagaimana saya harus bisa cuek untuk hal-hal yang ga begitu penting sampai yang benar-benar ga penting, dan itu benar-benar sangat menolong loh ternyata… maklum masih kebawa gaya kerja di Indonesia yang jauh berbeda. Itulah kenapa saya bisa nge-blog sambil menikmati waktu luang saya yang sedang tidak saya gunakan untuk belajar hal baru. Udah gitu, di pekerjaan yang baru ini juga mendapat atasan yang sangat fleksibel dan cuek yang bahkan terlampau cuek buat saya hahaha…. hal yang juga menjadi hal positif lainnya bagi saya, saya bisa makan siang dirumah karena jarak kantor ke rumah cuma 10 – 15 menit, belum lagi jam kerja yang terbilang nyaman dari jam 9 sampai jam 5 sore (tapi sering kali kalau ga ada pekerjaan urgent jam 4 atau 4.30 sore sudah disuruh balik hahaha….), bahkan selama menjelang Natal kemaren beberapa kali jam 3 sore sudah disuruh balik (walaupun handphone standby tapi kan enak bisa sambil selonjoran di rumah), belum lagi dari tanggal 24 Desember sampai 1 Januari kami 1 team berempat bagi tugas 1 orang masuk 1 hari kerja (karena semua ada 4 hari kerja – 24,27,30,31), trus sisa harinya ngapain? disuruh santai liburan tanpa potong cuti hehehe… disamping itu posisi kantor yang dekat dengan stasiun kereta dan tram stop juga menjadi hal positif lainnya saat kami sudah pindah ke rumah mungil kami nan jauh di barat sana.

Pekerjaan yang satu ini dari semua sisi benar-benar jauh-jauh-jauh lebih baik dari pekerjaan yang harus saya drop sebelumnya yang sempat membuat saya kecewa yang ternyata oh ternyata…. Dia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik buat saya, percaya tidak percaya ya… tapi hal itu benar-benar terjadi loh…. dan saya merasa untuk kesekian kalinya Iman saya yang tipis ini diuji oleh-Nya. Mungkin kalau Tuhan ada didepan saya Dia akan bilang “hayo ga usah merasa lebih pintar, percaya saja sama saya”. Selain masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, saya juga memiliki keluarga yang Puji Tuhan sehat. Selain itu kami sekeluarga juga tidak kekurangan walaupun tidak memiliki harta sampai melintir, dan tahun ini juga ditandai dengan datangnya 3 keluarga besar dari istri saya ke Melbourne, yang ikut meramaikan suasana kami disini yang bisa dibilang rada sepi ya… namanya juga sendirian di rantau hahaha…. rasa damai ini benar-benar tidak terbeli…

“orang yang paling bahagia adalah orang yang berada ditengah dalam kehidupan dia, karena dia tidak perlu pusing akibat kekurangan, tapi dia juga tidak kehilangan rasa syukur karena sudah terlalu kebal akibat berlebihan, dan yang paling penting dia pun tidak akan hanya fokus mengejar untuk lebih karena selalu merasa kurang”

Tahun ini juga, saya merasa bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan situasi berbeda, saya merasa lebih damai dan tenang, mungkin karena kondisi yang saya miliki, tapi lebih jauh dari hal itu saya entah kenapa benar-benar merasakan kehadiran Tuhan yang untuk sekian kalinya terjadi dalam perjalanan hidup kami. Oh iya satu hal lagi yang patut untuk kami syukuri, tahun ini rumah mungil kami juga sudah mulai dibangun, horee… akhirnya mulai juga dan saya selalu mengambil foto perkembangan pembangunannya karena hampir setiap minggu kami sempatkan untuk menengok kesana dan akan saya posting di artikel terpisah ya.

Jika bicara mengenai apa yang sudah terjadi tentunya selalu ada yang baik dan ada yang buruk. Penghujung tahun seperti ini juga tidak lepas dari kebiasaan saya memikirkan hal-hal kurang baik yang sudah terjadi dan ingin saya jadikan pembelajaran kedepannya, termasuk kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik yang ingin saya ubah sebagai salah satu resolusi untuk tahun depan. Salah satu kebiasaan buruk yang ingin saya ubah adalah mengkonsumsi minuman alkohol, kebiasaan satu ini yang (saya merasa) sudah menjadi kebiasaan buruk sekarang ingin mulai saya kendalikan. Memang sih, saya minum juga tidak di Pub atau Bar (hanya beberapa kali karena ada acara kantor), dan saya tidak pernah sampai berbuat onar walaupun minum sampai mabuk dan tertidur pulas, dan yang paling penting adalah tidak sampai membuat kondisi keuangan kami goyang. Tapi tetap saja untuk kesehatan kurang baik jika terlalu banyak kan, dan juga kalau dipikir-pikir lagi sayang juga uang nya kalau dibuang terlalu banyak untuk beli minuman yang tidak murah itu terutama jenis whisky, walaupun enak dan nikmat apalagi saat musim dingin hehehe…

Tahun ini juga menjadi tahun dimana saya kehilangan seorang kawan karena sakit, sedih rasanya saat mendengar kawan kita yang masih seumuran bahkan lebih muda harus dipanggil secepat ini. Membayangkan keluarga dengan anak yang masih kecil membuat saya semakin gundah, tapi saya percaya Tuhan selalu memiliki rencana terbaik bagi umat-Nya dan akan selalu menyertai mereka melewati tahap demi tahap ujian kehidupan yang berada didepan mereka, apalagi jika mereka percaya dan berserah. Sudah 5 Tahun berturut saya selalu kehilangan kawan setiap tahunnya, hal yang kemudian semakin mengingatkan saya jika hidup di dunia itu layaknya mampir minum saja yang kita tidak tahu kapan dipanggil pulang oleh-Nya. Dan saat hal itu tiba, semua hal duniawi yang kita miliki tidak akan bisa berbuat banyak. Damailah disana kawan-kawan ku, suatu hari nanti kita akan berjumpa lagi.

Dulu saya pernah mendengar satu perkataan mendiang Papa, kurang lebih begini bunyinya “orang yang paling bahagia adalah orang yang berada ditengah dalam kehidupan dia, karena dia tidak perlu pusing akibat kekurangan, tapi dia juga tidak kehilangan rasa syukur karena sudah terlalu kebal akibat berlebihan, dan yang paling penting dia pun tidak akan hanya fokus mengejar untuk lebih karena selalu merasa kurang”. Jujur… saya dulu tidak mengerti apa maksud dari kalimat ini, tapi sekarang saya mulai bisa merasakan apa yang sedang berusaha disampaikan (alm) Papa saya. Yang ingin dia sampaikan sebetulnya adalah agar saya tidak lupa untuk berkata cukup dan bersyukur, karena hanya dengan berani cukup kita bisa merasa bersyukur, dan dengan merasa bersyukur kita bisa menghargai apapun yang sudah terjadi, baik yang sudah berada ditangan kita maupun yang masih berada di depan kita. Dan dengan bisa menghargai apa yang kita miliki dan kita kejar, maka kita bisa merasakan rasa kebahagiaan yang hakiki dalam hidup kita karena kita secara tidak langsung berhasil mengendalikan rasa kawatir kita akan masa depan yang penuh misteri. Bahasa sederhana nya adalah hiduplah di hari ini, ber-bahagia-lah dan nikmatilah prosesnya.

Semenjak hidup di Australia, saya belajar semakin banyak hal dalam kehidupan saya. Salah satunya adalah belajar untuk menikmati setiap langkah yang saya miliki dan lakukan selama disini terlepas dari manis atau pahit, dan mensyukuri apapun keadaan yang kami hadapi dan alami, baik itu yang membuat kami tersenyum maupun membuat kami menghela napas panjang. Saya sangat bersyukur untuk keadaan kami sekarang terlepas dari proses nya yang kadang terasa perih dan tidak nyaman, yang jujur sebelumnya saya prediksi tidak akan terjadi secepat ini. Melihat anak-anak tumbuh besar, sehat dan bersekolah disini menjadi hal yang tidak dapat saya ungkapkan dalam kata-kata, yang bisa menggambarkan sebesar apa rasa syukur kami. Bahkan sampai saat ini pun saya masih sering terkejut dengan apa yang sudah kami lakukan dan raih… sebuah langkah nekat yang dulu saya ambil dengan (kelihatannya) berani, yang jujur saat itu saya sendiri pun tidak tahu akan menjadi dan berakhir seperti apa sesudahnya keadaan kami setelah migrasi, yang ternyata sekarang memberikan hasil yang diluar dugaan kami bahkan lebih dari apa yang pernah saya bayangkan…. Tuhan sungguh baik…

Lagu-lagu khas natal yang selalu saya putar selama saya mengendarai mobil baik ke tempat kerja maupun sedang liburan dengan keluarga selama bulan Desember, menambah kesyaduhan yang saya rasakan akan kebesaran Tuhan dalam hidup kami (kalau memakai istilah jaman now – ambyarrr hati ku…), dan menambah besarnya rasa syukur yang kami rasakan di penghujung tahun ini sekaligus keberanian untuk menatap tahun berikutnya yang akan masuk sebentar lagi.

Terimakasih Tuhan… Terimakasih untuk tahun yang penuh berkat ini… Terimakasih telah menjaga kami… Terimakasih untuk kehidupan yang luar biasa ini… Terimakasih sudah beserta kami di tahun ini dan masih memberi kami kesempatan menyambut tahun berikutnya yang kami yakin akan penuh dengan tantangan lain yang mungkin saja lebih berat dari apa yang sudah kami lalui, tapi kami percaya Kau akan selalu menyertai langkah kami, melindungi kami dan memberikan yang terbaik kepada kehidupan kami…

Selamat tinggal tahun 2019…. dan Selamat datang tahun baru 2020 🙂

2019

Akhirnya kita masuk ke tahun baru, tahun 2019, tahun yang tentunya sama-sama kita harapkan bisa menjadi tahun yang baik, penuh sukacita dan menjadi tahun dimana harapan-harapan kita terwujud.

Ada beberapa harapan yang saya susun untuk tahun ini, selain harapan agar bisa mendapatkan posisi dan status (bukan semata-mata dollar ya…) pekerjaan yang semakin baik lagi, harapan agar rumah pertama yang kami beli 1,5 tahun lalu bisa mulai dibangun tahun ini, jadi itung-itung tahun depan sudah bisa tinggal di rumah sendiri, kan lebih nyaman ya daripada nyewa… dan diatas segalanya tentu harapan agar keluarga kecil ini tetap berada dalam lindungan dan bimbingan Nya.

Untuk pekerjaan sejauh ini ada 4 opsi ditangan saya yang merupakan kelanjutan dari tahun lalu yang masih terbuka untuk tahun ini, hal ini karena mereka melakukan initial interview di akhir tahun dan sudah mendekati libutan, diluar dugaan sebetulnya bisa mendapatkan panggilan wawancara di bulan sepi seperti ini, nanti akan saya lihat mana yang lebih baik dan cocok dengan keadaan saya dan keluarga saya. Semoga Dia menuntun saya ke arah terbaik (pasti donk… kita harus percaya…)

Selamat Tahun baru 2019 ya… semoga di tahun ini kita semua semakin baik, selalu sehat dan bisa mencapai harapan-harapan kita, tetap semangat dalam berjuang ya… jangan kasih kendor, apalagi berjuang untuk impian kita. Hidup tanpa impian itu layaknya makan nasi putih ga pakai lauk, hambar…

Terimakasih 2018, terlepas dari jatuh bangun yang terjadi, 2018 sudah memberikan banyak sekali pelajaran dan bekal bagi kami sekeluarga terutama bagi saya untuk bisa melangkah kedepan dengan lebih mantap. Semoga, semua ini bisa membantu saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa berkarya lebih baik lagi.

Menghabiskan waktu di rumah sambil menikmati pesta kembang api di televisi tetap menjadi pilihan kami karena anak-anak masih kecil. Dengan ditemani wine dan beer (halah….), dan tentu mereka yang selalu menyemangati saya agar tidak menyerah, kami berkumpul dan bercanda ria menjelang kepergian 2018 dan kedatangan 2019. Apapun itu, rasa syukur untuk apa yang sudah lewat, yang sekarang ada di tangan kami dan untuk apa yang sudah didepan mata tetap kami panjatkan kepada Dia yang sudah begitu baik menjaga dan melindungi kami disini.

Perjalanan hidup ini, benar-benar luar biasa, tidak terlupakan dan akan tertoreh dalam lembaran-lembaran perjalanan kehidupan saya yang pernah menukik tajam dan penuh kejutan, yang suatu hari nanti saat saya sedang iseng melihat kebelakang… saya bisa berkata kepada diri saya sendiri “You were walking on your dream, and you made it”

Sehingga saat waktu nya tiba nanti, saya bisa duduk bersama (alm) Papa menceritakan pengalaman hidup yang sudah saya jalanin ini sambil menyeruput kopi bersama dia.