2019

Akhirnya kita masuk ke tahun baru, tahun 2019, tahun yang tentunya sama-sama kita harapkan bisa menjadi tahun yang baik, penuh sukacita dan menjadi tahun dimana harapan-harapan kita terwujud.

Ada beberapa harapan yang saya susun untuk tahun ini, selain harapan agar bisa mendapatkan posisi dan status (bukan semata-mata dollar ya…) pekerjaan yang semakin baik lagi, harapan agar rumah pertama yang kami beli 1,5 tahun lalu bisa mulai dibangun tahun ini, jadi itung-itung tahun depan sudah bisa tinggal di rumah sendiri, kan lebih nyaman ya daripada nyewa… dan diatas segalanya tentu harapan agar keluarga kecil ini tetap berada dalam lindungan dan bimbingan Nya.

Untuk pekerjaan sejauh ini ada 4 opsi ditangan saya yang merupakan kelanjutan dari tahun lalu yang masih terbuka untuk tahun ini, hal ini karena mereka melakukan initial interview di akhir tahun dan sudah mendekati libutan, diluar dugaan sebetulnya bisa mendapatkan panggilan wawancara di bulan sepi seperti ini, nanti akan saya lihat mana yang lebih baik dan cocok dengan keadaan saya dan keluarga saya. Semoga Dia menuntun saya ke arah terbaik (pasti donk… kita harus percaya…)

Selamat Tahun baru 2019 ya… semoga di tahun ini kita semua semakin baik, selalu sehat dan bisa mencapai harapan-harapan kita, tetap semangat dalam berjuang ya… jangan kasih kendor, apalagi berjuang untuk impian kita. Hidup tanpa impian itu layaknya makan nasi putih ga pakai lauk, hambar…

Terimakasih 2018, terlepas dari jatuh bangun yang terjadi, 2018 sudah memberikan banyak sekali pelajaran dan bekal bagi kami sekeluarga terutama bagi saya untuk bisa melangkah kedepan dengan lebih mantap. Semoga, semua ini bisa membantu saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa berkarya lebih baik lagi.

Menghabiskan waktu di rumah sambil menikmati pesta kembang api di televisi tetap menjadi pilihan kami karena anak-anak masih kecil. Dengan ditemani wine dan beer (halah….), dan tentu mereka yang selalu menyemangati saya agar tidak menyerah, kami berkumpul dan bercanda ria menjelang kepergian 2018 dan kedatangan 2019. Apapun itu, rasa syukur untuk apa yang sudah lewat, yang sekarang ada di tangan kami dan untuk apa yang sudah didepan mata tetap kami panjatkan kepada Dia yang sudah begitu baik menjaga dan melindungi kami disini.

Perjalanan hidup ini, benar-benar luar biasa, tidak terlupakan dan akan tertoreh dalam lembaran-lembaran perjalanan kehidupan saya yang pernah menukik tajam dan penuh kejutan, yang suatu hari nanti saat saya sedang iseng melihat kebelakang… saya bisa berkata kepada diri saya sendiri “You were walking on your dream, and you made it”

Sehingga saat waktu nya tiba nanti, saya bisa duduk bersama (alm) Papa menceritakan pengalaman hidup yang sudah saya jalanin ini sambil menyeruput kopi bersama dia.

Advertisements

1 Januari 2018

Yeayy… tahun baru. Entah kenapa orang-orang begitu antusias dengan pergantian waktu. Mungkin karena lembaran baru tiba sehingga semua orang berharap bisa mendapatkan kesempatan baru atau harapan yang terwujud dan sebagainya.

Hari ini, hari pertama 2018 yang semalem dirayakan begitu meriah baik di Melbourne maupun Sydney (seakan-akan kedua kota ini bersaing menunjukan kebolehannya dalam malam pergantian tahun), saya ingin menuliskan sesuatu sebagai penanda berawalnya sebuah harapan baru bagi saya, bagi kami, bagi kita.
Saya secara pribadi memaknai pergantian tahun sebagai titik untuk intropeksi diri. Melihat sekali lagi ke belakang dan berusaha mengingat semua kejadian baik besar maupun kecil kemudian merangkumnya dalam sebuah pembelajaran agar tahun ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Harapan-harapan baru tentu ada. Salah satunya harapan bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dalam hal pekerjaan, tidak selalu harus income yang lebih baik tapi hal-hal mendasar lainnya seperti suasana kerja, tantangan dalam pekerjaan, dan kesempatan-kesempatan lainnya.

Selain itu juga harapan agar culture shock saya bisa semakin stabil lagi kedepannya, calon rumah bisa dilancarkan prosesnya dan anak-anak bisa semakin menyesuaikan diri baik di kehidupan maupun di sekolah (yang sebetulnya mereka bisa melakukannya dengan sangat baik tahun lalu). Harapan untuk keluarga yang semakin erat dan harmonis juga menjadi salah satu doa.

Tidak lupa tentunya harapan agar kami semua selalu sehat dan jauh dari bahaya. Harapan-harapan yang sejatinya kita panjatkan setiap hari dan kita perbaharui dalam setiap doa.

Sekali lagi, Selamat Tahun Baru 2018 ya… semoga kita semua semakin baik di tahun yang luar biasa ini.

Happy New Year 2018

Ahh… besok sudah tahun baru 2018. Tidak terasa kami sudah hampir setahun pindah ke kota yang cantik nan dingin ini.

Di minggu terakhir 2017 kami sempatkan mengunjungi Phillip Island, sebuah pulau dimana kita bisa melihat parade Pinguin yang lucu dan MotoGP dihelat dengan pemandangan luar biasa nya. Dilanjutkan dengan mengunjungi deretan 12 apostles, salah satu objek wisata disini yang menyuguhkan pemandangan luar biasa dengan 12 batu karang yang terbentuk secara alamiah dan sekarang sisa 7 saja (kalau ga salah hahaha…). Perjalanan selama 4 jam satu arah seakan tidak begitu terasa karena kami sibuk mengagumi apa yang kami temui selama perjalanan itu yang kami tutup dengan menikmati kota Geelong yang tenang.

Saya juga melakukan refleksi diri seperti biasanya. Merangkum perjalanan 1 tahun ini baik itu impian yang sudah saya susun dan sudah tercapai maupun belum, hal baik yang sudah terjadi maupun buruk, semua rasa syukur dan harapan-harapan baru untuk tahun mendatang. Rangkuman yang akan menjadi salah satu bab pembelajaran yang begitu berharga kedepannya.

2017 adalah tahun yang akan selalu menjadi salah satu kenangan dalam kehidupan saya. Begitu banyak jatuh dan bangun yang terjadi mengiringi kepindahan kami kesini untuk mengejar impian kami bagi kedua anak kami. Banyak sekali hal-hal baik yang terjadi demikian pula hal-hal yang menjadi pembelajaran. Tahun ini adalah salah satu tahun penuh dengan stress, sedih, takut, bahagia yang diikuti oleh rasa syukur seperti beberapa tahun sebelumnya karena begitu banyak momen-momen kehadiran Tuhan kami rasakan ditengah keluarga kami, baik saat kami tertawa bahagia, stress maupun sedih. Baik itu melalui kawan, orang disekitar kami, maupun secara langsung dengan cara-Nya yang elegan seperti biasanya. 1 hal yang pasti adalah saya orang yang sangat beruntung.

Kami (khususnya saya) sangat bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya untuk semua pencapaian yang terjadi dan semua hal yang singgah dalam perjalanan kami baik itu baik maupun tidak karena kehidupan ini layaknya mata uang koin yang harus memiliki kedua sisinya agar bernilai. Sangat bersyukur untuk rumah yang nyaman walaupun masih sewa, bersyukur untuk pekerjaan yang membuat saya banyak sekali belajar hal baru, bersyukur untuk calon rumah yang ditunjukan kepada kami (semoga lancar sampai bisa ditempati), bersyukur untuk kesehatan, perlindungan, kawan yang baik, momen indah, tawa, tangis, dan sebagainya.

Sekarang kami menatap optimis ke 2018, tahun yang akan dipenuhi dengan hal-hal baru yang ingin saya capai disini, yang mungkin tidak mudah. Baik itu hal-hal lawas yang belum tercapai maupun hal-hal baru yang akan saya kejar, salah satunya adalah ingin mengalami white christmas, harus bisa hahaha…, bagi saya hidup tanpa tujuan tidaklah menggairahkan, walaupun hidup dengan tujuan gila juga melelahkan. Apapun itu, saya terbiasa untuk membuat rentetan tujuan yang ingin saya kejar dari tahun ke tahun untuk keluarga saya maupun diri saya sendiri, baik itu besar maupun kecil. Perkara tercapai atau tidak itu saya serahkan kepada-Nya karena tugas utama saya adalah berusaha sambil berdoa.

Malam ini, tadinya kami ingin mengajak anak-anak untuk melihat pesta kembang api jam 9 malam dalam rangka menyambut tahun baru yang memang sengaja diadakan untuk anak-anak, yang kemudian kami putuskan untuk tidak pergi karena terlalu padat dan anak kedua kami masih balita. Sebagai gantinya, kami akan menonton kembang api langsung dari TV channel 7 yang disiarkan secara langsung.

Terimakasih Tuhan, untuk hari ini. Kami bisa merasakan Natal maupun Tahun baru disini. Terimakasih sudah membantu kami begitu banyaknya untuk bisa bertahan disini, terimakasih Tuhan. Sertailah selalu langkah kami kedepannya yang kami percaya tidak akan lebih mulus dari apa yang sudah kami lewati tapi kami juga percaya jika Kau tidak akan pernah meninggalkan kami.

Dari Melbourne kami sekeluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2018, semoga kita senantiasa dalam perlindungan-Nya, dan memiliki tahun yang luar biasa kedepannya.

.

.
Pict : techteria.com

Shutdown Period

Ahh… tidak terasa hari ini adalah hari terakhir kerja. Setelah makan-makan bareng siangnya karena ditraktir si bos sekalian menutup tahun yang penuh tantangan, kami dipersilahkan pulang setelah itu jika mau dan masuk lagi tanggal 2 Januari tahun depan karena masuk shutdown period.

Shutdown period itu sama seperti kalau kita lebaran di Indonesia, dipaksa cuti hahaha… tapi disini lebih fair, lebih fairnya dimana? Jadi Natal itu adalah libur dari pemerintah selama 2 hari (25 & 26) dan Tahun baru 1 hari. Jika diantara tanggal merah itu jatuh pada hari sabtu atau minggu maka akan diganti di hari senin dan selasa berikutnya. Misal tanggal 25 Desember jatuh pada hari sabtu jadi secara otomatis 26 pada hari minggu dan kedua tanggal itu adalah tanggal merah kan, nah… liburan natalnya yang tanggal merah adalah 25 sampai 28, hahaha… enak ya. Hari Sabtu dan Minggu tidak akan diganggu gugat sebagai hak kita bersama keluarga.

Hal berikutnya adalah saya bisa liburan dengan lebih tenang, karena 2 proyek besar sudah saya selesaikan, yang pertama adalah wireless dan yang terakhir adalah voice/ phone system. Untuk proyek yang terakhir yang minggu lalu saya selesaikan dalam 1,5 jam itu adalah yang terbesar tahun ini, dan puji Tuhan berlangsung dengan lancar.

Tadi sebelum pulang sempat berpapasan dengan Bos nya team Contact Centre, beliau menyalami saya sambil berkata “I wish you a nice break Suharjo, and a very merry christmas, you have done very good job on phone system, very smooth dan almost zero problem. Just couple minor happen then. I was thinking if we will have another half year nighmare as we moved to other system couple years ago and I am totally wrong. I will drop an email to your manager about this great migration, catch you next year mate, bye!”

Saya pun tersenyum dan saya jawab “you too, thank you for that”

Kerja di Negara seperti Australia dimana kita sering dipandang sebelah mata, bisa bersaing sampai mendapatkan pengakuan dari mereka itu bukan hal mudah. Sedikit banyak kuping saya jadi merah juga dan agak melayang karena benar-benar ga nyangka sih bisa dapat pengakuan itu. Saya beruntung karena berhadapan dengan system yang memang menjadi skill terkuat saya, Routing & Switching, IP Telephony dan Voice over IP.

Setelah itu saya pun pulang dan selama perjalanan lagu-lagu Natal pun bersahutan memanjakan kuping saya selama perjalanan. Sambil mengendalikan mobil, selintas mata saya memandang jauh ke hamparan hijau saat melintasi freeway M80 sambil mengagumi kuasa-Nya yang sudah memberi lebih dari yang saya minta.

Tuhan sungguh baik. Luar biasa baik.

Liburan dimulai…. yeayy….