10 tahun

Kemarin kedatangan paket dari Cisco, isinya adalah sebuah plakat dan selembar surat dari CEO nya yang menyelamati saya untuk pencapaian 10 tahun sebagai CCIE aktif.

Saya pun menonaktifkan/ pensiun nomor registrasi saya setelah 10 tahun karena aturan baru membuat para pemegang registrasi sertifikat tertinggi seperti saya bisa tetap menjaga agar sertifikat tidak hangus saat tidak diperpanjang lagi asal sudah aktif selama 10 tahun, dan bisa di aktifkan kapan saja dengan memperbaharui sertifikat ini dengan ujian tertulis online.

Membuat sertifikat non aktif ga gratis loh, saya perlu membayar kurang lebih 100 USD tiap tahun hanya untuk menjaga status pensiun agar tidak menjadi hangus yang mengharuskan saya mengambil ujian Lab lagi kalau mau nomor saya kembali aktif.

Menjaga CCIE aktif selama 10 tahun itu ga gampang, apalagi sekarang setelah kondisi teknologi berubah arah. Keadaan yang sudah ga relevan dan biaya pembaharuan sertifikasi yang semakin mahal membuat saya memutuskan untuk mempensiunkan nomor CCIE saya yang bisa saya aktifkan lagi kapan saja selama status emeritus nya terjaga.

10 tahun sudah berlalu, tidak terasa sertifikat itu juga yang turut membawa saya sampai sejauh ini.

Sekarang saya sedang berusaha meluangkan waktu untuk mempelajari teknologi cloud computing dan SDN yang sedang booming sambil berusaha bertahan ditengah anak-anak muda nan cerdas yang tidak henti-henti nya merangsek ke pasar lapangan kerja apalagi di negara maju seperti Australia ini.

Entah kenapa saya tiba-tiba terjaga di jam 1 pagi. Ada sesuatu di benak saya yang membuat saya ga bisa tidur. Antara exciting karena baru nerima plakat 10 tahun ini (lebay ya….) atau karena akan memilih warna dan bahan nanti jam 10 pagi untuk rumah mungil yang akan kami bangun disini.

Entahlah… yang pasti sekarang saya akan coba tidur lagi.

Advertisements

Sebuah titik titik

Hari ini, saya sedang dalam posisi stress di pekerjaan hahaha… sangking stress nya sampai saya bingung mau ngapain setelah pulang dan selesai bermain dengan anak-anak plus ngobrol panjang lebar dengan istri, akhirnya saya nulis saja deh… nulis bagi saya bisa menjadi terapi untuk menyalurkan stress, setidaknya sebelum saya tidur.

Sebenarnya saya tidak perlu stress begini, mungkin karena masih shock  dengan budaya kerja baru disini, ditambah saya masuk kembali ke ranah teknis yang sebetulnya sudah saya tinggalkan cukup lama (kurang lebih 4 tahunan) saat saya masuk ke bagian design, consultancy, dan management. Tapi, semua ini adalah tantangan yang harus bisa saya lalui, terlepas dari apapun alasan yang muncul mengenai hal teknis yang saya hadapi, sebetulnya bukan masalah besar untuk masuk ke bagian teknis lagi, hanya saja kadang saya terlalu tinggi memasang sebuah bendera sehingga secara tidak langsung menjadi minder saat tidak bisa mencapai setengah dari target yang saya pasang, padahal semua butuh waktu untuk dipelajari (lagi).

Bicara mengenai stress handling sebetulnya saya sudah cukup banyak belajar sejauh jalan hidup saya yang naik dan banyak turun ini, yang namanya stress itu sudah tidak terhitung lagi, dan saya belajar banyak sekali dari semua itu.

Hidup saya itu penuh dengan titik – titik…

Sejak kepergian (alm) Papa 17 tahun silam, kehidupan saya yang bagai roller coster pun dimulai. Saya menjalani hidup dalam kepasrahan kepada Tuhan, bergerak dari satu titik ke titik yang lain tanpa tahu apakah titik dan tujuan itu benar atau tidak. Saya hanya berpegang pada 3 hal sejak saat itu, yaitu Tuhan, Impian dan Berjuang.

Titik demi titik saya lalui dan saya raih, titik yang kadang mewakili sebuah gambar dari impian yang saya rajut dan kejar, impian seorang anak yatim yang hanya bisa berjuang tanpa warisan sepeserpun. Impian yang kemudian membawa saya sampai sejauh ini sekarang, sejauh benua di selatan bernama Australia, membawa istri dan anak saya kesini agar bisa memberikan pendidikan terbaik yang bisa kami raih dan berikan ditengah semua keterbatasan kami yang diperkuat oleh Tuhan melalui doa-doa yang kami panjatkan.

Saya hanya mencoba untuk tidak menyerah, setidaknya tidak menyerah terlalu cepat. Dan, tentunya dengan tetap bersandar kepada Tuhan karena hanya Dia-lah yang bisa menolong kami disaat kapanpun dan dimanapun. Saya… melalui banyak hal yang direncanakan Tuhan bagi kehidupan saya dan keluarga, hal-hal hebat yang bahkan saya sendiri pun tidak percaya jika hal itu bisa terjadi terlepas dari tidak menyerah nya saya dalam mengejar sesuatu sambil berdoa.

Hidup saya adalah hidup titik-titik, bergerak membuat garis dari satu titik ke titik lainnya berusaha menjadikannya sebuah gambar, gambar dari impian yang saya kejar, tanpa tahu apakah titik tersebut adalah tujuan yang benar atau tidak, selain hanya bersandar pada tuntunan Tuhan saat melangkah dan menggariskan sebuah coretan kehidupan.

Jika saya pernah untuk tidak menyerah pada hidup saya, pernah untuk tidak menyerah mengejar impian saya bagi keluarga saya, pernah untuk tidak menyerah mengejar impian saya bagi kedua anak saya, maka sekarang saya harus tidak menyerah pada keadaan yang mengusik kenyamanan saya yang sebetulnya harus saya kalahkan, dan yang harus saya kalahkan adalah diri saya sendiri (seperti kata Donny Verdian dalam percakapan saya dengan dia sore tadi).

Saya pasti bisa melalui semua ini, pasti bisa kembali menjadi seorang engineer seperti dulu, pasti bisa mengejar semua hal teknis yang sudah pernah saya tinggalkan maupun tertinggal.

Ini hanyalah hal kecil lainnya yang harus saya lalui… demi hal besar yang masih jauh didepan saya walaupun sudah terlihat dan hanya sejarak genggaman tangan.

Hidup saya hanyalah hidup titik titik, yang bergerak dari satu titik ke titik yang lain.

………………………………….. se-sederhana itu ………………………….

Cisco Router Password Recovery Procedure

Follow these steps in order to recover your password:

  • Attach a terminal or PC with terminal emulation to the console port of the router.

Use these terminal settings:

  • 9600 baud rate
  • No parity
  • 8 data bits
  • 1 stop bit
  • No flow control

Refer to these documents for information on how to cable and connect a terminal to the console port or the AUX port:

  • Cabling Guide for Console and AUX Ports
  • Connecting a Terminal to the Console Port on Catalyst Switches
  • Connect a Terminal to Catalyst 2948G−L3, 4908G−L3, and 4840G Series Switches
  • If you can access the router, type show version at the prompt, and record the configuration register setting. See Example of Password Recovery Procedure in order to view the output of a show version command

Note: The configuration register is usually set to 0x2102 or 0x102. If you can no longer access the router (because of a lost login or TACACS password), you can safely assume that your configuration register is set to 0x2102.

  • Use the power switch in order to turn off the router, and then turn the router back on.

Important Notes:

  • In order to simulate this step on a Cisco 6400, pull out and then plug in the Node Route Processor (NRP) or Node Switch Processor (NSP) card.
  • In order to simulate this step on a Cisco 6×00 with NI−2, pull out and then plug in the NI−2 card.
  • Press Break on the terminal keyboard within 60 seconds of power up in order to put the router into ROMMON. If the break sequence does not work, refer to Standard Break Key Sequence Combinations During Password Recovery for other key combinations.
  • Type confreg 0x2142 at the rommon 1> prompt in order to boot from Flash. This step bypasses the startup configuration where the passwords are stored.
  • Type reset at the rommon 2> prompt.

The router reboots, but ignores the saved configuration.

  • Type no after each setup question, or press Ctrl−C in order to skip the initial setup procedure.
  • Type enable at the Router> prompt.

You are in enable mode and should see the Router# prompt.

  • Type configure memory or copy startup−config running−config in order to copy the nonvolatile RAM (NVRAM) into memory.

Important: Do not type copy running−config startup−config or write. These commands erase your startup configuration.

  • Type show running−config.

The show running−config command shows the configuration of the router. In this configuration, the shutdown command appears under all interfaces, which indicates all interfaces are currently shut down. In addition, the passwords (enable password, enable secret, vty, console passwords) are in either an encrypted or unencrypted format. You can reuse unencrypted passwords. You must change encrypted passwords to a new password.

  • Type configure terminal.

The hostname(config)# prompt appears.

  • Type enable secret <password> in order to change the enable secret password.

For example: hostname(config)#enable secret cisco

  • Issue the no shutdown command on every interface that you use.

If you issue a show ip interface brief command, every interface that you want to use should display up up.

  • Type config−register <configuration_register_setting>. Where configuration_register_setting is either the value you recorded in step 2 or 0x2102 .

For example: hostname(config)#config−register 0x2102

  • Press Ctrl−z or end in order to leave the configuration mode.

The hostname# prompt appears.

  • Type write memory or copy running−config startup−config in order to commit the changes.

Source : http://www.cisco.com

Regards

SWD

Backup and Restore using TFTP server

Copying Configuration Files By Using TFTP

You can configure the switch by using configuration files you create, download from another switch, or download from a TFTP server. You can copy (upload) configuration files to a TFTP server for storage.

This section includes this information:

• Preparing to Download or Upload a Configuration File By Using TFTP

• Downloading the Configuration File By Using TFTP

• Uploading the Configuration File By Using TFTP

Preparing to Download or Upload a Configuration File By Using TFTP

Before you begin downloading or uploading a configuration file by using TFTP, do these tasks:

  • Ensure that the workstation acting as the TFTP server is properly configured. On a Sun workstation, make sure that the /etc/inetd.conf file contains this line: tftp dgram udp wait root /usr/etc/in.tftpd in.tftpd -p -s /tftpboot

Make sure that the /etc/services file contains this line: tftp 69/udp

Note You must restart the inetd daemon after modifying the /etc/inetd.conf and /etc/services files.

To restart the daemon, either stop the inetd process and restart it, or enter a fastboot command (on the SunOS 4.x) or a reboot command (on Solaris 2.x or SunOS 5.x). For more information on the TFTP daemon, refer to the documentation for your workstation.

  • Ensure that the switch has a route to the TFTP server. The switch and the TFTP server must be in the same subnetwork if you do not have a router to route traffic between subnets. Check connectivity to the TFTP server by using the ping command.
  • Ensure that the configuration file to be downloaded is in the correct directory on the TFTP server (usually /tftpboot on a UNIX workstation).
  • For download operations, ensure that the permissions on the file are set correctly. The permission on the file should be world-read.
  • Before uploading the configuration file, you might need to create an empty file on the TFTP server. To create an empty file, enter the touch filename command, where filename is the name of the file you will use when uploading it to the server.
  • During upload operations, if you are overwriting an existing file (including an empty file, if you had to create one) on the server, ensure that the permissions on the file are set correctly. Permissions on the file should be world-write.

Downloading the Configuration File By Using TFTP

To configure the switch by using a configuration file downloaded from a TFTP server, follow these steps:

Step 1 Copy the configuration file to the appropriate TFTP directory on the workstation.

Step 2 Verify that the TFTP server is properly configured by referring to the “Preparing to Download or Upload a Configuration File By Using TFTP”

Step 3 Log into the switch through the console port or a Telnet session.

Step 4 Download the configuration file from the TFTP server to configure the switch.

Specify the IP address or host name of the TFTP server and the name of the file to download.

Use one of these privileged EXEC commands:

  • copy tftp:[[[//location]/directory]/filename] system:running-config
  • copy tftp:[[[//location]/directory]/filename] nvram:startup-config

The configuration file downloads, and the commands are executed as the file is parsed line-by-line.

This example shows how to configure the software from the file tokyo-confg at IP address 172.16.2.155:

Switch# copy tftp://172.16.2.155/tokyo-confg system:running-config

Configure using tokyo-confg from 172.16.2.155? [confirm] y

Booting tokyo-confg from 172.16.2.155:!!! [OK – 874/16000 bytes]

Uploading the Configuration File By Using TFTP

To upload a configuration file from a switch to a TFTP server for storage, follow these steps:

Step 1 Verify that the TFTP server is properly configured by referring to the “Preparing to Download or Upload a Configuration File By Using TFTP” section on page B-10.

Step 2 Log into the switch through the console port or a Telnet session.

Step 3 Upload the switch configuration to the TFTP server. Specify the IP address or host name of the TFTP server and the destination filename.

Use one of these privileged EXEC commands:

  • copy system:running-config tftp:[[[//location]/directory]/filename]
  • copy nvram:startup-config tftp:[[[//location]/directory]/filename]

The file is uploaded to the TFTP server.

This example shows how to upload a configuration file from a switch to a TFTP server:

Switch# copy system:running-config tftp://172.16.2.155/tokyo-confg

Write file tokyo-confg on host 172.16.2.155? [confirm] y

Switch #Writing tokyo-confg!!! [OK]

Source : http://www.cisco.com

Regards

swd