Mama… kau wanita tangguh

Setiap ada kesempatan…

Saya selalu ingin mengajak dia mencoba makanan-makanan yang dia belum pernah coba atau yang paling dia suka (coklat, durian, dan eskrim), walaupun dia suka ngomel setelah itu karena menurut dia mahal sekali.

Saya tidak pernah menolak berapa pun uang yang dia butuhkan (sebisa saya memberikannya), walaupun dia tidak pernah meminta… tapi sering kali saya memaksa dia menerima.

Saya selalu memberikan uang saku, dan memberi dia kesempatan mengunjungi keluarganya di Riau dan Singapura, walaupun dia suka menghindar dengan alasan tidak ingin memberatkan finansial keluarga ku.

Saya selalu berusaha menyetok banyak makanan, baik cemilan maupun makanan kesukaan dia, minimal saya akan menyediakan coklat yang ada almond nya, setiap dia bisa pulang kerumah ku.

Saya melakukan semua itu bukan karena ingin dipuji, tapi karena mama ku itu sudah melalui kehidupan yang sangat terjal semenjak di tinggal (alm) papa.

Dia rela turun ke jalan, mengayuh sepeda butut selangkah demi selangkah, menjajakan susu kacang yang untung nya tidak seberapa. Dia pun rela makan seadanya, dulu saya sering mendapati dia hanya makan nasi putih dengan sayur kuah tanpa daging karena dia ingin berhemat, semua itu dia lakukan demi melihat saya dan adik saya berhasil menjadi sarjana.

Sekarang, saat nya giliran saya, berusaha membuat dia menuai hasil dari perjuangan dia yang tidak mudah itu, perjuangan yang sering mengurai air mata dia.

image

Kebetulan hari ini, bertepatan dengan menjelang Imlek, saya ajak dia jalan-jalan, menikmati makanan-makanan yang dia (mungkin) belum pernah coba.

Saya tidak perlu menjadi orang kaya untuk bisa melakukan itu semua. Hanya butuh sebuah hati dan keinginan untuk berusaha menyenangkan dia.

Mama… kamu wanita luar biasa. Saya akan melakukan apa saja sebisanya untuk membuat mu bahagia. Walaupun itu hanya hal sederhana, seperti merapikan kuku tangan dan kaki mu saat kau pulang ke rumah ku karena sudah panjang dan harus di potong.

Tuhan memberkati mu ma….