Opera (2)

Hari ini, iseng saya baca ulang tulisan-tulisan yang sudah pernah saya tulis beberapa tahun lalu dan tidak sengaja sampai ke artikel ini. Tulisan di link itu adalah tulisan yang saya tulis beberapa bulan setelah kepulangan saya dari Melbourne untuk migrasi yang pertama kali dulu yang berakhir dengan kegagalan, tulisan lawas ini kemudian membuat saya banyak sekali merenung di meja kerja saya, untung hari ini sedang “tidak begitu sibuk” ya… kalau ga kan berabe. Hidup ini memang seperti opera dan setiap manusia memiliki opera mereka sendiri. Kadang kita sering lupa dengan opera kita karena terlalu banyak melihat opera orang lain dan membandingkannya dengan siapa lagi kalau bukan opera kita sendiri sehingga membuat kita lupa untuk bersyukur. Saya secara pribadi sebetulnya sudah tidak begitu mengharapkan jika bisa kembali migrasi ke Australia untuk mengejar impian saya, selain karena tabungan saya yang sudah babak belur saat itu, saya juga punya beberapa alasan saat menimbang untuk merelakan PR yang sudah saya perjuangkan setengah mati. Siapa yang akan menyangka jika dalam waktu beberapa bulan dari tulisan di link itu, kemudian Tuhan memberikan kesempatan lain kepada saya untuk mengejar kembali impian saya ke tanah Kangguru yang sudah hampir saja saya relakan itu.

Hidup ini selalu penuh dengan teka-teki, tidak ada yang bisa menebak kemana arah hidup kita akan mengalir kemudian. Yang bisa kita lakukan hanyalah bermimpi, berdoa dan berusaha mengejarnya, tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Perjalanan yang saya miliki sampai hari ini, dengan segala pahit manis dan naik turun nya yang seperti roller coaster, masih sering membuat saya terkesima dengan kuasa Dia yang luar biasa. Saya benar-benar tidak pernah menyangka, terlebih dalam 10 tahun terakhir jika saya bisa benar-benar berada disini. Terlebih setelah kegagalan kami di 2015, yang hampir membuat saya menyerah dan melupakan impian saya untuk bisa menyekolahkan anak-anak saya di Australia dari mereka kecil. Impian terliar ini, yang pernah saya buat dalam hidup saya yang tidak hanya membutuhkan tekad tapi juga nyali yang tidak kecil membuat hidup saya benar-benar jungkir balik bagaikan roller coster dan benar-benar membuat hidup saya bergetar… menyadari sebesar itukah kuasa Tuhan saat Dia sudah berkehendak, benar-benar luar biasa… luar biasa…

Kami sudah hampir 3 tahun disini sekarang, dan sampai sekarang pun saya masih sering merasa tidak percaya dengan apa yang saya alami dan masih sering merasa tidak percaya jika ternyata apa yang saya impikan dan hanya berada dalam angan-angan ternyata bisa benar-benar terwujud. Anak-anak mulai bersekolah disini, kehidupan kami pun sudah stabil dan kualitas hidup yang kami miliki pun jauh melebihi yang kami miliki dulu. Entah bagaimana caranya semua ini terjadi, karena sepertinya semua ini terjadi begitu saja, mungkin inilah cara kehidupan bekerja dan mengejutkan kita jika kita tidak menyerah dalam berjuang. Apapun itu, saya hanya percaya jika semua berawal dari sebuah mimpi, karena jika ada sebuah impian baru bisa terwujud sebuah kenyataan. Perjalanan ini mengajarkan banyak hal kepada saya, terutama belajar untuk berserah, bersabar dan tidak putus asa saat mengejar sebuah impian.

Hidup memang bagaikan Opera… dan kita hanyalah salah satu aktor didalamnya, tidak ada yang bisa menebak kemana jalan cerita akan mengalir, yang bisa kita lakukan hanyalah bermimpi, berusaha dan berdoa. Terlepas dari semua itu, cibiran, kritik dan pendapat-pendapat yang membuat motivasi kita jatuh juga akan menjadi bagian perjalanan kita dalam mengejar impian. Jangan menyerah apalagi marah, tapi jadikan semua itu sebagai motivasi tambahan untuk membuktikan jika kita bisa, karena percayalah jika hidup itu kadang berjalan ke arah yang tidak bisa kita prediksi dan Tuhan selalu menjawab doa kita dengan cara Nya yang selalu elegan dan tidak tertebak. Lebih jauh dari itu, jangan pernah takut untuk melangkah dan mencoba karena perjalanan ribuan mil tetap harus dimulai dari langkah pertama.

Terimakasih Tuhan…. semua ini sungguh tidak terkira dan sungguh sangat berharga….

Gerah…

Judulnya nyeleneh ya hahaha…. tapi beneran ini saya sedang gerah, bukan gerah karena galau sih… tapi karena suhu panas kemarin siang sampai sore yang sampai 36 derajat, yang sebetulnya terjadi dalam beberapa hari, membuat malam ini udara menjadi panas dan gerah. Saat dingin saja saya sering terbangun dini hari apalagi saat gerah begini (alibi).

Karena ga bisa tidur, akhirnya saya jadi utak atik program excel di laptop tua saya yang sudah berumur diatas 7 tahun ini, memang sih dah mulai lambat tapi sejauh ini sih masih ok lah menurut saya, toh cuman dipakai buat rekam pembukuan dan dipakai anak pertama saya bikin presentasi buat show and share project dia di sekolah.

Nahh… bicara pembukuan ya itu tadi excel yang saya maksud, karena ga bisa tidur saya jadi iseng bikin format baru pembukuan keuangan keluarga saya karena kedepan ada beberapa pos yang harus saya highlight mengingat rumah mungil kami yang jauh disana sudah mulai dibangun bulan ini. Ini excel pembukuan sederhana sih, pakai rumus-rumus sederhana juga, ya setidaknya saya jadi tahu uang yang saya hasilkan keluar kemana saja, sebesar apa, dan proyeksi kedepan akan seperti apa. Cukup membantu apalagi saat saya harus mengadakan penghematan karena sedang ada rencana kedepannya, saya jadi punya gambaran dimana pos yang bisa saya coba tekan pengeluarannya. Maklum, karena kami tidak memiliki latar belakang yang butuh uang tinggal metik, ya ini salah satu cara saya merencanakan keuangan keluarga yang pas-pas-an agar masih bisa diusahakan memenuhi keinginan kami kedepannya hahaha….

Dah ah… saya mau balik lagi ke excel saya, toh bentar lagi jam 5 pagi jadi sudah tanggung buat tidur karena hari ini kami ada rencana mau melihat progres dari pembangunan rumah mungil kami.

Hari yang tidak akan terlupakan (3)

Dulu saya pernah menuliskan sebuah artikel mengenai hari-hari tidak terlupakan dalam hidup saya disini. Yang juga merupakan kelanjutan dari artikel pertama yang bisa kalian dapatkan didalam link tersebut tadi.
Untuk tanggal dari 25 Desember 1980 sampai 7 Mei 2015 bisa kalian baca di link sebelumnya, jadi saya akan melanjutkan tanggalannya dengan tanggal setelah itu 🙂

07 September 2015 – Kami akhirnya berangkat migrasi ke Melbourne.

06 Desember 2015 – Kami, dengan berat hati akhirnya memutuskan jika kami tidak bisa melanjutkan perjalanan kami lebih jauh lagi karena satu dan lain hal. Kami pulang ke Jakarta pada hari ini.

14 Desember 2015 – Saya mulai bekerja di salah satu perusahaan systems integrator terbaik yang pernah saya temui di Jakarta.

15 Oktober 2016 – Saya menerima sakramen Krisma (Penguatan), akhirnya janji yang saya buat saat nikah terpenuhi.

30 Desember 2016 – Saya menerima kontrak kerja dari Melbourne, yeayy… proses mengejar mimpi bisa dilanjutkan lagi.

30 Januari 2017 – Saya pamit kepada team dan semua kawan saya di kantor karena ini adalah hari terakhir saya bekerja di perusahaan hebat ini.

01 February 2017 – Kami berangkat lagi menuju Melbourne 🙂

16 Mei 2017 – Akhirnya saya mendapatkan SIM Australia dan sah bisa mengemudi kendaraan roda empat di Melbourne.

24 Juni 2017 – Di hari ini kami memutuskan untuk melakukan down payment untuk sebidang tanah yang kami inginkan di belahan sebelah barat dari Melbourne.

26 September 2018 – Di hari yang satu ini, akhirnya saya bisa mengenapi salah satu janji yang dulu sempat saya ucapkan pada diri saat melamar istri saya, jika suatu hari saya harus bisa membelikan sebuah cincin tunangan untuk mengganti cincin lamaran yang tidak mampu saya beli saat melamar istri saya.

31 Mei 2019 – Akhirnya setelah penantian panjang, tanah kami titled juga horee…

26 September 2019 – Kami merayakan 10 tahun pernikahan, yeahhh… sudah 10 tahun aja ya… 🙂

23 Oktober 2019 – Rumah kami mulai dibangun, ga sabar pengen cepet-cepet selesai hahaha…

===

Tuhan sungguh baik… kami terutama saya sungguh diberkati oleh-Nya. Memang kejadian di tanggalan yang saya simpen itu ga selalu bagus semua, tapi itulah yang namanya hidup, selalu ada naik dan turun, dan yang paling penting adalah kita mau belajar dari setiap kejadian yang terjadi terlepas dari enak tidak enaknya, maupun bagus tidak bagusnya, karena belajar itu tentang bagaimana kita mengembangkan diri kita, melatih diri kita agar bisa menjadi lebih baik dan saya percaya semua kejadian memiliki artinya sendiri dan bisa membantu kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik setiap waktunya jika kita mau belajar darinya.

Pesan Terselubung

Beberapa minggu ini saat saya coba baca-baca ulang lagi semua tulisan yang pernah saya tulis disini, mata saya terpaku pada beberapa artikel yang berisi 1 kalimat tentang pesan dibalik peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu antara kami mulai migrasi yang pertama, lalu kami harus pulang lagi dan kemudian kami bisa mencoba migrasi lagi yang kedua kalinya. Bacaan itu membuat saya kemudian merenung lama dan mencoba menggali lebih dalam kedalam ingatan saya yang pas-pas-an ini untuk mencari tahu dan berusaha merasakan pesan terselubung yang secara tidak sengaja mulai saya lupakan tersebut.

Setelah lama merenung, saya menyadari hal pertama yaitu mengenai kesempatan saya mengenal kawan-kawan baru, memang sih saya mungkin tidak perlu mengalami proses tersebut hanya untuk mengenal kawan-kawan baru, tapi disini saya sulit menjelaskan semua alasan dibalik ini, yang bisa saya rasakan hanyalah jika peristiwa itu tidak terjadi mungkin saya tidak akan beranjak dari tempat saya dan memiliki kesempatan bekerja di salah satu perusahaan system integrator terbaik dan mengenal team luar biasa didalamnya. Selain itu, saya juga memiliki kesempatan mengenal banyak orang baru lainnya sepanjang proses itu terjadi, dan banyak di antara mereka masih keep contact dengan saya sampai hari ini. Mendapatkan kawan baru itu sebuah anugrah karena menambahkan orang-orang luar biasa dalam kehidupan kita.

Hal kedua yang saya sadari adalah sakramen krisma, jujur saja sih… kalau kemaren itu saya tidak gagal lalu pulang, mungkin sampai sekarang saya masih belum menuntaskan sakramen krisma yang merupakan salah satu janji saya kepada Romo saat akan menerima sakramen nikah di gereja. Kepulangan saya memimpin langkah saya ke perusahaan baru yang saya sebutkan sebelumnya, yang kemudian membuat saya mengenal 1 orang yang kemudian secara tidak sengaja menarik saya ikut persiapan sakramen krisma yang saat itu dilakukan setiap kamis malam di gereja. Tuhan sungguh luar biasa ya saat bekerja dan berkarya atas diri kita, sesuatu yang benar-benar berada diluar pemikiran saya dan sampai saat ini pun tetap membuat saya terkagum-kagum dengan prosesnya.

Hal berikutnya yang saya sadari adalah belajar hal baru, kepulangan saya saat gagal migrasi yang pertama kali memimpin langkah saya menjadi bagian dari perusahaan tersebut diatas, ini juga sebuah proses yang tidak terpikirkan oleh saya karena kesempatan ini selain membuat saya mengenal banyak orang-orang hebat juga membuat saya belajar banyak hal baru termasuk salah satunya ilmu manajerial. Saya mendapatkan banyak sekali ilmu manajerial justru di perusahaan terakhir di Jakarta sebelum saya mencoba migrasi lagi untuk kedua kalinya, padahal saya hanya 1 tahun 1 bulan loh di posisi manajer, luar biasa ya jika kita berada ditengah-tengah orang hebat maka dengan sendirinya kita pun akan terbawa arus, yang perlu kita lakukan hanyalah menjadi spons dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

Satu hal lain yang juga berada dibalik pesan ini adalah Tuhan mau saya belajar untuk sabar, pasrah dan bersyukur. Ini ga gampang loh… terutama saat saya gagal dan pulang saat itu, pikiran dan hati saya bertanya-tanya untuk waktu yang lama mengenai semua kejadian yang terjadi begitu beruntun dalam kehidupan saya saat itu dan masih tidak menemukan jawaban yang bisa menjawab semuanya. Jawaban yang kemudian datang saat satu per satu peristiwa setelah nya sudah terjadi dan membuat saya sadar. Bagaimana saya tidak mencari-cari jawaban atas semua yang terjadi saat itu, keadaan kami yang hampir mustahil mendapatkan visa PR yang kemudian secara mukjizat bisa kami dapatkan tapi kemudian berakhir dengan gagal migrasi tentunya membuat saya bertanya-tanya ada apa dibalik semua itu. Pada akhirnya kemudian saya menyadari jika saya bukan digagalkan langkahnya, tapi sedang diuji untuk hal lainnya dan sedang diarahkan untuk melakukan hal lainnya terlebih dahulu, hal-hal yang kemudian sangat banyak menolong saya saat migrasi lagi untuk kedua kalinya ke Australia.

Saat ini, keadaan kami terutama saya sudah jauh lebih baik. Anak-anak dan istri sih sudah betah dari lama ya, yang menjadi masalah malahan saya sendiri karena mengalami culture shock yang cukup parah saat itu. Tapi sekarang semua sudah membaik, culture shock saya bisa dibilang sudah hampir 100% sembuh dan hilang. Ternyata apa yang dikatakan orang-orang yang sudah merantau duluan ke Negara lain ada benarnya, culture shock itu umumnya akan berlangsung selama 2 tahun dan setelah itu akan sembuh dengan sendirinya. Yang setengah mati itu adalah melawan culture shock itu sendiri karena orang-orang sekitar kita tidak bisa berbuat banyak untuk membantu selain memberikan semangat dan pendampingan karena semua harus dilawan dari diri kita sendiri, dan saya berhasil melawannya walaupun hampir gila juga awalnya hahaha….

Selamat memasuki bulan November kawan… bulan yang sudah semakin mendekatkan kita semua ke penghujung tahun….