(Jam) Satu Malam

Entah apa yang ada di pikiran saya saat ini. Satu malam terjaga lagi… mungkin karena reflek ya, karena ada 1 jaringan yang menghubungkan 2 tempat sedang bermasalah, tapi itu juga bukan jawaban kan… toh saya sudah memasukan script kedalam perangkat plus mengoptimalkan solarwinds (semacam software monitoring) agar memberikan alert saat link nya jatuh.

Atau… karena proyek besar nan njelimet sudah mulai… atau… karena posisi fixed term nya sudah ditutup dan sekarang masuk ke tahap screening… entahlah…

Yang pasti, saya tetap berusaha membuat segala kemungkinan terbuka, dan menyerahkan semuanya ke tangan Dia.

(Jam) Satu malam, ditemani Melbourne Bitter yang tidak sengaja terambil saat akan mengambil Carlton Draught karena sama-sama merah tapi lebih mahal (soalnya kemaren mau ambil CD gegara diskon nya) saya mencoba untuk mengumpulkan semua berkat yang saya miliki begitu juga pelajaran yang sudah mampir dalam perjalanan saya selama hampir 1 tahun terakhir ini, karena…

Dalam sekejap mata kita akan berganti tahun, dan… seperti yang biasa saya lakukan, melakukan ringkasan singkat nan padat mengenai rasa syukur yang memang sudah seharusnya saya panjatkan untuk satu tahun yang berlalu.

Harapan tetap terjaga untuk semua yang baik dan lancar (tentunya).

Mungkin sekarang saatnya mencoba untuk memejamkan mata lagi, mencoba mengambil sela waktu istirahat diantara satu dua tarikan napas ini.

Terimakasih Tuhan, untuk kehidupan yang penuh tantangan sekaligus berkat ini, saya benar-benar terdorong hingga ke batas yang sebetulnya masih bisa didorong lebih lagi dalam penyertaan Mu, walaupun rasanya pasti tidak nyaman.

Tapi… apakah akan ada pertumbuhan dalam zona nyaman?

Advertisements