Nah…

Nah… akhirnya kami bertemu setelah panjang kali lebar ngobrol di telepon selama setahun belakangan ini. Yang dibahas? Banyak, saya tukar pikir masalah migrasi dan lain sebagainya plus bagaimana hidup disini agar Albert ga kaget, plus bagaimana mengurus ini dan itu agar dia ada gambaran. Dia, membantu saya dari sisi teknis yang dia jauh lebih bagus dari saya tentunya.

Hari ini, albert ada tugas ke Melbourne dan kami pun janjian kopdar gan hahaha… dan masing-masing kenyang menyantap setengah porsi iga B2 plus 2 pitcher Bir yang lagi promo.

Puas bertukar obrolan dan perut kenyang kami pun pamit satu dengan lainnya.

Tuhan sungguh baik, dan banyak dari rencana Dia yang tidak kita duga ya…

Advertisements

Akhirnya Titled

Yeahh…. akhirnya kami mendapatkan berita yang sudah kami tunggu selama 2 tahun, tanah yang kami beli titled!

Dan saya juga sudah ditelpon conveyancer kami dan dipertegas oleh pihak developer sendiri.

Berita ini pun langsung kami teruskan ke builder yang sudah kami pilih 2 tahun lalu agar mereka bisa segera menyiapkan segala sesuatu nya untuk bisa mulai membangun rumah mungil kami.

Semoga semua lancar yaaa… sudah ga sabar kami ingin memiliki tempat tinggal permanen agar ga pusing pindah-pindah alamat setiap masa sewa tidak diperpanjang oleh yang punya.

Dokumen pun langsung minta disiapkan oleh mortgage broker yang kami pilih dan minta di legalisir. Duh, beruntung kami berada di Australia yang sudah lebih tertib dan rapi, kalau di Jakarta di hari sabtu tiba-tiba minta dokumen terlegalisir sih bisa-bisa habis uang menyan banyak secara disana apa-apa dibuat drama serumit mungkin.

Disini, saya hanya perlu membawa dokumen asli ke Officeworks lalu fotocopy, dan bawa keduanya ke kantor pos mana saja dan minta di legalisir dokumen fotocopy dengan menunjukan dokumen asli dan biaya legalisir nya gratis hahaha… ga sampai 30 menit semua beres sudah termasuk waktu perjalanan karena disini kan ga macet juga.

Habis makan siang rencana nya kami ingin menengok tanah kami untuk melihat apakah siap atau tidak untuk dipindah-namakan, dan setelahnya akan menemui kawan di city disaat makan malam yang kebetulan datang dari Indonesia dan Singapura hari ini.

Sukses?

Oii… wah… sudah sukses ya lu sekarang!

Well, kalimat itu sering saya jumpai jika sedang terlibat chat “seru” dengan beberapa handai taulan.

Ga aneh sebenarnya, karena typical manusia yang sering kali melihat sebuah kesuksesan itu hanya dari kacamata yang ingin mereka lihat (termasuk saya hahaha…)

Apa sih sebenarnya ukuran sebuah kesuksesan?

Nah, ini adalah pertanyaan yang sulit sekali dijawab atau dicari jawabannya. Kenapa? karena ukuran sukses setiap orang itu beda-beda bro… ada yang menganggap kalau punya bisnis besar itu bisa disebut sukses, ada yang menganggap kalau anaknya bisa lulus dari Harvard adalah sukses, ada juga yang sekadar bisa beramal itu sudah sukses.

Jadi, apa itu sukses sebenarnya?

Oke, jika menurut saya, sukses adalah saat kamu berani keluar dari zona nyaman dan mengejar impian kamu dan kamu berhasil meraih nya. Nah, itu sukses menurut saya.

Hasilnya? bisa macam-macam, tergantung apa yang jadi ukuran impian kamu? materi kah, kualitas hidup kah (ini saja masih banyak cabang nya hahaha…), atau yang lain kah.

Jadi lu sudah mencapai impian?

Mencapai impian? hemm… ini sudah dijawab, jika dibilang sudah atau belum, jawabannya ya pasti sudah, toh impian saya banyak walaupun saya kere ya hahaha… tapi kalau dibilang sudah tercapai semua, ya belum sih… karena ga nyeni banget kalau sudah tercapai semua, trus sisa hidup nya buat apa donk? jalanin saja gitu? waduh… saya cepat bosan kalau harus begitu, jadi saya sering bikin impian baru (halah…. sombong nya keluar… hahaha….), eh tapi bener… impian kan ga perlu wah… seperti misalnya pengen bangun menara eipel…. halah…. cukup bisa menjaga kehidupan cinta kamu se-romantis menara eipel itu sudah lebih dari cukup hahaha… walaupun itu ga mudah…

Atau, belajarlah bersyukur, bersyukur masih sehat, nah…. itu penting loh… karena kesehatan ga bisa dibeli pakai apapun! tapi bisa kita jaga. Dan…. lebih jauh lagi jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini, karena pada dasar nya bukan kuantitas yang kita miliki yang membuat kita bahagia tapi kuantitas bersyukur kita yang bikin kita bahagia kan.

Eh… bener ga sih nulis kuantitas nya???

Ah… sudahlah, syukuri saja masih bisa nge-blog walaupun dilakukan mendekati jam 1 malam hahaha….

Yuk kita tidur….

Bentar lagi

Hore… bentar lagi tanah kami title, yang artinya sudah bisa settlement dan dipindah namakan ke kami dan rumah mungilnya bisa mulai dibangun.

Hari ini juga baru dapet kabar dari mortgage broker kami kalau evaluasi Bank terhadap tanah kami bagus, dan kemungkinan aplikasi pinjaman kami disetujui cukup bagus juga.

Lega deh dengernya karena kalau sampai kami gagal mendapatkan pinjaman Bank artinya kami bisa saja kehilangan seluruh down payment kami hikss… (amit-amit jangan sampai ya…)

Entah kenapa saya belakangan ini sering banget terjaga di jam 2 pagi. Jam biologis saya kayanya mulai ngaco lagi deh… biasanya sih karena saya sedang ada yang dipikirin, mungkin iya juga sih, soalnya beberapa hari atau minggu lalu sempat ada drama yang cukup menguras tenaga karena saya dihadapkan pada keputusan akan mengambil tawaran pekerjaan yang menggiurkan atau mengutamakan rumah yang sebentar lagi harus masuk proses Bank untuk pinjaman sehingga tawaran itu harus di drop.

Dua hal ini datang hampir bersamaan dan ingin saya dapatkan keduanya jika bisa, terus terang sangat menguras tenaga dan pikiran saya karena kawatir dengan aplikasi Bank kami. Karena begitu saya pindah kerjaan, semua harus di submit ulang lagi dengan kondisi kerjaan baru dan butuh waktu proses nya, sedangkan tanah bentar lagi title kan, kalau sampai delay aplikasi Bank nya bisa-bisa kami masuk kategori gagal bayar dan pembelian kami di batalkan yang artinya down payment bisa saja melayang.

Akhirnya setelah ditimbang cukup keras, saya merelakan tawaran itu melambaikan tangan kepada saya hiks…. kecewa sih karena entah kenapa saya merasa tawaran yang satu ini cukup nge-klik sama apa yang mau saya kejar. Jarang-jarang loh saya bisa punya intuisi seperti ini selama di Australia.

Ya sudahlah, toh semua ada waktunya. Tuhan lebih tahu kapan waktu yang tepat dan kita hanya perlu percaya dan berserah. Pekerjaan yang sekarang sebetulnya enak, posisi senior, jam kerja 7 jam perhari sudah termasuk jam istirahat 1 jam. Sistemnya memang acak kadut tapi cukup reliable yang artinya kerja di weekend dan after hours hampir tidak pernah terjadi. Hanya saja untuk jangka panjang sepertinya kok kurang gimana gitu hehehe…

Ga terasa ketik punya ketik jam sudah mau jam 4 pagi. Suhu juga sedang turun karena sudah mendekati musim dingin, dan ini mata ga ngantuk-ngantuk juga, haduhh… mana wine sudah abis hahaha… udah ah… mau coba rebahan lagi sambil ngebayangin itu taman kalau rumahnya sudah beres ntar mau diapain soalnya mau coba saya kerjakan sendiri (itung-itung belajar jadi garderner hehehe…), siapa tau jadi ngantuk kan ya.