Berat… tapi harus…

Minggu ini, melewati hari-hari yang berat… karena saya mulai memberitahu satu per satu kawan-kawan saya mengenai hari terakhir saya berkarya di perusahaan sekarang ini. Kepulangan saya akhir 2015 membuat saya mengenal tempat kerja yang hebat ini, yang penuh dengan orang-orang hebat dan memiliki team yang hebat.

Terasa berat saat harus memberitahu jika saya pamit dan akhir bulan akan menjadi hari terakhir saya bekerja.

Tapi harus, ya… ini harus saya ambil dan jalani. Setiap pagi saya meminta kepada-Nya, di setiap Novena saya memohon ditunjukan jalan, dan sekarang semua dibuka didepan saya dengan cara yang sangat elegan dan tidak terduga.

Dia, mengirimkan orang-orang baik yang sudah memberikan kesempatan kepada saya, dan sangat membantu proses relokasi saya. Yang… terus terang tidak pernah terlintas di kepala saya jika sebuah pekerjaan dengan posisi permanent akan saya dapatkan di bulan Desember, bulan penuh liburan dan sepi lowongan kerja. Dan 2 hal yang bikin lebih keren dan hebat lagi adalah final kontrak terjadi di 30 Desember 2016, hari terakhir 2016, hari yang akan saya kenang sepanjang nafas saya dan posisi saya berada di Jakarta. Tuhan, Kau sungguh luar biasa… benar-benar tidak ada yang mustahil bagi-Mu jika Kau sudah berkehendak…

Sekarang, saya kembali seperti 2015 lalu, mengulang proses persiapan yang sudah lebih terbiasa karena sudah pernah. Dan tentunya, sudah lebih pengalaman dalam menyortir barang hahaha…

Kali ini, saya lebih yakin, dengan semua proses yang terjadi dan pekerjaan yang sudah ada di tangan, saya yakin kali ini akan berhasil bertahan, dan harus bisa bertahan disana demi kedua anak saya.

Demi mewujudkan impian sederhana saya, seorang bapak yang hanya memiliki sepetak tekad untuk bisa memberikan pendidikan terbaik bagi kedua anaknya di benua selatan sana.

Kali ini pasti bisa.

Happy New Year !!!

Happy New Year… membuka tahun dengan secangkir kopi dan sebuah tulisan.

Setelah semalam berkumpul bersama keluarga besar dari pihak istri, bercengkerama, ngobrol sana sini sambil menikmati wagyu maknyuss yang dipanggang langsung oleh penjualnya, chef keren bernama Pascal Misnan (lihat yang kepala nya ada kain 🙂 , tertarik untuk mencoba wagyu nya yang sangat terjangkau itu? langsung klik saja di nama dia untuk menuju page facebook Pascal )

bakar-wagyu

Sebuah kehangatan yang sangat memanusiakan kita ditengah gempuran teknologi yang kian membuat kita menjadi robot dari hari ke hari. Kami lalu pamit sebelum malam pergantian tahun baru dimulai karena kedua anak kami sudah mulai mengantuk dan kecapean. Sebelum kami pulang, sebuah foto keluarga yang hampir komplit pun diabadikan dalam beberapa ponsel.

15781767_10154438116513541_2922089390085313408_n

Dan di foto itu belum semua berkumpul lohh… ada yang keluar kota, ada yang sedang berhalangan dsb, kebayang kan rame nya kalau semua datang hahaha…

Pagi ini, saya bangun dengan sebuah semangat baru dan dengan sebuah harapan baru. Saya menatap yakin kedepan, ke bulan-bulan berikutnya yang akan saya lalui. Kali ini, ada sebuah keyakinan yang tidak dapat saya jelaskan, keyakinan yang timbul karena sebuah kepasrahan dan percaya kepada-Nya. Dalam doa, saya meminta agar kami dijaga dan dibimbing sampai apa yang menjadi impian saya bagi anak-anak saya bisa terwujud.

Jika saya memikirkan lagi apa yang sudah berlalu, sebetulnya saya malu kepada Tuhan. Begitu banyak pertanyaan dan ketidakpercayaan yang saya lontarkan dalam doa kepada Dia, yang dijawab dengan begitu elegannya dan tidak terduganya. Dia… membalikan semua pemikiran saya yang mengatakan hal ini mustahil, dengan benar-benar dibuat terjadi oleh-Nya. Sebuah tamparan keras bagi iman saya, untuk bisa lebih percaya dengan-Nya, dengan rencana-Nya, dan dengan waktu-Nya.

Dan Dia… mengirimkan begitu banyak orang-orang baik disekeliling saya, membantu saya selangkah demi selangkah melewati terjal dan liku yang semakin sempit dan tidak terduga ini, sampai menjadi sebuah jalan yang menunjukan sebuah titik cahaya yang sekarang semakin terang.

Hari ini, hari pertama 2017, saya buka dengan sebuah Doa dan renungan, kemudian saya lanjutkan dengan menyusun rencana untuk menyongsong hari-hari penuh berkat dan tantangan didepan.

Sebuah perjalanan yang tentu akan saya sarikan semampu saya dilembaran blog ini seperti yang sudah-sudah.

Saya melihat sebuah cahaya harapan dan berusaha menuju kesana bagi kedua anak saya, dengan didampingi oleh seorang wanita yang kuat yaitu istri saya dan dilengkapi dengan sebuah doa.

Selamat menyongsong 2017 !!!

Natal kesekian…

Natal… hari dimana kita semakin mendekati akhir tahun, dan bersiap menyambut tahun baru.

Tahun ini, begitu banyak hal yang datang dan pergi… dan yang paling membuat sedih adalah kepergian 3 orang kawan yang masih sebaya dengan saya. 1 orang adalah kawan di kantor saya yang dulu, 1 adalah kawan di kantor saya yang baru, dan 1 adalah kawan kuliah saya dulu. Dan yang lebih membuat sedih adalah anak-anak mereka masih kecil-kecil bahkan masih balita.

Hidup manusia itu… begitu rentan dan rapuh… Dia yang maha segalanya, yang begitu berkuasanya, selalu memiliki rencana-rencana yang penuh dengan misteri-misteri tidak terpecahkan oleh otak manusia kita yang tidak terbatas ini.

Di sisi lain, saya juga mengalami beberapa kejadian bahagia. Akhirnya saya menerima sakramen krisma, sakramen yang menjadi hutang saya selama 7 tahun, ahh… lamanya saya berhutang, untung Tuhan yang saya percaya tidak hitung-hitungan bunga, kalau tidak entah bagaimana saya melunasinya. Lalu ada juga kesempatan tidak terduga datang, walaupun tidak berakhir sesuai keinginan, tapi sudah cukup senang masih bisa mendapatkan kesempatan langka itu.

Selain itu, akhirnya… setelah kenal istri saya selama 14 tahun, untuk pertama kalinya dalam hubungan kami, saya berhasil membuatkan sebuah surprise yang cukup membuat dia heboh, ada rasa senang juga setelah apa yang sudah dia lakukan dan korbankan, saya bisa memberikan sesuatu yang membuat dia ceria selain cincin kawin yang proses melamarnya tidak dengan bunga cantik, atau makan malam romantis, atau dalam suasana liburan yang menyenangkan, bukan… tapi… mengunakan… 1 pesan singkat yang saya ketik di HP jadul saya Nokia 3210, dengan modal Rp. 350.- saya menanyakan “eh, yank, kita merid yuk… mau ga?”

Untung dijawab mau hahaha…. makasih loh ya… lega dehh… eh sekarang sudah 2 buntut… hehehe…

Oke… balik ke Natal, di setiap tahun nya, di hari Natal, saya selalu berusaha untuk instropeksi diri. Berusaha untuk menelaah dan mengukur diri sudah sejauh mana saya melakukan hal-hal baik maupun buruk, dan harus bagaimana kedepannya agar bisa lebih baik lagi. Begitupun Natal tahun ini, saya berusaha untuk menyaring hal-hal baik yang sudah saya lakukan, mengambil pelajaran dan hikmah dari hal-hal buruk yang sudah terlanjur saya lakukan, sambil berusaha menjaga impian-impian yang ingin saya jaga dan kejar.

Tuhan punya rencana yang lebih besar dan baik untuk saya. Setidaknya, saya masih diberi kesempatan untuk belajar bersyukur. Masih diberi kesempatan memiliki keluarga yang sehat, masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup yang baik dan berkecukupan.

Dan minggu terakhir sebelum Natal, saya mendapatkan sebuah titik cahaya yang cukup terang, semoga terang ini bisa semakin jelas. Jika terjadi, maka ini adalah mukjizat yang kesekian kalinya terjadi atas diri saya karena terjadi diwaktu yang hampir mustahil. Tapi…

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil selama kita percaya 🙂

Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Natal 2016 kepada keluarga, teman dan pembaca blog ini. Semoga damai beserta kalian.


Source Picture : http://timer.onlineclock.net/bg/christmas/christmas-timer.jpg

A Christmas Gift

Beberapa minggu ini saya tiba-tiba kepikiran untuk memberikan hadiah untuk istri saya. Kenapa tiba-tiba karena memang saya tidak terbiasa melakukan hal seperti itu hahaha… kalau kata istri saya “dasar manusia tidak romantis”

Setelah mencari-cari ide mau kasih hadiah apaan ke istri, kebetulan sempat terlontar 1 keinginan istri yang disampaikan sambil becanda. Dari sana langsung saya diskusi dengan orang yang saya anggap lebih ngerti mengenai hal yang akan saya berikan itu yang tidak lain adalah adik istri saya sendiri.

Penyusunan skenario pun dimulai, dari mencari model yang masih populer sampai ke bentuk, warna, dan style yang memang masuk dengan istri saya (yang ternyata lebih ngerti adiknya daripada saya hahaha…) tapi ga papa… jadi kan adik ipar ada gunanya kalau begitu hihihi…

Tadinya hadiah ini mau dikasih pas mendekati natal, dengan asumsi barang butuh waktu sampai 2 minggu pengiriman, ternyata dalam beberapa hari sudah sampai hahaha… kemudian saya minta adik ipar saya mengecek keaslian, model, warna dan semuanya apakah sudah sesuai dengan harga yang dibayarkan saat itu, karena memang atas nama pembelian melalui adik ipar saya, langsung berpikir untuk mencari spot di rumah yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian sementara hadiah ini. Ya… karena memang rumahnya kecil dan tempat tidak banyak, jadi saya putuskan kasih sekarang saja deh… nanti kan tinggal saya tambahkan kata-kata early ditag-line nya. Tadaa… jadilah seperti gambar dibawah ini…

wp-image-912328409jpg.jpeg

Hadiah ini dibungkus saat saya mengambil barangnya di rumah mertua saya, agar tidak ketahuan saya bungkus didalam mobil sambil bermandi keringat, panasnya itu loh…

Nah… untuk yang penasaran isinya apaan, bisa dilihat di IG istri saya (@lynne1783) hehehe…

1 hal yang pasti saya bersyukur kepada Nya, karena mencukupi kami sampai hari ini.

Selamat Natal istri ku, jadilah terang dan kehangatan dalam keluarga dan rumah mungil kita.