Natal kesekian…

Natal… hari dimana kita semakin mendekati akhir tahun, dan bersiap menyambut tahun baru.

Tahun ini, begitu banyak hal yang datang dan pergi… dan yang paling membuat sedih adalah kepergian 3 orang kawan yang masih sebaya dengan saya. 1 orang adalah kawan di kantor saya yang dulu, 1 adalah kawan di kantor saya yang baru, dan 1 adalah kawan kuliah saya dulu. Dan yang lebih membuat sedih adalah anak-anak mereka masih kecil-kecil bahkan masih balita.

Hidup manusia itu… begitu rentan dan rapuh… Dia yang maha segalanya, yang begitu berkuasanya, selalu memiliki rencana-rencana yang penuh dengan misteri-misteri tidak terpecahkan oleh otak manusia kita yang tidak terbatas ini.

Di sisi lain, saya juga mengalami beberapa kejadian bahagia. Akhirnya saya menerima sakramen krisma, sakramen yang menjadi hutang saya selama 7 tahun, ahh… lamanya saya berhutang, untung Tuhan yang saya percaya tidak hitung-hitungan bunga, kalau tidak entah bagaimana saya melunasinya. Lalu ada juga kesempatan tidak terduga datang, walaupun tidak berakhir sesuai keinginan, tapi sudah cukup senang masih bisa mendapatkan kesempatan langka itu.

Selain itu, akhirnya… setelah kenal istri saya selama 14 tahun, untuk pertama kalinya dalam hubungan kami, saya berhasil membuatkan sebuah surprise yang cukup membuat dia heboh, ada rasa senang juga setelah apa yang sudah dia lakukan dan korbankan, saya bisa memberikan sesuatu yang membuat dia ceria selain cincin kawin yang proses melamarnya tidak dengan bunga cantik, atau makan malam romantis, atau dalam suasana liburan yang menyenangkan, bukan… tapi… mengunakan… 1 pesan singkat yang saya ketik di HP jadul saya Nokia 3210, dengan modal Rp. 350.- saya menanyakan “eh, yank, kita merid yuk… mau ga?”

Untung dijawab mau hahaha…. makasih loh ya… lega dehh… eh sekarang sudah 2 buntut… hehehe…

Oke… balik ke Natal, di setiap tahun nya, di hari Natal, saya selalu berusaha untuk instropeksi diri. Berusaha untuk menelaah dan mengukur diri sudah sejauh mana saya melakukan hal-hal baik maupun buruk, dan harus bagaimana kedepannya agar bisa lebih baik lagi. Begitupun Natal tahun ini, saya berusaha untuk menyaring hal-hal baik yang sudah saya lakukan, mengambil pelajaran dan hikmah dari hal-hal buruk yang sudah terlanjur saya lakukan, sambil berusaha menjaga impian-impian yang ingin saya jaga dan kejar.

Tuhan punya rencana yang lebih besar dan baik untuk saya. Setidaknya, saya masih diberi kesempatan untuk belajar bersyukur. Masih diberi kesempatan memiliki keluarga yang sehat, masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup yang baik dan berkecukupan.

Dan minggu terakhir sebelum Natal, saya mendapatkan sebuah titik cahaya yang cukup terang, semoga terang ini bisa semakin jelas. Jika terjadi, maka ini adalah mukjizat yang kesekian kalinya terjadi atas diri saya karena terjadi diwaktu yang hampir mustahil. Tapi…

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil selama kita percaya 🙂

Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Natal 2016 kepada keluarga, teman dan pembaca blog ini. Semoga damai beserta kalian.


Source Picture : http://timer.onlineclock.net/bg/christmas/christmas-timer.jpg

Advertisements

A Christmas Gift

Beberapa minggu ini saya tiba-tiba kepikiran untuk memberikan hadiah untuk istri saya. Kenapa tiba-tiba karena memang saya tidak terbiasa melakukan hal seperti itu hahaha… kalau kata istri saya “dasar manusia tidak romantis”

Setelah mencari-cari ide mau kasih hadiah apaan ke istri, kebetulan sempat terlontar 1 keinginan istri yang disampaikan sambil becanda. Dari sana langsung saya diskusi dengan orang yang saya anggap lebih ngerti mengenai hal yang akan saya berikan itu yang tidak lain adalah adik istri saya sendiri.

Penyusunan skenario pun dimulai, dari mencari model yang masih populer sampai ke bentuk, warna, dan style yang memang masuk dengan istri saya (yang ternyata lebih ngerti adiknya daripada saya hahaha…) tapi ga papa… jadi kan adik ipar ada gunanya kalau begitu hihihi…

Tadinya hadiah ini mau dikasih pas mendekati natal, dengan asumsi barang butuh waktu sampai 2 minggu pengiriman, ternyata dalam beberapa hari sudah sampai hahaha… kemudian saya minta adik ipar saya mengecek keaslian, model, warna dan semuanya apakah sudah sesuai dengan harga yang dibayarkan saat itu, karena memang atas nama pembelian melalui adik ipar saya, langsung berpikir untuk mencari spot di rumah yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian sementara hadiah ini. Ya… karena memang rumahnya kecil dan tempat tidak banyak, jadi saya putuskan kasih sekarang saja deh… nanti kan tinggal saya tambahkan kata-kata early ditag-line nya. Tadaa… jadilah seperti gambar dibawah ini…

wp-image-912328409jpg.jpeg

Hadiah ini dibungkus saat saya mengambil barangnya di rumah mertua saya, agar tidak ketahuan saya bungkus didalam mobil sambil bermandi keringat, panasnya itu loh…

Nah… untuk yang penasaran isinya apaan, bisa dilihat di IG istri saya (@lynne1783) hehehe…

1 hal yang pasti saya bersyukur kepada Nya, karena mencukupi kami sampai hari ini.

Selamat Natal istri ku, jadilah terang dan kehangatan dalam keluarga dan rumah mungil kita.

Sejarak Pandang

Natal… tinggal sejarak pandang.

Saat-saat yang begitu dinantikan juga masuk dalam permenungan.

Natal… hari yang damai, dan memberi warna lain dalam kehidupan saya.

Begitu banyak impian yang ingin saya capai, di sela begitu banyak natal yang berlari kebelakang meninggalkan hal-hal yang remang-remang.

Pernah beberapa kali saya berkata kepada istri saya, sebelum mata ini tertutup untuk menghadap Nya, saya ingin mengalami white christmas agar bisa merasakan natal dibawah belaian salju yang turun indah dan gemulai.

Natal… yang tahun lalu nyaris saya lewatkan di kota indah dan nyeni bernama Melbourne di Australia. Yang kemudian malah jadi natalan di Jakarta karena beberapa hal. Tahun ini… Natal pun kami rayakan di Jakarta lagi.

Tidak mengapa, natal di Jakarta adalah natal yang indah, karena kami berada di tengah keluarga yang meriah.

Akankah Natal tahun berikutnya kami rayakan di kota lain disana? Tuhan punya rencana… rancangan dia… terlalu indah untuk dibantah, karena hal itu adalah yang paling sesuai bagi kita.

Jika hal itu terjadi, sungguh luar biasa cara Dia merancang rencana Nya. Dan tentu, sungguh rendah kami yang selalu mempertanyakannya.

Sulitnya memiliki Iman walaupun hanya sebesar biji sesawi saja…. dan itu benar adanya…

Kalah, Nyerah.

Kita boleh kalah dalam sebuah pertarungan tetapi tidak boleh menyerah dalam perjuangan.

Banyak kawan yang bilang, jika saya adalah tipikal pejuang, bukan orang yang mudah menyerah. Saya sendiri tidak yakin, terutama dalam 1 tahun terakhir setelah impian yang saya kejar, diletakan dengan elegan oleh-Nya.

Apakah saya sudah menyerah karena kekalahan saya tahun lalu oleh keadaan? saya berusaha untuk tidak menyerah.

Beberapa bulan terakhir, berkembang beberapa kejadian yang diluar perkiraan. Jika sampai ending nya benar seperti yang saya bayangkan, wah… luar biasa… sungguh rencana Nya luar biasa…

Selembar demi selembar puzzle yang disusun menjadi gambar yang semakin nyata terlihat membuat saya mulai berandai-andai jika semua ini menjadi kenyataan.

Lalu, bagaimana jika semuanya ternyata hanya sampai sepenggalan jalan dan berakhir dengan sebuah ketidakjadian? tidak begitu masalah… karena posisi saya yang sudah nothing to lose sekarang walaupun belum menyerah, bingung kan…

Saya belum menyerah tapi juga berusaha tidak terjebak pusaran ego tidak mau terkalahkan dengan mengambil sikap pasrah tanpa menyerah. Sebuah posisi yang sulit diawal, cenderung sangat sulit malah, tapi saya mulai mendapatkan kestabilan ketenangan setelah nya.

Setidaknya, saya bisa tetap memelihara dan menjaga kehidupan kami disini yang begitu luar biasa sampai saat ini sembari tidak kehilangan fokus dalam mengejar apa yang ada diseberang sana, terlepas dari berhasil tidaknya, kami sudah menang.