Menatap Mei

Sebentar lagi bulan ini akan berada di penghujung, dan kita akan masuk ke bulan Mei. Bulan yang akan semakin dingin karena semakin dekat dengan musim dingin yang diprediksi akan menggila tahun ini.

Bulan ini, saya sangat sedikit menulis, sampai saat ini baru 2 kali saya menulis di bulan April, keadaan saya yang sedang naik turun tidak menentu membuat saya mampet saat akan menulis. Padahal, menulis sebetulnya menjadi salah satu terapi saya jika perasaan dan pikiran saya sedang tidak menentu. Tapi tidak tahu kenapa kali ini justru malah membuat keinginan menulis redup dan mampet.

Saya sendiri sulit menjelaskan apa yang sebetulnya saya rasakan. Dinamika ditempat kerja, naik turunnya gelombang shock yang kembali lagi, dan beberapa hal lain campur aduk menjadi satu membuat bingung sebetulnya apa yang sedang terjadi.

Cape? jelas, saya sendiri merasa cape pakai banget. Apalagi ini sudah sampai mempengaruhi jam tidur saya yang artinya sudah di titik tidak sehat. Saya sendiri tidak tahu harus bagaimana. Salah satu yang saya lakukan adalah berdoa dan berusaha menghibur diri.

Ditambah sulitnya mendapatkan pekerjaan baru ikut menambah tekanan dalam dada saya. “Kamu itu kurang santai Jo” kata salah satu kawan saya. Benar sih, saya ingin sekali bisa “nyantai” seperti kalian, woles sajalah apa yang terjadi terjadilah… tapi beneran sudah saya coba berkali-kali gagal maning gagal maning nyante nya. Apa emang sudah bawaan orok saya juga ga ngerti.

Setelah aktif melempar CV kemana-mana, memang saya mendapatkan beberapa panggilan, tapi semua kandas ditengah jalan. Entah karena CV saya salah atau memang belum jodoh saya ga ngerti. Yang pasti, sedikit banyak ini ikut berpengaruh ke keadaan saya, kadang saya merasa serba salah sendiri.

Terakhi ada satu posisi, secara job description sudah bisa dibilang cocok sampai 90%, perasaan saya sudah begitu yakin ini bisa saya dapatkan, eh… kemaren dapat skype dari agent nya bilang dia belum dapat jawaban jika CCIE nya bukan di Voice tapi di Routing and Switching bagaimana…. hemmm… apakah benar-benar di Voice CCIE nya? apakah pengalaman di voice yang begitu lama walaupun CCIE saya di RS tidak bisa dapat kesempatan? Entahlah… si agent bilang kamis akan beri saya kabar, tapi itu kan janji dia…

Walaupun saya masih menyimpan harapan, tapi yang namanya pasrah sudah mulai terbentuk… sambil lihat-lihat lowongan lain walaupun belum ada yang membuat perasaan saya seyakin yang satu ini.

Hidup kadang bisa menjadi sangat lucu, kadang bisa seperti panggung sandiwara, kadang bisa seperti rollercoster yang menukik tiba-tiba dan kadang sering seperti pertunjukan sulap yang memberikan hasil diluar dugaan entah datang darimana. Itulah hidup, selalu ada kejutan disetiap tikungannya yang mana bisa membuat kita kaget sampai terjengkang-jengkang atau tertawa menangis melihat lucunya keadaan yang ada atau mungkin bahkan menangis entah sedih maupun bahagia melihat apa yang melintas didepan mata.

Saat ini, yang sedang saya usahakan adalah bagaimana menikmati setiap tarikan napas saya dan membuatnya menjadi lebih bermakna, seperti kata kawan saya tadi “Belajarlah hidup nyante Jo, tapi bukan malas”

Advertisements