Merayakan Imlek di Melbourne

Pada penasaran ga sih gimana kami merayakan Imlek di Melbourne? penasaran kan… buktinya masih banyak yang nanya ke saya disini kalau imlek rame ga hahaha….

Di Australia khususnya di negara bagian Victoria khususnya di kota bernama Melbourne, halah…. mau bilang Melbourne saja ribet amat ya… Ga ada hari libur buat imlekan kaya di Indonesia (setelah Gus Dur mengembalikan hak warga keturunan merayakan imlek saat Beliau menjadi Presiden ke 4 NKRI). Sebetulnya bukan Imlek aja sih yang ga libur, tapi lebaran, waisak, nyepi juga ga libur. Disini hari raya keagamaan hanya Natal dan Paskah yang libur, sisanya ga ada hehehe… maklum negara barat.

Trus gimana saat imlek, ya biasanya sih saya ambil cuti 1 hari ya, buat leha-leha dirumah tapi makin kesini kok makin ga guna juga sih cuti, selain disini sepi, keadaan kotanya pun biasa-biasa aja, paling di daerah China Town ada petasan dan barongsai, dah itu daonk… eh doankk…

Kebetulan saja imlek tahun ini jatuh di hari sabtu dan berdekatan dengan hari Australia Day, jadi dapet liburannya hahaha… kalau ga sih ga ambil cuti juga kayanya, karena perbedaan jam yang cukup jauh, jadi biasanya kami nelpon kiong hi kiong hi ke keluarga di Jakarta juga sore paling efektif karena semua dah bangun tidur, mandi dan rapi.

Nah… karena kemaren dapat liburannya, jadi kami pergi ke beberapa tempat, salah satu nya adalah melihat kebun bunga lotus. Sebetulnya kami sudah pernah kesana tahun lalu, cuma saat itu kami datang di waktu yang kurang tepat, pas semua lotusnya dah kuncup, alhasil cuman lihat beberapa bunga saja dan sisanya ijo-ijo doank… Tahun ini kami datang di waktu yang tepat, terbukti dengan parkiran yang meluber kemana-mana karena banyaknya pengunjung. Bunga lotusnya pun lagi bagus, jadi seneng deh ga sia-sia kali ini.

Selain itu, kami juga main ke beberapa taman yang memang ada arena bermain untuk anak-anaknya, agar mereka juga gerak melatih otot-otot mereka dan ga kelamaan duduk main nintendo seharian. Saya juga menyempatkan diri untuk mengajak keluarga kecil saya menikmati makan malam pas hari Imlek, ya setidaknya kami ngumpul walaupun hanya ber empat hahaha…

Waktu kok rasa nya cepat sekali ya berlalu, tau-tau sudah di minggu terakhir Januari, dan sekarang sudah Februari loh…. dan tahun ini ternyata tahun kabisat jadi Februari nya sampai tanggal 29. Dan rumah kami yang sedang dibangun pun sudah melaju lagi, kalau semua lancar dan cuaca juga mendukung, mudah-mudahan sekitar bulan April sudah beres dan kami bisa mulai merencakan pindahan…. salah satu kegiatan yang kami rencanakan tahun ini karena menyedot biaya lumayan besar.

Gong Xi…

Besok sudah imlek, dan ini akan menjadi imlek kedua kami disini. Entahlah… beberapa dinamika di tempat kerja membuat saya sempat merasa sedih dan kecewa, yang kemudian saya ubah agar tidak berlarut didalam kekecewaan nya karena Dia tahu apa yang terbaik, dan awal tahun ini saya memulai nya dengan sangat bagus. Setiap minggu saya dapat wawancara dan minggu ini langsung dua untuk wawancara tahap dua. Semoga hasilnya baik.

Sempat mata melirik beberapa group WA dimana para anggota nya sedang reuni ria atau berkumpul riang, duh… kok rasa nya trenyuuhh… ya…

Ternyata ini rasa nya menjadi seorang perantau, tidak cukup hanya punya modal cukup (itu saja kami tidak) dan modal keberanian belaka, tapi harus mau berkompromi dengan banyak hal dan salah satunya adalah jauh dari riuh riang perkumpulan plus ke-kepo-an tiada henti yang suka bikin kangen saat jauh…

Pulang kerja perasaan menjadi riang lagi karena melihat anak-anak dan istri yang sedang masak kuah bakso, hemm… enak… yang ditengah ngaduk kuah dia iseng bertanya “bahasa inggris tetelan apa ya dad?”, yang kemudian saya jawab asal karena ga tau apa bahasa inggris nya “pas beli tunjukin aja pinggang kamu”, yang langsung direspon dengan gelak tawa sambil mau nyambit saya pake pengaduk wakakak…

Ya lumayan lah, ketawa terbahak sejenak buat meringankan beban di kepala ini.

Gong Xi ya untuk semua pembaca setia blog ini, semoga di tahun yang baru ini kita semua semakin diberkati dan semakin berbuah.

1 Imlek

Seperti apa sih Imlek di Melbourne itu?

Pertanyaan yang akhirnya terjawab karena kami merayakannya disini hari ini. Merayakan Imlek di Melbourne itu tidak serame di Jakarta tentunya. Rame disini itu bukan keramean secara umum di tempat-tempat umum ya, tapi maksudnya lebih kepada keluarga.

Merayakan imlek di Jakarta selalu kami lewati bersama keluarga disana. Bisa seharian kami berkumpul dan bercanda satu dengan lainnya di hari imlek sambil menikmati beraneka ragam makanan terutama si om b2 hahaha…

Sedangkan disini, kami cenderung merayakannya hanya bersama keluarga kecil saja. Bersama istri dan anak-anak dan itu pun saya harus mengambil cuti karena disini imlek ga libur hehehe…

Kami memulai hari dengan menandatangani sebuah kontrak yang kami harapkan akan lancar-lancar saja sampai semua selesai. Kontraknya apa nanti ya baru saya ceritakan, yang pasti ini ada hubungannya dengan salah satu impian kami disini dan tentu saya secara pribadi masih terkagum kagum dengan cara kerja Dia yang diatas yang selalu tidak terkalkulasi dan terprediksi. Luar biasa.

Setelah itu kami pindah ke sebuah pusat perbelanjaan untuk makan siang bersama. Tadinya mau ke city tapi kami simpan niatnya untuk malam hari karena lebih seru hahaha…

Setelah makan siang kami mampir ke perpustakaan untuk mengembalikan buku pinjaman sekaligus meminjam yang baru.

Kami pulang dulu ke rumah untuk melanjutkan telpon maupun video call dengan keluarga disana untuk mengucapkan salam imlek dan doa bagi mereka.

Dan saya pun tidur sebentar setelahnya hahaha… mumpung udaranya lagi uenak karena berada di sekitar 22 derajat. Adem boo…

Setelah bangun, kami pun beranjak ke city, tujuan kami kali ini adalah crown. Mobil saya parkirkan di stasiun kereta camberwell dan kami menggunakan kereta dan sambung tram ke crown (karena parkiran mobil disana muahall).

Ruamee bener itu tempat. Didalam mereka memiliki deretan shio yang kami sempatkan untuk foto masing-masing bersama shio-nya hahaha…

Setelah itu kami pun beranjak keluar menikmati selasar pedestrian (yang gede lebar) diantara sungai yarra dan crown. Kebetulan disana lagi ada food stand, ahh… sedapp nian…

Mata saya lansung jelalatan mencari makanan dan langsung mendapatkan sepiring besar kerang hahaha….

Selain itu, saya juga mendapatkan sate huhuyyy… akhirnya makan sate juga, dan ini adalah sate 3 sekawan yang nikmat daging nya sungguh menggoda, si ayam, si domba dan si B2.

Setelah puas menyantap kami pun duduk-duduk menikmati suasana keramaian yang dibuat mendekati suasana pecinan. Seperti ada atraksi orang berdandan seperti dewa kemakmuran dan jalan kesana kemari dsb.

Kami pun menutup petualangan ini dengan segepok eskrim yang sebetulnya bikin kaget karena kami tidak menyangka akan mendapatkan eskrim sampai 3 buletan untuk ukuran regular hahaha… sayang tidak sempat difoto karena JD dah kalap makan es krim nya.

Setelah itu kami pulang, ternyata merayakan imlek di Melbourne ada keseruan tersendiri. Dan lebih jauh dari itu, makna dari sebuah perayaan menurut saya pribadi adalah lebih kepada bagaimana kita mengelola momen disekitar kita dan bagaimana kita mengelola waktu yang sangat berharga dan semakin sedikit ini agar benar-benar berkualitas bersama orang yang kita sayang.

Suhu kota Melbourne yang semakin turun beberapa hari ini membuat kota ini kembali sejuk dan kadang cenderung dingin seperti umumnya setelah beberapa minggu kemaren dihantam suhu diatas 30 bahkan 40 beberapa kali. Suhu yang membuat badan semakin malas bergerak apalagi kalau harus berangkat kerja dipagi hari. Malas nya kambuh deh… hahaha…

Gong Xi

Gong xi gong xi…

Tahun ini kami merayakan imlek pertama di Melbourne. Imlek yang dirayakan dengan cara berbeda karena jauh dari keluarga yang setiap tahun selalu kumpul di momen spesial ini.

Disini juga tidak ada libur khusus untuk hari imlek (sama seperti di Indonesia sebelum alm. Gusdur menjadi Presiden). Jadi, saya mau ga mau harus mengambil cuti agar bisa melewati hati pertama tahun penanggalan berdasarkan bulan ini bersama keluarga kecil saya.

Hari ini kami akan menandatangani sesuatu yang akan menjadi impian kami kedepan. Sengaja hari ini dipilih dengan harapan segala sesuatu nya bisa selalu baik dan lebih baik. Tuhan sungguh baik…

Imlek juga menjadi pelengkap deretan hari yang kami rayakan sebelumnya, hari ini melengkapi semua hati penting kami yang kami lewatkan di tanah perantauan. Ga nyangka sih sebenernya sampai saat ini, ternyata kami berhasil bertahan sampai sejauh ini, dan pasti terus sampai selamanya jika Tuhan mengijinkan.

Gong xi fa chai kawan. Selamat tahun baru Imlek 2569. Semoga kita diberi kesehatan, kebaikan dan kesuksesan yang berlimpah di tahun ini.