Dan degup itu…

Setelah 3 bulan tanpa kepastian, akhirnya saya usulkan untuk melakukannya dalam 1 pukul. Upss… bingung ya??

Jadi gini, dulu saat saya diterima kerja di organisasi ini, saya diberi tugas utama memindahkan sistem telepon mereka dari luar ke sistem di dalam. Dan tidak hanya itu, saya juga disuruh menggabungkan dua sistem besar terpisah menjadi 1.

Tadinya proses pemindahannya diminta per gelombang karena mereka takut akan banyak masalah. Hal ini juga lebih dikarenakan dulu saat mereka memindahkan sistem ini ke luar mereka melakukannya secara bertahap dan ternyata butuh sampai 5 bulan dan juga banyak masalah.

Beberapa bulan setelah saya gabung dan menyiapkan sistem mereka, ternyata vendor yang diluar sana sangat tidak bisa diajak bekerja sama. Diminta data apapun hasilnya adalah Nol. Diundang meeting ga pernah ada. Hadehhh… buta dah, akhirnya saya raba-raba sistem nya selama 2 bulan lalu saya usul ke leader saya 

“kenapa ga kita pindahin sekali pukul saja?”

Yang langsung direspon leader saya, “lu yakin?”

“Loh masalahnya kita mau per gelombang tapi vendor itu susah diajak komunikasi kan, trus gimana cara nya saat saya butuh establish SIP trunk ke system mereka dan butuh engineer mereka standby saat pindahin blok per blok telepon kita?”

Leader saya senyum-senyum sambil bilang “bener juga ya”

Akhirnya kami sepakat untuk mencoba 1 kali pukul. Lalu system saya siapkan semaksimalnya, koordinasi dengan salah satu telko disini yang akan menjadi provider SIP trunk outgoing kami, dsb.

“You damn crazy legend, you have done 5 month job on 90 minutes, you are crazy jojo”

Dan akhirnya kamis kemaren diputuskan menjadi tanggal hajatan kami. Pukul 6 sore waktu Melbourne, dengan sambil koordinasi bersama team dari Optus kami memindahkan system telephony ke sistem kami dalam 90 menit. 1300 line DID yang terbagi dalam 12 blok SIP trunk yang terintegrasi ke 2 kampus utama dengan sistem overloading dan redundant, 140 SIP channel dengan komposisi 70-70, hampir 800 IP Phone yang tersebar dalam 5 kampus dengan voicemail nya, dan 7 IVR Script dengan Contact Center team nya.

Pagi ini setelah semalam lembur sampai jam 8 malam, saya tetap usahakan masuk pagi untuk antisipasi masalah yang timbul yang puji Tuhan minor semua, ahh… leganya… dan beberapa kali dibilang gila sama kawan-kawan se team karena kenekatan saya. But they said it “You damn crazy legend, you have done 5 month job on 90 minutes, you are crazy jojo”

Ahh… lega sekali… tinggal maintain, improvement dan menggabungkan 2 sistem menjadi 1 saja sekarang PR nya. Menggabungkan 2 sistem juga ga gampang sebenarnya, karena ada kurang lebih hampir 400 User yang harus saya gabungkan ke sistem kami sekarang beserta SIP outgoing dan IVR nya.

Sebuah pekerjaan yang membuat saya kembali merasakan degup kencang di dada saya karena sudah lama ga melakukan migrasi sistem seperti ini dengan semua masalahnya. Degup yang kadang saya rindukan tapi juga saya benci irama nya, apalagi saat ada masalah hahaha…

Ya… apapun itu, sentuhan engineering saya ternyata masih kenyal, dan yang membuat bangga sebenarnya saya adalah Indonesia, diantara mereka-mereka yang mengklaim lebih maju setidaknya terbukti kita juga tidak kalah sama mereka kan.

Malam ini, saat saya pulang sampai rumah saya sempatkan memenuhi keinginan istri saya untuk melihat rumah yang dihias lampu natal. Bagussss… hahaha… suasana Natal disini ternyata meriah ya… damai sekali rasanya, apalagi sampai bisa natalan disini…

Setelah pulang, saya tutup minggu yang mendebarkan tapi hasilnya sangat smooth ini dengan sebotol Badhai. 

Selamat beristirahat dan menyongsong akhir pekan.

A Christmas Gift

Beberapa minggu ini saya tiba-tiba kepikiran untuk memberikan hadiah untuk istri saya. Kenapa tiba-tiba karena memang saya tidak terbiasa melakukan hal seperti itu hahaha… kalau kata istri saya “dasar manusia tidak romantis”

Setelah mencari-cari ide mau kasih hadiah apaan ke istri, kebetulan sempat terlontar 1 keinginan istri yang disampaikan sambil becanda. Dari sana langsung saya diskusi dengan orang yang saya anggap lebih ngerti mengenai hal yang akan saya berikan itu yang tidak lain adalah adik istri saya sendiri.

Penyusunan skenario pun dimulai, dari mencari model yang masih populer sampai ke bentuk, warna, dan style yang memang masuk dengan istri saya (yang ternyata lebih ngerti adiknya daripada saya hahaha…) tapi ga papa… jadi kan adik ipar ada gunanya kalau begitu hihihi…

Tadinya hadiah ini mau dikasih pas mendekati natal, dengan asumsi barang butuh waktu sampai 2 minggu pengiriman, ternyata dalam beberapa hari sudah sampai hahaha… kemudian saya minta adik ipar saya mengecek keaslian, model, warna dan semuanya apakah sudah sesuai dengan harga yang dibayarkan saat itu, karena memang atas nama pembelian melalui adik ipar saya, langsung berpikir untuk mencari spot di rumah yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian sementara hadiah ini. Ya… karena memang rumahnya kecil dan tempat tidak banyak, jadi saya putuskan kasih sekarang saja deh… nanti kan tinggal saya tambahkan kata-kata early ditag-line nya. Tadaa… jadilah seperti gambar dibawah ini…

wp-image-912328409jpg.jpeg

Hadiah ini dibungkus saat saya mengambil barangnya di rumah mertua saya, agar tidak ketahuan saya bungkus didalam mobil sambil bermandi keringat, panasnya itu loh…

Nah… untuk yang penasaran isinya apaan, bisa dilihat di IG istri saya (@lynne1783) hehehe…

1 hal yang pasti saya bersyukur kepada Nya, karena mencukupi kami sampai hari ini.

Selamat Natal istri ku, jadilah terang dan kehangatan dalam keluarga dan rumah mungil kita.

Dibawah salju

Pagi ini, saat sedang iseng melihat-lihat FB yang sudah lama saya cuekin karena kegaduhan yang ada, mata saya berhenti pada beberapa foto mengenai suasana natal di New York sana. Ahhh… ada rasa adem ketika melihat foto-foto itu, karena salah satu impian yang saya coba jaga adalah keinginan untuk memiliki Natal dibawah salju suatu hari nanti.

Natal sudah dekat, terlepas dari kegaduhan yang terjadi, saya punya 1 harapan yaitu Indonesia bisa lebih dewasa dan matang kedepannya, korupsi bisa di tekan seminimal mungkin agar pembangunan bisa digenjot, dan mental dibenah agar warganya memiliki rasa malu dan tertib.

Dibawah salju itu adem loh… padahal saya sendiri belum pernah merasakannya hahaha…

#damailahnegeriku #damailahjakarta #ayoindonesiabisa

Merry Christmas 2015 !!!

Natal telah tiba !

Hari ini, genap di umur ke 35 tahun saya mendapatkan hadiah luar biasa dari Tuhan, sebuah perjalanan nekat yang mengajarkan banyak sekali pelajaran kehidupan selama proses nya yang membuat saya mau bergerak untuk keluar dari zona nyaman dengan sebuah cara yang sangat elegan dan sebuah keluarga kecil bahagia.

Sekilas, saya kembali mengingat kepada natal masa kecil saya di Tegal, natal yang selalu ditemani hujan rintik, yang menghasilkan aroma khas, dan kadang dibawa (alm) Papa pagi harinya ke pantai lalu pulang dengan membungkus sate ayam pakai lontong, yang sampai saat ini masih sering kembali kepada ingatan. Hemmm… ada rasa kangen untuk masa-masa itu, terutama kangen pada (alm) Papa yang selalu mengingatkan 1 hal “bermimpilah yang tinggi dan berani lah mencapai nya, jika tidak mendapatkan impian mu setidaknya mendapatkan pelajaran nya yang berharga”.

Terimakasih Tuhan… Terimakasih… atas semua syukur ini, atas semua jalan yang Kau berikan, atas semua berkat yang Kau tumpahkan, atas semua kebaikan maupun percobaan yang saya terima yang sudah begitu mendidik dan menempa saya menjadi seseorang yang bisa belajar untuk menjadi lebih baik setiap hari nya, setiap detik nya.

Selamat Natal 2015.

Merry Christmas 2015.

image

Picture Source : Google image search edited with photo grid application.