Perpetual Wish

Natal sudah di pengkolan… mengintip mesra untuk menunjukan kemulian-Nya yang sudah datang ke dunia untuk menyelamatkan yang mau diselamatkan.

Natal tahun ini akan menjadi natal kedua kami di Melbourne, ga nyangka… bisa sampai sejauh ini dan harapan untuk bisa terus melangkah disini sampai anak-anak kami meraih pendidikan sarjana (tertinggi) tetap berada dalam genggaman dan doa kami berdua.

Beberapa tempat pun mulai berhias, nuansa Natal yang kental diiringi lagu-lagu khas Natal yang begitu menenangkan walau kadang menegangkan karena membuat badan ingin bergoyang mengikuti iringan hip-hip-huray nya membuat kuping saya membawa perasaan ini terbang sampai ke cakrawala…

Kemaren… saat kami sedang menunggu martabak manis pesanan istri di Box Hill, seorang oma yang sudah tua (saya tebak umurnya sekitaran 80an) dan harus berjalan dengan bantuan kursi dorong tiba-tiba berhenti didepan kami, sembari tersenyum melihat tingkah kedua anak kami yang memang susah disuruh diam barang semenit apalagi lima menit, beliau mengucapkan harapan dan doa kepada kami.

Beliau bilang “what a gorgeous boys, I wish all of you have a very wonderful Christmas”

Yang langsung saya jawab “thank you, you too”

Ada perasaan damai saat mendengarkan kalimat itu, apalagi datang dari seorang yang baru bertemu saat itu.

Natal… hari dimana saya sering merasa sentimentil dan haru biru karena banyak hal… banyak kenangan dan rasa syukur yang bercampur aduk memenuhi hati saya sampai tumpah ruah…

Sejenak saya memandang anak-anak saya… berilah saya kekuatan dan kesehatan Tuhan, untuk bisa mengantar mereka sampai mandiri dan bertanggung jawab terhadap kehidupan ini…

Advertisements

Jingle Jingle

November pun akhirnya tiba…

Melbourne pun mulai berbenah menyambut Natal yang sebentar lagi akan mengintip di pengkolan. Mulai dari pusat perbelanjaan, jalanan, sampai pusat perkumpulan mulai ramai dengan ornamen Natal yang di dominasi warna merah dan hijau, begitu pun lonceng, cemara dan ikon Natal sepanjang masa Sinterklas lengkap dengan kantong hadiah dan tawa nya yang khas Ho…. Ho… Ho… Ho…

Natal tahun ini akan menjadi Natal kedua kami di Melbourne. Tidak terasa ya… sudah masuk Natal kedua disini, syukur kepada Dia tidak pernah berhenti saya ucapkan untuk semua yang sudah terjadi kepada keluarga ini.

Melihat anak-anak tumbuh tanpa terkepung polusi dan “kelucuan-kelucuan”yang terjadi disana, apalagi melihat mereka jalan ke Sekolah lokal membuat saya merasa semua seperti mimpi, benar-benar seperti mimpi karena mimpi untuk bisa seperti sekarang pun belum tentu berani saya lakukan jika menilik siapa saya dan apa yang saya miliki saat itu.

Kadang… saat saya sedang sendiri, sering kali saya merenungkan semua kejadian yang sudah lewat, yang menjadi warna tersendiri dalam perjalanan hidup saya mengejar apa yang saya yakini dan impikan. Dan… terkadang saya tertawa sendiri dalam hati karena tidak percaya bisa berjalan sampai sejauh ini… semua ini berkat Doa dan Dia…

Saya memiliki 1 harapan tersisa untuk tahun ini, sebuah harapan untuk bisa mendapatkan posisi yang sedang dibuka saat ini. Semoga semua baik dan lancar.

Christmas coming upon us… jingle jingle… sungguh damai dan tentram hati ini setiap berada ditengah-tengah hiasan Natal yang begitu meriah nya sambil di iringi lantunan lagu Natal yang begitu merdu dan menenangkan. Terimakasih Tuhan… keadaan yang saya dapatkan ini sungguh tidak ternilai… sungguh tidak ternilai…

Natal di Melbourne

Ada 1 hal yang sampai saat ini masih membuat saya tidak percaya, kami benar-benar merayakan Natal disini. Benar-benar tidak sangka dan sangat bersyukur. Ada rasa degup campur aduk yang tidak bisa saya ungkap kan, rasa yang membuat saya berada diantara entah akan menangis haru dan tertawa riang atau….. ah apapun itu yang pasti sekarang saatnya membuka kotak coklat yang sudah saya siapkan untuk merayakan hari ini.

Dan, coklat yang saya makan ini rasanya benar-benar beda, entah enak entah tidak yang pasti ini coklatnya akhirnya habis. Tanpa henti-hentinya saya mengucapkan syukur kepada Dia seraya mengiringi suapan coklat yang masuk dan memanjakan ruang mulut ini. Saya bersyukur untuk hari ini, untuk coklat ini, untuk keadaan kami, untuk kesehatan, kesempatan, dan sebagainya karena saya mengerti jika tanpa Dia, mustahil semua itu bisa terjadi.

Dalam 1 bulan terakhir kota ini benar-benar berhias, tidak hanya di pusat belanja, pusat kota atau pusat manusia dan burung berkumpul tapi juga di jalan-jalan suburb yang jauh dari pusat kota. Suasana Natal yang sangat kental setidaknya jauh lebih kental dari di Jakarta. Walaupun pas hari Natalnya 99,9% toko pada tutup hahaha… bener-bener sepiii… ada ga yang buka? Ada beberapa seperti gerai 7/11, beberapa resto cepat saji seperti Hungry Jack, dan resto kebab (itu yang saya lihat). Selebihnya tutup… kantor pun tutup, hanya pelayanan umum saja yang tetap buka seperti misalnya RS umum, Polisi dan Pemadam Kebakaran. Tapiii… besoknya jeng jeng jeng… bakalan rame banget karena boxing day, hari dimana diskon besar-besaran dimulai dan hanya 1 hari saja.

Dan juga, di hari yang istimewa ini, saya juga ingin mengucapkan syukur yang lain. Rasa syukur karena perlindungan Dia kepada saya dalam tahun-tahun yang sudah lewat dan menjadi kenangan, rasa syukur karena memberikan tambahan umur untuk tahun-tahun kedepannya. Rasa syukur karena Dia begitu banyak membantu saya selama ini, begitu banyak menghujani saya dengan berkat, kesehatan, kebaikan, kesempatan dan lainnya. Rasa syukur karena masih diberikan hari ini. Rasa syukur untuk semua pembelajaran yang ada. Rasa syukur karena masih begitu banyak yang mengucapkan. Rasa syukur untuk ulang tahun yang luar biasa ini…

Terimakasih mama dan (alm) papa, yang sudah berjuang membesarkan saya dan memberikan modal dalam diri saya sejak kecil terutama ajaran untuk tidak mudah menyerah dan prinsip hidup yang sampai hari ini masih saya pegang erat. Doakan saya ya mah, pah… doakan anak mu yang masih mudah goyah dan harus banyak berjuang ini.

Dan, tahun ini hadiah Natal dan Ultah saya dari istri adalah…. KAOS KAKI!!! Yeahhh… perasaan bahagianya sama seperti peri rumah mendapatkan kaos kaki di serial Harry Potter wakakak… tahun depan saat berangkat kerja bisa pakai kaos kaki baru yang diberikan dengan cinta aihhh… yipee…

Baiklah, sekarang saatnya ke Gereja dan setelah itu….

Merry Christmas 2017 from Melbourne !!! 🙂

Dan degup itu…

Setelah 3 bulan tanpa kepastian, akhirnya saya usulkan untuk melakukannya dalam 1 pukul. Upss… bingung ya??

Jadi gini, dulu saat saya diterima kerja di organisasi ini, saya diberi tugas utama memindahkan sistem telepon mereka dari luar ke sistem di dalam. Dan tidak hanya itu, saya juga disuruh menggabungkan dua sistem besar terpisah menjadi 1.

Tadinya proses pemindahannya diminta per gelombang karena mereka takut akan banyak masalah. Hal ini juga lebih dikarenakan dulu saat mereka memindahkan sistem ini ke luar mereka melakukannya secara bertahap dan ternyata butuh sampai 5 bulan dan juga banyak masalah.

Beberapa bulan setelah saya gabung dan menyiapkan sistem mereka, ternyata vendor yang diluar sana sangat tidak bisa diajak bekerja sama. Diminta data apapun hasilnya adalah Nol. Diundang meeting ga pernah ada. Hadehhh… buta dah, akhirnya saya raba-raba sistem nya selama 2 bulan lalu saya usul ke leader saya 

“kenapa ga kita pindahin sekali pukul saja?”

Yang langsung direspon leader saya, “lu yakin?”

“Loh masalahnya kita mau per gelombang tapi vendor itu susah diajak komunikasi kan, trus gimana cara nya saat saya butuh establish SIP trunk ke system mereka dan butuh engineer mereka standby saat pindahin blok per blok telepon kita?”

Leader saya senyum-senyum sambil bilang “bener juga ya”

Akhirnya kami sepakat untuk mencoba 1 kali pukul. Lalu system saya siapkan semaksimalnya, koordinasi dengan salah satu telko disini yang akan menjadi provider SIP trunk outgoing kami, dsb.

“You damn crazy legend, you have done 5 month job on 90 minutes, you are crazy jojo”

Dan akhirnya kamis kemaren diputuskan menjadi tanggal hajatan kami. Pukul 6 sore waktu Melbourne, dengan sambil koordinasi bersama team dari Optus kami memindahkan system telephony ke sistem kami dalam 90 menit. 1300 line DID yang terbagi dalam 12 blok SIP trunk yang terintegrasi ke 2 kampus utama dengan sistem overloading dan redundant, 140 SIP channel dengan komposisi 70-70, hampir 800 IP Phone yang tersebar dalam 5 kampus dengan voicemail nya, dan 7 IVR Script dengan Contact Center team nya.

Pagi ini setelah semalam lembur sampai jam 8 malam, saya tetap usahakan masuk pagi untuk antisipasi masalah yang timbul yang puji Tuhan minor semua, ahh… leganya… dan beberapa kali dibilang gila sama kawan-kawan se team karena kenekatan saya. But they said it “You damn crazy legend, you have done 5 month job on 90 minutes, you are crazy jojo”

Ahh… lega sekali… tinggal maintain, improvement dan menggabungkan 2 sistem menjadi 1 saja sekarang PR nya. Menggabungkan 2 sistem juga ga gampang sebenarnya, karena ada kurang lebih hampir 400 User yang harus saya gabungkan ke sistem kami sekarang beserta SIP outgoing dan IVR nya.

Sebuah pekerjaan yang membuat saya kembali merasakan degup kencang di dada saya karena sudah lama ga melakukan migrasi sistem seperti ini dengan semua masalahnya. Degup yang kadang saya rindukan tapi juga saya benci irama nya, apalagi saat ada masalah hahaha…

Ya… apapun itu, sentuhan engineering saya ternyata masih kenyal, dan yang membuat bangga sebenarnya saya adalah Indonesia, diantara mereka-mereka yang mengklaim lebih maju setidaknya terbukti kita juga tidak kalah sama mereka kan.

Malam ini, saat saya pulang sampai rumah saya sempatkan memenuhi keinginan istri saya untuk melihat rumah yang dihias lampu natal. Bagussss… hahaha… suasana Natal disini ternyata meriah ya… damai sekali rasanya, apalagi sampai bisa natalan disini…

Setelah pulang, saya tutup minggu yang mendebarkan tapi hasilnya sangat smooth ini dengan sebotol Badhai. 

Selamat beristirahat dan menyongsong akhir pekan.