Selamat Natal 2019

Yeahhh… Natal sudah tiba… senangnya bisa merayakan Natal lagi disini dan kesekian kalinya, karena itu artinya masih diberi umur yang cukup, tul ga?. Semoga kita semua tetap bisa merayakan Natal lagi tahun depan ya…. Disamping seneng, saya juga sebetulnya suka melow kalau pas Natal, apalagi yang bikin melow coba kalau bukan karena inget (alm) Papa dan (alm) Kakak, dan sekarang ditambah lagi kangen juga sama Mama dan Adek sekeluarga. Maklum dah lama ga sua padahal mah kalau ketemu garuk-garukan melulu, ya… namanya juga keluarga ya, klo ga ada berantemnya ya artinya udah plat sana plat sini kan, iya ga…. Dah ah… jangan dibahas lagi ntar jadi mewek beneran saya hahaha… payah ya, masa nulis aja mewek, ya mau gimana lagi saya sampai Natal tahun ini berarti sudah 2 tahun lebih ga mudik. Ya… walaupun bisa video call atau ngobrol di telepon kan beda ya dibandingkan kalau secara fisik ketemu hahaha…

Natal tahun ini sebetulnya rada mirip seperti Natal tahun sebelumnya, tapi ada beberapa hal yang juga berbeda sih… hehehe… masa sama semua ya… kan bosen ntar ga ada pariasinya.

Yang mirip itu adalah… ehm… apa ya… oh ya, kita tahun ini sama seperti tahun lalu yaitu ga ada rencana pergi dan menginap ke tempat lain mengingat rumah mungil kami sedang dalam proses pembangunan, lah apa hubungannya coba? ya ada donk masa ya ada lah, duren aja dibelah bukan di bedonk, lah… makin ga nyambung… iya bangun rumah walaupun kecil kan butuh duit juga dan kami belum punya pu-un duit, jadi harus atur-atur dikit tabungan kami yang tidak seberapa tapi entah kenapa sampai detik ini selalu cukup-cukup saja hehehe…. terimakasih Tuhan. Walaupun tidak pergi menginap tapi saya dada (halah kok dada… hahaha… ini nih kalau nulis sambil bayangin hal lain… ups…) maksudnya mau bilang ada, jadi saya ada rencana mau crabbing, nah lo… baru denger ya? kalau clubbing sering denger donk hahaha… crabbing itu adalah mancing kepiting, caranya kita pakai jaring bentuk tabung yang punya 2 lingkaran besi yang saat diletakan akan datar tapi saat diangkat jadi seperti tabung (susah juga ya jelasinnya…), ya pokoknya gitu deh, namanya crab net, google aja sendiri ya hahaha… di youtube juga banyak kok. Trus yang mirip lagi adalah saya ga ambil cuti seperti tahun lalu (penting gitu bikin pengumuman masalah ga ambil cuti….) yang bedanya kalau tahun lalu karena saya pelit ga mau kehilangan gaji harian saya karena saat itu sedang bekerja jadi kontraktor yang artinya kalau ga kerja ya ga dibayar, kalau yang sekarang karena saya baru masuk kerja lima bulanan dan jatah cutinya mau disimpan buat pindahan rumah nanti.

Sebetulnya saya tidak perlu cuti juga sih, karena pekerjaan sekarang asyik loh team dan manajer nya. Jadi gini, di Australia dari Natal sampai Tahun Baru selalu ada 4 hari kerja kan, yang untuk tahun ini jatuh di tanggal 24, 27, 30 dan 31 Desember. Nah… jadi kami 1 team kan 4 orang, kami diberi keleluasaan untuk mengambil masing-masing 1 hari untuk kerja, dan kami juga diberikan keleluasaan untuk memilih mau kerja dari rumah atau datang ke kantor di hari yang kami pilih. Lalu bagaimana dengan 3 hari lainnya? ya liburan hahaha… tidak perlu standby dan kerja kecuali berada di roaster on call setelah jam 5 sore. Dann… 3 hari libur tambahan ini tidak akan mengurangi jatah cuti tahunan kami, enak ga tuh… Saya kebagian tanggal 31 Desember, hari terakhir 2019 itu saya harus standby jika ada kebutuhan untuk troubleshooting dari jam 9 pagi sampai 5 sore, jadi secara tidak langsung saya bisa liburan dari tanggal 24 sampai 30 Desember yang jika dihitung ada 7 hari. Oh iya, tanggal 23 nya kami hanya kerja setengah hari karena ada makan siang bersama untuk seluruh team IT dan setelah makan seperti biasa pada duduk-duduk ngobrol sambil (apalagi coba…..) nge-bir trus pulang hahaha….

Oke, sekarang apa yang beda. Pertama, saya dapat kerja dengan kondisi yang saya inginkan yaitu full time permanent tapi gajinya ga ancur lebur, horee… dan yang lebih surprise nya adalah ini terjadi diluar dugaan loh… karena tiba-tiba saya ditawarin oleh head hunter, dan ternyata malah keterima Ahaa… Tuhan memang elegan ya kalau menjawab doa kita. Trus apalagi ya yang beda, oh iya… tahun ini rumah mungil kami mulai dibangun, dan membuat kami di Natal kali ini malah semangat melihat proses pembangunan nya dan jadi sering jalan-jalan ke IKEA buat milih furniture mana yang ingin kami miliki (baru milih doank… trus kami tandain… sambil hitung-hitung kebeli ga yaa…. cukup ga yaa… seru deh pokoknya…), maklum seperti yang tadi saya bilang jika kami belum punya pu-un duit jadi musti pilah-pilah barangnya, emang ada ya pu-un duit itu? kalau ada bolehlah saya diberitahu, mau nanam satu di kebon belakang.

Lalu yang beda lagi adalah Mama saya sudah punya whatsapp sekarang hahaha… jadi bisa sering video call sama dia, ya lumayan lah jadi bisa lihat-lihatan ga cuma denger suara doank seperti selama ini kalau ngobrol di telepon, memang sih mama masih rada kagok makainya tapi ga papa lah, kan bisa saya yang nelpon dia yang jawab karena jawab video call kan cuma butuh geser 1 tombol hehehe… jadi bisa tatap muka secara virtual deh…

Image result for christmas 2019

Ada satu yang ketinggalan sebenernya, ada yang mirip lagi antara Natal tahun ini dan tahun lalu, yaitu…. saya tambah tuaaa… yeyyy…. selangkah lebih dekat kepada Sang Maha Esa 🙂 loh iya kan? kan tambah tua hehehe… apapun itu, kematian adalah hal yang tidak bisa kita hindari bukan. Jadi daripada berusaha menghindar lebih baik kita bersiap menghadapinya. Ulang tahun kali ini sungguh unik dan berbeda, apa yang berbeda? ya itu yang saya tulis diatas hehehe… entahlah… Natalan tahun ini saya merasa harus semakin bersyukur karena kehidupan kami disini semakin membaik, jauh semakin membaik, pekerjaan saya juga jauh membaik, rumah mungil kami akhirnya mulai dibangun, kami sekeluarga sehat dan (semoga) bahagia juga… hehehe… bahagia donk ya… masa ga bahagia sudah dapat berkat sebanyak ini dan masih banyak lagi hal lainnya yang tidak bisa saya tulis satu per satu…

Apapun itu, saya sekeluarga ingin mengucapkan Selamat Natal 2019 ya… semoga berkat dan damai Tuhan selalu beserta kita semua, dan tentunya bersama Indonesia.

Nyanyi dulu yukk….

Rudolph, the Red-Nosed Reindeer

You know Dasher and Dancer and Prancer and Vixen
Comet and Cupid and Donner and Blitzen
But do you recall
The most famous reindeer of all?
Rudolph the Red-Nosed Reindeer
Had a very shiny nose
And if you ever saw it
You would even say it glows
All of the other reindeer
Used to laugh and call him names
They never let poor Rudolph
Join in any reindeer games
Then one foggy Christmas Eve
Santa came to say
“Rudolph, with your nose so bright
Won’t you guide my sleigh tonight?”
Then how the reindeer loved him
As they shouted out with glee
“Rudolph the Red-Nosed Reindeer
You’ll go down in history”
Rudolph the Red-Nosed Reindeer
Had a very shiny nose
And if you ever saw it
You would even say it glows
All of the other reindeer
Used to
.
.
.

Pict source : aliexpress.com

(sebentar lagi) Natal

Horee…. sebentar lagi Natal, waktu benar-benar berlalu dan lewat seperti angin yaaa… wuzzz…, perasaan seperti baru kemaren kami mengeluarkan kasur ke ruang tamu agar bisa menikmati penyejuk ruangan karena musim panas yang menggigit dan unit yang kami sewa hanya ada 1 penyejuk ruangan yang berada di ruang tamu, eh… sekarang dalam waktu 4 minggu sudah mau Natal lagi, dan kami pun sepertinya harus bersiap-siap pindahin kasur lagi deh kalau melihat prediksi cuaca beberapa minggu terakhir yang sudah mulai asik di angka 30an hehehe…

Natal kali ini akan menjadi Natal kami yang ketiga semenjak kami pindah ke Melbourne. Natal pertama kami lalui dengan jalan-jalan ke great ocean road dimana kita bisa melihat 12 apostles yang entah kenapa bisa se-terkenal itu padahal mah cuman batu karang berjejer doang dan menginap di kota Geelong yang tenang (bisa dibaca disini, disini, dan disini), sedangkan Natal tahun lalu kami lalui dengan mengunjungi beberapa tempat rekreasi di sekitaran Melbourne dan makan malam bersama keluarga, dan untuk Natal tahun ini kami masih belum tahu ingin ngapain, enaknya ngapain yaaa…. Kemaren sempat diskusi ringan sama istri mengenai acara Natal tahun ini mau ngapain, karena saya bisa libur lumayan panjang (ga panjang juga sih sebenarnya cuman 3 sampai 4 hari karena saya ga ambil cuti, kenapa ga cuti? karena saya harus simpan cuti saya untuk pindahan rumah nanti yang saya prediksi mungkin butuh sampai 2 minggu), yang berakhir dengan kesimpulan jika kami akan berkeliling saja di sekitaran Melbourne lagi seperti tahun lalu. Kok sama? iya, karena selain lebih fleksibel karena kami bisa ubah atau batalkan kapan saja, juga lebih murah buat kami apalagi kami sedang dalam tahap membangun rumah mungil kami yang tentunya menyedot dana yang tidak sedikit dan membuat hampir semua biaya menjadi dobel, yang sementara ini rencananya mau ke…. Marysville yang ada air terjun nya. Ga tau kenapa tiba-tiba istri mau lihat air terjun setelah sebelumnya pengen lihat Gua hahaha… aneh-aneh aja…

Ngomong-ngomong soal Gua, saya jadi ngakak sendiri inget dulu waktu awal-awal kerja di Melbourne, jadi ceritanya saya sedang bersama seorang team sedang melakukan survey untuk pemasangan access point (yang untuk WiFi), karena jam sudah menunjukan jam makan siang kawan saya ini bertanya kepada saya mau makan siang dimana. Saya dengan pedenya jawab “Oh… we can have a lunch in /kav/”, sambil bengong si kawan bertanya lagi memastikan dia ga salah dengar “sorry, what did you say?”, dan kembali saya jawab sekali lagi dengan pede “in the /kav/”, sambil mengerutkan dahi si kawan berusaha memastikan lagi “in the /kav/, what do you mean ?”, trus saya jawab “yes, in the /kav/ outside there, the one close to the main door”, dengan perasaan lega sambil menghela napas panjang dan sepertinya pengen nonjok saya, si kawan mengulang “Ohhhh…. do you mean /ˈkæfeɪ/”, dengan muka rada rona-rona merah seperti ABG lagi pacaran saya ulang dengan pelan “yes corret”.

Jadi, kalian-kalian jangan minder dengan kemampuan bahasa inggris kalian, karena kalau saya saja bisa kalian pasti lebih bisa 🙂

Tau kenapa dia bingung? karena saya bilang mau makan di kafe dekat pintu utama tapi saya salah mengucapkannya, alih-alih saya ucapkan /ˈkæfeɪ/ (dibaca kafei) yang artinya kafe, saya malah bilang /kav/ (kaef) yang artinya gua wakakaka… pantesan dia bingung, mungkin dia pikir saya ngeledek dia kali kaya orang purba, sampai hari ini saya masih sering ketawa sendiri kalau mengingat hal itu, memalukan tapi lucu. Oh.. iya… satu lagi kekonyolan yang pernah saya buat, di tempat kerja yang sama suatu hari kawan saya bertanya kapan saya akan memulai instalasi untuk 1 perangkat switch. Karena saya ingin melakukannya di hari selasa, jadi saya jawab “tu-wes-dai” wakakaka…. sambil bingung-bingung kawan saya mengulang “do you mean /ˈt(j)uzdeɪ/ ?”, sambil malu-malu kucing saya bilang “yes”. Nah… udah tau kan bahasa inggris saya ancur lebur hahaha… alih-alih mengucapkan tjiusdei buat hari selasa saya malah bilang tu-wes-dai. Jadi, kalian-kalian jangan minder dengan kemampuan bahasa inggris kalian, karena kalau saya saja bisa kalian pasti lebih bisa 🙂

Sebetulnya, tadinya saya ingin sekali merayakan Natal tahun ini di rumah mungil kami, ingin saya hias sebisanya dengan pernak-pernik Natal karena dari dulu ga pernah kesampaian pengen punya rumah yang bisa dihias dengan suasana Natal pas menjelang dan di hari Natal. Tapi ternyata belum kesampaian juga tahun ini karena rumahnya saja bahkan belum berdiri sampai sekarang hehehe… ya sudah tidak mengapa, mudah-mudahan tahun depan kesampaian ya… Jadi, untuk sementara kami rencana akan menghabiskan waktu dengan main saja menuju kearah timur dan selatan dari Melbourne, mumpung masih tinggal di daerah tengah jadi ga begitu jauh, karena kalau sudah pindah ke ujung barat sana bakalan jauh banget kalau mau main ke daerah timur (lake mountain) dan selatan (mornington peninsula). Dan saat sudah pindah beneran, kami memang sudah rencana sementara pindah mainnya ke arah barat (ballarat).

Suasana kota Melbourne sebulan menjelang Natal pun sudah mulai meriah, terutama daerah CBD sana. Hiasan-hiasan pernak-pernik khas Natal yang meriah, pohon Natal itu sendiri, acara-acara sampai paduan suara Natal yang membawakan lagu-lagu khas Natal sudah mulai marak dan membuat suasana menjadi semakin hidup dan jadinya sudah mulai berasa Natalan lebih awal. Suasana hati saya pun ikutan tentram menikmati suasana Natal di Negara yang memang mayoritas merayakan Natal yang secara tidak langsung ikut memberikan pengalaman dan ketenangan tersendiri. Perasaan itu rasanya sulit untuk saya tuliskan melalui kata-kata…

Natal sudah sampai di tikungan dan mengintip dengan mesra, hari penuh damai dan berkah yang menjadi penanda akan berakhirnya tahun masehi 2019 dan menuju pergantian tahun pun sebentar lagi tiba. Lagu-lagu khas Natal pun mulai berdendang dan terdengar dimana-mana, ahh… damainya… merayakan natal disini, ga perlu berjibaku dengan surga atau neraka mengenau haram tidaknya atribut Natal, atau pengucapan salam, atau antisipasi teror Bom yang seperti sudah menjadi bagian setiap kebaktian natal di Gereja. Tidak ada yang bisa saya ungkapan selain Suwun Gusti.

Selamat Natal 2018

Hari Natal pun sedikit lagi tiba, yang jika menurut waktu Melbourne akan tiba dalam waktu 2 jam lagi, tidak terasa kami sudah natalan yang kedua disini. Terlepas dari apa yang sudah terjadi, rasa syukur tetap kami panjatkan dan ucapan terimakasih atas penyertaan-Nya selama ini tetap kami lantunkan.

Tahun ini, agak mirip seperti tahun sebelumnya. Banyak pengalaman yang memberikan banyak pelajaran. Apapun itu, saya hanya bisa berusaha sebisanya, karena saya percaya jika kuasa yang diatas akan lebih menentukan daripada segalanya.

Yang menjadi pembeda adalah kali ini saya merusaha mengontrol keadaan karena saya belajar dari tahun lalu untuk tidak dikontrol oleh keadaan. Dan juga karena saya yakin jika saya masih bisa melakukan sesuatu dan Dia tidak akan meninggalkan kami jika hal terburuk sampai harus terjadi (semoga tidak).

Kembali kepada hari Natal, hari dimana saya menambah jarak saya semakin mendekat kepada sang Khalik, bukan mendekat secara iman (karena masih harus berusaha keras) tapi lebih kepada secara umur, iya… saya bertambah tua sebentar lagi. Umur yang tidak bisa dibilang muda lagi walaupun juga tidak bisa dibilang sudah tua juga (xixixi…). Terlepas dari tua dan muda, satu hal yang pasti adalah kita harus tetap berkarya untuk kehidupan dan berusaha semakin dewasa.

Disaat mereka masih banyak yang sibuk membuktikan sesuatu kepada dunia, dan sibuk mengejar hal duniawi sampai melupakan hal-hal mendasar dalam kehidupan seperti bersyukur ataupun menikmati waktu bersama keluarga, saya sendiri justru tidak lagi memiliki ambisi besar yang terletak pada hal-hal duniawi, karena keinginan untuk memiliki keadaan yang lebih stabil sudah mulai menjalankan perannya. Sejak pindah kesini ambisi saya mulai bergerak kearah lain, bukan lagi ingin punya penghasilan besar, atau jabatan tertentu, bukan lagi ingin punya hal-hal mewah. Bukannya saya menolak, tapi saya sudah tidak meletakan fokus saya ke titik tersebut.

Harapan-harapan yang saya susun dan kejar pun sudah berubah bentuknya.

Kami pun merayakan Misa Malam Natal bersama KKI di Box Hill, setelah selesai kami pun melaju ke salah satu restoran Korea yang menyajikan BBQ sambil ditemani Soju yang seksi. Rasa syukur pun memuncak karena seburuk apapun keadaan yang sedang saya alami, setidaknya saya masih bisa merayakan malam sebelum Natal bersama keluarga menikmati saat-saat yang begitu berharga dan tidak tergantikan sedangkan masih begitu banyak dari mereka diluar sana yang masih harus bekerja, berjuang dan berjibaku dengan kehidupan mereka yang tidak seberuntung saya.

Yang saya inginkan sekarang hanya bisa hidup tenang dan melihat anak-anak saya menjadi sarjana disini, setelah itu saya bisa bersantai menikmati sisa hidup saya bersama istri secara sederhana, bersyukur dan penuh tawa jika masih diberi napas oleh-Nya.

Terimakasih Tuhan, untuk kehidupan dan perjalanan yang luar biasa ini, untuk hal-hal yang baik maupun cobaan-cobaan yang terjadi, untuk pengalaman yang menjadi pelajaran, dan untuk perlindungan yang luar biasa.

Saya menatap ke tahun berikut nya, yang tentu saya harapkan bisa menjadi tahun dimana salah satu harapan saya bisa terwujud.

Selamat Natal kawan, semoga damai berserta mu dan kita.

Picture source : https://goo.gl/images/MAANJT

BBQ di Taman

Salah satu yang menarik dari hidup di Australia adalah taman. Disini (terutama di Melbourne) taman merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Taman pun dibuat se asri dan se ramah mungkin terutama buat anak-anak dan anjing, hahh… anjing??? iya anjing, disini anjing merupakan sahabat dan sudah di-manusia-kan secara tidak langsung. Jadi jangan heran jika dibeberapa fasilitas umum ada slot atau tempat khusus untuk binatang menggonggong ini.

Hari ini, kami terlibat dalam sebuah acara lingkungan katolik disini (kalau bingung googling ya lingkungan itu apa dalam agama Katolik), kami kebetulan tergabung di lingkungan Santo Antonius berdasarkan tempat tinggal kami. Santo yang sama seperti Santo pelindung anak pertama kami si AL. Acara ini diadakan untuk mengucap syukur kepada Dia sekalian merayakan Natal bersama dan menutup tahun 2018 yang luar biasa, dan memohon berkat untuk tahun 2019.

Kami pun mengadakan acara BBQ di salah satu taman yang sudah dipilih. Taman nya bagus dan asri, juga luas dan ada play ground nya. Kami pun berbagi tugas, ada yang nge tag meja dan area BBQ, ada yang bantu masak, ada yang bantu bawa barang, dll. Kebetulan tugas kami kebagian menyiapkan salah satu bahan buat BBQ yaitu sate ayam sebanyak 6 kilo hahaha… selain nasi putih dan masakan mie sagu ala korea yang disebut jap je (entahlah bener kaga nulis nya).

Acara berlangsung seru dan meriah, diselingi senda gurau dan perbincangan ringan tidak terasa waktu bergerak cepat ke jam 2 siang. Setelah makan sampai kenyang dan mengikuti beberapa acara permainan, kami pun mulai berkemas dan membersihkan area BBQ yang semua nya gratis… tis… tis… uenak yo rek…. hahaha…, setelah selesai berkemas sambil membagi-bagi makanan yang kelebihan banyak, kami pun beranjak, tidak lupa saya mampir membeli satu (satu doank loh yaa…..) DUS bir (halah…) sebelum pulang ke rumah.

Bisa mendapatkan visa PR dan hidup di negara seperti Australia merupakan impian di awang-awang yang tadinya sempat saya percaya hanya akan ada di impian selamanya. Lah gimana ga coba, saya tidak pernah sekolah ataupun kuliah di Australia, juga ga pernah dapet working and holiday visa di Australia, juga ga pernah kursus singkat di Australia, punya modal juga ga, bukan dari keluarga berada dan yang paling parah adalah bahasa Inggris saya itu benar-benar amburadul sampai-sampai istri saya pernah ragu begitu saya bilang “saya mau bawa kita dan anak-anak ke Australia” karena ke-amburadul-an bahasa Inggris saya yang bahkan susun grammar saja bingung…. ini serius…

Itu kenapa, sampai detik ini saya masih dalam posisi yang setengah tidak percaya setengah terkesima bisa berada di negeri ini. Terlepas dari saya yang berusaha setengah mati mengejar ketinggalan saya dalam hal bahasa yang sangat pas-pas-an dan mengejar kemampuan teknis yang sudah tertinggal lumayan jauh, kehebatan Dia lah yang membuat kami tetap mampu berdiri disini dari awal hingga hari ini.

Saya benar-benar bersyukur untuk semua hal ini, dan berusaha sebisa mungkin untuk bisa meningkatkan kemampuan bahasa saya agar bisa semakin baik setiap waktu nya.

Selamat tinggal 2018 yang sebentar lagi akan berakhir dan selamat datang 2019, semoga kami bisa semakin baik lagi kedepannya.