I (still) don’t know after 6 years…

Hari ini, kita merayakan hari jadi kita yang ke 6, dan yang pertama di Melbourne, Australia.

Seperti baru kemarin saya kenakan cincin perjanjian ke jari manis mu di hadapan Romo Suherman, di depan Altar Gereja Kathedral, Jakarta.

Melihat kamu bahagia itu tidak tergantikan oleh apapun, sebuah kata yang tidak pernah saya hubungkan dengan harta, karena saya tidak melihat banyak orang benar-benar dibahagiakan oleh harta, tapi saya hubungkan bahagia dengan sebuah kesempatan, dengan sebuah kehormatan, dengan kasih sayang, dengan berani bermimpi dan melangkah mengejarnya.

Dan bagi saya pribadi, bahagia itu sederhana, memiliki impian, mengumpulkan nyali untuk mengejar, apapun hasilnya, lalu bersyukur, itu bahagia.

Seperti salah satu nya, yang saat ini kita lakukan, merantau di Negeri orang demi mengejar impian kita memberikan pendidikan (yang kita anggap) terbaik yang bisa kita berikan untuk anak-anak kita, walaupun hal itu harus dibayar dengan meninggalkan zona nyaman kita untuk (semoga) membentuk zona nyaman lain. Kalau boleh jujur, saya sendiri tidak menyangka akan benar-benar membawa kamu mengikuti saya sampai sejauh ini, tidak menyangka akan mampu mewujudkan salah satu impian kamu yaitu tinggal dan membangun keluarga di negara maju. Jika mengingat siapa saya dulu saat melamar mu, rasa nya kok tidak mungkin bisa membawa kamu sampai sejauh ini, tapi itulah kuasa Tuhan, tidak ada 1 kalkulator dunia yang mampu menghitung kemungkinan nya.

Selamat hari jadi pernikahan kita madu ku, terimakasih sudah memberi ku kesempatan, mempercayai ku, terimakasih karena sudah bahu membahu bersamaku jatuh bangun membangun keluarga dan mengejar impian kita. Dan, maafkan semua kekurangan ku, semua proses penyesuaian kita dalam perkawinan yang saya tahu itu tidak mudah dan kadang menyakitkan, walaupun itu juga hal yang menyehatkan dalam sebuah keluarga.

Saya penuhi janji yang pernah saya ucapkan, jika kita akan merayakan anniversary di Melbourne suatu hari nanti, yang ternyata saat ini kita malah benar-benar tinggal disini.

Disinilah kita sekarang, di kota impian yang cantik, nyeni, bersih dan teratur, bersama 2 anak yang baik, pintar dan lucu, menatap jauh kedepan, ke impian kita berdua. Semoga Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk bisa tinggal dan hidup disini selama mungkin.

Selalu dampingi dan temani saya sampai seumur hidup kita, madu ku, dalam setiap langkah mengejar impian kita berdua yang selalu berbumbu suka dan duka, dan berhias tangis serta canda tawa.

image

image

image

Love is like a lump of gold, Hard to get, and Hard to hold.
Of all the girls I have ever met, You are the one I can’t forget.
I do believe that God above, Created you for me to love.
He choose you from all the rest, Because He knew I would love you best. It’s my promise.
I don’t know why I love you, just love you…
Happy Anniversary Madu ku…
Kiss and Hugs…

Advertisements

Yang Ke-5

Hari ini genap 5 tahun kami berumah-tangga. Saya tidak akan bercerita lagi tentang betapa beruntung nya saya karena cewek 1 ini mau menjadi istri saya 5 tahun lalu, dengan semua resiko yang harus dia hadapi jika harus hidup serba kekurangan (yang syukur puji Tuhan kami masih diberikan kecukupan sampai hari ini), karena sudah saya ceritakan di anniversary yang ke 4 lalu disini.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang kami miliki, kami berkomitmen untuk saling menerima seutuhnya dan apa adanya.

Kehidupan keluarga kami tidak lepas dari tawa, sedih, pertengkaran, saling menguatkan dan saling mengingatkan seperti keluarga lain pada umumnya.

Terimakasih istri ku, untuk mau menerima manusia unik 1 ini menjadi suami mu 5 tahun lalu, untuk mau menjadi Ibu bagi anak-anak dan rela melepas karir mu, untuk mau memberikan sebagian besar hidupmu untuk keluarga kecil yang unyu-unyu ini, dan untuk mau berjuang bersama ke tanah baru jika mendapatkan kesempatan. Dan,

Maafkan semua kesalahan ku ya, semua kata-kata kasar yang pernah terucap, semua tingkah laku menyebalkan, semua keisengan yang suka membuat kamu keki setengah hidup, dan semua ketidak mampuan ku sebagai seorang suami untuk mewujudkan semua keinginan dan impian mu.

Happy Anniversary ya, semoga makin tabah dan kuat menghadapi hari-hari berikut nya di depan dan berjuang bersama untuk kehidupan yang (menurut kita) bisa lebih baik lagi.

Peluk dan cium

After 4 years

26 September…

26 September, hari jadi kami sebagai suami istri, sebuah petualangan baru dimulai pada tanggal tersebut… 4 tahun lalu :).

Saat saya mencoba mengingat, apa yang terjadi 7 tahun sebelum nya saat kami masih ABG dan TopMarkotop hehehe…, 5 September 2002 (hari jadian kami) dimana hari serasa paling indah saat itu hahaha…, saya agak merinding sebetulnya. Why… karena sering terlintas di kepala saya, dan sering saya merasa sangat tidak mengerti sebetulnya, apa sih yang dilihat dia (mantan pacar [istri] saya –red) dari saya sehingga mau saya ajak pacaran dan akhir nya mau menunggu (dalam ketidakjelasan yang sangat tidak jelas) untuk saya nikahi…

Jika melihat apa yang saya miliki saat itu, saat saya sedang dalam garis terbawah dalam hidup saya, saya sendiri tidak yakin mampu makan cukup untuk diri sendiri apalagi nafkahi orang lain. Apalagi mimpi untuk menikahi pacar saya saat itu.

Akan tetapi, sekali lagi, Tuhan berkarya atas hamba-Nya sesuai cara-Nya yang Maha besar, dan jujur saja saya sampai sekarang pun tetap tidak mengerti, kenapa ya dia tetap yakin untuk bersama saya saat itu. Walaupun, sekarang saya sudah menjadi lebih baik, dan menjadi lebih mapan, bisa menafkahi dia, bisa membuat dia hidup layak, saya tetap merasa keputusan mantan pacar (istri) saya itu sangat berani.

Apapun itu, 11 tahun sudah berlalu, dan menjadi kenangan yang indah diantara kami, cerita seru saya bersama dia, dari proses pacaran yang selalu bergantung pada dompet dia, nonton pun dibayarin dia, sampai makan pun dia yang bayar (kecuali makan di warteg hahaha…) dimana hal itu akhir nya membuat saya berjuang dengan keras dan kuat, agar bisa membalas semua kebaikan dia, kesetiaan dia, agar bisa menjaga dia, membuat dia hidup layak jika benar” menjadi istri saya, membuat saya mengerti 1 hal, jika… kami sama” mau berusaha, untuk orang yang kami sayang dan cintai, dan proses ini harus berjalan saling melengkapi, kami pasti bisa menari dalam badai untuk akhirnya menikmati pelangi setelah nya bersama-sama.

Sekarang, saya cuma berharap… kami bisa diberikan kesehatan, umur yang panjang, dan rejeki yang berlimpah, agar bisa melanjutkan perjalanan baru ini, sebagai sepasang suami istri, yang saling melengkapi, saling menekan ego, saling merendahkan hati, saling memaafkan, dan saling mengerti sampai akhir hayat.

Terimakasih istri ku, untuk mau mencintai dan menerima diri ku yang banyak kekurangan ini (begitu juga dengan kelebihan hahaha…), untuk mau menjadi Ibu (Full time mommy) bagi anak” kita walaupun hal tersebut (saya tahu) sangat sulit sekali, untuk mau menjaga keadaan rumah tetap bersih dan nyaman, untuk mau bahu-membahu dan mendukung setiap langkah yang akan kita ambil untuk keadaan yang kita harapkan bisa lebih baik bagi keluarga kita.

Dan… maaf kan kesalahan” yang sudah saya buat selama ini, dan membuat kamu menangis ya… **Hugs**

Happy Anniversary my love, I never knew why I love you because I love you without a reason.