Akan ada saat itu tiba

Minggu ini, minggu yang penuh dengan kegiatan. Dimulai dari kepindahan saya kembali ke organisasi semula, perayaan hari jadi kami sampai ke kedatangan kakek dan nenek anak-anak yang sudah begitu ditunggu-tunggu oleh mereka.

Untuk kepindahan saya sudah pernah saya tuliskan di blog sebelumnya. Jadi saya akan menuliskan tentang hal lain.

Kami merayakan hari jadi tahun ini dengan cara agak berbeda, pertama saya ajak keluarga makan malam di daerah city saat pulang kerja karena hari itu tepat tanggal 26 dan istri kebetulan sedang mengajak anak-anak main ke daerah Port Melbourne yang kemudian mampir ke State Libray di seberang Melbourne Central. Karena hari itu saya juga menggunakan public transport jadi saat pulang saya mampir ke city untuk menemui mereka. Dan kami berakhir di sebuah restoran Thailand untuk mengenyangkan perut kami.

Yang kedua, kami merayakan nya di daerah Yarra dan hanya berdua saja. Maksudnya biar mesra dan romantis gitu hahaha… karena kebetulan mertua saya sedang datang jadi anak-anak bisa kami tinggal bersama mereka. Istri memesan tempat melalui groupon dan makanan yang dipesan luar biasa banyak, dan sudah paket jadi ga bisa di pilah-pilah lagi.

Dengan ditemanin segelas Cider untuk istri dan segelas Carlton Draught untuk saya, kami berjuang keras menghabiskan seafood platter yummy yang sudah menunggu dengan sabar di meja kami, huffhh… sampai susah jalan saya saat selesai makan…

Malamnya, sebelum tidur saya iseng memperhatikan lini masa sosial media saya, mata saya tertuju pada sebuah postingan yang cukup menggelitik karena melihat seseorang yang saya cukup kenal tersenyum bahagia karena sebuah promosi yang baru saya diterimanya. Saya mengenal pribadi itu cukup dekat dulu dan saya tahu dengan sangat bagaimana dia menyebar kata dan kalimat untuk menghadang orang-orang yang ingin kembali karena mungkin dia merasa hal itu akan menjadi ancaman buat dia. Dan saya tahu jika itu pun salah satu yang terjadi pada saya juga pada akhirnya. Dan mungkin juga hal itu juga yang membuat dia berada diposisi dia saat ini kan, bersama sekumpulan manusia-manusia setipe lainnya yang saya tahu memang cukup banyak disana.

Ga heran sih, dan apakah saya kemudian menjadi dendam? Tidak sama sekali. Tidak, saya malah memaafkan. Bukan karena saya mengenal mereka, dan bukan juga karena saya tidak suka sama mereka. Saya memilih untuk tidak mengubris hal seperti itu karena saya sadar jika menjadi orang yang terbukti kompeten sudah tentu akan dihadang orang yang tidak kompeten agar tidak terjadi persaingan (lagi mau nyombong dikit boleh donk hahaha…) dan hal itu harus disyukuri, karena secara tidak langsung kita diakui kehebatannya walaupun dengan cara tidak terpuji.

Lalu apakah hal itu membuat hidup saya jadi lebih suram, oh tidak… tidak sama sekali hahaha… justru sebaliknya saya malah mendapatkan jalan yang lebih baik, jauh lebih baik, belajar lebih banyak, mengenal leboh banyak orang hebat lainnya dan tentunya jadi tahu lebih banyak (salah satunya ya tahu seperti apa mereka itu).

Saya percaya jika semua di tangan Tuhan, dan saya juga percaya jika apa yang kita tabur akan kita tuai kemudian hari karena saya percaya karma. Kerja atau pekerjaan bagi saya (apalagi setelah hidup di negara seperti Australia) hanyalah sebuah alat. Kita bisa menggunakan alat itu agar menjadi berkat maupun tidak hal itu kembali kepada kita sendiri. Orang-orang yang sadar mereka tidak memiliki kemampuan hakiki tentu akan menggunakannya sebagai alat untuk menjatuhkan orang lain karena hanya itu cara mereka mempertahankan pekerjaan mereka dan mendapatkan promosi.

Kerja itu bagi saya seperti orang pacaran saja. Kalau memang cocok ya diteruskan, kalau sudah tidak cocok ya toh masih bisa jadi teman kan. Ga perlu drama, ga perlu lebay, ga perlu jilat sana sini, ga perlu jatuhin orang lain. Tapi itu saya loh ya… karena saya percaya pada kemampuan saya dan saya percaya tidak akan jatuh miskin jika kalian memperlakukan saya seperti itu.

Dan tentu hal lainnya, saya selalu berusaha agar bisa selurusnya dalam bekerja. Karena saya tahu jika hasil yang saya dapatkan dari jilat menjilat, atau karena saya dekat dengan atasan tidak akan pernah membuat saya lebih bangga dari mendapatkan apa yang saya dapatkan karena memang murni kemampuan kerja saya. Dan hal itu juga secara tidak langsung mendorong saya untuk bisa lebih baik lagi setiap hari nya agar bisa tetap bertahan di dunia persilatan kan.

Dan saya percaya jika apa yang kita lakukan suatu hari akan ada saat itu tiba dan terjadi pada kita sendiri.

Ya tapi itu kalau saya loh…

Advertisements

Ke Sembilan

Tidak terasa, sudah 9 tahun (260909 – 260918) kita berjalan bersama sebagai suami istri dan sudah 16 tahun lebih dikit (050902 – 050918) sebagai pasangan.

Yang namanya mesrah-mesrahan, saling ledek, saling membangun, saling kritik, saling nyebelin, saling plat-plat an, plat??? Iya itu loh plat, bahasa gaol nya datar, itu flatttt…. !@#$%^&* #ngok apalagi saling marah ahh… sudah ga kehitung buanyak nya ya… apalagi sama si bawel kaya kamu kan, dari dulu bawah dagu masih seperti jalan tol sampai sekarang udah seperti jalanan komplek yang banyak polisi tidur nya huahahaha…

Lebih jauh lagi, kita juga sudah seharusnya saling ngerti kalau sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk dipertahankan, tapi juga untuk dikembangkan, ditumbuhkan, dipupuk, dan itu hanya bisa berhasil kalau dilakukan bersama bukan satu pihak karena pasangan kita kan bukan tukang kebon ya… masa suruh dia mupuk sendiri. Contohnya saat si suami dah nge-plat #eh nge-flat, ya ketok dikit tuh ubun-ubun pake high heels siapa tau bergejolak lagi kan trus syukur-syukur jadi waras beneran, atau si bini dah nge-flat ya coba dikepret pake uang belanja segepok (jangan dilempar koin sekarung yee… ntar benjut…) siapa tau bergelombang lagi ya kan… ya kan… yang bini-bini pada seneng deh… (jangan ditiru ya, cuma becanda, ane jangan di bata ya gan…) dari pada cuman bilang lo-gue-plat halahh… kaya bocah aja…

16 tahun lalu saya benar-benar ga punya apapun, bisa makan 3 kali sehari itu adalah sebuah kemewahan tak terkira. Masih inget banget tiap mau ngapel ke rumah kamu yang ada di seberang Jakarta sana buat beli bensin saja kadang ga ada doku. Sangat surprise sih kenapa kamu mau ya waktu itu, karena saya benar-benar sedang berada di titik yang nyaris tanpa masa depan loh…

10 tahun lalu, saat saya melamar kamu, saya pun masih tetap tidak punya apapun yang sanggup saya ubah menjadi setangkai bunga atau sebuah cincin yang layak agar bisa melamar kamu dengan selayaknya khalayak umum melakukan hal itu, dan biar romantis dikit. Modal saya saat itu hanya sebuah SMS seharga 350 rupiah (setara 3 cents Australia saat ini) yang saya kirimkan ke Handphone kamu saat menanyakan “maukah kamu menikah dengan saya?”, sangat tidak jaman-now dan romantis ya caranya… apa boleh buat itu yang bisa saya lakukan saat itu. Tadinya ada rencana bawa kamu makan semur jengkol di warteg sih sambil saya tanyain langsung, tapi kawatir ntar malah mencret-mencret tambah repot yang ada. Terus mau saya telp juga ga bisa karena pulsa saat itu tinggal 400 rupiah hahahaha… haduh… haduh… kebetulan sekali, maklum tabungan yang ga seberapa sudah nol karena kita sudah kuras untuk urus sesuatu saat itu.

Jawabannya? ya sudah ketahuan lah ya… tuh unyils dua lari-larian becanda dan berantem tanpa lelah disekitar kita, masa iya kamu jawab ga mau bisa keluar 2 unyils ya kan… udah gitu mukanya mirip kita pulak…, bisa dipastikan ga pake nepu.

Di hari itu juga saya membuat 3 janji tidak terucap ke diri saya sendiri yang akan saya kejar dan tebus di kemudian hari saat saya sudah berhasil meraih nya (jangan tanya ga bakalan saya kasih tau hehehe…). 3 janji yang sebetulnya mustahil saat itu bisa saya raih jika melihat keadaan saat itu. Tapi sekali lagi Tuhan membuktikan keberadaan Nya dengan cara Dia yang elegan, pelan tapi pasti (setidaknya sampai hari ini) satu per satu jalan dibuka dan ditunjukan oleh Nya.

Tidak mudah membuat target mustahil untuk dikejar, tapi hanya hal itu yang bisa membuat saya tetap semangat setidaknya berusaha meraihnya, buat siapa? Ya buat kamu, siapa lagi… dan seakan-akan ada kekuatan tidak terlihat yang selalu ikut mendorong saya setiap saat akan menyerah, karena kadang situasi dan kondisi benar-benar menjadi… begitulah… ga ada yang bilang hidup dan mengejar impian itu gampang kan.

Hari ini, di hari dimana kita merayakan ulang tahun pernikahan ke 9, ada 1 janji tidak terucap yang ingin saya penuhi, yaitu salah satu dari 3 janji saya 10 tahun lalu (yang dua lagi rahasia, kan udah dibilang tadi jangan tanya, tunggu tanggal main nya saat sudah berhasil saya wujudkan ya hahaha… – Alibi banget deh ya…, padahal cuman kamuflase, biarinn…)

Saya tidak akan bertanya lagi seperti dulu karena saya ga mau ngelamar kamu 2 kali, tapi lebih dari itu terimalah hasil saya mengejar, berusaha dan menabung selama 10 tahun ini sebagai penebusan salah satu janji tidak terucap saya agar bisa melamar kamu dengan selayaknya walaupun kamu tidak pernah memintanya sama sekali apalagi menuntut baik saat itu maupun saat ini. Tapi lebih karena kamu memang lebih dari layak untuk mendapatkannya, terlebih setelah semua yang kamu lakukan, yang entah kenapa saya yakin hanya dalam hitungan jari saya untuk cewek jaman sekarang berani melakukannya, karena hidup itu tidak bisa hanya dengan cinta bukan? Walaupun cinta juga bisa membuat hidup lebih hidup kan hahaha… (berasa kaya anak SMA lagi ngomongin cinta-cintaan halah…) selama dijaga bersama ya, bukan dijaga sendirian karena baik kamu maupun saya bukan satpam atau hansip kan…

Sebetulnya tadinya mau saya belikan yang sebesar batu kali tapi setelah dipikir-pikir kok ntar kamu malah lebih seperti paranormal daripada cewek normal ya hahaha… ga jadi deh… (ngeles… padahal ga kebeli… hihihi….)

Semoga kamu suka ya sama modelnya yang sederhana dan polos seperti aku (ngareppp…).

Terimakasih ya sayang, untuk mau bersabar dan memberikan kesempatan, untuk mau menerima saya apa adanya karena saya tahu ga gampang hidup sama orang sekeras saya, untuk mau bersabar dan berjuang bersama saya, untuk mau mengejar mimpi kita terutama untuk anak-anak walaupun kadang impian yang saya pasang tidak masuk akal dan jalan yang saya pilih sering bikin deg-deg-an but life without any sparkling is bored isn’t it, as long as we keep it contained it should be ok, although it was not easy either.

Terimakasih juga untuk sering kali menjadi nyebelin, keras kepala dan ngeselin karena itu juga menjadi bahan renungan dan membantu kita membangun pondasi, dan juga jadi bahan olah-raga kita saat kita berantem (cape loh berantem itu) Terimakasih untuk menjadi pelengkap, pendamping dan pendorong saya yang selalu jauh dari kata sempurna ini.

Selamat hari jadi ya sayang, dari yang menyayangi mu apa adanya juga walaupun sering mengritik kamu juga xixixi….

Terimakasih Tuhan untuk seorang wanita yang kuat disisi saya, untuk anak-anak yang baik, karena mereka lah alasan-alasan terkuat saya untuk selalu dan tetap berjuang, semata-mata (atau sehidung-hidung juga boleh) karena ingin memberikan yang terbaik semampu saya untuk mereka, dan tentunya dengan cara dan jalan yang selempeng-lempengnya karena saya masih takut dijewer Tuhan. Saya memiliki hari ini salah satu nya karena ada si dia yang nyebelin ini disamping saya hehehe… (Pissss….)

Saat seorang wanita menerima pria apa adanya itu luar biasa, dan saat seorang wanita menerima pria apa adanya plus dia tidak memiliki apapun itu SPESIAL 😊.

Ke – 8

Aihh… tidak terasa kita sudah menikah 8 tahun (dan sudah bersama 15 tahun), dari kurus kerempeng jadi lebih “berisi”, dari cuman berdua jadi berlima (dan sekarang tinggal berempat 🙂 ). Semua proses ini membuat saya bersyukur kepada Tuhan karena memberikan seorang wanita kuat seperti kamu disisi saya. Thank God I found you… as you ever said to me 🙂

Tapi bener deh… sampai sekarang pun saya masih suka bingung gitu sama kamu. Kok ya bisa-bisanya mau ya dulu pacaran sama saya dan sampai mau nungguin saya yang ga jelas kapan bisa ngelamar nya. Lah ya makan sendiri saja tersoak-soak gimana mau ngelamar cepet.

Tapi… saya bersyukur punya istri seperti kamu, terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk membuktikan sesuatu yang belum tentu terbukti dengan menerima dan mempercayai saya sebagai suami, terimakasih sudah memberikan segenap jiwa raga dan hati tulus yang mencintaiku apa adanya walaupun kamu tahu akan berjudi dengan keadaan saat menerima saya, dan perjudian itu akan sangat tidak mudah, walaupun kamu di inget kan jika hidup tidak bisa hanya dengan cintahhh…

Sekarang 1 dari 4 impian liar saya sudah terwujud, yuk kita kejar sisanya

Terimakasih juga sudah mendampingi saya, berdiri disisi saya, dan menopang saya dalam perjuangan kita meraih impian saya yang liar ini, ga gampang mempertaruhkan masa depan untuk seorang cowok yang ga punya apa-apa dan lebih ga gampang lagi hidup dengan orang seperti saya, iya kan? Udah jangan ge-er dulu. Itulah indahnya sebuah pernikahan yang menerima apa adanya bukan ada apanya, dan mau ikut membangun serta menjaga agar semua “apa ada nya” bukan “ada apa nya” entahlah… saya sering berpikir mungkin saya tidak akan pernah bisa sejauh ini tanpa kamu loh… (udah jangan senyum-senyum sendiri sekarang… :p )

Sekarang 1 dari 4 impian liar saya sudah terwujud, yuk kita kejar sisanya hahaha… deg deg an yak apaan ituu… ?!?

Happy hari jadi ya sayang, kita sudah nikah 8 tahun loh…. kata orang angka 8 itu bagus, tapi buat saya selama ada kamu disisi saya berapa pun angka nya tetap bagus jiahhhh…. hahaha….

(jangan klepek klepek dulu ya…. saya belum makan malam, masakin dulu 🙂 )

Saya ulang ya janji nikah kita,

“Joeng Lie Nie. Saya memilih engkau menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.”

Duh ga kebayang deh dosanya kalau sampai saya jalannya miring nanti setelah berjanji didepan Tuhan dan kamu… (amit amit jangan sampe….) apalagi kita hidup disini, yang hampir setiap hari saya disuguhi pemandangan WLABNPM*, @khhh… semprull… harus kuatttt…. harus kuatttttt…

Sebagai penutup tulisan ini tak nyanyi-in lagi lagu nikah kita ya… Muachhh…. eh… jangan tutup telinga!! ^^,

—-

Moon so bright night so fine
Keep your heart here with mine
Life’s a dream we are dreaming
Race the moon catch the wind
Ride the night to the end
Seize the day stand up for the light

I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do

Heroes rise heroes fall
Rise again, win it all
In your heart, can’t you feel the glory
Through our joy, through our pain
We can move worlds again
Take my hand, dance with me

I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do

I will want nothing else to see me through
If I can spend my lifetime loving you
Though we know we will never come again
Where there is love, life begins
Over and over again
Save the night, save the day
Save the love, come what may
Love is worth everything we pay

I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do
I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do
I will want nothing else to see me through
If I can spend my lifetime loving you

======

* Wajah Latin Atas Bawah Nungging Pakaian Minimalis

Yang ke Toedjoeh.

7 Tahun…

Hari ini kita 7 tahun resmi menjadi pasangan suami istri. Banyak hal yang sebetulnya menjadi pertanyaan saat kamu mau menunggu dan memberi kesempatan untuk seorang pria yang tidak punya apapun saat itu. Pertanyaan yang kalau dituliskan akan jadi membosankan karena sudah pernah dituliskan di tahun-tahun sebelumnya.

Selamat hari jadi mom, terimakasih untuk berdiri disamping ku berjuang untuk keluarga ini, berjuang untuk impian kita berdua baik untuk keluarga maupun untuk anak-anak.

Terimakasih untuk pengertian dan kemauan untuk berubah, dan terimakasih juga untuk mau mengingatkan ku saat ada salah dan ketidaksesuaian.

…apa yang bisa lebih membahagiakan seorang Pria yang sudah memiliki keluarga yang sehat, lengkap dan dalam keadaan baik? Tidak ada…

Perjalanan ini sudah 7 tahun, tapi serasa baru mulai. Di depan… terbentang 1001 kesempatan dengan 1001 masalah dibelakang nya yang siap menikung dan mengagetkan kita setiap saat. Tapi… dengan kekompakan dan kekuatan kita yang berada dalam lindungan Tuhan, aku yakin kita pasti bisa melewatinya dan meraih apa yang kita impikan.

Jika ditanya apakah aku bahagia? Tentu… apa yang bisa lebih membahagiakan seorang Pria yang sudah memiliki keluarga yang sehat, lengkap dan dalam keadaan baik? Tidak ada, bahkan uang segunung pun tidak akan bisa membeli hal ini karena hal ini lahir dari kekuatan kasih, kepercayaan, dan saling mendukung.

Sekali lagi Happy Anniversary yang ke Toedjoeh… semoga apa yang kita bangun dan kita jaga, selalu bisa kita tumbuh kembangkan sampai nanti maut memisahkan kita.

*pelukkecupkening 🙂
Pict Source – http://www.keyword-suggestions.com