Father’s Day

Entah sudah berapa banyak hari Bapak saya lewati tanpa bisa mengucapkan 1 kali pun selamat hari Bapak ke Papa ku. Ya… Papa ku sudah tidak di dunia lagi, dia sudah tenang dan damai disana. Sebentar lagi 19 tahun sudah dia pergi selamanya.

Dulu, saat dia masih hidup, mana ada kepikiran hari Bapak, yang saya ingat saat itu adalah hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember (menurut tanggalan Indonesia ya…), maklum dulu kan jaman internet belum semaju sekarang. Kemajuan dunia IT turut memberi andil adanya penyebaran informasi seperti itu terjadi lebih cepat. Tidak lupa juga andil sifat manusia yang suka gaya dan ikut-ikutan yang sedang nge-trend diluar sana agar dibilang exist (contohnya ya seperti saya ini hahaha….)

Walaupun Papa sudah tidak hidup di dunia, tapi saya tetap akan mengucapkan Selamat hari Bapak ya Pap… terimakasih untuk semua yang sudah Papa berikan semasa hidup dulu, ajaran-ajaran yang berguna dan terbukti berhasil membantu saya sampai sejauh ini, dan memberikan kenangan yang sangat baik sebagai seorang panutan bagi saya terutama bagaimana melaksanakan tanggung jawab sebagai seorang suami dan bapak, yang akan saya jaga dan turunkan kepada kedua putra saya kelak tentang apa itu arti menjadi seorang Pria, semoga saya bisa hahaha… Damai lah disana Pap, salam buat kakak ya…

Advertisements

Kakak ku

Hari ini, tepat 19 tahun lalu, saya mengantar jenazah Kakak saya dari Jakarta ke Tegal.

Hari ini, tepat 19 tahun lalu, saya menemani tubuh kakak ku yang telah terbujur kaku di rumah duka cembengan di Tegal, dengan semua letih lesu yang sudah tidak bisa kurasakan lagi, selain rasa kehilangan yang amat sangat karena dia salah satu panutan ku dalam hidup, ternyata telah berpulang lebih cepat dari yang ku duga.

Yohanes Karyono Djais, itulah nama kakak ku, nama yang tidak akan pernah saya lupa dalam sisa hidup ku, karena begitu banyak kenangan yang ada dalam pikiran ku.

Berbaring diatas rumput ditepi pantai di Tegal saat liburan tiba adalah salah satu kegiatan yang sering kami lakukan saat dia pulang ke Tegal, sembari berbaring, sering kali kami berkhayal tentang masa depan yang ingin kami capai dan banyak hal lainnya sembari menikmati mentari yang pelan tapi pasti turun ke peraduan nya yang setelahnya kami baru beranjak pulang.

Hemmm… masih hangat tersimpan dibenak ku, kesukaan dia saat mencium aroma padi dari sawah di tepi kanan dan kiri jalan dua antara Tegal – Banjaran, yang sering kami lewatin saat malam karena saya tahu dia suka menikmati aroma itu yang menurut dia tidak bisa ditemui di Jakarta.

Pondok sate ayam di pokanjari Tegal, lesehan pisang bakar di alun-alun Tegal (yang entah masih ada tidak sekarang) dan warung soto Pak Madi saat masih di jalan teri Tegal menjadi tempat kenangan yang tidak akan pernah hilang dari benak saya saat mengenang dia.

Belum sawah-sawah di dekat perumahan Nanas yang saya yakin saat ini sudah tergusur oleh bangunan baru, juga menjadi kenangan lain karena kami dulu sering memancing belut sawah yang kemudian kami bakar di kebun-kebun dekat sana dengan perapian seadanya, menyantap belut bakar (yang sudah pasti dianggap masih kotor oleh kalian yang tinggal dikota) sambil bercengkerama tentang cita-cita yang ingin kami kejar kelak. Ahhh… indah nya saat-saat itu… tidak lupa motor yamaha F1ZR yang selalu setia menemani kami kemana saja.

Apa kabar Kak? Doa ku selalu dan akan selalu bersama mu Kak, damai lah disana Kak, satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, salah satu impian yang pernah saya katakan dulu sudah berhasil saya raih, nanti ya saya ceritakan saat kita sudah bersua, dan seperti biasa… kita bisa memilih sambil berbaring diatas rumput sambil memandang jauh ke arah cakrawala melewati gulungan ombak yang tiada hentinya mendebur tepi pantai, seperti yang sering kita lakukan dulu, atau… sembari menghirup kopi kapal api kesukaan kita sembari menyantap pisang bakar coklat hahaha… what a great memory Kak.

Salam untuk Papa ya….

April 2019

Mood untuk menulis entah kenapa ngumpet dimana saat ini, pusing kan bacanya hahaha….

Tapi ini bener, entah kenapa kadang ga denk… sering hahaha… keinginan untuk menulis tiba-tiba hilang padahal di kepala sudah beredar beberapa ide yang bisa dituangkan kedalam tulisan, yang akhirnya malah nguap entah kenapa dan kemana, dan berakhir dengan satu tulisan panjang.

Saya biasanya menuliskan sebuah artikel (biasanya??) saat si mbarep dan si mbontot ultah, tapi entah kenapa kemaren bisa kelupaan karena ditunda lalu ditunda lagi sampai akhirnya bener-bener ga inget dan sudah terlewat jauhhhh sampai sekarang.

Ya sudahlah, setidaknya sekarang saya inget hahaha… saat mikirin tentang duo bocil yang sudah gede sekarang, saya sering merasa waktu terbang cepat sekali. Masih jelas banget di ingatan saya saat-saat saya mengendong mereka pulang dari RS Family Pluit ke rumah mungil kami di Citra satu sana. Eh… sekarang dah sak meter tinggi nya, kaya mimpi hahaha…

Dengan migrasi ke Australia, saya menemukan (banyak) hal-hal positif yang terjadi di masa-masa pertumbuhan anak-anak saya. Gaya pendidikan disini yang begitu saya sukai karena sangat mendukung dan mendorong anak-anak saya untuk bisa lebih berani, percaya diri, menghormati orang lain, mengerti jika antri itu sebuah keharusan, dan masih banyak ajaran etika dan norma kehidupan lainnya yang sejak kecil sering ditanamkan melalui kegiatan belajar mengajar. Jadi ga melulu menghafal, didikte, ngejar angka dan juara ya.
Kehidupan kami disini bisa dibilang baik, waktu yang berkualitas dengan keluarga yang bisa dicapai hampir setiap hari plus sebotol beer dingin halahh…., kualitas kehidupan yang meningkat tajam walaupun kami bukan orang berduit banyak membuat kami sangat bersyukur karena memiliki jalan ini. Kami tidak berasal dari orang-orang dengan latar belakang ekonomi yang kuat, tapi kami benar-benar merasa cukup saat ini, kami bisa hidup layak dan masih bisa nabung dikit buat masa depan.

Ga lama ini kami sekeluarga baru saja merayakan Paskah ketiga kami disini, yang kebetulan kali ini kakek nenek anak-anak sedang berada di Melbourne, yeahh… jadi rame deh… sebuah keadaan yang sering kami rindukan sejak kami migrasi ke Australia 3 tahun lalu. Maklum dulu sering ngumpul dengan keluarga besar istri, dan hal itu menjadi salah satu yang hilang saat kami memutuskan untuk hijrah ke negeri Kangguru mengejar impian kami terutama untuk kedua anak kami, walaupun saya harus bargain dan kompromi dengan banyak hal, tapi semua itu terasa layak, bahkan sangat layak.

Melbourne sudah mulai kembali normal, setidaknya dalam beberapa hari ini. Suhu kota ini sudah mulai kembali ke suhu dimana seharusnya dia berada (yaelahhh… norak ahh… mentang-mentang sudah kuat dingin tapi abis itu kerokan hahaha…), setelah beberapa minggu ini disko dangdut panas dingin panas dingin ga tentu seperti ABG sedang jatuh cinta monyet. Suhu yang enak ini membuat kami bisa jalan kaki dengan jaket ringan tanpa harus berkeringat seperti saat kita jalan di jalan Sudirman di CBD Jakarta di tengah siang bolong. Emang suhu nya berapa seh? Kisaran 15 sampai 19 derajat, ouchh… itu kan dingin?? Iya sih, awalnya kami juga merasa seperti itu, tapi setelah beberapa kali kami dicolek panasnya Negara ini saat musim panas, kami mulai sukak pake banget sama dingin hahaha…

Suhu yang cukup panas sampai bulan April bukan sebuah pertanda yang bagus juga sebenernya, karena pola seperti ini biasanya menjadi pertanda jika musim dingin akan menjadi lebih dingin dari biasanya, brrrr… bisa-bisa minus tahun ini (semoga ga ya…). April sebentar lagi akan menuju peraduan, dan bulan Mei sudah mengintip di perempatan. Bulan dimana seluruh penantian kami selama 2 tahun untuk sebidang lahan mungil yang kami beli waktu itu akan selesai disiapkan oleh developer dan bisa dipindah namakan kepada kami agar builder kami bisa mulai membangun rumah mungil kami diatasnya. Saat ini kami sedang pontang panting dengan pengajuan pinjaman Bank, yang untungnya kami dibantu seorang mortage broker yang kompeten jadi lega deh…. semoga semua proses nya lancar dan Natal tahun ini harapannya kami bisa pindah dan merayakannya dirumah kami sendiri, semoga ya…. Selain itu, beberapa kesempatan di dunia kerja yang belakangan ini tiba-tiba terbuka juga cukup membuat pusing karena hal ini bersangkutan dengan aplikasi mortage kami. Pertimbangan demi pertimbangan mulai coba kami putuskan dan pada akhirnya kami serahkan saja semua kepada Dia karena waktu Dia lah yang akan paling tepat bagi kami sekeluarga.

Minggu ini adalah minggu malas, hahh…. Minggu malas? Iya, hahaha… karena minggu ini efektif hanya 3 hari dengan bolong di hari senin dan kamis, senin libur paskah dan kamis adalah ANZAC day, seperti hari pahlawan kalau di Indonesia. Tadinya mau ambil cuti tapi setelah dipikir-pikir cuti yang belum seberapa itu mendingan saya simpan untuk yang lebih penting. Yang lebih penting itu apa, nanti saya tulis ya setelah benar-benar kejadian, tapi ga sekarang.

Ngomong-ngomong soal libur Paskah, kok bisa hari senin libur Paskah? Di Indonesia kan hanya Jumat sampai Minggu saja? Iya benar, disini pun begitu, libur benerannya mulai dari Jumat dan berakhir di hari minggu, nahh…. ini nih bedanya, libur paskah itu kan sebetulnya Jumat Agung dimana itu hari jumat dan Minggu Paskah dimana itu hari minggu. Karena hari minggu itu adalah hari libur, jadi pemerintah sini mengganti hari itu ke hari senin karena minggu itu memang sudah jatahnya menjadi hari libur, aihh… baiknya… masih bingung? Oke saya jelasin pakai libur natal yak. Natal itu kan tanggal 25 Desember (semua juga tau ya…) dan pasti tanggal merah kan yang artinya libur atau public holiday, jadi kalau tanggal 25 Desember itu jatuh di hari sabtu atau minggu, maka senin berikut nya akan jadi tanggal merah untuk mengganti libur natal yang jatuh di hari sabtu atau minggu yang memang sudah seharusnya libur. Jadi jatah libur (weekend) diganti jika ternyata ada public holiday jatuh di weekend, dan jatah cuti tetap 20 hari setiap tahun tidak berkurang hakhakhakhak… senang nya….

Nah sekarang saya bingung mau nyambung tulisannya gimana hahaha… gini nih kalau ngerjain sesuatu ga pokus, halah… fokus maksudnya. Semua jadi setengah sepatah begini.

Dah deh… nanti kita sambung lagi ya di tulisan berikut hahaha… caoo….

(Another) Autum

Negara yang berada di benua sendirian di belahan selatan bumi ini sudah mulai masuk ke musim gugur lagi. Musim gugur kali ini akan menjadi yang ketiga bagi kami !!!

Tidak terasa sudah sejauh ini langkah kami disini. Badan yang dulu sreng-sreng-jess saat memasuki musim gugur dimana suhu mulai turun apalagi mendekati dan berada di musim dingin sudah mulai bisa mengikuti perubahan ekstrem suhu kota 4 musim dalam sehari ini. Pagi belasan, siang tiga puluhan yang kadang nyaris empat puluhan bahkan lebih yang kemudian kembali ke belasan saat memasuki kegelapan malam sudah bukan hal asing lagi bagi badan kami. Ga setiap hari sih begitu hahaha… seringnya terjadi di masa transisi musim semi ke musim panas dan musim panas ke musim gugur.

Kami sekeluarga sudah mulai masuk ke tahun ketiga, sudah lama juga ya… walaupun sampai saat ini masih setengah percaya bisa sampai di titik ini. Kami tidak meraihnya dengan mudah, dan hal ini membuat saya secara pribadi salut pada orang-orang yang berani meninggalkan zona nyaman demi meraih impian mereka dan beberapa diantara mereka melakukannya benar-benar dengan kedua tangan dan kaki mereka, itulah kenapa saya salut dan respek sekali dengan mereka-mereka yang bisa berhasil tanpa harus menunggu suntikan dari orang tua.

Tidak hanya disini, di Indonesia pun saya tahu ada beberapa kawan yang mampu merangkak naik dari nol. Walaupun hanya pas-pas-an, rumah tidak terlalu besar, mobil juga standard saja, tapi semua itu jika diletakan di bahu mereka yang mengandalkan suntikan modal dari orang tua belum tentu mampu terjadi loh… karena untuk mencapai titik tersebut tidak semata-mata modal berbicara tapi mental pejuang dan tahan banting juga mengambil peran.

Apapun itu, setiap manusia memiliki jalannya masing-masing, kadang saya memang suka nyinyir sama mereka-mereka yang berlagak susah tapi pamer di facebook tas Hermes yang harganya bikin geleng-geleng kepala manusia pas-pas-an seperti saya. Apalagi mereka yang suka memamerkan materi yang dicapai karena suntikan dana, haduh haduh… haus sensasi amat sih kamu itu, butuh perhatian atau mau jadi pusat perhatian? apa adanya saja bro… no drama, apa sih yang musti kita banggakan sebagai manusia yang pada akhirnya akan pergi tanpa apapun.

Down to earth and being humble itu mudah diucapkan tapi susah dilakukan karena jari suka gatel update ini itu di sosial media kan…

Baiklah… saya jadi ngelantur ini nulis nya, mau makan malam dulu ya… laper…. tulisan diatas jangan diambil hati apalagi bikin baperan. Pertemanan itu tidak sebatas say hi di facebook, ping di WA atau ucapan selamat ulang tahun setiap tahunnya kok… tapi lebih jauh dari itu misalnya membawa nama mu dalam doa ku setiap hari karena kamu kawan ku, lebih bermakna kan…

Dah ah… mau makan dulu saya…