Hai Tengah Malam

Seperti biasa saya terjaga lagi di tengah malam. Mau sekeras apa pun saya berusaha tidur, baik tidur lagi setelah terjaga, tidur lebih cepat, atau tidur lebih lambat, tengah malam kurang lebih saya pasti terjaga lagi. Biasa sih dimulai dari kebelet kencing, sesudahnya lanjut kepikiran ini dan itu, dan biasanya berakhir dengan segelas blended scotch and whiskey yang saya campur soda lemon dengan perbandingan 3 : 1, hemm… enak…

Dalam hening nya malam dimana detak jam dinding terdengar begitu jelasnya, saya sering merenung. Terutama saat mendapatkan berita duka seperti hari ini, dimana salah satu rekan kerja tiba-tiba dipanggil Yang Maha Esa karena serangan jantung, membuat saya merasa semakin rapuh.

Kejadian satu dan lainnya membuat saya semakin kuat melihat kehidupan dari sisi lainnya. Tidak lagi gemerlap materi dan tumpukan uang, tapi lebih kepada apa yang bisa saya lakukan agar kehidupan ini tidak sia-sia dan dihabiskan hanya untuk mengejar materi yang tidak akan pernah ada habisnya, karena sejatinya kita sebagai manusia terlalu takut untuk berkata cukup pada diri sendiri.

Dunia sudah semakin tua, cepat, dan tanpa kita sadari memberikan tekanan demi tekanan kepada diri kita. Kehidupan disini yang begitu indah dan damai tidak lalu serta merta membuat kita merasakan firdaus, perjuangan demi perjuangan tetap harus dilakukan.

Dan semua itu menyisakan 1 hal, jika kita tidak boleh lupa dengan kebahagiaan.

Advertisements