(Another) Autum

Negara yang berada di benua sendirian di belahan selatan bumi ini sudah mulai masuk ke musim gugur lagi. Musim gugur kali ini akan menjadi yang ketiga bagi kami !!!

Tidak terasa sudah sejauh ini langkah kami disini. Badan yang dulu sreng-sreng-jess saat memasuki musim gugur dimana suhu mulai turun apalagi mendekati dan berada di musim dingin sudah mulai bisa mengikuti perubahan ekstrem suhu kota 4 musim dalam sehari ini. Pagi belasan, siang tiga puluhan yang kadang nyaris empat puluhan bahkan lebih yang kemudian kembali ke belasan saat memasuki kegelapan malam sudah bukan hal asing lagi bagi badan kami. Ga setiap hari sih begitu hahaha… seringnya terjadi di masa transisi musim semi ke musim panas dan musim panas ke musim gugur.

Kami sekeluarga sudah mulai masuk ke tahun ketiga, sudah lama juga ya… walaupun sampai saat ini masih setengah percaya bisa sampai di titik ini. Kami tidak meraihnya dengan mudah, dan hal ini membuat saya secara pribadi salut pada orang-orang yang berani meninggalkan zona nyaman demi meraih impian mereka dan beberapa diantara mereka melakukannya benar-benar dengan kedua tangan dan kaki mereka, itulah kenapa saya salut dan respek sekali dengan mereka-mereka yang bisa berhasil tanpa harus menunggu suntikan dari orang tua.

Tidak hanya disini, di Indonesia pun saya tahu ada beberapa kawan yang mampu merangkak naik dari nol. Walaupun hanya pas-pas-an, rumah tidak terlalu besar, mobil juga standard saja, tapi semua itu jika diletakan di bahu mereka yang mengandalkan suntikan modal dari orang tua belum tentu mampu terjadi loh… karena untuk mencapai titik tersebut tidak semata-mata modal berbicara tapi mental pejuang dan tahan banting juga mengambil peran.

Apapun itu, setiap manusia memiliki jalannya masing-masing, kadang saya memang suka nyinyir sama mereka-mereka yang berlagak susah tapi pamer di facebook tas Hermes yang harganya bikin geleng-geleng kepala manusia pas-pas-an seperti saya. Apalagi mereka yang suka memamerkan materi yang dicapai karena suntikan dana, haduh haduh… haus sensasi amat sih kamu itu, butuh perhatian atau mau jadi pusat perhatian? apa adanya saja bro… no drama, apa sih yang musti kita banggakan sebagai manusia yang pada akhirnya akan pergi tanpa apapun.

Down to earth and being humble itu mudah diucapkan tapi susah dilakukan karena jari suka gatel update ini itu di sosial media kan…

Baiklah… saya jadi ngelantur ini nulis nya, mau makan malam dulu ya… laper…. tulisan diatas jangan diambil hati apalagi bikin baperan. Pertemanan itu tidak sebatas say hi di facebook, ping di WA atau ucapan selamat ulang tahun setiap tahunnya kok… tapi lebih jauh dari itu misalnya membawa nama mu dalam doa ku setiap hari karena kamu kawan ku, lebih bermakna kan…

Dah ah… mau makan dulu saya…

Author: SWD

An ordinary father and husband, who try and struggle to give better life to his family day over day. Who never stop pursuing his dream and vision.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.