Selamat Natal 2018

Hari Natal pun sedikit lagi tiba, yang jika menurut waktu Melbourne akan tiba dalam waktu 2 jam lagi, tidak terasa kami sudah natalan yang kedua disini. Terlepas dari apa yang sudah terjadi, rasa syukur tetap kami panjatkan dan ucapan terimakasih atas penyertaan-Nya selama ini tetap kami lantunkan.

Tahun ini, agak mirip seperti tahun sebelumnya. Banyak pengalaman yang memberikan banyak pelajaran. Apapun itu, saya hanya bisa berusaha sebisanya, karena saya percaya jika kuasa yang diatas akan lebih menentukan daripada segalanya.

Yang menjadi pembeda adalah kali ini saya merusaha mengontrol keadaan karena saya belajar dari tahun lalu untuk tidak dikontrol oleh keadaan. Dan juga karena saya yakin jika saya masih bisa melakukan sesuatu dan Dia tidak akan meninggalkan kami jika hal terburuk sampai harus terjadi (semoga tidak).

Kembali kepada hari Natal, hari dimana saya menambah jarak saya semakin mendekat kepada sang Khalik, bukan mendekat secara iman (karena masih harus berusaha keras) tapi lebih kepada secara umur, iya… saya bertambah tua sebentar lagi. Umur yang tidak bisa dibilang muda lagi walaupun juga tidak bisa dibilang sudah tua juga (xixixi…). Terlepas dari tua dan muda, satu hal yang pasti adalah kita harus tetap berkarya untuk kehidupan dan berusaha semakin dewasa.

Disaat mereka masih banyak yang sibuk membuktikan sesuatu kepada dunia, dan sibuk mengejar hal duniawi sampai melupakan hal-hal mendasar dalam kehidupan seperti bersyukur ataupun menikmati waktu bersama keluarga, saya sendiri justru tidak lagi memiliki ambisi besar yang terletak pada hal-hal duniawi, karena keinginan untuk memiliki keadaan yang lebih stabil sudah mulai menjalankan perannya. Sejak pindah kesini ambisi saya mulai bergerak kearah lain, bukan lagi ingin punya penghasilan besar, atau jabatan tertentu, bukan lagi ingin punya hal-hal mewah. Bukannya saya menolak, tapi saya sudah tidak meletakan fokus saya ke titik tersebut.

Harapan-harapan yang saya susun dan kejar pun sudah berubah bentuknya.

Kami pun merayakan Misa Malam Natal bersama KKI di Box Hill, setelah selesai kami pun melaju ke salah satu restoran Korea yang menyajikan BBQ sambil ditemani Soju yang seksi. Rasa syukur pun memuncak karena seburuk apapun keadaan yang sedang saya alami, setidaknya saya masih bisa merayakan malam sebelum Natal bersama keluarga menikmati saat-saat yang begitu berharga dan tidak tergantikan sedangkan masih begitu banyak dari mereka diluar sana yang masih harus bekerja, berjuang dan berjibaku dengan kehidupan mereka yang tidak seberuntung saya.

Yang saya inginkan sekarang hanya bisa hidup tenang dan melihat anak-anak saya menjadi sarjana disini, setelah itu saya bisa bersantai menikmati sisa hidup saya bersama istri secara sederhana, bersyukur dan penuh tawa jika masih diberi napas oleh-Nya.

Terimakasih Tuhan, untuk kehidupan dan perjalanan yang luar biasa ini, untuk hal-hal yang baik maupun cobaan-cobaan yang terjadi, untuk pengalaman yang menjadi pelajaran, dan untuk perlindungan yang luar biasa.

Saya menatap ke tahun berikut nya, yang tentu saya harapkan bisa menjadi tahun dimana salah satu harapan saya bisa terwujud.

Selamat Natal kawan, semoga damai berserta mu dan kita.

Picture source : https://goo.gl/images/MAANJT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.