A Gift…

Selamat datang Desember… bulan penuh hikmah bagi kami pengikut Kristus karena di bulan ini dipercaya (bagi kami kaum Kristiani) sebagai hari dimana Yesus dilahirkan ke dunia untuk menebus dosa manusia dengan darah-Nya.

Bulan yang penuh dengan hari libur juga walaupun saya hanya mengambil libur 1 hari ditanggal 24 karena tanggal 25 dan tanggal 26 adalah hari libur nasional, loh kenapa cuma ambil 1 hari? karena…. saya kerja jadi kontraktor hahaha… kerja jadi kontraktor itu kalau ga kerja ya ga dibayar bang… tanggal 25 dan 26 sudah pasti ga dibayar kan karena tanggal merah… jadi kalau saya ambil 3 hari lagi di tanggal 24, 27 dan 28, berarti 1 minggu saya ga gajian sedangkan ada dapur yang musti dibuat ngepul terus…

Sebetulnya ga juga sih, saya bisa saja ambil off 1 minggu kalau mau dan masih bisa mengendalikan keadaan kami, emang dasar saya nya aja yang ga mau rugi karena hour-rate nya sayang kalau dibuang xixixi….

Di bulan ini juga, saya memiliki beribu kenangan, baik bersama (alm) Papa, (alm) Kakak, maupun kenangan-kenangan semasa di Tegal, Kos yang pernah saya tinggali selama 8 tahun lebih selama kuliah dan masa-masa saya pacaran dengan si Dia yang sekarang sudah berdiri disamping saya ikut berjuang mengejar impian kami bagi kedua anak kami di Tanah Selatan yang mulai tidak se-asing dulu lagi.

Di bulan ini juga, saya merayakan hari lahir yang membuat saya banyak merenung karena umur sudah bertambah tua dan jarak pun sudah semakin mendekat dengan Sang Khalik, untuk melakukan banyak instropeksi diri dan merangkum hal-hal baik dan positif yang harus saya pertahankan begitu juga banyak hal kurang baik dan negatif yang harus saya koreksi atau jadikan sebagai pembelajaran agar kehidupan yang saya miliki (semoga) bisa semakin baik kedepannya.

Perayaan kali ini pun akan menjadi yang kedua bagi saya, jika tahun lalu Si Dia membelikan 6 pasang kaos kaki di Target sebagai kejutan, tahun ini agak berbeda. Bermula dari celotehan saya saat kami sedang menghabiskan waktu muter-muter kaya gasing di salah satu pusat pembelanjaan disini tentang keinginan untuk membeli tas kerja baru (setelah gajian) membuat istri saya memilih sebuah tas anti maling sebagai kejutan tahun ini. Anti maling? iya, begitu ditulis di iklannya, anti maling karena ga bisa dipotong atau robek, anti air merembes kalau keujanan dan ada port untuk nge-cas HP kita melalui powerbank yang kita hubungkan dari dalam tas, unik juga ya (atau saya aja kali yang udik karena baru tahu ada tas model begitu hahaha…)

Tas nya bagus, walaupun lebih kecil sedikit dari yang saya pakai saat ini, tapi tidak mengapa karena saya tinggal mengurangi beberapa bawaan saya yang sebetulnya banyak yang tidak begitu berguna juga, maklum mantan engineer yang menjadi engineer lagi membuat saya punya obeng dan tang segala di tas hahaha…

Karena tas ini dibeli online, unik juga cara sampainya. Tadinya kita mengira bakalan dikirim ke rumah langsung kan ya kaya waktu di Jakarta… trus di taro di deket kotak surat unit yang kita sewa seperti biasanya, atau dianter ke depan pintu unit kami dan di taro disana jika sedang tidak ada orang di rumah. Eh, ternyata beda loh… yang dikirim ke kotak surat kami itu hanya sebuah surat yang memberitahu jika paket barang yang kami beli sudah sampai di kantor pos terdekat (diberi tahu di suratnya di kantor pos yang mana) dan kami diminta mengambil sebelum 30 hari (kalau tidak salah) dengan membawa surat tersebut sebagai pengantar. Lah… baru tahu ternyata disini begitu cara belanja online nya jika barang yang kita beli cukup besar ukurannya. Untung tuh kantor pos deket rumah. Unik ya hahaha… (padahal mah saya aja kali yang udik karena di Indonesa beda)

Terimakasih ya sayang… apapun yang kamu belikan selalu berguna untuk menunjang aktifitas saya, jadi ga sia-sia 🙂

Nah… yang lebih menarik lagi adalah, lewat pembelian tas itu, saya mendapat voucher wine A$100, setelah saya login untuk melihat apa saja yang bisa saya dapatkan, ternyata minimal pembelian harus 12 botol, dan bisa semua red wine, atau white wine, atau bisa campur. Saya memilih yang campur 6 red wine dengan review rating tertinggi, dan 6 white wine dengan review rating tertinggi juga. Dari apa yang tertulis sih katanya total itu sekitar A$250-an dan karena ini pembelian pertama saya dapat diskon kurang lebih A$100-an dan ditambah voucher A$100, jadi total saya hanya bayar kisaran A$65 sudah bersama pajak. Saya sendiri sebetulnya tidak ngerti masalah wine-wine-an, tahun nya pun terbilang muda jadi saya ga ngerti deh apakah itu mahal atau murah ya. Saat saya sudah bayar lewat online, langsung dikasih notifikasi jika wine sudah meluncur, dan akan tiba kurang-lebih 3 hari, dan unik nya kita bisa milih wine itu akan ditaro didepan pintu, atau di kantor pos terdekat, atau diumpetin diatas pohon (ga denk….) jika kita sedang tidak ada dirumah. Unik ya, baru tahu ada beginian di Australia hahaha…. cara nya beda lagi untuk belanja online kalau yang dibeli fragile.

Dan, akhirnya wine saya sampai, yipiii… bisa dijadikan pelengkap sajian di hari Natal nanti sembari merayakan rasa syukur yang begitu besar di dalam hati kami karena memiliki kesempatan menjalani petualangan nan seru di Negeri Kanguru ini. Sebuah petualangan yang dulu hanya berada dalam impian kami karena keterbatasan yang kami miliki, yang ternyata dinyatakan oleh-Nya dengan cara yang tidak pernah terlintas dan mampu dihitung oleh kepala fana kami. Itulah yang kemudian membuat kami semakin memahami apa yang disebut dengan percaya dan ikhlas melalui sebuah iman.

Tahun kedua ini, kami pun sudah semakin stabil, saya sendiri sudah mulai kerasan dan tidak sering mengalami gegar budaya lagi (walaupun kadang masih ada sedikit getaran nakal yang mengganggu). Kami pun tetap berharap dan berdoa, dan banyak pasrah juga kepada-Nya, hidup didalam impian yang menjadi kenyataan itu sebuah hal yang harus kita syukuri tanpa henti, karena saya pribadi percaya jika semua ini bukan semata-mata karena kehebatan kami, kemampuan kami, ataupun karena saya tidak mudah menyerah, semua ini tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan Dia.

Terlepas dari kerasnya jalan yang pernah saya jalani dan lewati, semua jatuh bangun yang tidak hanya memberi rasa perih tapi juga pengalaman, dan semua hal yang sudah terlewati dengan sangat tidak mudah, kehidupan dan pertualangan yang kami jalani saat ini adalah – A Gift… Thank God, You always good.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.