Ke Sembilan

Tidak terasa, sudah 9 tahun (260909 – 260918) kita berjalan bersama sebagai suami istri dan sudah 16 tahun lebih dikit (050902 – 050918) sebagai pasangan.

Yang namanya mesrah-mesrahan, saling ledek, saling membangun, saling kritik, saling nyebelin, saling plat-plat an, plat??? Iya itu loh plat, bahasa gaol nya datar, itu flatttt…. !@#$%^&* #ngok apalagi saling marah ahh… sudah ga kehitung buanyak nya ya… apalagi sama si bawel kaya kamu kan, dari dulu bawah dagu masih seperti jalan tol sampai sekarang udah seperti jalanan komplek yang banyak polisi tidur nya huahahaha…

Lebih jauh lagi, kita juga sudah seharusnya saling ngerti kalau sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk dipertahankan, tapi juga untuk dikembangkan, ditumbuhkan, dipupuk, dan itu hanya bisa berhasil kalau dilakukan bersama bukan satu pihak karena pasangan kita kan bukan tukang kebon ya… masa suruh dia mupuk sendiri. Contohnya saat si suami dah nge-plat #eh nge-flat, ya ketok dikit tuh ubun-ubun pake high heels siapa tau bergejolak lagi kan trus syukur-syukur jadi waras beneran, atau si bini dah nge-flat ya coba dikepret pake uang belanja segepok (jangan dilempar koin sekarung yee… ntar benjut…) siapa tau bergelombang lagi ya kan… ya kan… yang bini-bini pada seneng deh… (jangan ditiru ya, cuma becanda, ane jangan di bata ya gan…) dari pada cuman bilang lo-gue-plat halahh… kaya bocah aja…

16 tahun lalu saya benar-benar ga punya apapun, bisa makan 3 kali sehari itu adalah sebuah kemewahan tak terkira. Masih inget banget tiap mau ngapel ke rumah kamu yang ada di seberang Jakarta sana buat beli bensin saja kadang ga ada doku. Sangat surprise sih kenapa kamu mau ya waktu itu, karena saya benar-benar sedang berada di titik yang nyaris tanpa masa depan loh…

10 tahun lalu, saat saya melamar kamu, saya pun masih tetap tidak punya apapun yang sanggup saya ubah menjadi setangkai bunga atau sebuah cincin yang layak agar bisa melamar kamu dengan selayaknya khalayak umum melakukan hal itu, dan biar romantis dikit. Modal saya saat itu hanya sebuah SMS seharga 350 rupiah (setara 3 cents Australia saat ini) yang saya kirimkan ke Handphone kamu saat menanyakan “maukah kamu menikah dengan saya?”, sangat tidak jaman-now dan romantis ya caranya… apa boleh buat itu yang bisa saya lakukan saat itu. Tadinya ada rencana bawa kamu makan semur jengkol di warteg sih sambil saya tanyain langsung, tapi kawatir ntar malah mencret-mencret tambah repot yang ada. Terus mau saya telp juga ga bisa karena pulsa saat itu tinggal 400 rupiah hahahaha… haduh… haduh… kebetulan sekali, maklum tabungan yang ga seberapa sudah nol karena kita sudah kuras untuk urus sesuatu saat itu.

Jawabannya? ya sudah ketahuan lah ya… tuh unyils dua lari-larian becanda dan berantem tanpa lelah disekitar kita, masa iya kamu jawab ga mau bisa keluar 2 unyils ya kan… udah gitu mukanya mirip kita pulak…, bisa dipastikan ga pake nepu.

Di hari itu juga saya membuat 3 janji tidak terucap ke diri saya sendiri yang akan saya kejar dan tebus di kemudian hari saat saya sudah berhasil meraih nya (jangan tanya ga bakalan saya kasih tau hehehe…). 3 janji yang sebetulnya mustahil saat itu bisa saya raih jika melihat keadaan saat itu. Tapi sekali lagi Tuhan membuktikan keberadaan Nya dengan cara Dia yang elegan, pelan tapi pasti (setidaknya sampai hari ini) satu per satu jalan dibuka dan ditunjukan oleh Nya.

Tidak mudah membuat target mustahil untuk dikejar, tapi hanya hal itu yang bisa membuat saya tetap semangat setidaknya berusaha meraihnya, buat siapa? Ya buat kamu, siapa lagi… dan seakan-akan ada kekuatan tidak terlihat yang selalu ikut mendorong saya setiap saat akan menyerah, karena kadang situasi dan kondisi benar-benar menjadi… begitulah… ga ada yang bilang hidup dan mengejar impian itu gampang kan.

Hari ini, di hari dimana kita merayakan ulang tahun pernikahan ke 9, ada 1 janji tidak terucap yang ingin saya penuhi, yaitu salah satu dari 3 janji saya 10 tahun lalu (yang dua lagi rahasia, kan udah dibilang tadi jangan tanya, tunggu tanggal main nya saat sudah berhasil saya wujudkan ya hahaha… – Alibi banget deh ya…, padahal cuman kamuflase, biarinn…)

Saya tidak akan bertanya lagi seperti dulu karena saya ga mau ngelamar kamu 2 kali, tapi lebih dari itu terimalah hasil saya mengejar, berusaha dan menabung selama 10 tahun ini sebagai penebusan salah satu janji tidak terucap saya agar bisa melamar kamu dengan selayaknya walaupun kamu tidak pernah memintanya sama sekali apalagi menuntut baik saat itu maupun saat ini. Tapi lebih karena kamu memang lebih dari layak untuk mendapatkannya, terlebih setelah semua yang kamu lakukan, yang entah kenapa saya yakin hanya dalam hitungan jari saya untuk cewek jaman sekarang berani melakukannya, karena hidup itu tidak bisa hanya dengan cinta bukan? Walaupun cinta juga bisa membuat hidup lebih hidup kan hahaha… (berasa kaya anak SMA lagi ngomongin cinta-cintaan halah…) selama dijaga bersama ya, bukan dijaga sendirian karena baik kamu maupun saya bukan satpam atau hansip kan…

Sebetulnya tadinya mau saya belikan yang sebesar batu kali tapi setelah dipikir-pikir kok ntar kamu malah lebih seperti paranormal daripada cewek normal ya hahaha… ga jadi deh… (ngeles… padahal ga kebeli… hihihi….)

Semoga kamu suka ya sama modelnya yang sederhana dan polos seperti aku (ngareppp…).

Terimakasih ya sayang, untuk mau bersabar dan memberikan kesempatan, untuk mau menerima saya apa adanya karena saya tahu ga gampang hidup sama orang sekeras saya, untuk mau bersabar dan berjuang bersama saya, untuk mau mengejar mimpi kita terutama untuk anak-anak walaupun kadang impian yang saya pasang tidak masuk akal dan jalan yang saya pilih sering bikin deg-deg-an but life without any sparkling is bored isn’t it, as long as we keep it contained it should be ok, although it was not easy either.

Terimakasih juga untuk sering kali menjadi nyebelin, keras kepala dan ngeselin karena itu juga menjadi bahan renungan dan membantu kita membangun pondasi, dan juga jadi bahan olah-raga kita saat kita berantem (cape loh berantem itu) Terimakasih untuk menjadi pelengkap, pendamping dan pendorong saya yang selalu jauh dari kata sempurna ini.

Selamat hari jadi ya sayang, dari yang menyayangi mu apa adanya juga walaupun sering mengritik kamu juga xixixi….

Terimakasih Tuhan untuk seorang wanita yang kuat disisi saya, untuk anak-anak yang baik, karena mereka lah alasan-alasan terkuat saya untuk selalu dan tetap berjuang, semata-mata (atau sehidung-hidung juga boleh) karena ingin memberikan yang terbaik semampu saya untuk mereka, dan tentunya dengan cara dan jalan yang selempeng-lempengnya karena saya masih takut dijewer Tuhan. Saya memiliki hari ini salah satu nya karena ada si dia yang nyebelin ini disamping saya hehehe… (Pissss….)

Saat seorang wanita menerima pria apa adanya itu luar biasa, dan saat seorang wanita menerima pria apa adanya plus dia tidak memiliki apapun itu SPESIAL 😊.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.