Saya kembali

Masih ingat dengan tulisan saya yang ini ?

Ya, saya kembali. Setelah melewati minggu-minggu awal ditempat baru saya mulai merasa ada yang tidak tepat. Tugas utama yang dari awal disepakati ternyata tidak pernah disentuh dan justru malah diminta melakukan hal lain yang tidak berhubungan yang tidak akan saya bahas dengan detail disini karena tidak ada gunanya juga kan.

Upaya mengajak diskusi sudah dilakukan, yang menurut saya seharusnya tidak perlu lagi karena toh dari awal sudah disepakati kan tugas utamanya apa, jadi saya mengambil keputusan untuk menyudahi saja daripada berlarut-larut dan akhirnya tidak bisa perform dan kontribusi dengan baik.

Tidak mengapa, namanya juga hidup dan pengalaman. Hidup itu selalu penuh kejutan yang mendidik, dan kejutan tersebut sering kali datang dari sebuah tikungan yang sering tidak terduga arahnya.

Dan yang namanya kerja kalau memang ga cocok ya jangan diteruskan, karena tidak akan menjadi benefit untuk kedua belah pihak. Kerja itu buat saya mirip dengan orang pacaran, kalau ga cocok ya sudah jangan diteruskan, tidak jadi pacar kan masih bisa jadi teman, atau masih bisa jadi koko dede halahh…

Dengan beberapa tawaran yang datang tidak lama setelah itu, saya memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu kepada atasan saya ditempat sebelumnya, jika dia masih ada tempat buat saya atau tidak, dan ternyata dia masih belum berhasil mendapatkan pengganti saya dan ada kesempatan untuk kembali. Ya, saya putuskan untuk kembali.

Memang dengan kondisi bekerja sebagai kontraktor secara tidak langsung meningkatkan tingkat resiko. Tapi lebih jauh lagi, jika kerjanya enak dan lebih menyenangkan, apalagi kondisi kerja dengan atasan yang ini juga sudah terbentuk saya rasa tidak ada yang perlu di kawatirkan. Karena apapun status pekerjaan kita, jika Tuhan ingin hal itu diambil dari kita ya hilang aja.

Jadi, intinya semua saya kembalikan kepada Tuhan. Karena saya percaya semua hal terjadi untuk suatu alasan.

Seperti langkah ini, mungkin sekilas terlihat kok Dia menunjukan jalan tidak sesuai (walaupun awalnya menggiurkan ya karena sudah posisi permanen, kerjaan konsultan walaupun ternyata “konsultan” dan gaji lumayan). Tapi kembali lagi kan, jika hal ini tidak terjadi maka tidak akan ketahuan hal lainnya, dan salah satu hal lainnya adalah ini jadi bukti jika atasan saya yang lama adalah orang yang menepati janji dan memegang kata-kata dia, karena dia pernah bilang jika saya tidak betah ditempat baru tolong beritahu dia dan dia akan coba cari jalan untuk bantu saya. Selain itu, saya jadi tambah pengalaman dalam mencari pekerjaan atau menerima tawaran, lain kali setidaknya benar-benar memastikan jika tugas utamanya tidak akan berbeda dengan apa yang harus dikerjakan saat masuk (susah sih… tapi setidaknya menambah awareness kan)

Jadi, saya kembali lagi ke tempat lama, tentu masih sebagai kontraktor yang saya harapkan bisa di-staff-kan karena kali ini saya benar-benar berharap bisa menyelesaikan proyek nya. Karena setidaknya hal itu bisa menjadi port folio buat saya secara pribadi karena teknologi yang digunakan sangat terkini seperti yang pernah saya singgung disini.

Dan juga, saya percaya jika semua ini saat akan berakhir buruk maka hal itu tidak bisa kita cegah walaupun bisa kita ubah, dan jika harus berakhir baik maka hal itu pun tidak bisa kita cegah walaupun bisa kita ubah juga.

Bimbinglah langkah saya Tuhan. Semua saya pasrahkan kepada Mu. Karena hanya didalam tangan Mu lah semua itu mungkin dan dimungkinkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.