Setangkup sukses, Segenggam harapan.

Belakangan ini saya sering melihat postingan di lini masa sosial media yang saya miliki. Banyak diantaranya datang dari kawan-kawan yang dulu saat kami masih sama-sama remaja sering di cap “anak nakal” tapi saat ini mampu membangun kehidupan yang baik, bahkan sangat baik, terlebih beberapa diantara mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

Memang, semua ini hanya terlihat dari kulit luarnya saja, apa yang saya anggap baik belum tentu sama artinya dimata mereka apalagi di kehidupan yang mereka jalanin. Maksud saya disini adalah, saya menilai berdasarkan rasa salut saya karena mereka mampu bangkit dan menunjukan hasil dari keuletan mereka walaupun berada dalam keterbatasan dengan menunjukan apa yang mereka capai di sosial media. Memang, kadang terkesan kok sombong ya pamer-pamer… tapi saya berkeyakinan jika semua itu hanyalah masalah sudut pandang.

Saya secara pribadi salut dan respect kepada mereka, terlebih mereka yang saya tahu memulai benar-benar dari nol dimana tidak ada campur tangan orang tua ataupun mertua dalam memulai bisnis mereka, tentunya tanpa mengurangi rasa hormat saya pada mereka yang meneruskan kerajaan bisnis ortu atau mertua nya atau yang membangun sesuatu dari hasil suntikan mereka karena hal itu pun saya yakin memiliki tantangannya sendiri.

Saya secara pribadi termasuk orang yang membangun dan mengejar impian saya tanpa dukungan modal (dalam hal ini uang) dari kedua orang tua saya maupun mertua saya, dan dari situlah saya bisa merasakan pahit getir nya saat kita harus jatuh bangun mempertahankan keyakinan kita atas apa yang ingin kita kejar. Kalian sah-sah saja menilai sebuah kesuksesan itu dari berbagai sudut pandang, karena setiap insan berhak menentukan arti dari kesuksesan itu sendiri. Ada yang mengukur dari besar nya bisnis, ada yang dari banyaknya materi, ada yang dari tingginya posisi, ada juga yang dari hal-hal tidak terlihat seperti kebahagiaan dan impian.

Saya sendiri mengukur kesuksesan itu dari kebahagiaan dan impian. Karena bagi saya hidup di dunia yang fana dan penuh kegalauan ini, belum lagi waktunya yang singkat dan sering tiba-tiba mendapatkan kejutan di tikungan membuat kebahagian dan impian yang berhasil kita raih berada diatas segalanya, jika gagal sekalipun setidaknya kita sudah berani mencoba sehingga tidak menyesal kemudian.

Saya secara pribadi tidak berusaha mencoba mengatakan saya sudah sukses, walaupun beberapa impian saya sudah tercapai ya… seperti impian saya ingin menyekolahkan anak-anak saya dari kecil di Australia (yang dikenal memiliki salah satu pendidikan terbaik di dunia) tercapai, impian saya untuk bisa memenuhi salah satu janji tidak terucap saya juga terwujud, impian untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga saya yang tentunya berdasarkan versi kami juga terwujud, dan masih banyak lagi. Kesuksesan itu tidak harus selalu diukur dari uang dan materi karena dalam kehidupan ini banyak hal yang ternyata jauh lebih penting dan berharga dari semua itu.

Banyak orang mati-matian sampai mengorbankan keluarga dan waktu mereka hanya untuk mengejar 1 kata yaitu kekayaan materi, kekayaan yang fana yang tidak akan berarti apapun tanpa mereka yang kita sayang dan tidak akan membuat kita dikenang. Ga percaya? Sebanyak apa kalian mendengar orang membicarakan orang terkaya di dunia maupun di negara atau di keluarga kalian yang sudah tiada dibandingkan mereka-mereka yang sudah berbuat sesuatu yang lebih berarti seperti memberi inspirasi atau mengajarkan arti bahagia itu sendiri?

Memberanikan diri untuk merantau jauh ke tanah selatan ini mengajarkan banyak hal kepada saya, perjalanan ini menambahkan bilur-bilur pembelajaran dalam hidup saya yang sudah banyak belajar dari perjalanan sebelumnya, sebelum saya berkeluarga. Merantau itu tidaklah mudah, sangat tidak mudah, tetapi hal itu memberikan banyak hal dan pembelajaran bagi kita mengenai arti dari sebuah kehidupan.

Dengan merantau, kami jadi bisa belajar lebih menghargai hal-hal yang dulu sering kami sepelekan, misalnya menjaga agar lingkungan kami tetap bersih dengan buang sampah ditempatnya, bahkan disini sampai dipisah-pisah antara recycle dan tidak. Selain itu kami juga belajar menghargai keberadaan pengguna jalan lain saat kami sedang dijalan dan masih banyak hal lainnya terutama yang berkaitan dengan keluarga.

Disinilah kami saat ini, mencoba mengejar setangkup sukses yang kami rancang, dan berusaha sebisa mungkin menjalani kebahagiaan dalam proses nya, sambil tetap berpegang dalam iman dan doa serta segenggam harapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.