Akhirnya…

Kamis malam lalu, akhirnya seseorang yang dulu saya kenal hanya melalui dunia maya dan suara telepon datang ke Melbourne dan memiliki waktu untuk menemui saya. Orang itu adalah seorang blogger, bahkan sudah menjadi Super Blogger Indonesia yang khas dengan tato dan lubang di daun telinga yang cukup besar.

Donny Verdian, salah satu nama yang tidak akan pernah saya lupakan karena masukan-masukan yang sering diberikannya kepada saya baik saat saya sedang down maupun bingung. Masukan-masukan nya yang khas, lugas, apa adanya tanpa ada apa-apanya, yang sangat membantu saya melewati hal-hal sulit saya selama awal-awal migrasi ke Negara ini dan mengalami culture shock saat itu.

Kami pun janjian untuk bertemu, tadinya kami akan bertemu hari Rabu malam setelah jam 5 sore yang kemudian kami geser ke Kamis malam setelah jam 5 sore karena satu dan lain hal. Saat bertemu saya agak kaget, karena kok Donny bener-bener kurusan ya hahaha… kalau di foto-foto dia di facebook sudah terlihat kurus, ini lebih kurus lagi aslinya (menurut saya).

Setelah berbincang singkat, kami pun memutuskan untuk menikmati santapan malam di salah satu restoran yang ber-nuansa Bali di Melbourne Central. Sambil bercerita lepas ngalor plus ngidul dan saling bertukar pendapat dan masukan, tidak lupa beberapa botol bir kami pesan untuk menemani momen-momen kami yang begitu berharga, maklum kami berada di beda kota dan hampir dipastikan sangat jarang bertatap muka langsung. walaupun malam itu saya bisa merasakan kedekatan diantara kami, mungkin karena kami sama-sama perantau ya…

Puas berbincang kami pun memutuskan untuk beranjak, saya kembali ke kantor untuk mengambil mobil yang memang sengaja saya parkirkan disana karena gratis hehehe… dan Donny pun mengarah ke tempat dimana kawan-kawan dia berada untuk melanjutkan acara yang sempat ditinggal sama dia untuk menemui saya.

Malam itu, dalam perjalanan pulang saya bersyukur, sangat bersyukur karena memiliki kesempatan untuk menemui salah satu orang yang sangat banyak membantu saya. Sampai dirumah saya pun melanjutkan doa Novena yang memang saya panjatkan sebagai rasa syukur karena mendapatkan Pekerjaan baru dengan tawaran dan posisi diluar dugaan saya.

Wahh… pasti gaji nya gede nih…. ujar salah kawan saya beberapa waktu lalu saat tahu saya mendapatkan pekerjaan baru lagi. Serius mau bahas gaji disini ??? 🙂

Saya ijin pasang foto selfie kita ya Don, tak comot dari wall kamu hahaha…

Malam ini, saat pulang iseng saya ajak istri untuk menikmati malam diluar sana. Kami pun beranjak ke salah satu restoran korea di belahan Glen Waverly sana kurang lebih 30 menit menggunakan mobil. Ada rasa bahagia yang tidak terkira saat bisa menikmati makan malam sederhana bersama orang-orang yang kita sayang. Hal-hal seperti ini yang tidak akan pernah terbayarkan oleh apapun kecuali kehadiran kita secara fisik, membuat saya bersyukur bisa berada dititik ini.

Sambil menikmati sisa Soju (semacam minuman keras dari Korea yang rasanya mirip Vodka) yang saya bawa pulang karena ga berani saya habiskan ditempat, saya pun menyempatkan diri merekam dan menyadur tulisan ini untuk mengingat jika hari ini saya memiliki keluarga yang bahagia, baik dan sehat yang merupakan harta tidak terkira dan juga memiliki kawan-kawan seperti Donny yang peduli dan siap mendengar serta memberi masukan saat saya membutuhkannya adalah harta lainnya yang tidak terbayarkan.

Selamat berakhir pekan kawan dan bersiaplah menyambut hari Bapak.

Advertisements

Dikunjungi

Yeyy… dikunjungi lagi…

Hari ini kami sekeluarga menuju CBD untuk menemui sepupu istri yang kebetulan sedang berkunjung ke Melbourne bersama kawan mereka.

Kami pun mengajak mereka menyantap “The best Pho in the town” – I love Pho di Richmond (menurut versi kami tentunya) yang tentunya tidak ketinggalan juga menikmati spring roll udang nya yang yummy mamamia…

Sepanjang jalan kami bertukar cerita, bercanda dan berdiskusi seru. Mereka ini adalah orang-orang hebat, para pejuang yang memilih untuk tidak berpangku tangan dan saat ini mereka sudah menjadi pebisnis muda yang handal. Hal seperti ini yang tidak pernah gagal membuat saya untuk menaruh respek terhadap perjuangan mereka yang saya sadar tentunya sangat tidak mudah terlepas apapun keadaan mereka saat merintis.

Setelah puas bersantap Pho, kami mengajak mereka berkunjung ke rumah kami dengan menggunakan tram agar mereka punya gambaran seperti apa sih suburb di Melbourne itu karena kemungkinan besar mereka hanya menyusuri lika liku CBD selama berada disini.

Kami pun ngobrol panjang lebar sambil menikmati sebotol Asahi dan setelah itu kami beranjak menuju CBD lagi dengan menggunakan Kereta. Kami turun di Melbourne Central kemudian mampir ke San Churro QV menikmati eskrim, churros dan secangkir kopi (masing-masing secangkir ya bukan secangkir rame-rame hehehe…).

Setelah selesai, kami pun mengantar mereka ke tram stop yang bisa mengantar mereka ke Crown karena ada yang ingin mereka ambil disana dan kami pun pulang.

Terimakasih Aris, Lani, Julius dan Herlina untuk perbincangan dan pertemanannya yang hangat. Have fun and save flight ya… sampai kita berjumpa lagi.

Sesampainya di rumah, saya duduk melepas lelah sembari mengenang masa-masa dimana situasi kami tidak sebaik sekarang. Pikiran saya melayang ke tahun lalu saat awal kami disini lalu ke 2015 saat kami pertama kali menginjakan kaki di kota yang cantik nan dingin ini, lalu jauh ke belakang sampai ke saat-saat dimana (Alm) Papa saya baru pergi meninggalkan kami.

Setitik demi setitik saya lewati guru kehidupan yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Dan setitik demi setitik saya berusaha bertahan dan melangkah maju. Setitik dimana kehidupan bisa begitu getir nya dan juga bisa begitu manis nya. Setitik dimana saya bisa merasakan syukur tiada tara untuk apa yang kami miliki saat ini.

Terimakasih Tuhan, untuk kehidupan ini, untuk pengalaman-pengalaman yang unik dan mendebarkan, untuk membantu saya mengatasi banyak masalah karena kenekatan saya yang sering berada di titik yang tidak wajar, untuk menjaga kami sampai sekarang dan seterusnya.

Kembali ke Habitat

Beberapa minggu ini terjadi dinamika yang tidak terduga dalam kehidupan profesional saya, sebuah CV yang pernah saya lempar ke sebuah perusahaan SI (System Integrator) beberapa bulan lalu ternyata mendapatkan tanggapan dan saya langsung dihubungi oleh salah satu Direktur di perusahaan itu mengenai minat saya terhadap apa yang saya apply beberapa bulan lalu.

Saya sebetulnya tidak dalam posisi mencari pekerjaan saat itu karena baru saja mulai ditempat sekarang sebagai kontraktor (pekerja lepas). Tapi, entah kenapa saat itu saya berpikir jika tidak ada salahnya dicoba kan, toh dapat ga dapat saya sudah cukup stabil di pekerjaan saat ini walaupun posisinya adalah kontraktor yang tidak memiliki benefit seperti cuti dll. Selain itu, saya juga sudah cukup senang karena mempunyai Bos yang baik dan sudah percaya kepada saya padahal dia orang Australia asli (yang konon katanya memandang orang Asia itu sebagai kelas 2 hehehe…), sampai-sampai dia mengatakan jika dia pindah ke tempat lain dan ada posisi dia akan langsung menelpon saya untuk gabung lagi di team dia, haduh mak jang… benar-benar jadi merah ini kuping saya dan membesar jidat saya layaknya lohan mendengar itu karena itu secara tidak langsung menjadi sebuah pengakuan dan datang dari seorang Native, jarang loh… hehehe….

Selama proses interview, saya sebetulnya agak bingung, karena posisi pertama yang mereka tawarkan adalah Senior Network Engineer yang kemudian berakhir dengan interview sebagai Consultant. Setelah negosiasi gaji yang lumayan dramatis alot nya, dan setelah proses yang panjang ternyata diluar dugaan mereka menyanggupi apa yang saya minta. Dan, saya saat itu meminta cukup banyak seperti misalnya saya mau posisi permanent beneran bukan yang fixed term, bisa claim ujian, bisa dapat personal development seperti training dll, dan What??? hari berikutnya mereka menyanggupi semua itu dan langsung tanya kapan bisa gabung, ini benar-benar diluar dugaan saya loh… karena selain itu saya juga matok cukup tinggi saat itu untuk gaji yang saya minta (tidak perlu dibuka lah ya disini hehehe… cukup buat beli sepiring ayam goreng lah buat dinikmati bersama anak-istri intinya…). Dan yang lebih diluar dugaan lagi adalah ternyata saya tidak diposisikan sebagai Engineer lagi, tapi sebagai Technical Consultant yang secara garis besar tugas saya setengah Pre-Sales dan setengah Technical Leader. Semua ini bagai mimpi buat saya… benar-benar seperti mimpi karena saya tidak pernah menduga, benar-benar tidak pernah menduga bisa masuk ke dunia konsultasi secepat ini di Negara ini.

Posisi ini secara tidak langsung mengembalikan saya ke habitat asli saya sebetulnya karena saya memang besar di System Integrator dan saya juga pernah berada di posisi seperti ini cukup lama (Dan seperti nya saya cukup kompeten di posisi ini regardless bahasa yang hancur lebur ya). Yang membuat tidak terduga adalah saya bisa mendapatkan posisi ini dalam waktu yang cukup singkat (sebelum 2 tahun disini) karena banyak orang yang bilang jika hal itu tidak mungkin dan hal itu jujur membuat saya sering tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa inggris saya yang masih hancur tidak berbentuk ini baik secara lisan maupun tulisan.

Apapun itu, saya percaya jika Tuhan memiliki rencana untuk jalan ini terhadap saya karena jalan ini datang tanpa diduga. Saya tidak tahu akan berakhir seperti apa nanti, karena kembali ke habitat artinya saya harus tetap mengejar teknologi baru yang ada secepat dan semampunya, dan juga harus tetap menjaga semua sertifikasi yang sudah saya miliki, dan itu melelahkan apalagi kalau sudah melibatkan faktor U, hadehh… (Tetap bukan alasan karena #2019GantiAttitude hahaha…..)

Tapi, saya percaya jika ini bisa saja menjadi pintu buat saya untuk berkecimpung lagi di dunia SI bukan di end user seperti yang selama ini saya lakukan. Dan yang pasti tidak bisa sesantai yang saya jalankan selama ini, karena di end user itu ampun busyet benar-benar santai abis kerjanya. Dan pendekatan pekerjaan nya benar-benar beda 180 derajat seperti yang kita lakukan di SI ataupun Partner.

Dalam waktu 3 minggu saya akan kembali ke habitat asli saya di pekerjaan, sesuatu yang saya tidak duga akan terjadi secepat ini. Apakah ini akan menjadi batu sandungan atau batu loncatan? saya percaya jika semua ini adalah berkah dan berkat, dan kembali kepada saya secara pribadi bagaimana mau menyikapi hal ini karena Tuhan sudah membukakan jalan setapak nya. Dan terlebih lagi ini adalah posisi full time permanent di level gaji yang saya minta (walaupun tidak setinggi gaji sebagai kontraktor tapi saya mendapatkan hak cuti dll), yang membuat saya tidak memiliki alasan untuk menolaknya.

Dan, suatu hari nanti, saya percaya akan mendapatkan jawaban yang tersembunyi dibalik semua ini. Saya cukup kaget, karena ini akan menjadi tempat ke 4 saya bekerja dalam waktu kurang lebih 18 bulan di Australia, dan akan menjadi posisi permanent pertama saya di SI.

Semoga Tuhan menyertai saya dan selamat berakhir pekan kawan.

The Rock

Hari ini, saya mengajak keluarga kecil saya makan siang di sebuah restoran yang letaknya “kurang jauh” dari Melbourne, The Rock.

Dari namanya saja sudah serem kan, kaya aktor smack down yang banting setir jadi aktor layar lebar hehehe…

Restorannya ga semewah itu kok… bangunan yang terlihat tua tapi tetap terawat yang sebagian besar bahannya berasal dari kayu, mereka menyajikan makanan yang bahannya sebagian besar adalah hasil laut.

Ga heran sih, karena resto ini terletak di ujung dan dekat dermaga di daerah Mornington Peninsula sana. Bersebelahan dengan tempat parkir perahu layar milik pribadi yang suka dipakai buat mancing.

Makanannya termasuk enak, walaupun gayanya bule abis karena ga ada satu pun yang ada tulisan “nasi”, maklum orang besar di Indonesia kalau belum sentuh nasi katanya belum makan.

Walaupun jauh dan harganya juga ga termasuk murah, tapi momen yang kami dapatkan itu yang tidak ternilai. Bisa menghabiskan waktu yang berkualitas bersama orang yang kita sayang adalah salah satu harta saya yang tidak ternilai karena saya tahu waktu itu tidak terbeli dan terbayar.

Setelah makan, kami sempatkan jalan-jalan disekeliling resto dan merasakan angin kuencang luar biasa, ini bener-bener angin ngajak ribut loh… kenceng bener sampai saya bisa merasakan badan saya bergeser waktu berusaha nahan tiupannya, gilingan bener dah hahaha…

Karena angin nya terlalu kencang, dan anak-anak sudah mulai minta main ke taman, kami mulai pindah ke taman didekat sana. Taman itu mengingatkan kami saat baru berada disini tahun lalu, saat itu sedang libur Queen’s Birthday, dan salah satu kawan kami Joe Yohan mengajak kami ke Mornington dan mampir ke taman itu setelah makan siang didekat sana.

Permisi kami mau selfie dulu hehehe…

Saya, selalu merasa kurang membuat cewek yang saya peluk diatas itu merasa bahagia walaupun dia selalu mengatakan cukup dan cukup. Bisa memiliki dia yang selalu mendukung langkah yang saya ambil, walaupun sering kali beresiko membuat saya sangat bersyukur kepada Dia karena memberikan seorang istri yang kuat disamping saya.

Terlebih jika saya mengingat saat-saat dulu ketika kami pacaran dan kemudian menikah, saat dimana saya masih luntang lantung ga jelas dan ga punya apapun tapi dia tidak menyerah terhadap saya, ahh… semoga ga ada yang mengira saya memelet dia dengan minyak si-nyong-nyong karena dia tetap sabar menunggu dan menerima pinangan saya walaupun saya lamar dengan sebuah SMS saja karena tidak punya apapun yang bisa dijadikan sebuah cincin ataupun seikat bunga agar romantis dikit, duh… bener deh, sakit rasanya jika kegantengan saya dicoreng dengan pitnah tersebut, halah….

Setelah puas kami pun pulang, dan tidak lupa saya mampir untuk membeli beberapa Asahi untuk dinikmati saat sudah selonjor di rumah sambil menikmati sisa hari ini, sisa hari yang sangat saya syukuri ini.

Apapun itu, bagi saya, seorang pria sejati tidak akan lari meninggalkan istri nya untuk alasan apapun. Begitupun seorang wanita yang benar tidak akan lari meninggalkan suami nya untuk alasan apapun.

Selamat berakhir pekan kawan. Semoga kita tetap waras dan tidak menjadi cebong atau kampret ya…

MERDEKA!!! Jangan Golput !!!