18

Sebentar lagi kami akan delapan-belasan disini. Tidak terasa sudah 18 purnama kami lewati di kota ini. Waktu bagai angin yang lewat tanpa permisi dan tanpa jejak.

Perjalanan ini akan selalu saya kenang karena terlalu fenomenal bagi saya. Setiap orang yang mengetahui saya bisa sampai kesini tanpa pernah sekolah disini sebelumnya, tanpa pernah menginjakan kaki disini sebelumnya, bukan karena saya berasal dari keluarga mampu dan benar-benar nekat saat memutuskan pindah karena meninggalkan kehidupan yang sudah mapan sebelumnya, hanya bisa geleng-geleng kepala tidak percaya. Tidak percaya kenapa saya bisa dan tidak percaya kenapa saya se nekat itu.

Semua karena Tuhan dan impian. Jika bukan karena Dia, ahh… sulit rasanya kami bisa seperti ini terlepas dari se-nekat apapun saya mengejar impian saya bagi mereka.

Semua yang saya lakukan, semata-mata karena saya ingin memberikan yang terbaik yang bisa saya usahakan dengan kedua tangan saya bagi mereka yang saya sayang. Tidak lebih dan tidak kurang.

Terimakasih Tuhan untuk purnama ke 18 ini disini.

Selamat berakhir pekan kawan.

Advertisements

Healesville Sanctuary

Minggu lalu menjadi salah satu minggu terpenat sepanjang saya bekerja ditempat baru ini. Proyek baru yang sekarang berubah lagi menjadi aktif ACI nya membuat saya terpanting pontang mempelajari desain, teknologi yang digunakan sampai strategi migrasi yang paling memungkinkan termasuk analisa resiko-resiko yang akan timbul.

Belum lagi hasil pekerjaan kawan satu team yang jauh dari harapan membuat atasan saya akhirnya menarik saya ikut dalam persiapan yang seharusnya sudah selesai 2 minggu lalu. Minggu yang cukup membuat saya mengatakan “mungkin saya lelah…”, halahh…

Hari ini, kami tidak ada rencana sebetulnya. Pagi setelah bangun dari tidur lelap kami, sembari menghirup kopi dan menikmati Pao isi ubi ungu yang baru keluar dari kukusan, kami sepakat tanpa sebab untuk menuju timur lagi, ke salah satu bonbin dari 3 bonbin di Melbourne, yaitu Healesville Sanctuary bonbin yang berjarak 50 Km dari rumah kami dan bisa dijangkau dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Kami sering kesini sebelumnya karena anak-anak suka sekali ke bonbin, ga bosen-bosen padahal bapake dah mpe bosen liatin tuh platypus hahaha…

Setelah selesai mengisi perut yang semakin memberontak karena kosong, istri ternyata janjian dengan salah satu kawan yang dia kenal disini yang kebetulan juga salah satu pembaca blog saya. Dan kopi darat lah kami kemudian, pertemuan yang seru karena bisa mendapatkan kawan baru di tanah rantau itu sebuah anugrah.

Kami ngobrol dengan seru, apalagi suami kawan istri ku ini ternyata satu profesi juga dengan saya tapi ditempat yang berbeda. Ga benar-benar 1 profesi tapi masih nyambung walaupun ranah nya berbeda. Bingung kan? Hahaha… hanya kami yang bisa mengerti hahahaha….

Setelah puas berkeliling dan menonton pertunjukan burung yang bagus, kami beranjak ke toko souvenir sebelum pulang agar anak-anak bisa bermain disana dan kami bisa melanjutkan obrolan ringan sebelum pulang.

Sampai dirumah, sang senja pun sudah masuk kedalam peraduannya, langit mulai kelam dan malam pun datang. Dalam perjalanan, kami ngobrol ringan mengenai kehidupan kami disini. Banyak hal dalam pembicaraan kami yang akhirnya membuat kami berdua mengucapkan “Tuhan maha besar ya”.

Apapun itu, bagi saya hidup itu adalah sebuah perjalanan bukan sebuah tujuan. Pasangan kita adalah penyemangat dalam perjalanan itu, sedangkan anak-anak kita adalah penunjuk arah bagi perjalanan kita, karena dari sana lah sebuah impian kita rajut dan kejar.

Hidup ini terlalu singkat, terlampau singkat untuk kita tangisi atau isi dengan kepedihan. Karena waktu dan momentum yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Isilah waktu kita dengan banyak tersenyum bersama orang-orang yang kita sayang dan meletakan hal-hal yang membuat kita gundah dan marah, karena hidup ini terlalu berharga untuk diisi (hanya) dengan air mata dan rasa khawatir.

Selamat berakhir pekan kawan.

Winter yang hangat

Judul yang aneh kan? Winter kok hangat… tapi itu memang terjadi hari ini karena matahari tampil memukau di langit nan biru berusaha menghangatkan kota yang dingin nan cantik yang semakin dingin di musim dingin ini setelah banyak hari berlalu dengan mendung kelabu.

Karena hari ini cerah meriah dan cukup menghangat karena seharian langit bersih dari awan kelabu, saya mengajak istri dan anak-anak pergi agak jauh ke arah timur sana mengunjungi sebuah taman yang bernama Alowyn di daerah Yarra Glen sana.

Sebelum kesana, kebetulan anak pertama saya ada janji dengan GP (Dokter Umum) sebagai kelanjutan pemeriksaan tangan dia yang sempat tertusuk duri dan cukup membengkak walaupun sudah dicabut durinya, dan saat kami membawanya ke GP untuk diperiksa beberapa waktu lalu ternyata oleh GP diminta melakukan USG untuk melihat apakah masih ada yang tertinggal dibawah kulit dia. Nah… hari ini kami harus kembali lagi setelah hasilnya dikirimkan ke GP tersebut dan hasilnya melegakan, tidak ada yang tertinggal. Proses dari ke GP lalu USG lalu ke GP lagi semuanya terstruktur dan Gratis tis tis… Walaupun gratis, pelayanan nya itu loh… luar biasa, benar-benar profesional.

Setelah anak saya selesai dengan GP, saya menuju salah satu tempat pembuatan kacamata yang ada optometrist nya, itu loh… dokter mata. Setelah ngobrol sejenak disimpulkan kacamata saya yang patah tidak bisa dibetulin dan saya harus bikin kacamata baru. Nah… untuk bikin kacamata baru maka mata saya harus di cek dulu. Proses cek nya benar-benar detail, mata saya di cek minus atau silinder nya sedalam apa, lalu di foto bola matanya, lalu di tes tekanan di bola mata dan semua itu berakhir di meja dokter mata dan dijelasin panjang lebar mengenai hasilnya. Saya sampai melongo, untuk buat kacamata saja sampai sedetail itu cek nya? (Walaupun ga semua toko kacamata sama proses cek nya, karena ada beberapa yang tanpa foto bola mata) Perasaan dulu di Jakarta cuma butuh ngobrol sama mas-mas atau mba-mba penjaga konter trus di suruh baca sesuatu sambil di ganti-ganti kaca di kacamata pengetesan, disini saya sampai menggunakan 4 sampai 5 alat yang canggih dan akurat, dan masih di jelaskan secara kedokteran mata. Selesai dengan dokter mata lalu saya beranjak ke pemilihan frame dan seterusnya.

Setelah semua proses dengan dokter mata selesai, iseng saya menanyakan kenapa di cek sampai sedetail itu. Ternyata itu untuk mencari tahu apakah di mata saya ada masalah kesehatan atau tidak, dan jika sampai ada maka akan di reference langsung ke rumah sakit agar ditangani lebih lanjut agar tidak semakin parah. Wadalah… sampai terkagum-kagum saya… apalagi biayanya semua gratis kecuali pembuatan kacamata itu sendiri. Gratis lagii….??? Iya gratis hehehe… dan tetap profesional loh… tapi bikin kacamata nya ya bayar kecuali ada asuransi kesehatan pribadi bisa di reimburse.

Ini beneran gratis Jo? Sebetulnya mau dibilang gratis juga ga sepenuhnya gratis karena semua dibiayai pajak yang kita bayar saat memiliki penghasilan di limit tertentu. Walaupun pajak yang dipotong lebih besar dari saat saya di Jakarta, setidaknya ada hasilnya kan. Dan saya masih bisa klaim balik pajak saya loh di akhir tahun finansial, jadi kurang lebih pajak yang saya bayar ya sama aja besarnya seperti saat di Jakarta tapi income nya jauh beda nya. Nikmat apalagi yang harus saya dustakan coba?

Setelah selesai masalah kacamata dan makan siang, saya ajak mereka ke arah timur kurang lebih 1 jam dari Melbourne. Kami mengunjungi salah satu taman yang pernah menjadi taman terbaik di Melbourne, namanya Alowyn seperti yang sudah saya sebut diatas tadi. Tamannya bagus dan tertata rapi, para pengunjung juga turut menjaga dengan tidak buang sampah sembarangan, atau metik sembarangan apalagi sampai selfie-selfie diatas mawar berduri seperti disana itu dulu yang kemudian memporak-porandakan seantero taman hahaha… semua balik ke mental sih ya…

Selama berada di taman, saya coba upload dan posting beberapa hal di Facebook saya, pengen exist juga donk kaya sampeyan biar kekinian hahaha… norak ya saya… dan karena entah kenapa setelah upload selesai lalu saya ingin menghapus beberapa posting foto yang berakhir dengan menghapus beberapa posting lini masa yang sudah terjadi beberapa waktu lalu. Hadeuhh… faktor U dan gaptek kayanya, hilang deh beberapa status saya karena salah pijit waktu mau edit facebook. Jadi malu ngaku orang IT hahaha…

Puas bermain ditaman, kami melipir ke sebelah taman yang memang sudah cukup sering kami kunjungi, Yarra valley chocolatier, sebuah cafe yang menjual aneka coklat, product coklat, ada resto nya, dan juga ada sedikit perternakan disamping nya. Disana kami bersantai sambil menikmati cemilan sore sebelum pulang. Jika istri saya memilih pancake yang disajikan dengan coklat cair dan es-krim, sedangkan anak-anak memilih milk shake coklat maka cemilan yang kali ini saya pilih adalah quinoa salad, semacam salad yang isinya semacam beras yang diolah seperti risoto, keju, sayuran, dan tomat. Rasanya? Sehat dan Maknyuss..

Selesai mengisi perut, kami meranjak ke sekeliling resto yang ada peternakan nya. Anak-anak girang bukan kepalang karena bisa memberi makan kambing, sapi, babi dsb nya. Dan… sssttt… gratis lagi loh… Setelah puas jalan-jalan santai kami pun beranjak pulang.

Di perjalanan pulang, pikiran saya sempat melayang ke tahun 2015 dimana kami pertama kali berusaha pindah ke kota ini, ada rasa syukur yang berkecamuk dalam dada saya terlebih karena keadaan kami saat ini semakin membaik dan stabil. Pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak kami disini yang berhasil kami capai, kualitas kehidupan dan pekerjaan yang semakin meningkat seiring waktu, udara dan air yang bersih, lingkungan yang tenang dan aman, dan masih banyak hal positif lainnya yang tidak bisa saya jabarkan disini. Rasa syukur yang setiap pagi tidak pernah lupa saya panjatkan dalam doa saya.

Selamat menikmati sisa malam di Sabtu yang luar biasa ini kawan. Hidup kita terlalu singkat untuk diisi dengan hal-hal negatif, nikmatin saja prosesnya.

Tuhan memberkati…

Bulanan

Hari ini saya bulanan. Bulanan ditempat kerja baru. Harusnya sih bukan bulanan ya tapi empat mingguan karena 1 bulan itu kan bisa saja 4,5 minggu hehehe…

Ya sudahlah cincai aja ya… anggap saja bulanan.

Kerja ditempat sekarang semakin membuat saya semangat (setidaknya sampai saat ini), proyek-proyek yang sedang dan akan digarap benar-benar bisa membuat saya belajar banyak untuk teknologi yang ada saat ini di dunia Networking, Wireless dan Security terutama dari Cisco System.

Proyek seperti APIC-EM, StealthWatch, SDA, CMX dan bermuara pada ACI membuat kepala saya terasa berumur saat harus mengejar semua itu. Belum lagi Arc Switchboard yang bau-bau nya bakalan di oper ke saya karena orang yang seharusnya memimpin proyek itu lebih banyak menghancurkan daripada membetulkan apalagi meningkatkan. Persiapan proyek yang seharusnya sudah ada hasilnya sampai sudah lewat hampir 3 minggu masih jalan ditempat dan dia tetap berusaha melempar kerjaan ini ke saya, bagusnya manager saya ternyata menyadari hal ini dan langsung melarang saya untuk menerima.

Orang ini, sombong nya bukan main, bicaranya sangat percaya diri dan sangat bagus saat menjelaskan teori. Hari pertama saya kerja, saat sedang makan siang, kami sempat ngobrol-ngobrol ringan tentang siapa kita dan apa yang kita kerjakan sebelumnya karena kami 1 team. Dengan percaya diri dia bilang jika dia adalah ahli nya ilmu voice karena sudah malang melintang lebih dari 20 tahun di dunia itu. Tentu saya terkesima saat itu, apalagi kalau ada kesempatan belajar hal baru kan, dari apa yang dia jelaskan walaupun sebatas teori, saya bisa melakukan penyimpulan awal jika dia memang ahli (dan itu memang tidak seharusnya terjadi).

Setelah 1 minggu disana, saya mulai melihat ada yang janggal. Teori dia tidak berbanding lurus dengan kemampuan troubleshooting dia. Itu terlihat sangat jelas, dan untuk membuktikan hal itu saya coba lempar beberapa pertanyaan teknis yang dijawab ngalor ngidul ga jelas sama dia padahal itu sangat-sangat basic. Dan setiap ada troubleshooting dia selalu datang kepada saya tanya langkahnya gimana dengan gaya dia yang tetap menggurui, lah… situ ga ngerti tapi berlagak menjelaskan teori ke saya, gimana toh…

Masuk akhir minggu kedua saya kerja masalah mulai terlihat, setiap ada tiket masuk ke helpdesk dan butuh level 3 support, alih-alih dia membetulkan yang ada malah menghancurkan sesuatu. Awalnya saya diam karena penasaran ingin tahu apa yang akan terjadi berikutnya, ga lama kemudian dia datang kepada saya minta dibantu membetulkan apa yang sudah dia hancurkan. Hemm…. baik saya bantu dan kita lihat sampai sejauh apa ya…

Terlepas dari itu, perpolitikan yang ada ternyata tidak bisa sepenuhnya saya hindari. Saya agak mabok sebetulnya karena berada di tengah saat ini. Tapi ya sudahlah, nikmatin saja dulu sambil sedot ilmunya buat jadi bekal. Karena semua proyek ini kalau sampai jalan (dan kemungkinan besar jalan) bisa menjadi port-folio yang sangat bagus buat CV saya terlebih lagi tempat kerja ini cukup mentereng.

Harapan saya semoga semua berjalan lancar, setidaknya sampai proyek selesai. Dan selanjutnya terserah Anda…