Ditunda

Sesuai judul… ditunda…

Proyek yang membuat saya pindah ternyata ditunda, ahhh…. tidakk…

Ya begitulah kehidupan, kadang terkesan mempermainkan pemainnya, yaitu kita. Tapi, tidak mengapa, 1 minggu ini saya merasa senang dengan lingkungan kerja dan cara atasan saya memperlakukan teamnya.

Terlalu singkat memang, kita lihat kelanjutannya ya hahaha…

Kerja di instasi pemerintah sebetulnya jauh dari angan-angan saya, kenapa? Karena saya berasal dari bangsa yang tidak akan memberikan lapangan kerja pegawai negeri ke mata sipit non muslim seperti saya dengan mudah, bahkan dengan sulit sekalipun.

Disini, di negeri orang lain, saya justru malah kerja di instasi pemerintah, kemaren saya kerja di salah satu instasi pemerintah swasta dibagian pendidikan, masih bisa disebut instasi pemerintah karena porsi kepemilikan saham masih lebih besar pemerintah Victoria.

Sekarang, saya pindah ke rumah sakit wanita tertua dan terbesar milik pemerintah Victoria. Diluar dugaan sebetulnya, tempat kerjanya bisa dibilang bergengsi dan mentereng. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena setiap saya jawab kerja di tempat ini, respon orang yang bertanya langsung “Wow… tempat kerja yang bagus!”

Terlepas dari status saya sebagai kontraktor atau karyawan permanent, memiliki sejarah bekerja ditempat yang mempunyai reputasi sebagus ini cukup layak untuk dijadikan pertimbangan.

Terakhir miting kemaren sih katanya proyek ACI yang saya impikan akan ditunda sampai 2 tahun kedepan dan dibedah menjadi 2 phase.

Ya… setidaknya jadi nambah pengalaman dan mungkin bisa bikin napas jadi lebih panjang disana hehehe….

Satu yang pasti, entah kenapa saya rilex sekali kali ini, dan terasa menikmati setiap jenjang dengan sebuah keyakinan yang tidak saya rasakan sebelumnya. Walaupun belum sepenuhnya nyetel dengan suasana dan lingkungan kerja yang ada. Tapi setidaknya saya saat ini merasa nyaman.

Hidup disini, memberikan banyak hal yang patut saya syukuri. Terlepas dari “kelucuan” yang terjadi disana, hidup disini membuat kami benar-benar merasa damai.

Hari ini, kami sempatkan mengunjungi pesisir pantai di bagian selatan-barat dari Melbourne, Williamstown Beach. Tadinya mau lihat kapal yang diparkirin disana hahaha… eh… si nyonyah salah tanggal…. tapehhh dehhh… ya udah akhirnya kita jalan-jalan aja di pantainya dibawah suhu 10 derajat dah kaya orang bule hahaha…

Setelah itu kami lanjut ke wilayah yang akan menjadi tempat tinggal masa depan kami (jika lancar dan ridho), kota yang tenang dan damai, kami sempatkan untuk ngupi2 ditengah suhu 12 derajat sambil menikmati donat. Hemm… benar-benar damai sekali… jadi ga sabar pengen cepet-cepet pindah kesini hahaha…

Kota ini kurang lebih 40 Km dari CBD Melbourne kearah barat, 35 menit nyetir mobil atau 50 menit menggunakan kereta V/Line (Victoria Line), bukan Metro ya. Kalau metro adalah kereta yang muter di Greater Melbourne, kalau V/Line adalah kereta yang menghubungkan Greater Melbourne dengan kota-kota di Victoria yang lebih kecil seperti Ballarat atau Bendigo.

Ahh… semoga jadi kenyataan, karena jika benar-benar terwujud, maka beberapa impian saya langsung terwujud bersamaan karena saya memang ingin tinggal dikota yang tidak terlalu besar dan damai, tapi bisa menjangkau kota utama dengan mudah dan juga ingin punya rumah yang ada taman nya hahaha… norak ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s