Inverloch

Halah… entah bener atau tidak cara nulis nama tempat itu yang pasti kami ber-16 menghabiskan waktu selama long weekend di salah satu rumah yang kami sewa dari AirBnB. Rumahnya cukup mewah, termasuk besar dengan 5 kamar tidur nya, 3 WC, 2 kamar mandi, double garage dan ada beranda belakang yang bisa digunakan untuk ber-bbq-ria.

Queens Birthday kali ini kami pergi bersama beberapa keluarga kawan-kawan kami disini. Jika tahun lalu, Joe Yohan menemani kami ke Mornington Peninsula yang diakhiri dengan dinner di Fat Oma (yang sekarang sudah tutup), tahun ini kami bersama dia dan beberapa kawan lainnya memutuskan untuk berleha-leha di salah satu sudut timur dari Kota Melbourne, sekitar 179 Km ke arah timur.

Inverloch nama kota nya, kota yang kecil, tenang dan damai. Sangat cocok untuk melepas penat dari kesibukan dan kegilaan yang terjadi selama ini dan kehangatan diantara kami membuat suasana menjadi hidup dan menyenangkan. Apalagi selama 3 hari 2 malam kami bisa menikmati unlimited centralized heater disana saat hari-hari yang semakin dingin mulai mengeluarkan aksinya dipermulaan musim dingin ini.

Hari kedua, salah satu kawan mengajak kami ke arah Venus Bay, pesisir pantai yang bisa ditempuh lewat darat selama kurang lebih 30 menit dari Inverloch yang menyediakan pertualangan untuk memburu pipies (semacam kerang putih yang bisa dimakan), pipies yee… bukan pipis!

Cara buru nya pun unik, kita harus menggali pasir di pesisir pantai yang masih terjangkau ombak sampai menemukan kerang yang sedang sial karena akan berakhir di meja makan kami ahhh… kasian ya….

Yang membuat lebih menarik adalah saat kami sedang mencari kerang suhu sedang berada di angka 2 derajat. Nah… Kebayang donk sedapnya saat 2 derajat lepas jaket turun ke air dan gali-gali sampai dapet tuh kerang. Mending kalau mereka gampang ditangkep, ngumpet nya kadang jauh didalam pasir dan membuat kita harus menggali dan menggali lagi seperti orang niat yang terlalu rajin, dan saat kerang sudah hampir ditangan lalu byurrrr…. datanglah ombak liar yang menyapu segalanya akhh… Kerang nya ga jadi dinner kami (gigit sendallll), tetap semangatt…

Setelah mendapatkan kerang lumayan sedikit, akhir saya memutuskan untuk udahan karena jempol kaki rasanya sudah pulang kampung entah kemana ga terasa lagi. Setelah bersih-bersih, saya langsung menuju mobil menghangatkan badan.

Perjalanan kali ini, benar-benar membantu saya agar bisa lebih santai, baik pikiran maupun badan. Bisa ngobrol panjang lebar bersama kawan-kawan ditengah hidangan makan malam yang masih ngeful-ngepul ataupun ditemani beberapa gelas spirit benar-benar membuat spirit kembali recharge.

Besok, kembali ke rutinitas lagi, minggu terakhir saya bekerja ditempat sekarang karena Senin depannya lagi saya akan memulai pertualangan ditempat baru. Sekarang saya ingin menikmati sebotol bir sambil mensyukuri keluarga yang sehat dan bahagia, kawan-kawan yang seru dan perhatian serta kehidupan yang terasa damai dan tenang ini…. Karena hal ini priceless.

Terimakasih Tuhan, Kau memang tidak pernah kurang baik kepada kami… dan yang perlu saya lakukan adalah jangan seperti orang tidak ber-Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s