Saat jawaban itu datang

Pagi ini saya bangun dengan disambut suhu 3 derajat dan kabut tebal diluar sana. Musim dingin kali ini menurut beberapa perkiraan akan menjadi lebih dingin daripada tahun lalu. Musim dingin ini adalah yang kedua bagi kami sejak kepindahan kami ke Melbourne, kota yang dingin dan cantik.

2 bulan belakangan ini, saya dan istri memanjatkan sebuah doa. Istri saya bahkan sampai Novena setiap hari. Saya meminta kepada Tuhan agar membantu saya mendapatkan pekerjaan baru yang tepat bagi saya dan bisa memberikan kesempatan kepada saya untuk mempelajari hal dan teknologi baru. Terlepas dari hingar bingar di tempat kerja saya saat ini, keinginan untuk pindah memuncak dalam 2 bulan terakhir ini.

Hari demi hari doa kami panjatkan tanpa ada setitik terang yang membuat kami merasa doa kami dijawab atau akan dijawab. Kami tidak menyerah sambil berusaha berserah walaupun jujur, tidak mudah. Kami terus berdoa dan berusaha. Sampai pada hari Rabu minggu lalu, jawaban itu datang dengan begitu cepat dan elegannya. Saya mendapatkan pekerjaan baru yang membuat saya memiliki kesempatan mempelajari teknologi Software Defined Networking terbuka sangat lebar dan memiliki peran sebagai konsultan yang pasti bisa memompa kemampuan komunikasi saya dalam bahasa inggris.

Pekerjaan ini sebetulnya sudah lepas dari tangan saya sebelumnya karena saat saya memberanikan diri untuk apply ternyata sudah ada orang lain yang menjadi kandidat nya. Saya sempat down saat itu, ah… kenapa saya telat apply nya. Lalu istri saya bilang “Jika pekerjaan itu memang milik kamu, akan menjadi milik kamu”

Nah, entah kenapa 1 minggu kemudian pekerjaan ini dibuka kembali, setelah sempat ragu karena pekerjaan ini kontrak base dalam jangka waktu tertentu dengan resiko yang lebih besar sebesar bayarannya, saya memberanikan diri untuk mengirimkan CV saya.

Eh… termyata posisi ini langsung dikunci ke CV saya, dan undangan interview pun mulai disusun oleh mereka. Awalnya mereka mencari Network Engineer yang mengerti IP Telephony. Nah… tiba-tiba di detik terakhir agent yang menjadi perantara saya memberi tahu jika mereka juga ingin orang yang mengerti tentang Cisco ACI – SDN. Alamak…. saya belum pernah secara langsung mempelajari teknologi ini apalagi sampai melakukan instalasi. Setelah sempat menjadi ragu kembali karena saya jujur memiliki ketakutan untuk berada di pekerjaan kontrak, apalagi ada porsi teknologi baru. Pekerjaan kontrak itu memang bayarannya diatas rata-rata, akan tetapi saat mereka melihat kita tidak mampu, maka bisa saja hari itu menjadi hari terakhir saya bekerja tanpa ada notice period. Serem kan… apalagi saya single income dan ada tanggungan anak istri.

Sampai di satu titik, saya memutuskan untuk maju dan menghadapi ketakuan saya itu, karena kontraknya cukup panjang yaitu untuk 12 bulan dan tempat yang baru ini sangat terkenal karena ini adalah rumah sakit pemerintah tertua dan terbesar di Melbourne jadi saya pikir jika tidak diperpanjang atau worst case diberhentiin ditengah jalan setidaknya saya punya pengalaman yang bisa menjadi portfolio baru di CV saya, dan ternyata saya merasa lebih damai setelahnya.

Saya beruntung memiliki seorang kawan yang sudah pernah melakukan instalasi mengenai teknologi ini, jadi saya telepon dia malam itu juga untuk menanyakan beberapa hal. Penjelasan yang diberikan sangat lengkap dan mudah di mengerti. Setelah itu saya baca sebisanya semua document yang memuat tentang teknologi itu di website Cisco.

Dan, hari berikut nya duduk lah saya di kursi interview. Proses interview nya berlangsung 2 jam dengan tambahan 30 menit sesi troubleshooting di perangkat mereka yang sedang production. Ini adalah interview terpanjang, terlama, dan tergila yang pernah saya lalui. Saya dibombardir pertanyaan teknis dari ACI – SDN, Legacy Networking dari L1 sampai 4, OSI 7 layer, IP Telephony, Contact Center, cara membaca network design topology dan bagaimana mencari kesalahan di dalamnya, Fiber interconnection, sampai ke white boarding dimana saya diminta menggambarkan sebuah enterprise network yang pernah saya kerjakan, apa saja yang saya lakukan dan kenapa saya lakukan. Gila…. tapi menantang dan sangat menarik.

Entah kenapa saya sangat menikmati prosesi nya tahap demi tahap, sangat nyaman, dan kadang terbesit sebuah perasaan jika pekerjaan ini bisa saya dapatkan dari reaksi yang mereka tunjukan saat saya menjelaskan satu persatu semua pertanyaan yang mereka ajukan baik teknis maupun bukan. Dan interview ini dilakukan dihadapan IT Manager yang akan menjadi atasan saya dan Direktur Teknis. Saya juga jujur mengatakan jika untuk porsi ACI – SDN saya tidak memiliki proven record pernah install untuk production, jadi hanya sebatas konsep dan baca-baca document, yang langsung di respon oleh mereka “Don’t worry, we are not seeking person who have deployed this solution but person who know the concept, willing to learn and could lead this project to finish”. Auchh… Thank GOD!!! kesempatan untuk maju dan meningkatkan skill saya terbuka lebar dan saya jadi tambah semangat.

Setelah selesai, agent yang menjadi perantara saya menelpon saya menanyakan bagaimana proses interviewnya. Setelah ngobrol beberapa menit, dia bilang akan telpon client nya dan akan memberi saya update. 5 menit kemudian, dalam perjalanan pulang, agent menelpon saya dan mengatakan “Congratulations, You GOT the JOB!”

Whatt….?!? Ga salah ini? Maafkan Hamba Mu ini Tuhan, yang selalu mempertanyakan kuasa Mu.

Saya benar-benar tidak menyangka jika akan secepat ini setelah selama 2 bulan tidak mendapatkan jawaban. Mata saya sampai sembab sangking senangnya dan puji syukur tidak henti-hentinya saya lantunkan.

15 menit kemudian, agent saya nelpon lagi dan dia mengatakan jika client dia mengatakan kontrak ini tidak akan sampai 12 bulan seperti sebelumnya karena mereka hanya ingin kontrak ini hanya 3 sampai 6 bulan. Seketika saya terdiam, apalagi ini Tuhan? dan kemudian saya menanyakan kenapa kepada agent saya. Lalu agent saya mengatakan, karena client dia suka sama cara saya menjelaskan masalah, dan suka dengan profile skill saya yang kuat di 3 area yaitu Networking, Voice, dan Wireless. Jadi mereka mau kontrak kerja ini jadi masa percobaan saja, jika saya mampu membuktikan skill saya maka mereka ingin mengangkat saya menjadi karyawan permanent mereka karena menurut mereka sangat susah mencari orang yang bisa mengerti Network dan Voice sama kuatnya.

Saya… terdiam sesaat dan saya ucapkan terimakasih kepada agent saya, dan bilang saya tetap mau pekerjaan ini. Setelah itu, saya pun semakin malu kepada Tuhan, ya ampun… ketakutan saya diselesaikan dengan elegan oleh Dia. Kenapa begitu, karena kita punya pekerjaan permanent pun akan tetap melewati masa percobaan kan, dan saat kita tidak mampu perform dalam masa percobaan ya tetap aja kita akan dikeluarkan. Jadi, ini sudah masa percobaannya dalam posisi kontrak dimana salary nya lebih diatas, dan ada kesempatan menjadi permanent dengan income yang disamakan. Kurang baik apa lagi Tuhan sama saya? yang perlu saya lakukan saat ini adalah melakukan hal ini sebaik mungkin, semampu saya. Thank GOD, Thank GOD!!

Disinilah saya semakin merasakan jika kuasa Tuhan benar-benar ada dan bekerja, Dia paling tahu kapan doa saya akan dijawab dan bagaimana menjawabnya. Dan Dia pun yang paling tahu apa yang paling tepat bagi saya. Kadang kita sering merasa tidak sabaran, dan saya adalah salah satu orang yang memiliki kelemahan itu, proses ini benar-benar membentuk kesabaran saya menjadi lebih baik walaupun mungkin belum sempurna.

2 minggu lagi, saya akan bergabung dengan perusahaan baru, dan memulai perjalanan baru, serta perjuangan baru. Sebuah doa yang akhirnya terjawab, dan membuat saya malu dan semakin malu karena kurang percaya dan berserah, yang akhirnya menampar saya dengan lembutnya sampai saya sadar jika Dia ada dan itu akan terbukti saat jawaban itu datang.

Selamat datang musim dingin dan selamat berakhir pekan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s