Paskah ke 2

Tidak terasa kami merayakan Paskah kedua di Melbourne. Waktu begitu cepat berlalu walaupun jujur… Saat kami melewatinya dulu tidak terasa cepat.

Culture shock yang begitu kuat membuat saya beberapa kali sempat goyang dan sempat memutuskan untuk menyerah. Tidak mudah kawan… Sungguh tidak mudah… Pindah negara itu tidak sekedar pindah rumah, mindahin baju, badan dsb. Banyak sekali hal yang harus kita hadapi dan atasi terlebih dari sisi psikis mau sesiap apapun kita menyiapkan diri kita.

Dan dari pengalaman itulah…saya mengucapkan syukur kepada Dia karena kami masih merayakan Paskah disini. Paskah di Melbourne atau di Australia sedikit berbeda dengan di Indonesia. Disini pada hari Jumat dimana kami merayakan Jumat Agung, 99% pertokoan tutup, bahkan toko besar seperti Aldi, Woli dan Coles pun sebagian besar tutup. Aldi malah tutup semuanya. Hal ini jadi pengalaman buat kami untuk mempersiapkan segala sesuatu tahun berikutnya sesaat sebelum Jumat Agung karena repot juga kalau banyak yang tutup.

Di Australia jika saya perhatikan, selama Natal dan Paskah terutama di tanggal 25 saat Natal dan Jumat Agung saat Paskah cenderung sepi dan tenang. Disini mereka sangat mendorong agar kita melewati hari-hari tersebut bersama keluarga.

Hal lainnya adalah disini libur Paskah itu 4 hari sampai hari Senin. Lumayan lama untuk saya bisa refreshing setelah penat sehari-hari berurusan dengan hal pekerjaan. Saya pun sempatkan untuk membawa keluarga mengunjungi beberapa tempat.

Paskah kali ini, saya memanjatkan Novena lagi untuk sebuah harapan. Dan, selama kami mengikuti misa di Gereja, salah satu doa yang tidak pernah berhenti saya panjatkan adalah penyertaan dari Nya agar kami bisa mewujudkan impian kami untuk kedua anak kami disini.

Saya jadi ingat kalimat salah satu kawan saya, kawan baik yang belum sempat bertatap muka tapi sudah sering membantu saya melewati dan melawan culture shock yang saat ini masih sering mengganggu saya.

“… jangan seperti orang yang tak bertuhan, Jo 🙂 Dia tak pernah kurang baik 🙂 ”

Dan itu benar adanya, karena saya harus banyak berterimakasih dan bersyukur untuk semua yang terjadi sampai titik ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s