Bersyukur itu…

2 bulan belakang ini, saya kumat lagi… perasaan yang disebut swing mood kembali jahil dan sering mendatangi saya. Jika ditanya kenapa bisa begitu lagi? jujur saya sendiri tidak tahu kenapa dan mengapa.

Yang saya tahu hanyalah dalam beberapa bulan belakangan ini memang terjadi dinamika di tempat kerja saya dan hal itu sedikit banyak cukup mengganggu saya. Apakah hal itu menjadi penyebabnya? saya tidak tahu.

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, saya sering merasa malu kepada Dia saat sedang seperti ini, karena saya tahu jika Dia tidak pernah kurang baik.

Pagi ini saya coba ngobrol dengan salah satu kawan saya di Sydney, dan dia mengatakan 1 kalimat “counting the blessing” kepada saya. Kalimat itu, jujur saja menyadarkan saya tentang rasa syukur. Saya bukan tidak bersyukur, saya justru sangat bersyukur, akan tetapi saya sering bingung apakah dengan bersyukur lalu saya tidak boleh merasa sedih dan galau? entahlah… yang saya tahu adalah untuk bisa memiliki rasa syukur itu sulit-sulit mudah, dan saya sendiri masih sering bertanya kepada diri saya sendiri “semukah rasa syukurmu itu Jo? hanya untuk pembenaran atau pelarian atau memang tulus?” yang tentunya tidak saya temukan jawabannya sampai sekarang.

Bersyukur itu…. ternyata tidak semudah yang saya pikirkan walaupun tidak sesulit yang saya bayangkan juga. Saya selalu bersandar pada Novena 3 Salam Maria jika sedang berada di titik seperti ini. Karena, saya tidak tahu harus bersandar kemana lagi… kadang, dalam doa sendiripun saya sulit mencari dan merangkai kata untuk mengungkapkan apa yang ingin saya ungkapkan. Yang bisa saya lakukan hanya terdiam dan percaya jika Dia mengerti dan bisa membaca isi hati saya.

Saya sering tidak mengerti kenapa saya bisa mengalami swing mood lagi, apakah saya masih menderita culture shock? saya tidak tahu. Memang, banyak yang mengatakan jika culture shock itu bisa terjadi sampai 2 tahun pertama dan hal itu normal. Tapi, rasanya benar-benar tidak enak, sangat tidak enak.

Satu hal yang saya tahu dan yakin adalah Tuhan itu Maha Baik, dan Dia sungguh tahu apa yang saya butuhkan dan kapan hal itu baik untuk diberikan kepada saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.