Enak tidak enak

“Enak ya Jo, lu bisa tinggal di luar negeri”

“Wah… sudah tinggal di luar negeri ya, keren ya hidup disana”

Kalimat-kalimat ini sering saya dengar saat saya sudah bisa migrasi ke Australia. Baik langsung maupun melalui orang sekeliling saya (ya istri saya, siapa lagi hahaha…)

Hidup diluar negeri itu bagi saya sih bukan perkara enak atau keren ya, karena masalah enak tidak enak atau keren tidak keren itu sangat jamak dan global, jadi apa yang enak buat kami belum tentu enak bukan kalian.

Tapi, pada intinya dimanapun kita hidup yak tetep ada enaknya dan tidak enaknya sob. Contohnya nih, tapi ini menurut saya ya, masalah cuaca, nah… untuk yang satu ini terus terang buat saya enakan di Indonesia karena saya besar disana hahaha… disini (di Melbourne maksud nya) kalau lagi dingin itu bisa nol derajat loh (yaelah hebring amat yak baru nol derajat, dibelahan bumi laen malah sampe minus tuh) ya iya bener, tapi buat manusia ndeso tropis seperti saya ini nol itu sudah cukup menyiksa hahaha… dan kalau lagi summer itu bisa sampai 42 derajat hosh… panas nya, yang lebih menantang itu bukan 42 nya tapi naik turun ekstrim nya itu loh, masa 42 drop ke 23 dalam itungan jam, dan bisa aja ada 1 hari 12 derajat trus paling tinggi 22 eh besok nya naik ke 39 trus besoknya lagi turun ke 23 lagi haduhh… itu kalau badan ga biasa bakalan belang-belang deh kerokan terus.

Selain itu masalah bahasa, mo gimana juga ya tetep enakan ngobrol pakai bahasa sendiri, becanda sama orang sendiri. Karena cara becandanya masih mirip-mirip lah. Untuk yang satu ini, terus terang saya lebih kangen di Indonesia sana, ngomong tinggal nyerocos dan orang kemungkinan besar ngerti, lah disini juga sama tinggal nyerocos tapi orang kemungkinan besar bingung hahaha…

Hal lainnya untuk masalah IRT, kalau kita terbiasa dengan IRT, dan dikit-dikit “mba…”, “nem…”, “bi…”, “suss…”, mendingan mikir-mikir lagi deh… disini mahal banget punya bantuan seperti itu. Itu kenapa kalau sudah siap merantau untuk hidup di luar negeri seperti Australia ya harus siap untuk mandiri, jangan trus sampai sini malah nangis-nangis hahaha… apalagi kalau kalian sudah biasa pakai suster, mba dan sebagainya. Itu juga kenapa saya sebelum memastikan kesini sudah bicara dengan istri dan memastikan dia bisa berhadapan dengan situasi mandiri.

Enaknya juga banyak, disini kita lebih diperhatiin pemerintah, jadi pajak yang kita bayar juga paling tidak ada kita nikmatin juga lah. Selain itu air dan udara yang bersih juga jadi kelebihan hidup disini, apalagi buat anak-anak. Belum sekolah dan pelayanan masyarakatnya, disini sangat teratur dan sistematis. Sampai-sampai ada kesan hidup disini itu banyak dipermudah hahaha…

Inflasi juga relatif stabil dan rendah ya, jadi uang yang kita hasilkan setiap tahun kekuatan ekonominya juga ga banyak bergeser. Dan disini hidup juga lebih tenang, ga ada demo-demoan seperti 212 lah seperti disana, ga ada organisasi arogan atau manusia-manusia suci, ga ada agama yang merasa superior sampai bisa ngatur agama lainnya. Rasis? O itu mah dimana aja pasti ada bro, tapi percaya deh kalau banyak orang bilang Australia itu lebih rasis tapi saya malah ngerasainnya terbalik.

Belum lagi pemerintah sini juga melindungi warga nya, lindungan pendidikan dan kesehatannya bagus banget. Kita dicover dengan Medicare (seperti BPJS) tapi ga pake maksa kita harus bayar saat kita tidak ada income, beda ya sama sana, karena disini sosialis jadi yang mampu bantu tidak mampu lewat pajak yang ditarik. Dan untuk orang-orang kurang beruntung yang harus kehilangan pekerjaan, ada Centerlink yang bisa bantu memberikan tunjangan sampai kita dapat kerjaan lagi. Tapi sekali lagi memang kita nya ngerasa aman, tapi ya tetap aja kita harus berusaha dan bekerja selama masih mampu bekerja.

Masih banyak list nya, yang kalau saya tuliskan bisa-bisa jadi novel ini artikel. Yang pasti adalah, saat kita memilih sebuah jalan, jangan hanya diukur dari enak tidak enak lebih-lebih keren tidak keren nya. Saya memutuskan untuk mencoba merantau kesini juga bukan karena dasar itu. Saya lebih melihat hal-hal lain yang saya inginkan untuk membesarkan anak-anak saya tapi tidak bisa saya dapatkan di Jakarta. Contohnya taman yang bersih dan nyaman. Ya memang sih balik lagi ukuran nyaman dan bersih setiap orang beda ya.

Jadi, hidup dimana pun tetap ada enak dan tidak enak nya. Dan yang paling berasa adalah keluarga, karena yang namanya merantau sudah pasti jauh dari keluarga, jadi siap-siap merasa sendiri hahaha… tapi tenang, banyak perantau lain juga kok disini jadi kita ga sendirian, semua balik ke pilihan masing-masing.

Advertisements

One Reply to “Enak tidak enak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s