Kompromi

Hidup itu ya kompromi. Apapun yang kita kejar ujung-ujung nya ya harus ada bagian kompromi di dalamnya.

Beberapa waktu lalu ada status mengenai “masih bisa kah kita beli rumah di Melbourne/ Australia” karena harganya terus meroket. Status yang kemudian menghasilkan berbagai diskusi.

Ada saran agar punya DP minimal 20% agar terhindar dari LMI (Asuransi tambahan karena DP dibawah 20%), bener sih… tapi apa semua orang punya dana segitu? Apa semua orang punya warisan? Apa semua orang punya ortu/sodara baek hati yang mau ngasih atau minjemin DP? Ga kan…

Itulah kenapa ada pilihan DP 5% ditambah LMI, karena ga semua orang itu punya dana cukup. Saya sendiri ga masalah dengan LMI, karena saya lebih prefer bayar KPR dari pada bayar sewa. Toh dengan bayar KPR pada akhirnya apa yang kita bayar akan jadi milik sendiri dan yang kita bayar sifatnya investasi berkembang (bukan investasi menurun seperti mobil).

Bener sih kalau ada masukan jangan sampai lepas dari rent trus jadi mortgage stress. Hal itu kan bisa di siasati sebenernya bukan dihindari, tapi ya ujung-ujung nya harus ada bagian yang di kompromi. Opsi bisa DP 5% dengan LMI kan buat memberi jalan buat orang-orang yang kurang kuat dananya tapi ingin punya rumah sendiri, walaupun harus nambah LMI sekian puluh ribu selama masih sesuai budget dan cicilan per bulan bisa sama dengan bayar rent kan secara logika ga bakalan stress. Karena kalau sampai stress ya ga beli rumah pun bakalan stress karena bayar rent juga segitu.

Saya sendiri berpikir jika kita bisa bayar rent $1500 per bulan bertahun-tahun, kenapa ga cari mortgage yang bayarnya sama perbulan nya walaupun DP hanya sanggup 5%? Atau setidaknya ga terlalu jauh dari $1500, misalnya $1800 yang sudah dihitung masih bisa terbayar terlepas dari berhemat kah, ubah gaya hidup kah, semua kembali ke strategi masing-masing biar ga sampe mortgage stress. Pada akhirnya akan lebih menguntungkan bayar mortgage kan karena rumahnya jadi milik sendiri dan jadi investasi.

Tapi kan mortgage dengan DP 5% bisa sebesar itu cicilan perbulannya pasti jauh dari CBD, disitulah kenapa harus kompromi.

Rumahnya kecil kalau harga segitu, ya sampeyan kompromi juga. Jangan besar napsu daripada kemampuan.

Dan daerah seperti itu sekolahnya belum tentu sebagus di Balwyn (misalnya), nah disitu juga harus kompromi.

Daerahnya belum tentu se-establish di daerah yang timur, ya harus kompromi lah.

Kalau ga bisa kompromi ya rent aja terus tapi jangan ngedumel ga bisa beli rumah karena harga mahal dan naik terus.

Kalau kita bukan orang kaya dan punya dana tak terbatas atau minimal banyak, namanya mau beli rumah itu kejar-kejaran antara ngumpulin DP sama harga yang terjangkau, dan umumnya kita kalah cepat dengan kenaikan harga rumahnya kecuali kita punya income yang meroket terus setiap tahunnya, kalau memang income kita bisa seperti itu ya ga usah bahas panjang lebar lagi karena sampeyan tinggal tunjuk aja toh mau yang mana.

Kalau punya duit cukup ya point yang di kompromikan bisa lebih sedikit dan sebaliknya, dimanapun hidup ya seperti itu saat kita ingin sesuatu.

Mana ada sih orang yang mau sesuatu bisa menang seluruhnya tanpa harus kompromi?

Itulah kenapa tentukan dulu tujuannya kalau memang dana terbatas dan tidak ada yang bisa bantu banyak, ingin punya rumah atau lebih mengutamakan lingkungan, sekolah dll. Kalau yang kedua ya rent aja di daerah yang disuka karena ga sanggup beli rumah disana atau kalau masuk mortgage cicilan yang dibayar jauh diatas rent perbulan dan bisa jadi kategori mortgage stress. Dan ini juga ada komponen kompromi toh, yaitu harus mau rent yang artinya perbulan uangnya masuk kantong orang lain hehehe…

Atau mau dua-dua nya tapi dana terbatas, mungkin saja bisa, tapi tetap akan ada yang harus di kompromikan. Itu kenapa kembali lagi ke masing-masing maunya apa.

Dan ini berlaku untuk semua keinginan kita sebagai manusia. Apapun yang kita kejar dan ingin kita dapatkan, bagian kompromi akan selalu menjadi salah satu bagiannya.

Hidup itu tentang kompromi di dalamnya kawan, ga bisa kita mau menang 100% saat ingin sesuatu, setidaknya itu pengalaman saya, kalau ada yang bisa dapat 100% ya selamat karena Anda sangat diberkati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s