Cherry Picking

Ini bener-bener posting yang terlambat bangett… soalnya kemarin saya sedang sibuk dengan migrasi system jadi ga sempet nulis.

3 minggu lalu (buset udah lama ya…) kami mengajak anak-anak ke salah satu kebun cherry, namanya cheppies.

Tiket masuk untuk dewasa 10 dollar dan anak-anak diatas 5 tahun 5 dollar. Disana kita bisa metik cherry sepuas kita dan sebanyak yang kita mau, pas pulang tinggal timbang dan sekilo nya disuruh bayar 10 dollar hehehe… (dikira gratis ya? Enak aja…)

Setelah beli tiket dan dapat 2 ember buat naro cherry yang sudah kita petik, kami pun antri nunggu shuttle bus yang akan mengantar kita ke kebun dimana cherry sudah siap dipetik.

Anak-anak pun kegirangan, pengalaman pertama kan metik cherry hahaha… sangking semangatnya mereka metik dalam 15 menit kedua ember sudah hampir setengah penuh dengan cherry, oh tidak… masalahnya 1 ember bisa muat 6 sampai 7 kilo, jadi kalau kita kali 2 berarti bisa 14 kilo yang artinya 140 dollar auchh… dollar yang banyak ya… dan kalau saya kira-kira setidaknya 2 ember cherry itu setidaknya sudah bisa kisaran 7 kilo kali.

Langsung saya stop metiknya hahaha… abis itu kami duduk dibawah pohon cherry yang ga seberapa tingginya, sambil menikmati cherry yang baru dipetik, ya itung-itung kurangin berat yang harus dibayar hahaha… karena kebetulan kita boleh makan cherry langsung ditempat sebanyak yang kita mau (asal tahu diri hehehe…)

Beruntung beberapa kawan saya datang, jadi saya oper sebagian ke mereka hahaha… lumayan lah, jadi tinggal bayar 50 dollar untuk cherry yang tersisa.

Phillip Island

Sebetulnya dari kemarin sudah mau nulis dan ngepost tentang perjalanan ke Phillip Island, tapi karena saya sudah kecapean dan kepegelan halah… jadi baru pagi ini nulis artikelnya.

Hari pertama liburan kami pergi ke Phillip Island, pulau diujung selatan Melbourne sejauh 112 Km dari rumah kami, dan tempat dimana GP dihelat. Perjalanan kesana yang ditempuh dalam waktu hampir 2 jam kami potong dengan mampir ke San Remo dulu untuk makan siang.

San Remo, restoran fish n chip yang sudah cukup tua karena ada dari tahun 1948 menawarkan fish n chip yang (menurut saya) cukup beda dari yang lain dan terletak tepat sebelum jembatan yang menghubungkan benua Australia dengan Pulau Phillip. Enak dan gurih, selain itu ada tempat makan yang menghadap ke teluk membuat kita bisa menikmati makanan sembari menghirup aroma laut yang khas dengan sedikit keamis-asinan nya. Selain itu ada juga acara memberi makan pelican, karena restoran ini menghasilkan limbah ikan yang sudah di fillet, mereka menggunakan limbah ikan itu untuk menjaga pelican agar tidak kelaparan.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Wild Park karena anak-anak sudah ga sabar ingin melihat binatang-binatang khas Australia yang sebagian di lepas bebas.

Dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Natural Park. Tempat dimana kita bisa melihat parade pinguin. Tapi, karena parade nya baru ada saat matahari terbenam dan kami sampai disana disiang hari, jadi kami putar ke tebing dan menikmati pemandangan laut lepas nan biru bersih yang mengalun diantara batu batu karang yang menjulang dengan gagah dan congkak nya. Pemandangan yang benar-benar membuat kagum dan betah diam disana duduk sembari melepaskan pandangan ke garis cakrawala di belahan bumi selatan nan jauh disana. Ahh… Tuhan sungguh luar biasa.

Setelah puas memandang kejernihan laut selatan, kami pun beranjak ke Nobbies Centre, tempat ini sebenernya menawarkan pengalaman antartika didalam nya, tapi karena masuknya cukup mahal jadi kami urung masuk dan bermain di walking track tepat disebelah gedung itu. Pemandangan yang ditawarkan hampir sama seperti di Natural Park, lautan selatan yang memukau dan sebuah batu besar yang entah kenapa ada disana dan entah siala yang naro batu itu disana hahaha… norak ah…

Setelah puas, kami bergerak lagi ke pulau lainnya, Churcill Island. Pulau lainnya dan kebetulan searah jalan pulang. Tempatnya asri dan berisi bangunan serta latar belakang tempo doeloe. Dan sekali lagi kami hanya jalan-jalan disekitar menikmati suasana yang tenang dan damai. Kami pun duduk di sebuah batang pohon yang sudah ditebang untuk melepas lelah dengan menikmati pemandangan hijau, air laut yang jernih biru, dan angin sejuk sembari melihat anak-anak bermain di batang pohon itu. Dititik itu, saya dan istri saya mengucapkan syukur kepada Dia untuk kehidupan kami hari ini, sebuah keadaan yang tenang dan damai yang benar-benar tidak ternilai.

Benar-benar memanjakan jiwa kami, perasaan seperti itu tidak akan pernah bisa dituliskan dalam kalimat apapun.

Setelah puas bermalas-malasan, kami pun selfie untuk mengingat moment itu.

Dan beranjak pulang, sebelum itu kami masih sempatkan mampir ke pabrik coklat ga jauh dari sana untuk menikmati cemilan sore, kami menempuh jarak 318 Km dan mendapatkan liburan yang luar biasa.