Happy New Year 2018

Ahh… besok sudah tahun baru 2018. Tidak terasa kami sudah hampir setahun pindah ke kota yang cantik nan dingin ini.

Di minggu terakhir 2017 kami sempatkan mengunjungi Phillip Island, sebuah pulau dimana kita bisa melihat parade Pinguin yang lucu dan MotoGP dihelat dengan pemandangan luar biasa nya. Dilanjutkan dengan mengunjungi deretan 12 apostles, salah satu objek wisata disini yang menyuguhkan pemandangan luar biasa dengan 12 batu karang yang terbentuk secara alamiah dan sekarang sisa 7 saja (kalau ga salah hahaha…). Perjalanan selama 4 jam satu arah seakan tidak begitu terasa karena kami sibuk mengagumi apa yang kami temui selama perjalanan itu yang kami tutup dengan menikmati kota Geelong yang tenang.

Saya juga melakukan refleksi diri seperti biasanya. Merangkum perjalanan 1 tahun ini baik itu impian yang sudah saya susun dan sudah tercapai maupun belum, hal baik yang sudah terjadi maupun buruk, semua rasa syukur dan harapan-harapan baru untuk tahun mendatang. Rangkuman yang akan menjadi salah satu bab pembelajaran yang begitu berharga kedepannya.

2017 adalah tahun yang akan selalu menjadi salah satu kenangan dalam kehidupan saya. Begitu banyak jatuh dan bangun yang terjadi mengiringi kepindahan kami kesini untuk mengejar impian kami bagi kedua anak kami. Banyak sekali hal-hal baik yang terjadi demikian pula hal-hal yang menjadi pembelajaran. Tahun ini adalah salah satu tahun penuh dengan stress, sedih, takut, bahagia yang diikuti oleh rasa syukur seperti beberapa tahun sebelumnya karena begitu banyak momen-momen kehadiran Tuhan kami rasakan ditengah keluarga kami, baik saat kami tertawa bahagia, stress maupun sedih. Baik itu melalui kawan, orang disekitar kami, maupun secara langsung dengan cara-Nya yang elegan seperti biasanya. 1 hal yang pasti adalah saya orang yang sangat beruntung.

Kami (khususnya saya) sangat bersyukur dan berterimakasih kepada-Nya untuk semua pencapaian yang terjadi dan semua hal yang singgah dalam perjalanan kami baik itu baik maupun tidak karena kehidupan ini layaknya mata uang koin yang harus memiliki kedua sisinya agar bernilai. Sangat bersyukur untuk rumah yang nyaman walaupun masih sewa, bersyukur untuk pekerjaan yang membuat saya banyak sekali belajar hal baru, bersyukur untuk calon rumah yang ditunjukan kepada kami (semoga lancar sampai bisa ditempati), bersyukur untuk kesehatan, perlindungan, kawan yang baik, momen indah, tawa, tangis, dan sebagainya.

Sekarang kami menatap optimis ke 2018, tahun yang akan dipenuhi dengan hal-hal baru yang ingin saya capai disini, yang mungkin tidak mudah. Baik itu hal-hal lawas yang belum tercapai maupun hal-hal baru yang akan saya kejar, salah satunya adalah ingin mengalami white christmas, harus bisa hahaha…, bagi saya hidup tanpa tujuan tidaklah menggairahkan, walaupun hidup dengan tujuan gila juga melelahkan. Apapun itu, saya terbiasa untuk membuat rentetan tujuan yang ingin saya kejar dari tahun ke tahun untuk keluarga saya maupun diri saya sendiri, baik itu besar maupun kecil. Perkara tercapai atau tidak itu saya serahkan kepada-Nya karena tugas utama saya adalah berusaha sambil berdoa.

Malam ini, tadinya kami ingin mengajak anak-anak untuk melihat pesta kembang api jam 9 malam dalam rangka menyambut tahun baru yang memang sengaja diadakan untuk anak-anak, yang kemudian kami putuskan untuk tidak pergi karena terlalu padat dan anak kedua kami masih balita. Sebagai gantinya, kami akan menonton kembang api langsung dari TV channel 7 yang disiarkan secara langsung.

Terimakasih Tuhan, untuk hari ini. Kami bisa merasakan Natal maupun Tahun baru disini. Terimakasih sudah membantu kami begitu banyaknya untuk bisa bertahan disini, terimakasih Tuhan. Sertailah selalu langkah kami kedepannya yang kami percaya tidak akan lebih mulus dari apa yang sudah kami lewati tapi kami juga percaya jika Kau tidak akan pernah meninggalkan kami.

Dari Melbourne kami sekeluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2018, semoga kita senantiasa dalam perlindungan-Nya, dan memiliki tahun yang luar biasa kedepannya.

.

.
Pict : techteria.com

Advertisements

Geelong (3)

Nah… hari terakhir deh di Geelong dan hari kami pulang ke Melbourne. Setelah bangun pagi (rada siang sih…) kami beres-beres karena jam 10 pagi adalah batas waktu check out kami. Karena lapar, saya mampir ke Waterfront lagi untuk sarapan, halah… gaya bener ya…

Sebelum pulang kami sempatkan mengunjungi Geelong Play Space, sebuah taman yang ada tempat bermain untuk anak-anak.

Setelah anak-anak puas bermain kami mengunjungi Geelong Galery Art, lalu ke Perpustakaan nya yang canggih dan rapi. Perpustakaan di Geelong kalau kata saya lebih canggih malah dari perpustakaan di daerah kami tinggal. Karena Perpustakaan nya sudah dibagi per-lantai dan untuk anak-anak khusus ada di lantai 1. Saat masuk kedalam, saya sampai terbengong-bengong karena selain buku ada komputer dan nintedo wi (entah nulisnya bener ga…) yang bisa dipakai anak-anak untuk main dan beraktifitas. Keren ya…. disini entah kenapa anak-anak sangat diperhatikan oleh pemerintah.

Setelah makan siang di salah satu sudut pusat kota Geelong dan mengambil beberapa foto, kami pun beranjak pulang ke arah Melbourne.

Cape sih… tapi seru hahaha… dan perjalanan berikutnya kami akan susun lagi dengan lebih rapi karena setidaknya kami sekarang sudah tahu akan seperti apa perjalanannya.

Baiklah, sampai kita bertemu lagi Geelong, kota ini benar-benar membuat saya jatuh hati sampai terpikir untuk pindah kesini saat suatu hari nanti, mungkin saat sudah pensiun. Yang pasti kota ini akan jadi salah satu tujuan favorit kami untuk melonggarkan syaraf dan menenangkan pikiran.

Sekarang kami lempengin kaki dulu dirumah, karena besok sudah ada jadwal lagi xixixi….

Geelong (2)

Yeyy…. hari berikutnya adalah mengunjungi 12 Apostles. Setelah bangun pagi, sarapan dan mandi kami pun berangkat menuju ke 12 Apostles melalui jalan selatan, great ocean road.

Sepanjang perjalanan tidak henti kami berdecak kagum melihat kegagahan laut selatan yang membentang biru di sisi kiri kami. Sayang sekali saya harus memperhatikan jalanan karena jadi supir hikss… tapi ga papa, masih bisa curi-curi pandang sekali-sekali hahaha…

Kami berhenti pertama di Bells Beach, sebuah pantai yang terlihat jarang disentuh manusia hahaha… kami parkir lalu turun tangga menuruni tebing menuju ke Pantainya yang terletak jauh dibawah parkiran mobil, cape juga pas naiknya.

Setelah puas, kami lanjut ke gerbang yang menjadi penanda great ocean road dimulai, sebetulnya ini mirip seperti gerbang selamat datang sih, tapi entah kenapa buanyakkk banget yang berhenti sekedar untuk foto di depan gerbang, tidak terkecuali kami hahaha… perasaan selama ini ga pernah deh sengaja berhenti cuman untuk foto didepan gerbang… halah… ketauan ndeso nya kan.

Setelah puas memandangin tuh gerbang sampai melotot-melotot takut rugi, kami lanjut ke Lorne Pier, nah…. disini itu adalah tempat mancing kalau kata saya, dan selain bisa mancing kita bisa jalan disepanjang semenanjung yang memang dibangun disana dan bisa melihat ikan pari yang suka kepinggiran pantai dari atas. Kebetulan kami cukup beruntung karena saat kami sedang berada disana ehh… ada 2 ikan pari gede sedang lengak-lengok menggoda hahaha…

Di Lorne Pier kami pun makan siang, karena saya ingin merasakan makan seafood di pinggir pantai, jadi saya bela-belain deh pesen seafood platter hiks… mahal sih tapi udahlah sekali-kali saja kan ya.

Abis makan, kami langsung cuzz ke arah 12 apostles yang butuh waktu 2 jam akhhh… jauh… tapi tidak terasa karena setelah berada diantara tebing dan laut selatan selama ke Lorne Pier, kami akhirnya membelah bukit saat ke 12 Apostles dengan pemandangan kanan-kiri bergantian antara hutan, ladang, dan peternakan.

Begitu sampai, kami berhenti di Gibson Steps yang katanya adalah batu karang pertama. Parkirnya alamakkk… penuh bangetttt…. fiuh… setelah itu kami langsung lanjut ke 12 Apostles nya saja biar cepet yang ternyata alamakkkk…. lagii…. ga kalah penuh parkiran dan manusianya. Heran dehh… 12 Apostles itu sebenernya cuman batu karang sih… ga ngerti kenapa pada suka ya ngumpul ngeliat tuh batu sambil nunjuk-nunjuk terus foto-foto kaya kami-kami ini nih… hahaha…

Setelah selesai mengambil beberapa foto, kami akhirnya memutuskan untuk beranjak dari sana karena sudah tidak terlalu nyaman, jalan aja desak-desakan hahaha…

Lalu kami kemana? ehm… kemana ya… bingung juga sih sebenernya karena waktunya sudah jam 4 sore, jadi nanggung. Tadinya kami mau balik ke Apollo Bay untuk makan malam, tapi setelah dipikir-pikir jika ke Apollo Bay lagi kami pulangnya balik lagi ke Great Ocean Road yang panjang itu, jadi kami putuskan langsung ke Geelong saja lewat jalan tengah bukan Great Ocean Road, jadi lebih dekat dan dalam 2 jam sudah bisa sampai.

Begitu hampir sampai ke Geelong kami pun mulai diskusi untuk makan malam, setelah bingung mau makan apa akhirnya kami pun makan Nandos hahaha… ya sudahlah, sing penting kenyang ya…

Geelong (1)

Ok, mulai dari post ini sampai beberapa ke belakang saya akan menuliskan pengalaman kami mengunjungi 12 Apostles dengan bermalam di kota kecil sebelah barat-selatan dari Melbourne bernama Geelong.

Sebetulnya kami ga nyangka sih bisa liburan disini secepat ini karena tadinya kami berpikir jika kami bakalan sangat sangat bloody banget saat harus memulai lagi segalanya dari Nol disini, yang ternyata Tuhan punya cerita lain dan kami benar-benar diberkati, sangat diberkati sehingga bisa memulai segalanya dengan lebih mudah walaupun tetap tidak semudah yang kami bayangkan, tapi garis bawahnya adalah Dia ternyata mengerti dan sangat mengerti batas kemampuan kami sehingga membantu kami melewati segala sesuatunya dengan sangat elegan…

Dan, karena kami kaget sebetulnya, kagetnya adalah ternyata disini setiap akhir tahun rata-rata pada shutdown semua, alias dipaksa cuti. Cutinya pun beragam dari 5 hari sampai 10 hari, dan kebetulan saya kena yang 5 hari yang jika ditambah dengan sabtu-minggu dan tanggal merah total jadi 12 hari hahaha…

Ok, sekarang saya akan mulai menceritakan pengalaman kami selama 3 hari menikmati liburan ke luar kota ini. Saat saya mengetahui akan mengalami liburan 12 hari, kami langsung menyusun rencana ingin kemana saja selama liburan dan salah satunya adalah mengunjungi 12 Apostles yang super duper terkenal itu, karena kami terlambat merencanakan liburan kami jadi kami sudah kehabisan slot penginapan disekitaran 12 Apostles, dan penginapan terdekat yang kami temukan adalah di Geelong, sebuah kota kecil dimana angkatan udara negara ini bermarkas. Geelong kota kecil yang tenang, tertata, setengah modern dan sangat bersih. Tidak terlalu rame tidak juga terlalu sepi, enak dijelajahi dan bikin saya jadi berpikir ingin pensiun disana hahaha…

Oke, kami berangkat tanggal 27 Desember pagi dari Melbourne. Karena hotel tempat kami menginap bisa check in jam 2 siang, jadi kami pun bikin rute perjalanan ke arah Queenscliff terlebih dahulu dan muter-muter disana mengunjungi beberapa tempat seperti Bellarine Railway dan Bellarine Harbour. Nah, karena kami sampai disana diantara makan pagi dan makan siang, akhirnya kami putuskan untuk nge-brunch (istilah orang sini yang makannya itu diantara waktu sarapan dan makan siang, walaupun saya lebih suka nyebutnya makan siang yang lebih cepat hahaha…) dulu di salah satu cafe yang bernama Charlie Noble Cafe, setelah puas kelilingin railway dan pelabuhan sampai naik ke sebuah tiang gede yang dikelilingi kaca diatasnya untuk bisa memandang jauh kebawah ke arah pelabuhan dan lautan luas (ahh…. udik ya saya hahaha….)

Nge-brunch di cafe ini memberikan cerita tersendiri bagi kami, jadi saat kami datang ada seorang waitress yang datang ke kami untuk mencatat apa saja pesanan kami. Setelah memesan kami pun ngobrol ngalor ngidul dan setelah 30 menit kok makanan kami ga keluar juga ya. Karena kami tidak sedang buru-buru, jadi kami santai-santai saja sambil terus menunggu yang ternyata didatangin lagi oleh waitress yang tadi mencatat pesanan kami. Dia meminta maaf kepada kami karena satu dan lain hal belum juga jadi pesanannya, dan dia mengatakan jika pesanan kami akan segera dibuat dan kami tidak perlu membayar untuk makanannya yang tentu langsung saya jawab “Ooo… jangan khawatir kami sedang tidak terburu-buru dan semua baik-baik saja”. Tidak sampai 15 menit semua makanan kami pun terhidang dimeja dan kami mulai makan dengan lahap. Saya sempat melihat waitress itu memasukan uang 51 dollar ke dalam kas kasir. Dan benar saja, setelah kami makan dan kami ingin bayar langsung ditolak dan bilang semua gratis.

Saya langsung menolak dan memohon agar bisa membayar karena saya tahu mereka akan menanggung biaya makanan kami sebanyak 51 dollar itu, dan karena saya pernah menjadi waitress jadi saya tahu itu uang yang besar dan butuh setidaknya kerja 2 jam untuk mendapatkannya dan percayalah menjadi waitress itu tidak gampang dan cape.

Saya bukan tidak ingin dibayari ya, tapi dengan waitress itu tetap mengamati setiap meja yang dia catat sampai dia bisa sadar jika salah satu meja sudah kelamaan menunggu ditambah keinginan dia untuk datang meminta maaf dan mengakui kesalahan dalam pembuatan yang menyebabkan kami terlalu lama menunggu ditambah inisiatif dia untuk mengganti biaya dengan uang dia terlepas dari itu sebuah aturan atau bukan, sudah lebih dari cukup bagi saya. Apalagi saya sering mengalami hal serupa di beberapa resto di Jakarta yang boro-boro mau gratisin, minta maaf saja ga, dan kalau ga dikomplain mereka juga diam-diam saja dan saat dikomplain jawaban standarnya adalah “sedang dimasak Pak.” 🙂

Setelah puas mengisi perut dan membayar makanan, kami puun berlanjut ke hotel dan setelah mandi dll kami berlanjut ke Botanical Garden di Geelong. Menikmati taman yang tidak pernah gagal membuat saya berdecak kagum karena kerapian, keasrian dan kebersihannya. 

Setelah puas menikmati Taman yang bagus itu kami berlanjut ke daerah pantai bernama Waterfront. Sambil menikmati suasana tepi pantai yang khas dan udara yang bersih, kami menikmati makan malam disalah satu resto di pinggir pantai. Lagaknya dah kaya manusia-manusia jaman now yak hahaha…

Setelah puas kami pun pulang ke Hotel, istirahat sambil menikmati Ginger Beer, lalu tidur untuk persiapan keesokan harinya menuju selatan meniti Great Ocean Road sampai ke 12 Apostles.