Pulang

Yeyy… hari ini sudah di Melbourne lagi, setelah 1 minggu di Jakarta karena ingin ngurus akun reksa dan BPJS TK. Setelah nunggu hampir 4 jam di Terminal 3 Soekarno-Hatta yang AC nya hampir tidak berasa karena parno kena macet jadi datang kelebihan awalnya, lalu disambung penerbangan 6 jam ke Tulamarine.

Begitu sampai disambut dengan aroma khas kota cantik dan dingin ini. Udara segar yang sampai saat ini masih menjadi yang terbaik yang pernah saya hirup selama hidup.

1 minggu di Jakarta yang membuat saya hampir frustasi, karena ngurus BPJS TK menghabiskan 2.5 hari waktu saya. Sebetulnya jika semua informasi ditulis jelas dan lengkap semua akan lebih mudah dicerna (atau mungkin saya yang terlalu bodoh mencerna kali ya…)

Intinya adalah saat kalian ingin mencairkan BPJS TK, pastikan semua surat referensi dari perusahaan yang membayarkan iuran ke kartu kalian itu ada aslinya karena diminta. Saya kemaren kurang disitu karena BPJS TK saya lanjutan dari perusahaan lama jadi tetap diminta surat referensi dari perusahaan sebelumnya bukan hanya perusahaan terakhir. Drama yang diwarnai antri dari jam 4 pagi 2 hari berturut karena kuota pencairan manual dibatasin, sedangkan mau online sistemnya bermasalah karena bilang data tidak sesuai walaupun data setelah dikroscek sudah valid. Ditambah macet-macetan di jalanan Jakarta yang makin aduhai sekarang hahhh… cuma bisa narik napas buang gas…

Puji Tuhan hari Rabu semua selesai dan tinggal tunggu ditransfer (semoga ga ada drama lanjutan), walaupun jika saya bandingkan dengan proses saya klaim pajak return saat disini haduhh… jauh boo proses nya, disini benar-benar mudah, efisien, efektif dan tersistem dengan sangat baik sehingga kita tidak perlu buang waktu banyak dan tanpa drama.

Kamis-Jumat saya sempatkan ke Tegal untuk nabur bunga di Pantai untuk Papa dan membersihkan makam kakak sekalian nabur bunga sebelum pulang ke Melbourne sabtu kemaren.

Bicara pulang, saya tanpa sadar mengucapkan pulang saat akan kembali ke Melbourne, dan malam itu saat pesawat lepas landas tatapan saya jatuh pada kelap kelip lampu kota Jakarta yang begitu gemerlap sambil berkata dalam hati “selamat tinggal Jakarta. Terimakasih untuk seluruh pengalaman selama ini”

Saya, mulai merasa jika hidup akan dihabiskan disini, yang entah akan sampai kapan tapi yang pasti saya akan berusaha sekuatnya agar bisa selama mungkin.

Kota dimana hati saya mulai berakar dan menancap mantap, dan hati saya ada pada kekuarga kecil saya.

Sekarang saatnya menatap masa depan yang penuh ketidakpastian sambil tetap merengkuh impian kami, baik bagi kami, bagi anak-anak kami, maupun keluarga kami.

Home sweet home saya pulang…

Advertisements

Jakarta

Hari ini, hari kedua saya di Jakarta. Panas nya haduh ampun, ternyata disana dan disini kalau lagi panas sama aja  bahkan kadang bisa lebih nyengat disana hahaha…

Kemarin saya nyetir mobil lagi disini, pinjem mobil mertua. Sebetulnya butuh tidak butuh sih… tapi (sambil berdoa dan berharap) untuk kecepatan saya pindah lokasi saat harus mengurus sesuatu (dan saya ke Jakarta kali ini memang ingin ngurus sesuatu selama seminggu) juga saya rencana mau ketegal sebentar menjenguk makam kakak saya.

Saat nyetir kemaren, saya menyadari jika mulai kagok dengan keadaan jalanan Jakarta yang ehem.. ehemm.. apalagi motor nya haduh… haduh…

Jetlag masih parah karena perbedaan 4 jam. Setiap jam 2 atau 3 pagi saya selalu terbangun karena disana jam 6 atau 7 pagi waktu dimana jam biologis saya bekerja. Tapi saat harus tidur tetep ikut jam sini.

Hari kedua ini pun mulai kangen sama si mbarep, si mbontot, dan pabrik nya. Saya memang bisa dikatakan pulang, pulang ke kota dimana saya tinggal dulu sebelum migrasi, pulang ke rumah yang membuat saya begitu sentimentil tadinya. Tapi… saya tidak merasakan hal itu… semua terasa hambar dan biasa. Karena saya sendiri, tidak bersama mereka, bersama orang yang memiliki hati saya dan membuat setiap tempat serasa rumah yang hangat.

Masuk 10

Bulan ini kami sekeluarga masuk bulan ke 10. Semakin kemari kami (khususnya saya) semakin merasa membaur dan membaur. Bulan ke 10 ini diawali dengan perjalanan saya ke Jakarta sendirian untuk mengurus beberapa hal yang semoga bisa selesai tanpa drama ga guna.

Yang enaknya, kerja disini cuti sudah bisa diambil tanpa harus menunggu 1 tahun kerja. Dan ga enak nya, selasa depan libur karena Melbourne Cup dan hari senin si bos membebaskan kita jika ingin dirumah saja, ahh… tidakk…

Tau gitu saya apply cuti nya dari Rabu hiks… tapi sudahlah… hehehe….

Selain itu, jadwal penerbangan yang berubah dari jam 2 siang ke 7 pagi cukup menyiksa. Jadi ga bisa tidur bawaan nya karena takut bablas.

Sekarang sedang di airport menunggu gate dibuka. Lalu terbang menuju salah satu kota yang tidak pernah tidur, dan kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya…

Entah kenapa tidak ada hasrat atau semangat untuk perjalanan kali ini. Mungkin karena sudah semakin betah disini, mungkin juga karena anak dan istri tidak ikut… bakalan kangen deh sama mereka…