Our City… Our Dream…

Setelah minggu lalu berjibaku dengan semua prosedur yang aduhai untuk bisa menutup BPJS TK, sampai membuat saya harus menghabiskan 6 jam bermacet-macetan dijalan karena harus mengambil 1 surat di Manggarai dari Daan Mogot, akhirnya saya bisa merasakan kesegaran udara di kota yang cantik yang mulai menghangat ini.

Untuk meluruskan urat-urat yang kribo karena bermacet ria di Jakarta yang sudah pasti ga bakalan lurus seperti sedia kala saya memutuskan untuk menambah cuti 1 hari sebelum mulai aktif bekerja lagi. Cuti 1 hari yang saya habiskan untuk menikmati kota ini bersama anak-anak dan istri dengan pergi ke Zoo (lagi). Entahlah, anak-anak kami sangat sangat suka ke Zoo hahaha… untung sudah member jadi berapa kali pun kami ke salah satu dari 3 Zoo disini akan gratis selama kepesertaan kami masih aktif.

Setelah puas keliling sebagian dari Zoo dan menikmati Lunch dengan sepotong daging steak yang besar nan tebal yang hampir saja membuat gigi geraham saya nyerah sangking banyaknya tuh daging, kami pun lanjut ke kota healsville yang tua nan anggun tak jauh dari Zoo itu. Setelah puas berkeliling menikmati kota klasik itu kami pun pulang.

Hari ini, kebetulan saya ada conference di city mengenai salah satu teknologi yang sedang naik daun, VmWare NSX. Jadi saya langsung menuju kesana dari rumah dan ditengah conference mendapatkan sms dari leader saya jika saya boleh langsung pulang dan masuk keesokan harinya, yipee… enak ya… beruntung sekali dapat leader baik hati hehehe….

Sebelum pulang saya sempatkan mampir ke toko yang menjual bahan makanan Indonesia, Laguna di QV sekalian nyebrang ke stasiun Melbourne Central untuk naik kereta ke arah Camberwell lalu sambung tram 72 ke arah Deepdene, lalu jalan kaki sekitar 10 menit untuk pulang ke rumah.

Tidak lupa saya foto salah satu pojokan lonsdale street di kota yang terpilih sebagai paling layak hidup sedunia 7 kali berturut-turut yang mulai menghangat dengan tidak mengurangi kecantikannya yang khas.

Kota ini, dimana sekarang menjadi kota kami, kota dimana kami membangun impian kami untuk kedua anak kami. Kota yang dulu hanya bisa kami lihat dan baca melalui share orang-orang yang menjadi turis disini. Kota yang dulu hanya bisa kami angan-angan kan dalam benak kami. Kota yang sekarang menjadi kota kami, bagian dari hidup kami.

Ditemanin beberapa hiasan Natal yang mulai dipasang di beberapa sudut kota, ikut membangun suasana hati yang teduh dan kiblatan memori 2 tahun lalu saat kami harus pulang sebelum Natal.

Sambil berjalan di pedestrian yang luas dan nyaman, saya berjanji dalam hati jika kami harus bisa bertahan disini, selama mungkin.

Di kota ini… di kota kami… di kota yang cantik dan mulai menghangat ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s