Jakarta

Hari ini, hari kedua saya di Jakarta. Panas nya haduh ampun, ternyata disana dan disini kalau lagi panas sama aja  bahkan kadang bisa lebih nyengat disana hahaha…

Kemarin saya nyetir mobil lagi disini, pinjem mobil mertua. Sebetulnya butuh tidak butuh sih… tapi (sambil berdoa dan berharap) untuk kecepatan saya pindah lokasi saat harus mengurus sesuatu (dan saya ke Jakarta kali ini memang ingin ngurus sesuatu selama seminggu) juga saya rencana mau ketegal sebentar menjenguk makam kakak saya.

Saat nyetir kemaren, saya menyadari jika mulai kagok dengan keadaan jalanan Jakarta yang ehem.. ehemm.. apalagi motor nya haduh… haduh…

Jetlag masih parah karena perbedaan 4 jam. Setiap jam 2 atau 3 pagi saya selalu terbangun karena disana jam 6 atau 7 pagi waktu dimana jam biologis saya bekerja. Tapi saat harus tidur tetep ikut jam sini.

Hari kedua ini pun mulai kangen sama si mbarep, si mbontot, dan pabrik nya. Saya memang bisa dikatakan pulang, pulang ke kota dimana saya tinggal dulu sebelum migrasi, pulang ke rumah yang membuat saya begitu sentimentil tadinya. Tapi… saya tidak merasakan hal itu… semua terasa hambar dan biasa. Karena saya sendiri, tidak bersama mereka, bersama orang yang memiliki hati saya dan membuat setiap tempat serasa rumah yang hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s