1 Bulan menuju Natal

Tidak terasa sebentar lagi Natal akan datang.  1 hal yang saya sangat syukuri hari ini adalah saya bisa merayakan Natal disini dan keadaan kami semakin baik dari hari ke hari, Tuhan sungguh baik.

Kemarin kami pergi ke restoran dimana saya bekerja 2 tahun lalu. Kami memang sengaja mengunjungi tempat itu untuk makan siang. Kebetulan orang yang dulu pernah memaki-maki saya saat akan memutuskan pulang dulu 2 tahun lalu sedang bertugas, ahh… begitu kebetulan. Kami makan disana.

Sepulang dari sana, saya sempatkan untuk mampir ke JB-Hifi (JB-Hifi itu adalah salah satu toko yang menjual alat-alat elektronik disini) karena ingin mengganti Samsung Galaxy S4 saya yang sudah hampir berulang tahun yang ke 6, handphone nya masih bisa berfungsi walaupun sudah mulai suka hilang sinyalnya, tiba-tiba speaker atau microphone tidak berfungsi saat melakukan panggilan, layar tidak respon saat disentuh dsbnya membuat saya berpikir untuk mengistirahatkan dia.

Saya sebetulnya sudah ada Note 8 dari kantor, tapi karena itu single sim card dan ada nomor kantor disana, dan nomor pribadi saya sudah ter register kebeberapa hal disini, jadi saya putuskan tetap menggunakan 2 nomor. Masalahnya adalah, saya ingin ganti tapi ga mau nanggung, karena aplikasi berkembang terus, teknologi larinya sudah kaya dikejar setan ngejar maling, jika belinya nanggung nanti dalam 2 atau 3 tahun bakalan setengah perjuangan untuk terus memakainya (kecuali kalau dipakai nelpon dan sms saja), tapi disatu sisi saya sudah ada note 8, masa iya mau pegang dua yang sama canggihnya, kan mubazir banget…

Setelah saya timbang-timbang, handphone istri saya sebetulnya masih baru, saya belikan handphone itu tahun lalu di Jakarta. Bukan handphone yang canggih-canggih gimana, oppo A37, tapi cukup reliable untuk dipakai browsing, chat dll. Jadi saya dapat ide baru, karena sebagian besar pekerjaan dan surfing di internet baik melalui media sosial atau browser saya lakukan di note 8 (karena unlimited quota hahaha…) jadi kenapa saya ga pakai handphone istri saya saja untuk nomor pribadi saya, toh saya pakai untuk chat WA, dan mobile banking saja selain sms dan telpon. Dan hal itu juga membuat saya tidak mubazir kalau mau beli handphone yang agak canggih kan, tinggal urusannya istri saya buat belajar pakai nya hahaha…

Akhirnya saya putuskan untuk membeli Iphone X,

Tapi saya berikan ke istri saya. Rada diomelin sih sama bini… entah karena kemahalan menurut dia, atau dia pusing harus belajar pakainya, atau dua-duanya entahlah… atau mungkin juga ngomel karena kaget. Tapi karena Oppo dia sudah saya restore to factory default jadi dia ga ada pilihan hihihi… mau ga mau belajar deh itu IOS sambil nanya terus “kalau mau begini gimana?” , “kalau mau buka ini dimana?” wakakakak… haduh.. haduh… But, everybody happy eventually… 🙂 dan akhirnya S4 saya tinggal punya tugas ringan terakhir sampai dia wafat, yaitu menjadi alarm untuk membangunkan saya setiap pagi 🙂

Malamnya, kami sempatkan jalan-jalan ke CBD Melbourne, kami ke Federation Square melihat hiasan Natal yang sudah dipasang untuk mempercantik kota yang sudah cantik ini.

Setelah itu kami jalan ke Myer karena di etalase nya juga dihias dengan hiasan Natal. 

Jalanan juga sudah mulai dihias dengan hiasan Natal, tidak hanya di CBD nya tapi juga di beberapa suburb nya. Ahh… damai sekali lihatnya.

Advertisements

Taman Mawar

Kemaren kami jalan-jalan mengunjungi taman mawar di belahan Melbourne bagian barat sana. Tepatnya di Werribee, masih 1 kompleks dengan Open Range Zoo (salah satu dari 3 kebun binatang di Melbourne).

Taman bunganya bagus, bersih dan indah, dan yang lebih mengagetkan lagi adalah taman tersebut di kelola oleh para pekerja sukarela loh… hebat ya. Pengunjung nya pun saya lihat tidak buang sampah sembarangan apalagi sampai merusak bunga-bunga yang ada disana entah buat selfie, wefie atau apapun. Dan yang pasti ga ada yang rebahan diatas bunga sambil selfie ala syahrini hahaha… berduri boo…

Jika kalian perhatikan kaos yang saya kenakan, ada tulisan “ndeso” hahaha… ini adalah produk dari politic merchandise besutan blogger kondang Dony Verdian (DV).

Setelah puas berkeliling taman, ternyata anak-anak mau ke Zoo lagi (OMG….) dan karena sebelahan dengan taman ya sudahlah akhirnya kami pun ke Zoo lagi hahaha…

Werribee adalah sebuah wilayah yang harus ditempuh dalam waktu 1 jam dari rumah yang kami tempati saat ini. Tapi, karena nyetir di kota ini menyenangkan dan tidak macet jadi bagi kami waktu tempuh 1 jam masih bisa diterima hahaha…. masih “indo mindset” kalau kata kawan-kawan kami disini. Mungkin iya juga sih… tapi balik lagi, kami melakukan itu karena kami ingin lebih mengenal kota ini sekalian mengajak anak-anak kami bermain dan bersentuhan dengan alam.

Trip kami selanjutnya adalah ingin mengajak anak-anak ke kebun strawberry di mornington sana, bagian selatan dari Melbourne. Dan, jangan berpikir kami punya uang yang sangat banyak ya hahaha… disini kami bisa melakukan hal seperti itu karena sebagian besar tidak dipungut biaya atau paling tidak anak-anak tidak dipungut biaya. Seru ya….

Menatap akhir

Bulan ini mulai masuk minggu ke 3, yang artinya tidak lama lagi akan masuk ke bulan Natal. Bulan dimana tahun 2017 ini akan segera berakhir dan berganti tahun ke 2018. Bulan ini juga mengingatkan saya akan 2 tahun lalu, dimana akhirnya kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena beberapa hal, sebuah langkah yang akhirnya sangat kami syukuri kemudian karena menyimpan beberapa pesan tersembunyi yang kemudian baru kami sadari saat ini.

Pagi ini, suhu bermain di angka 16. Saya sempat berbincang dengan istri saya mengajak dia mengingat 2 tahun lalu disaat yang sama kami masih merasa dingin, tapi kok sekarang malah tidak dingin ya. Padahal suhu ada diangka 16 dan suhu diangka ini termasuk dingin. Atau karena ini 16 derajat menuju musim panas sehingga lebih hangat dari 16 derajat di musim dingin? Atau karena kami sudah terbiasa? Entahlah…

Pagi ini cerah sekali, matahari bersinar terang dengan langit yang biru bersih dan lingkungan yang tenang membuat saya ingin mengajak anak-anak ke taman untuk bermain. Taman yang akan kami kunjungi hari ini adalah taman mawar di sebelah barat sana, daerah Weribee.

Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk berada disini, di kota yang cantik walaupun dingin dan di negara yang hebat ini. Kehidupan yang tenang, bersih dan teratur. Tidak terlalu banyak birokrasi yang menguras waktu saat berurusan dengan Pemerintah dan level pelayanan yang jauh diatas rata-rata jika dibandingkan disana.

1 hal yang sekarang selalu saya bisikan pada anak-anak saya adalah “raihlah ilmu setinggi dan sedalam mungkin, lalu mengabdilah pada kemanusiaan, hanya pada kemanusiaan”

Selamat Pagi Melbournians, Selamat Pagi semua… selamat beraktifitas.

Our City… Our Dream…

Setelah minggu lalu berjibaku dengan semua prosedur yang aduhai untuk bisa menutup BPJS TK, sampai membuat saya harus menghabiskan 6 jam bermacet-macetan dijalan karena harus mengambil 1 surat di Manggarai dari Daan Mogot, akhirnya saya bisa merasakan kesegaran udara di kota yang cantik yang mulai menghangat ini.

Untuk meluruskan urat-urat yang kribo karena bermacet ria di Jakarta yang sudah pasti ga bakalan lurus seperti sedia kala saya memutuskan untuk menambah cuti 1 hari sebelum mulai aktif bekerja lagi. Cuti 1 hari yang saya habiskan untuk menikmati kota ini bersama anak-anak dan istri dengan pergi ke Zoo (lagi). Entahlah, anak-anak kami sangat sangat suka ke Zoo hahaha… untung sudah member jadi berapa kali pun kami ke salah satu dari 3 Zoo disini akan gratis selama kepesertaan kami masih aktif.

Setelah puas keliling sebagian dari Zoo dan menikmati Lunch dengan sepotong daging steak yang besar nan tebal yang hampir saja membuat gigi geraham saya nyerah sangking banyaknya tuh daging, kami pun lanjut ke kota healsville yang tua nan anggun tak jauh dari Zoo itu. Setelah puas berkeliling menikmati kota klasik itu kami pun pulang.

Hari ini, kebetulan saya ada conference di city mengenai salah satu teknologi yang sedang naik daun, VmWare NSX. Jadi saya langsung menuju kesana dari rumah dan ditengah conference mendapatkan sms dari leader saya jika saya boleh langsung pulang dan masuk keesokan harinya, yipee… enak ya… beruntung sekali dapat leader baik hati hehehe….

Sebelum pulang saya sempatkan mampir ke toko yang menjual bahan makanan Indonesia, Laguna di QV sekalian nyebrang ke stasiun Melbourne Central untuk naik kereta ke arah Camberwell lalu sambung tram 72 ke arah Deepdene, lalu jalan kaki sekitar 10 menit untuk pulang ke rumah.

Tidak lupa saya foto salah satu pojokan lonsdale street di kota yang terpilih sebagai paling layak hidup sedunia 7 kali berturut-turut yang mulai menghangat dengan tidak mengurangi kecantikannya yang khas.

Kota ini, dimana sekarang menjadi kota kami, kota dimana kami membangun impian kami untuk kedua anak kami. Kota yang dulu hanya bisa kami lihat dan baca melalui share orang-orang yang menjadi turis disini. Kota yang dulu hanya bisa kami angan-angan kan dalam benak kami. Kota yang sekarang menjadi kota kami, bagian dari hidup kami.

Ditemanin beberapa hiasan Natal yang mulai dipasang di beberapa sudut kota, ikut membangun suasana hati yang teduh dan kiblatan memori 2 tahun lalu saat kami harus pulang sebelum Natal.

Sambil berjalan di pedestrian yang luas dan nyaman, saya berjanji dalam hati jika kami harus bisa bertahan disini, selama mungkin.

Di kota ini… di kota kami… di kota yang cantik dan mulai menghangat ini…