Taman yang lain

Kota yang cantik nan dingin ini benar-benar cocok disebut kota seribu taman. Dimana-mana ada taman. Setiap taman disini rata-rata selalu dilengkapi area bermain untuk anak-anak baik besar maupun kecil.

Yang membuat saya kagum adalah taman disini tetap bersih, rapi dan tertata tidak perduli sebanyak apapun pengunjungnya.

1 hal yang paling saya sukai selama hidup di Melbourne adalah mengunjungi taman, saya suka duduk ditaman menikmati rindangnya hijau dan tenangnya suasana. Kadang ada taman yang memiliki kolam dengan air yang mengalir, suara gemercik airnya sangat menenangkan, sangat mendamaikan…


Setelah melalui 1 minggu yang penat (yang sebetulnya tidak ada apa-apanya jika dibanding hidup di Jakarta) duduk dibangku taman ditengah pepohonan yang rindang, mengagumi karya Tuhan sembari melihat anak-anak bermain bebas di alam tanpa harus terlalu khawatir akan keselamatan mereka (walaupun tetap harus waspada) adalah pilihan yang sulit saya tolak.


Disamping itu yang lebih menariknya adalah semua ini fasilitas pemerintah untuk warganya, semua bebas menikmati fasilitas ini dan turut ikut menjaganya bersama-sama, dan semua ini tidak dipungut biaya. Bahkan parkir pun saat hari minggu begini tidak dipungut biaya sama sekali di tempat tertentu.

Di saat seperti ini, sambil merangkul istri dan memperhatikan anak-anak bermain riang, dalam hati saya merasa sangat bersyukur memiliki kesempatan membawa keluarga saya menikmati dan menjalani kehidupan yang damai dan tenang di Negara sekuler ini.

Advertisements

Pri….

Saat saya menatap wajah kedua anak saya yang terlelap nyenyak semalam, saya berjanji akan berusaha semaksimalnya agar mereka tidak perlu berkutat dengan istilah pri nonpri dan hal rasis lainnya dalam hidup mereka. Setidaknya mereka tidak mendapatkan itu sebanyak yang orang tua nya pernah alami walaupun saya pun akan berusaha agar ke-Indonesia-an tetap melekat dalam diri mereka.

Lebih jauh dari hal konyol itu, satu video rekaman Pak Jokowi yang berbicara mengenai “apa yang salah dengan kita?” Saat kita tertinggal jauh dari Negara yang dulu justru berguru kepada kita, membuat saya mengerti jika Negara kami mungkin masih butuh jalan yang sangat panjang nan berkelok tajam untuk bisa naik kejenjang berikutnya.

Entah akan sampai kapan mereka akan sibuk dengan hal seperti itu…

Menghijau

Melbourne sudah masuk ke musim semi, musim yang seharusnya menghangat yang ternyata masih sering jatuh ke suhu dingin sekali waktu.

Kami paling suka saat suhu disini benar-benar berada di suhu musim semi antara 17 ke 21 derajat. Udara yang tidak panas tapi tidak juga terlalu dingin membuat kami sering menghabiskan waktu sekadar berjalan di taman atau di trotoar melihat pemandangan yang tertata cantik di sekeliling kami yang sering kali ditemani kicau riang burung-burung liar yang seakan turut menikmati keadaan yang nyaman ini. Karena masuk semi, kota ini pun perlahan menghijau kembali. Tenang dan damai melihatnya, terasa sejuk sekali.


Kami (saya sebetulnya) mulai merasa betah dan semakin betah, baik di pekerjaan maupun hidup disini. Beberapa hal yang terjadi beberapa minggu terakhir membuat saya semakin yakin jika memang disinilah Tuhan menuntun kami menuju sesuatu yang lebih baik.

Pelayanan kesehatan yang murah (jika tidak mau dibilang gratis) baik untuk warga negara dan pemegang permanent resident benar-benar membuat saya takjub, maklum saya datang dari tempat dimana kesehatan itu adalah salah satu monster yang membuat kita harus selalu siap siaga dengan dana dan asuransi pribadi. Tadinya, saya berpikir kita hanya bisa melakukan check up saat sakit saja, yang ternyata saya 100% salah. Kemaren kami melakukan general check up dan diambil darahnya untuk test kolestrol dll yang jika saya hitung bisa habis hampir 1 juta per orang di Jakarta, dan disini gratis. Kami malah dianjurkan untuk melakukan test rutin setidaknya setiap 2 tahun sekali, jika bisa rutin setiap tahun dan atau saat merasa ada yang tidak beres dengan badan kita. Sejarah penyakit di keluarga pun diminta untuk menyusun test awal dan lanjutan jika diperlukan. Semua dilakukan dengan profesional tanpa drama apalagi dipersulit. Kurang nyaman apa coba?

Kesehatan adalah harta paling mahal dalam hidup kita, disini kami mendapatkan perlindungan tanpa harus pusing bayar premi asuransi setinggi mungkin untuk menutup biaya yang akan datang saat sakit. Disini check up, konsultasi, bedah, MRI, obat, masuk sampai keluar sampai rehabilitasi semua gratis sampai sembuh, iya sampai sembuh…

Dan ini menjadi salah satu hal yang membuat saya tenang dan sangat saya syukuri karena keluarga saya secara tidak langsung sudah terproteksi penuh.

Tapi kan pajak lu yang dipotong buat hal itu juga tidak kecil! Hey, benar sekali. Tapi jika dihitung dengan seksama pajak yang saya bayar justru lebih kecil dari yang saya bayar di Jakarta. Dapat bantuan centerlink, bisa klaim pajak balik setiap akhir tahun finansial karena saya ada tanggungan, pelayanan sekolah gratis yang profesional, pelayanan kesehatan yang profesional dan gratis, fasilitas umum yang bersih dan nyaman, tempat rekreasi yang banyak menggratiskan anak untuk masuk dan masih banyak hal lainnya jika dihitung dan dihimpun biayanya apa kalian masih keberatan dengan potongan pajak? Saya sih sangat rela apalagi datang dari tempat dimana pajak yang saya bayar ga jelas jadi apaan.

Jalan Tuhan kadang tidak bisa kita tebak, perjalanan kami sampai hari ini membuat saya benar-benar merasakan kuasa Tuhan dalam menuntun kami. Banyak hal tidak terduga yang terjadi sebagai jawaban doa kami yang tidak pernah kami sangka sebelumnya dan kami sadari kemudian. Saya bisa mencapai impian saya tidak semata-mata karena saya tidak menyerah tapi lebih kepada kekuatan Tuhan.

Dan saya menyadari jika…

Bahagia itu sebuah perjalanan bukan sebuah tujuan.

Wong Ndeso nang Melbourne

Hari ini kami mengunjungi salah satu medical center untuk melakukan general check up, bahasa umumnya cek darah umum hahaha…

Selama berada disini saya selalu berpikir jika untuk cek rutin seperti cek darah kolestrol dll harus bayar jadi harus ada private insurance dulu baru murah. Ternyataaa… gratis boo… karena saya di cover medicare untuk 1 keluarga jadi bisa minta cek darah untuk kontrol kolestrol, asam urat, gula darah dll secara gratis. Dan tidak dibatasi hanya bisa berapa kali setahun, selama badan tidak fit dan butuh cek darah untuk melihat kondisi badan terkini ya tinggal ke GP (dokter umum) untuk dibuatkan surat pengantar ke klinik patologi.

Prosesnya pun ga ribet pakai drama, hanya perlu bikin janji, datang, kasih tau mau cek up apa, trus diperiksa sebentar, dibuatin deh surat pengantar nya dan yang terakhir dan terpenting adalah gratis! Sebetulnya ga gratis-gratis amat sih karena kita bayar lewat pajak, tapi pliss dehh… apa bisa disana kita dapat pelayanan dari pemerintah sampai seperti ini?

Dann… tidak hanya itu, cek lainnya seperti cek payudara untuk antisipasi kanker payudara, papsmear untuk antisipasi kanker rahim, rongent, dan check up lainnya juga gratis selama ada surat rujukan dari GP.

2015 lalu anak pertama kami belum bisa mengucapkan kalimat lengkap saat sudah umur 3 tahun, oleh petugas imunisasi kami dirujuk ke hearing test untuk mengetahui apakah ada masalah dengan pendengaran anak kami dan itu pun gratis.

Dari sini saya mulai menyadari jika ternyata masih banyak hal yang kami belum gali disini, dan bisa cek darah secar gratis pun kami baru tahu karena ada kawan yang memberitahu hahaha… ampun deh ya… ternyata kami ini wong ndeso nang Melbourne…

Lebih jauh dari itu, saya semakin rela karena pajak saya dipotong setiap bulan dengan nominal yang tidak kecil. Kenapa? Karena semua itu kembali ke kami lewat fasilitas-fasilitas publik yang tidak akan pernah kita temui ada disana. Dan banyak fasilitas publik yang ditujukan untuk anak-anak secara gratis, contohnya pelayanan kesehatan gratis, imunisasi gratis, pendidikan gratis, perpustakaan, taman bermain yang bersih, bahkan banyak object wisata seperti contohnya kebun binatang setiap hari libur menggratiskan anak-anak untuk masuk, keren kan… selain itu kami juga dapat centerlink semacam bantuan dari pemerintah untuk setiap keluarga yang memiliki anak, besarannya? Tergantung banyaknya anak, berapa banyak income yang didapat dan hal lainnya seperti apakah kedua orang tua bekerja atau hanya single income. Kami sendiri setiap tahun dapat bantuan nya ga sedikit loh untuk level salary yang saya terima saat ini, kalau saya total setahun bisa lebih dari AUD 7000.- belum lagi masih bisa klaim pajak balik setiap end of fiskal year, ga banyak sih tapi lumayan lah buat menyenangkan hati hahaha… dan kalau saya hitung-hitung ternyata saya hampir tidak membayar pajak loh… karena dapat ini itu balik ke saya. Kurang nyaman apa coba hidup disini hehehe…

Semakin kesini saya semakin menyadari apa yang sudah disadari oleh emak nya anak-anak dari dulu “disini quality of living kita itu even better” iya juga sih, mungkin sense nya emak-emak memang tajem yak…. terutama kalau berhubungan dengan anak-anak.

Terlepas dari semua itu, saya tetap menyimpan harapan jika suatu hari disana bisa menjadi lebih baik terutama dalam hal pelayanan bagi warga negara nya. Walaupun bagai bermimpi di siang bolong setidaknya masih ada mimpinya hahaha…