Festival Tulip

Yey…. long weekend khusus untuk negara bagian Victoria karena ada final AFL. Sebetulnya final AFL itu hari sabtu, tapi dari hari Jumat sudah tanggal merah hahaha… jadi long weekend dehh…

Karena long weekend, kami langsung menyusun rencana untuk mengisi liburan kali ini. Setelah muter-muter dari satu event ke event lain, akhirnya pilihan kami jatuh pada festival tulip. Festival tulip ini hanya ada selama musim semi dari pertengahan September ke pertengahan Oktober, festival ini sebetulnya semacam kebun yang luas, yang ditanam dengan tulip berbagai warna dengan tema masing-masing. Karena belum pernah kesana, kami pun memutuskan untuk mengunjungi festival itu, yang kebetulan dapat 1 tiket gratis dari sepupu ibu mertua yang tinggal disini yeyy… hahaha…

Bunganya cantik-cantik walaupun belum mekar seluruhnya, dengan aneka warna benar-benar memanjakan mata, ga merasa rugi deh walaupun tiket masuknya AUD 28 hehehe… setelah puas melihat-lihat bunga yang sedang mekar-mekar nya dan menyelusuri kebun yang luas itu, kami menuju stand bir dan anggur untuk menukarkan tiket untuk mendapatkan wine atau bir gratis horeee… walaupun cuma 1 sloki kecil tapi okelah buat anget-anget hahaha… pas sampai di tempatnya ternyata untuk stand wine antrian sudah panjang, jadi saya cuma menukarkan bir saja.

Setelah makan siang, makan 2 hot dog guede yang sebetulnya enak tapi rotinya alot hahaha… kami pun pindah ke salah satu cagar budaya disini yang terletak disekitar Mount Dandenong, namanya william ricketts sanctuary. Sebuah tempat diantara pohon-pohon besar di tepi hutan gunung yang berisi batu-batu yang dipahat aneka bentuk dan dipajang. Masuknya gratis, cuma diminta sumbangan seadanya jika berkenan.

Setelah puas mengelilingi dan melihat-lihat patung-patung yang menakjubkan karena langsung dipahat di batu besar dan dilestarikan, kami melanjutkan perjalanan ke skyhigh mount dandenong. Sebuah tempat yang konon katanya bisa membuat kita melihat Melbourne CBD langsung menggunakan teropong.

Nah… saat saya melihat teropong itu dengan semangat 45 langsung saya samperin saya samber dan dengan pedenya saya intip melalui tempat intip yang ada dan hasilnya… Gelap !!! Karena ndeso ya… ditambah penasaran tingkat tinggi saya berdiri sebentar trus mencoba lagi dan tetap gelap !!! hemm… saya langsung jelalatan melihat-lihat teropong itu ehh… ternyata ga gratis wakakak… musti bayar uang menyan dulu AUD 1 untuk bisa melihat CBD melalui teropong. Setelah sadar harus bayar, saya pun cengar cengir karena ternyata dari tadi ada orang yang merhatiin saya hahaha… mungkin mereka mikir “ini orang ndeso mana yang nyasar ke gunung…” bodo amat dah….

Untuk menutupi rasa malu hehehe… kami langsung ngacir ketaman disekitar sana, trus menikmati sebuah pie yang maknyus ditemani secangkir coklat panas.

Setelah puas, kami pun pulang, sebelum sampai rumah saya masih sempat mampir ke tempat cuci mobil dulu dan ke sebuah supermarket untuk membeli pure blonde, bir yang enak karena rasanya lembut…

Kami berangkat jam 10 pagi sampai rumah 5.15 sore, dengan begitu banyak tempat yang kami singgah dan aktifitas yang kami lakukan, hal ini sesuatu yang sulit kami dapatkan di Jakarta karena ampun macetnya.

Kami sangat bersyukur hari ini, untuk semua yang sudah terjadi yang sebetulnya tidak pernah kami bayangkan bisa didapatkan secepat ini. Tuhan benar-benar sayang kepada kami untuk semua hal yang sudah terjadi.

Saya sendiri pun saat ini semakin bisa mengendalikan culture shock saya, semoga semakin baik kedepannya karena tidak ada yang lebih berarti dari “living your dream”

Advertisements

One Reply to “Festival Tulip”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s