Lampu Taman

Malam ini, kami pergi mengunjungi Central Park John Landy Oval Malvern East, berawal dari ide istri saat mengetahui adanya taman yang dihias dengan lampu di malam hari dalam batas waktu tertentu.

Tamannya bagus, dengan hiasan lampu taman beraneka bentuk dan warna yang berubah-ubah membuat malam menjadi menarik, dan beberapa pohon disinari dengan lampu warna warni menambah indahnya taman tersebut.

Anak-anak pun kegirangan melihat pemandangan baru ini, walaupun berada ditengah suhu 10 derajat yang masih menusuk kulit, mereka berlari kesana kemari melihat pemandangan disana.

Saya pun mengambil beberapa foto dan video, hasilnya ga begitu maknyus karena menggunakan kamera handphone dan kurang sinar, tapi lumayan lah hahaha…

Yang menyenangkan lagi adalah tanpa biaya, semua gratis untuk dinikmati pengunjung dan ada petugas yang berpatroli. Bebas asap rokok dan tertib, hal yang sulit ditemui di Jakarta tentunya.

Hal-hal seperti inilah yang kami kejar, kualitas hidup dan kualitas waktu bersama keluarga. Beberapa kawan bahkan saudara pernah mempertanyakan keputusan saya meninggalkan semua yang sudah saya raih di Jakarta untuk migrasi ke Melbourne, karena menurut mereka tinggal di luar negeri itu susah untuk bisa menjadi orang kaya.

Saya tidak mengejar hal itu kawan, bagi saya hidup berkecukupan bersama keluarga sudah lebih dari cukup. Saya tidak mengejar hidup berlebihan. Karena saya tidak mau mengorbankan salah satu harta paling berharga hanya untuk mengejar uang, harta itu adalah waktu bersama keluarga. Sesuatu yang tidak akan bisa kalian dapatkan lagi saat sudah berlalu, sebanyak apapun harta kalian.

Saya masih ingat di salah satu wawancara Jack Ma pendiri Alibaba yang fenomenal itu, saat ditanya apa yang paling dia sesali, dia menjawab jika dia terlalu banyak menghabiskan waktu untuk membangun bisnis dia, sampai-sampai istri dia berkata jika dia adalah milik alibaba bukan keluarga.

Jawabannya yang kurang lebih sama dengan (alm) Papa saat dia akan pergi selamanya, saat itu saya bertanya apakah ada yang dia sesali selama hidup, dan dia menjawab jika dia terlalu banyak menghabiskan waktu untuk membangun bisnis daripada bersama anak-anak dan mama saya.

Apapun itu, setiap manusia berhak menentukan jalan hidupnya masing-masing bukan? Apapun pilihannya, semua akan berhadapan dengan resiko, besar kecilnya resiko yang akan kita dapat kembali kepada besar kecilnya keberanian kita menghadapi resiko itu sendiri.

Satu hal yang pasti saya tidak mengejar predikat orang kaya, saya mengejar kehidupan yang bebas dan seimbang agar memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga tanpa melupakan tugas saya sebagai kepala keluarga dan memberikan hidup layak kepada keluarga saya semampunya. Hidup yang layak itu harus di dasari rasa syukur dan kata cukup bukan berarti harus berlebihan kan? 🙂

Itu menurut saya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s