Museum

Semenjak kami pindah ke Melbourne, kami malah sering mengunjungi museum. Eits… sebelum nge-judge aneh ajaib ke kami, memang selama di Jakarta kami memang jarang ke museum. Kenapa jarang, karena jarak tempuh yang nyebelin gegara macet jalanan Jakarta bahkan di hari sabtu dan minggu. Jadi malas bawaannya sebelum pergi. Disamping itu, kenyamanan nya memang beda apalagi kalau bicara child friendly ya, namanya perokok yang isep hembus seenak udel nya mereka masih kerap ditemui dengan mudah dilokasi sana. Foto dibawah saat mengunjungi melbourne museum.

Disini, museumnya dibuat sangat child friendly, jadi selain untuk orang-orang dewasa disini juga berusaha agar anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk ke museum. Museumnya benar-benar dibuat senyaman, secanggih dan semenarik mungkin selain dibuat seinformatif mungkin juga. Ga percaya jika informatif? Coba saja google, nanti juga keluar website nya yang up to date. Foto dibawah adalah museum science.

Selain itu, museum disini juga sudah terkoneksi satu dengan lainnya, jadi saat kita menjadi member kita bisa ke museum mana saja di Melbourne dengan gratis, sama seperti zoo. Anak-anak kami sangat antusias jika ke museum, mereka lihat ini itu, menjelajah banyak hal dan melakukan banyak hal-hal kreatif. Foto dibawah saat ke Weribee salah satu zoo disini.

Museum pun menjadi salah satu tujuan rekreasi selain perpustakaan, taman dan kebun binatang. Dari semua itu jika kita member jatuhnya jadi bener-bener murah (setidaknya itu menurut perhitungan saya) dan untuk taman bisa dipastikan 100% free. Anak-anak pun bisa rekreasi dengan sehat selain belajar banyak hal dan melakukan banyak hal, dan ini adalah salah satu point yang saya akui sulit didapatkan selama di Jakarta dan saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk memberikan hal itu. Setidaknya mereka tidak akan tumbuh menjadi anak mall seperti jika kami di Jakarta, gimana ga jadi anak mall kalau hampir setiap hiburan dilakukan di mall. Foto dibawah adalah National Galery Melbourne.

Loh kan di Jakarta juga ada taman, pantai dan gunung. Iya betul, tapi saya tidak tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat itu terlalu sering karena selain macetnya, juga kenyamanannya, contoh paling mudah adalah ada asap rokok hampir di setiap jengkal langkah saya. Kalau disini? Aman… karena selain sangat ketat mengenai aturan merokok, penduduk sini juga lebih beradab dan setidaknya masih punya malu untuk ga seenak jidat atau udel mereka. Dan terakhir ini adalah taman di sekeliling museum science.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s